4 Risiko Fatal Berbohong di CV dan Tips agar Kamu Tak Perlu Bohong

Diperbarui 14 Apr 2024 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Berdasarkan hasil survei CareerBuilder, 75% HR Manager mengatakan bahwa mereka pernah menemukan kandidat yang berbohong di CV. Angka yang amat besar, bukan?

    Itulah yang kerap terjadi jika seseorang tidak percaya diri. Mereka memalsukan pengalaman kerja, pengalaman organisasi, jenjang pendidikan, hingga skill. 

    Tujuannya hanya satu, yakni menarik perhatian rekruter.

    Padahal, tahukah kamu bahwa berbohong di CV bisa berakibat fatal?

    Penjelasan selengkapnya akan Glints jabarkan dalam artikel ini.

    Baca Juga: Tips Memperbaiki CV: Hapus 5 Informasi Tidak Penting ini dari CV-mu

    Informasi yang Sering Dipalsukan

    Menurut The Balance Careers, beberapa informasi yang sering dipalsukan oleh seorang kandidat adalah:

    berbohong di cv

    © Glints

    Dengan memalsukan lima data tersebut, pelamar berharap rekruter akan melihat mereka sebagai kandidat yang potensial.

    Hal ini sering terjadi karena ketika melamar kerja, seseorang kerap membandingkan dirinya dengan perusahaan tersebut.

    • “Apakah jenjang pendidikanku sudah setingkat dengan karyawan di sana?”
    • “Apakah pengalaman kerjaku sudah cukup untuk diterima di posisi tersebut?”
    • “Kira-kira, apakah skill-ku sudah seperti apa yang diharapkan calon atasanku?”

    Dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, seseorang akan bercermin soal dirinya. Kemudian, mereka memprediksi tanggapan rekruter atas CV-nya.

    Pada akhirnya, bila tidak yakin lolos, seseorang akan berbohong di CV.

    Baca Juga: Inilah Tips & Trik Cara Membuat CV yang Menarik dan Efektif

    Mengapa Tidak Boleh Berbohong di CV?

    berbohong di cv

    © Shutterstock.com

    Kata orang, rekruter tidak akan tahu kebohongan kandidat. Jadi, sah-sah saja apabila seseorang berbohong di CV.

    Benarkah demikian? Jawabannya adalah tidak.

    Seorang HRD atau rekruter selalu mengecek apakah informasi dalam CV-mu benar. Mereka mencari tahu dari berbagai sumber untuk memastikan kebenaran datamu.

    Lalu, apa akibatnya jika seseorang berbohong di CV? Berikut empat risikonya, dirangkum dari The Balance Careers.

    1. Merusak reputasi

    Setiap perusahaan tentu menjunjung tinggi kejujuran. Jika HRD tahu bahwa kamu berbohong di CV, mereka tidak akan menerimamu. 

    Sebab, berbohong adalah tindakan yang sulit termaafkan. Apalagi jika kamu baru masuk di tahap rekrutmen.

    Lebih dari itu, reputasimu akan menjadi buruk. Perusahaan tidak akan memanggilmu untuk wawancara kembali di masa depan.

    Bahkan, bisa saja HRD perusahaan lain tahu bahwa kamu pernah berbohong. Jadi, kamu di-blacklist di berbagai perusahaan.

    Dengan reputasi tersebut, kamu akan lebih sulit mencari kerja.

    2. Dipecat

    Ketika proses rekrutmen, bisa saja HRD tidak tahu bahwa informasi di dalam CV-mu palsu. Mereka mungkin baru mengetahuinya ketika kamu sudah diterima kerja.

    Akibatnya, kemungkinan besar kamu akan dipecat dan kehilangan pekerjaan, lho.

    3. Rasa takut ketahuan

    Hari ini, HRD mungkin belum tahu bahwa informasi di CV-mu palsu. Namun, bagaimana dengan besok, lusa, atau bulan depan?

    Kamu tidak akan pernah tahu kapan HRD menemukan kebohongan di CV tersebut.

    Dengan begitu, kamu pun selalu dibayangi oleh rasa takut ketahuan. 

    Rasa takut ini bisa mengganggu fokusmu saat bekerja atau berinteraksi dengan orang-orang di kantor.

    4. Kebohongan akan terus berlanjut

    Kebohongan adalah sesuatu yang candu. Sekali merasa berbohong itu mudah, kamu akan terus melakukannya, seperti kata TheHopeLine.

    Oleh karena itu, hindari kebohongan sekecil apa pun, termasuk berbohong di CV. Jika tidak, kamu akan terus mengulanginya di berbagai kesempatan.

    Baca Juga: Tips Menulis dan Contoh CV Sederhana yang Tetap Memukau

    Tips Maksimalkan CV Tanpa Berbohong

    © Freepik.com

    Jika tidak berbohong, apakah CV-mu bisa tetap menarik di mata rekruter? Tentu saja bisa!

    Glints telah menyiapkan beberapa tipsnya di bawah ini.

    1. Tonjolkan keunggulanmu

    Ada ratusan bahkan ribuan pelamar kerja di luar sana. Lantas, apa yang membuatmu lebih unggul dari mereka?

    Kamu harus memiliki pembeda dari kandidat lainnya. 

    Sebagai contoh, kamu melamar kerja sebagai content writer. Mungkin kandidat lain memiliki skill menulis yang tidak jauh berbeda denganmu.

    Oleh karena itu, di CV, cantumkan keunggulanmu lainnya tanpa perlu berbohong.

    berbohong di cv

    © Glints

    Pada contoh di atas, misalnya, seorang kandidat content writer turut menuliskan skill fotografi, Adobe Premiere, Adobe Photoshop.

    Ketiga skill tersebut memang tidak berhubungan langsung dengan content writing.  Namun, hal itu bisa menjadi nilai lebih bagi seseorang yang bekerja di bidang konten.

    2. Jabarkan job desc-mu sebelumnya

    CV juga bisa menarik dengan adanya job desc yang konkret, lho.

    Sampaikan hal-hal apa yang kamu lakukan pada pekerjaan sebelumnya. Apabila punya pencapaian tertentu, kamu juga bisa memasukkannya ke bagian Achievement atau Prestasi. Hal itu akan menjadi nilai tambah di mata rekruter.

    Berikut contoh penulisannya.

    © Glints

    3. Sesuaikan dengan pekerjaan yang dilamar

    Umumnya, seseorang berbohong di CV agar terlihat banyak pengalaman. Padahal, rekruter lebih mengapresiasi kualitas daripada kuantitas, lho.

    Maka, pastikan bahwa semua pengalaman kerja yang kamu tulis sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

    Contohnya sebagai berikut.

    berbohong di cv

    © Glints

    Misalnya, kamu melamar sebagai content writer. Nah, kamu tidak perlu menulis pengalaman sebagai barista di CV.

    4. Lengkapi dengan cover letter & portofolio

    © Glints

    CV memang perlu dibuat seringkas mungkin. Namun, kamu juga punya cover letter dan portofolio yang bisa menonjolkan dirimu, lho.

    Pada cover letter, kamu bisa menjelaskan pengalaman dan prestasimu secara lebih detail.

    Jangan lupa, buat portofolio yang menarik untuk memamerkan hasil karyamu.

    Baca Juga: 7 Strategi Jitu Menulis Cover Letter untuk Raih Pekerjaan Impian

    Berbohong di CV adalah tindakan yang fatal. Ada banyak risiko yang akan menimpamu, termasuk di-blacklist dari daftar para rekruter.

    Kamu tentu tak ingin hal itu terjadi, bukan?

    Oleh karenanya, lakukan empat tips di atas agar CV-mu tetap menarik tanpa informasi palsu.

    Untuk tips-tips lainnya, kamu bisa sign up di Glints. 

    Nantinya, kamu berkesempatan untuk belajar tentang dunia CV dan rekrutmen. Ada banyak HRD senior yang siap berbagi tips denganmu.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait