Supplier: Apa Itu, Peran, Jenis, dan Bedanya dengan Vendor

Diperbarui 20 Jan 2025 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Idzni Meutia

Apa itu supplier? Secara singkat, supplier artinya pemasok. Dalam dunia bisnis, istilah “supplier” adalah kunci dalam memahami dinamika rantai pasokan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Supplier merupakan elemen penting dalam menjembatani produksi barang atau jasa dari produsen ke konsumen akhir.

Nah, jika kamu tertarik berkarier dan menjalani peran sebagai seorang supplier, ayo, simak rangkuman Glints di bawah ini untuk mempelajarinya lebih lanjut!

Apa Itu Supplier?

Mengutip dari Oberlo, supplier atau pemasok adalah perseorangan atau badan yang berperan sebagai perantara yang menyediakan produk atau layanan kepada pihak lain.

Cara kerja supplier biasanya dapat ditemukan dalam konteks bisnis-ke-bisnis (B2B), yakni untuk membuat atau memproduksi barang yang dijual ke bisnis lain, baik melalui toko fisik ataupun online.

Contohnya, supplier akan menjual bahan baku atau mentah untuk diolah oleh perusahaan lain menjadi makanan atau produk jual.

Baca Juga: 7 Tips Product Marketing untuk Tingkatkan Kualitas Strategimu

Peran Supplier

Di bawah ini adalah beberapa peran utama supplier dalam rantai pasok sebuah bisnis yang perlu kamu ketahui.

1. Memastikan kepatuhan atas regulasi yang ada

Supplier harus memastikan bahwa mereka mematuhi semua undang-undang dan peraturan yang relevan terkait dengan keamanan produk, standar lingkungan, dan undang-undang ketenagakerjaan.

Tanggung jawab ini perlu diwujudkan dalam dokumentasi atau sertifikasi yang jelas sesuai aturan yang berlaku.

2. Menjaga kualitas produk

Adalah tanggung jawab pemasok untuk memastikan bahwa barang dan jasa yang mereka sediakan sudah memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Mereka harus memantau proses produksi dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan produk mereka berkualitas tinggi.

3. Memastikan praktik perdagangan yang adil

Supplier perlu memastikan bahwa semua pedagang memiliki akses yang sama terhadap barang dan jasa.

Baca Juga :  Porter: Apa Itu, Tugas dan Tanggung Jawab, Skills, Syarat, Gaji

Perlakuan yang adil ini membantu menjaga pelanggan setia yang dapat mempromosikan produk kepada bisnis lain.

Jenis-Jenis Supplier

Dalam dunia bisnis, terdapat beberapa tipe supplier yang sering dijumpai, di antaranya:

1. Pemasok jasa

Supplier jasa adalah pihak yang menyediakan produk berupa jasa daripada barang fisik.

Jasa yang ditawarkan bisa bersifat teknis, seperti jasa ekspedisi atau IT, maupun nonteknis, seperti jasa konsultansi atau pelatihan.

Contohnya, perusahaan yang menyediakan layanan pengiriman dan penyimpanan barang.

2. Pemasok langsung

Pemasok langsung menyediakan barang atau jasa secara langsung kepada perusahaan.

Contohnya, perusahaan pembuat dan penyedia minuman kemasan yang kemudian dijual kepada konsumen.

3. Pemasok tidak langsung

Berbeda dengan pemasok langsung, pemasok tidak langsung menyediakan barang atau jasa yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi produk.

Contohnya adalah pemasok peralatan kantor atau layanan keuangan.

4. Pemasok barang

Supplier barang adalah pihak yang menyediakan bahan mentah kepada produsen untuk diolah menjadi produk jadi.

Terbagi menjadi dua, pemasok material fabrikasi yang menyediakan bahan setengah jadi, dan pemasok material nonfabrikasi yang menyediakan bahan mentah tanpa perlu diolah terlebih dahulu.

Misalnya, dalam industri pembuatan kertas, pemasok menyediakan kayu mentah kepada produsen kertas.

Contoh lainnya, industri penyedia tepung terigu yang disediakan untuk produsen roti.

Perbedaan Supplier dan Vendor

Beberapa perbedaan utama antara supplier dan vendor adalah sebagai berikut.

1. Pengertian

Seperti yang telah disebutkan supplier merupakan bisnis atau perorangan yang menyediakan barang untuk bisnis lain.

Sementara itu, vendor adalah bisnis atau perorangan yang membeli produk dari perusahaan, lalu menjualnya kepada orang lain.

2. Posisi dalam rantai pasok

Supplier sering dianggap sebagai penghubung rantai pasokan (supply chain) pertama, sedangkan vendor biasanya berada di urutan rantai pasokan terakhir.

Sebab, vendor biasanya akan langsung menjual produk ke konsumen akhir, baik B2B (business to business) atau B2C (business to customers).

