16 Cara Membuat CV yang Menarik agar Dipanggil oleh Rekruter
Ditulis oleh : Maulana Adieb
Tidak sulit menarik perhatian rekruter agar dipanggil interview, asalkan kamu mempelajari bagaimana cara membuat CV yang menarik dari Glints dalam artikel ini.
Terkadang, tim HRD perusahaan hanya butuh waktu 10 detik untuk menilai CV seseorang apakah layak untuk dipanggil wawancara.
Nah, melalui tips jitu dari Glints di bawah ini, kamu punya peluang besar untuk dipanggil interview lewat CV yang ciamik.
Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!
1. Buat CV singkat, padat dan jelas
Mengutip The Guardian, CV lamaran kerja yang bagus adalah CV yang singkat, padat, dan jelas ringkasannya sehingga tidak membingungkan recruiter.
Usahakan, buat CV-mu seringkas mungkin, jangan sampai lebih dari dua halaman.
Masukkan data-data pribadi dengan jelas dan singkat di setiap kolomnya. Jika ingin memasukkan deskripsi diri, usahakan tonjolkan kelebihan-kelebihanmu agar tidak terlalu panjang lebar.
Sebisa mungkin, tulis juga dalam bentuk bullet points, agar lebih mudah dibaca oleh rekruter.
2. Cantumkan pengalaman yang relevan
Cara selanjutnya untuk membuat CV yang menarik adalah memilah pengalaman-pengalaman yang ingin dimasukkan.
Pastikan pengalaman tersebut mempunyai relevansi yang tinggi terhadap posisi yang sedang kamu lamar.
Sebagai contoh, kamu ingin melamar untuk posisi graphic designer. Nah, kamu sempat menjalani proyek desain untuk membuat logo perusahaan A sebelumnya.
Pengalaman tersebut dapat kamu masukkan ke dalam CV agar mendapatkan nilai plus dari rekruter.
Bagi fresh graduate yang belum punya pengalaman, bisa memasukkan hard skill atau soft skill yang dikuasai selama masa kuliah.
3. Gunakan kata-kata yang mempunyai power
Pada hakikatnya, cara terbaik dalam membuat CV yang menarik adalah memperhatikan kata-kata yang ingin digunakan, baik di bagian deskripsi diri maupun bagian lainnya.
Pastikan pilih kata-kata yang mempunyai power atau kekuatan. Sebab, dilansir dari Top Universities, kata-kata yang dipilih dalam CV dapat berpengaruh terhadap penilaian recruiter.
Lalu, apa yang dimaksud dengan kata-kata yang mempunyai kekuatan? Singkatnya, daripada menggunakan kata”pekerja keras” kamu bisa menggunakan kata lain, seperti “kreatif“.
Seperti yang kita ketahui, kata “pekerja keras” sering dipakai dan terkadang membuat HRD bosan melihatnya.
Jadi, pastikan pilih kata-kata yang tepat, ya, untuk dimasukkan ke dalam CV.
4. Cek tata bahasa
CV-mu ditulis dengan bahasa apa? Indonesia atau Inggris? Bahasa apa pun yang kamu pilih, pastikan bahwa CV kamu bebas dari typo dan kesalahan grammar.
Untuk mengantisipasi kesalahan grammar, typo, dan lain-lain, kamu bisa membaca ulang secara perlahan-lahan atau meminta bantuan temanmu.
5. Pakai font profesional
Cara ini mungkin terdengar sepele, tetapi dalam membuat CV yang menarik, pastikan font yang digunakan terlihat profesional, bukan font yang sembarangan yang sulit dibaca.
Pada dasarnya, font yang sering digunakan dalam membuat CV adalah Times New Roman, Arial atau Calibri.
Selain itu, dilansir dari CV Library, font-nya berukuran antara 10 sampai 12 point. Pemilihan font sangat penting supaya tidak membuat perekrut pusing saat membaca.
6. Cantumkan kontak yang aktif
Hal yang terkadang dilupakan pencari kerja dalam membuat CV adalah mereka mencantumkan nomor handphone atau email yang kebetulan jarang dipakai, bahkan tidak aktif.
Padahal, kontak dalam CV penting bagi rekruter untuk menghubungi kandidat jika lolos ke tahap selanjutnya.
Oleh karena itu, pastikan kamu mencantumkan nomor handphone yang aktif, begitu juga dengan email.
Untuk email, jangan sampai memberikan nama email yang terdengar aneh seperti [email protected] dan lain-lain.
Gunakan email yang terlihat profesional dengan menggunakan namamu sendiri.
7. Cantumkan skills yang dimiliki
Selain mencantumkan pengalaman yang relevan, cara lain untuk membuat CV yang menarik adalah memasukkan skills yang kamu miliki.
Skills ini tentu saja harus sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Kalau kebetulan kamu memiliki berbagai jenis kemampuan, pastikan kamu hanya memasukkan yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar.
Misalnya, kamu melamar untuk posisi SEO Specialist. Mungkin, kamu bisa memasukkan skill seperti SEO, SEM, content writer, copywriter, dan lain-lain.
Jadi, rekruter semakin yakin akan kualitasmu dan mereka tahu apakah kamu kandidat yang tepat atau bukan.
Selain itu, hard skill yang kamu masukkan itu juga bisa jadi keyword yang berguna agar kamu mudah ditemukan oleh rekruter saat mereka mencari kandidat di LinkedIn, lho.
8. Tulis kontak di header
Bukan hanya menuliskan kontak yang aktif, menurut Indeed sebaiknya kamu menulis kontak di bagian paling atas. Jadi, info nama, nomor telepon, dan email sebaiknya di header.
Tujuannya agar rekruter mudah mengenali kamu dan langsung tahu cara menghubungimu tanpa harus mencari di dalam CV.
Selain itu, sebaiknya jangan memberikan judul CV-mu dengan “Curriculum Vitae” karena hanya makan tempat. Sebaiknya, kamu langsung tulis namamu saja sebagai “judul” dokumen.
9. Tulis pencapaian
Salah satu cara membuat CV yang bisa kamu praktikkan adalah mencantumkan berbagai pencapaian yang pernah kamu miliki di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.
Sampaikan pencapaian dalam CV yang relevan dengan posisi yang kamu lamar, ya. Dengan menjelaskan pencapaian apa saja yang pernah kamu dapat, perusahaan jadi lebih yakin untuk merekrutmu.
Namun, kalau kamu baru saja lulus, bisa mencantumkan pencapaianmu di bidang akademis.
10. Buat nama file secara profesional
Cara selanjutnya yang perlu kamu perhatikan ketika membuat CV adalah memperhatikan penamaan file. Buatlah CV dengan nama file yang profesional tapi jelas.
Sebaiknya, nama dokumen untuk CV menggambarkan identitasmu. Namanya bisa sesederhana CV-Heri Anton.
Setelah itu, pastikan kamu menyimpannya dalam bentuk PDF, kecuali perusahaan meminta format khusus.
Sebab, secara format akan lebih mudah dibaca dan bisa dibuka di semua perangkat. Jadi, peluang eror juga lebih kecil.
11. Pakai angka
Jika dalam CV-mu banyak memuat bilangan, gunakan simbol angka untuk mendeskripsikannya, alih-alih menuliskannya dengan huruf.
Dengan melakukan ini, kamu akan menghemat ruang dalam dokumen. Mungkin cara membuat CV seperti ini sering dianggap remeh oleh banyak orang.
Padahal, dengan menuliskan angka maka perekrut juga akan lebih mudah dalam membacanya daripada ditulis dengan huruf.
12. Gunakan bullet point
Saat kamu menuliskan mengenai pengalaman kerja atau skill yang dimiliki, sebaiknya gunakan bullet point.
Sebaiknya kamu menghindari penulisan dalam bentuk paragraf yang panjang karena sulit dibaca.
Dengan memanfaatkan bullet point pastinya bisa memudahkan perekrut dalam memahami CV-mu. Kamu bisa lihat contoh di bawah ini.
13. Lihat CV orang lain sebagai referensi
Jangan ragu untuk menjadikan CV orang lain sebagai referensimu. Dengan memiliki banyak referensi, tentunya akan lebih mudah bagimu untuk membuat konsep CV yang diinginkan.
Kamu bisa melihat CV teman yang sudah lebih berpengalaman. Hal tersebut pastinya akan membantu kamu dalam mencari ide dalam membuat CV yang terbukti menarik perhatian rekruter.
14. Gunakan template
Jika kamu masih mengalami kesulitan dalam menentukan cara membuat CV, tidak ada salahnya untuk menggunakan template. Saat ini sudah ada banyak template CV yang bisa kamu gunakan secara gratis.
Kamu bisa memilih template yang memiliki desain atau struktur yang sesuai dengan keinginanmu. Membuat CV lewat template juga sangat mudah dan praktis.
Kabar baiknya, Glints menyediakan template CV gratis yang bisa kamu download dan edit, lho! Poles CV kamu dan dapatkan pekerjaan impianmu dengan klik tombol di bawah!
15. Baca berulang-ulang sebelum mengirimkannya
Ada satu hal yang wajib kamu lakukan sebelum mengirimkan CV ke perusahaan, yaitu membacanya berulang-ulang.
Hal yang satu ini akan membantumu untuk menemukan kesalahan ejaan atau bahkan kesalahan tata bahasa. Apalagi, jika kamu membuat CV dalam bahasa Inggris, perlu untuk mengecek ulang tata bahasanya agar tidak ada kesalahan.
Selain itu, kamu juga perlu memeriksa kembali format penulisan untuk memastikan semua penulisannya selaras dan k0nsisten.
Perhatikan juga bagian teratas dari CV-mu. Tidak hanya foto, kamu juga bisa memberikan informasi yang menarik pada bagian atas dari CV.
Jadi, bagian teratas CV bisa memiliki power to impress agar perekrut bisa tertarik untuk membaca CV-mu lebih lanjut.
16. Minta orang lain membaca CV kamu
Tidak ada salahnya bagimu meminta bantuan orang lain untuk membaca CV-mu dan meminta feedback dari mereka.
Saat CV dibaca oleh orang lain biasanya akan lebih mudah menemukan adanya kesalahan penulisan atau tata bahasa.
Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan masukannya pada CV-mu dan memperbaiki bagian yang menurut mereka masih kurang menarik.
Itu dia 16 cara yang bisa kamu terapkan dalam membuat CV yang menarik. Langsung coba praktikkan, yuk!
CV-mu sudah siap? Langsung saja lamar ke perusahaan yang kamu mau. Cek berbagai lowongan kerja terbaru di Glints, yuk!

[…] salah satu usaha yang bisa kamu lakukan adalah memperbaiki CV dan covlet kamu. Apakah kedua berkas ini sudah cukup “menjual diri” kamu? Apakah kemampuan […]
[…] Perekrut kerja biasanya cenderung memilih kandidat dengan pengalaman yang relevan. Mereka yang sudah punya pengalaman magang tentu punya peluang lebih besar untuk diterima di pekerjaan full-time setelah mereka lulus kuliah. Pastikan CV kamu diperhitungkan oleh perekrut kerja dengan menambahkan satu atau dua pengalaman magang! Btw, sudah tahu belum, caranya menulis CV yang menarik? […]
Hallo glints !
saya lulusan baru jurusan advertising berniat untuk mencoba apply menjadi sosial media officer maupun account executive. Namun, jika saya mengapply sosmed experience saya justru menjadi Search engine marketing dan AE tidak ada basic yg menunjukan kalau saya memiliki kemampuan di bidang sosmed. Pertanyaannya adalah:
1. Bagaimana caranya membuat perusahaan tertarii terhadap saya untuk posisi sosmed tapi memiliki penggalaman pada bidang tersebut?
2. Saya tertarik untuk kembali mencoba menjadi AE, namun untuk “bekerja” bukan untuk magang, tetapi rata2 perusahaan ingin memiliki AE yang memiliki pengalaman dan tidak lulusan baru, bagaimana, membuat mereka yakin bahwa kami lulusan baru pantas untuk mendapqtkan posisi dan kepercayaan tersebut?
3. Apa sebaiknya semua pengalaman kerja saya dicantumkan dalam cv saya?
[…] pendidikan SD, SMP, dan SMA. Selain itu, CV yang ideal merupakan CV yang terdiri dari maksimal . Jika lebih dari itu, maka sebaiknya CV kamu harus mulai di-upgrade lagi berdasarkan relevansi […]