3. Jenis produk atau layanan

Perbedaan selanjutnya antara supplier dan vendor adalah jenis produk atau layanan yang ditawarkan.

Baca Juga :  Content Creator: Arti, Tugas, Skill, Gaji, & Cara Menjadinya

Supplier umumnya fokus pada barang mentah atau barang setengah jadi yang belum selesai.

Contohnya bahan baku seperti kayu, baja, atau sirkuit elektronik.

Sementara itu, vendor menjual produk yang sudah siap digunakan atau dikonsumsi oleh pembeli, seperti furnitur jadi, elektronik, atau makanan kemasan.

4. Hubungan dengan konsumen

Dari perbedaan di atas, dapat terlihat bahwa supplier memiliki hubungan dekat dengan produsen atau perusahaan yang akan memproses bahan baku.

Pihak yang lebih dekat dengan konsumen umumnya adalah vendor, karena mereka yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir.

Tugas Supplier

Setelah memahami apa itu supplier hingga perbedaannya dengan vendor, sekarang kita coba pelajari tugas supplier secara lebih lengkap.

Dikutip dari Typeset.io, secara umum, tugas seorang supplier adalah untuk:

  • Memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menyediakan barang sesuai permintaan dan spesifikasi.
  • Mencari dan menyediakan produk yang dibutuhkan oleh pelanggan.
  • Menjalin hubungan baik dan menjaga kepercayaan pelanggan.
  • Menjaga kualitas produk agar sesuai dengan standar pelanggan.
  • Memastikan persediaan barang cukup untuk merespons permintaan dengan cepat.
  • Memberikan pelayanan responsif, termasuk menjawab pertanyaan dan keluhan pelanggan dengan cepat.
  • Membangun dan menjaga reputasi perusahaan di industri dan komunitas terkait.
  • Berinovasi dan melakukan riset pasar untuk menghadapi persaingan.
  • Mengoperasikan bisnis sesuai dengan peraturan dan standar industri serta negara.
  • Mengelola risiko dan keuangan dengan baik agar bisnis berjalan lancar.
  • Menganalisis kinerja bisnis secara berkala dan memperbaiki area yang perlu ditingkatkan.

Cara Menjadi Supplier

Pada dasarnya, supplier bukanlah sebuah profesi dalam arti sebetulnya, seperti dokter atau koki.

Namun, supplier merujuk pada peran atau fungsi dalam rantai pasokan atau supply chain di berbagai industri.

Baca Juga :  Desk Collection: Pengertian, Tanggung Jawab, Skill Wajib, dan Gaji

Individu atau perusahaan yang berperan sebagai supplier biasanya terlibat dalam penyediaan barang atau jasa kepada pelanggan atau pihak lain dalam rantai pasokan.

Mengutip dari Obloo, berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menjadi supplier:

1. Riset tentang produk atau layanan

Langkah pertama, mulailah dengan melakukan riset kecil mengenai jenis produk atau jasa apa yang ingin kamu sediakan.

Kamu dapat memilih bidang yang sesuai dengan minat, keahlian, dan wawasan yang kamu miliki.

2. Riset mengenai kebutuhan pasar

Cara berikutnya yang tak kalah penting untuk menjadi supplier adalah melakukan riset pasar secara mendalam.

Ini bertujuan agar kamu memiliki gambaran mengenai permintaan dan persaingan dalam industri yang dipilih, sekaligus target pasar dan peluang bisnisnya.

3. Bangun jaringan dan atur strategi harga

Kemudian, mulailah membangun hubungan dengan pelanggan potensial dan mitra bisnis melalui berbagai acara industri.

Tetapkan strategi harga yang kompetitif dan menguntungkan bagi kamu dan pelanggan.

4. Kelola inventaris dan layanan pelanggan

Atur sistem manajemen inventaris atau persediaan produk atau jasa untuk memantau stok dan memastikan kamu dapat terus memenuhi permintaan pelanggan.

Ini karena kepuasan pelanggan didapatkan dari customer service yang baik, yang ditunjukkan melalui respons yang cepat dan tanggap, serta sikap yang ramah.

Baca Juga: Customer Service: Pengertian, Tugas, hingga Prospek Kariernya

Demikian informasi mengenai apa itu supplier.

Semoga penjelasan di atas bisa membantu melengkapi persiapanmu yang ingin menjalani peran atau bekerja di bidang supplier.

Intinya menjalani peran sebagai supplier berarti kamu harus dapat dipercaya dan memastikan barang atau jasa yang kamu tawarkan berkualitas.

Nah, supaya persiapan kariermu lebih matang, ayo baca kumpulan artikel lainnya di Glints Blog!

Ada kategori yang akan membantumu cari tahu tips merencankan karier di berbagai sektor atau industri.

Tertarik? Klik link ini untuk baca kumpulan artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon