Hard Skill: Pengertian, Manfaat, Contoh, dan Cara Meningkatkannya
Ditulis oleh : Maulana Adieb
Adakah yang belum familier dengan istilah hard skill? Hard skill adalah kemampuan yang dapat diasah melalui latihan dan pendidikan.
Di dalam dunia kerja, ada banyak kemampuan yang bisa kamu pelajari sesuai dengan minat dan bidang yang dituju.
Menariknya, di era digital sekarang, kamu bisa mempelajarinya lewat berbagai macam kursus online.
Lantas apa sih hard skill itu? Terkait hal tersebut, berikut Glints jelaskan serba-serbinya kepadamu.
Isi Artikel
Apa Itu Hard Skill?
Sebelum melangkah lebih jauh terkait pembahasan ini, ada baiknya dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu.
Dilansir dari Investopedia, hard skill adalah suatu kemampuan yang bisa dipelajari serta ditingkatkan melalui latihan, pengulangan, dan pendidikan.
Secara tidak langsung, jangan merasa minder saat tidak mempunyai hard skill. Sebab, kemampuan ini dapat diperoleh apabila kamu rajin dan konsisten dalam mempelajarinya.
Dilansir dari The Balance Careers, kemampuan ini penting dimiliki oleh seorang individu, terlebih ketika sudah mendapatkan pekerjaan.
Hard skill sangat penting untuk menunjang kariermu ke depan serta meningkatkan kepuasaan diri sendiri.
Akan tetapi, menguasai keahlian ini saja tidak cukup di dalam dunia kerja. Dibutuhkan juga keahlian yang bernama soft skill agar lebih seimbang.
Jika kamu memiliki skills tersebut, langsung saja download aplikasi Glints dan cantumkan di profil dirimu.
Dengan begitu, rekruter bisa lebih tertarik padamu ketika melamar kerja ke lowongan kerja impianmu.
Yuk, download aplikasi Glints sekarang dengan klik tombol di bawah ini!
Fungsi Hard Skill
Beberapa fungsi hard skill di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Membantu menyelesaikan pekerjaan lebih efektif
Katakanlah kamu punya 10.000 data yang harus dirapikan di worksheet. Mulai dari membuat tabel, menghapus data duplikat, hingga menyeragamkan format teks di dalamnya.
Bayangkan berapa lama waktu yang dihabiskan jika kamu tidak menguasai skill Microsoft Excel dan harus melakukannya secara manual.
Jadi, hard skill sangat berperan penting dalam membantumu menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien.
2. Membantumu mencapai hasil yang diharapkan
SOP saja tidak cukup untuk memastikan bahwa tugas dapat dikerjakan dengan baik.
Diperlukan keahlian untuk menjalankan SOP tersebut agar bisa mencapai result yang diharapkan atau bahkan melampauinya.
Ketika kamu memiliki skill Adobe Photoshop yang lebih mumpuni, misalnya, pasti karya yang dihasilkan bisa lebih maksimal jika dibandingkan dengan ketika skill-mu masih belum seperti sekarang.
3. Membantu menyelesaikan masalah dalam pekerjaan
Seorang programmer perlu memiliki hard skill programming yang baik jika ingin menyelesaikan permasalahan bugs yang sering terjadi.
Seorang digital marketer perlu memiliki hard skill social media ads yang baik pula jika ingin memperbaiki pengaturan campaign yang keliru.
Soft skill problem solving memang sangat penting, namun kamu juga memerlukan hard skill untuk bisa menerapkan solusinya dengan baik.
Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill
Sebenarnya, apa perbedaan hard skill dan soft skill? Berikut beberapa perbedaan di antara keduanya.
1. Cara mengasah
Kamu dapat mengasah hard skill melalui training, kursus, atau pendidikan tertentu.
Sedangkan soft skill tidak bisa diasah melalui cara-cara tersebut, melainkan perlu dilatih, dikembangkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi kebiasaan dan kepribadian diri.
2. Cara mengukur
Perbedaan yang kedua terletak pada cara mengukurnya.
Hard skill lebih mudah untuk diukur secara kuantitatif dibandingkan soft skill.
Untuk hard skill Adobe Photoshop, misalnya, dapat diukur melalui ujian sertifikasi resmi dari Adobe itu sendiri.
Sedangkan soft skill seperti komunikasi atau negosiasi, tidak bisa diukur melalui ujian melainkan hanya bisa dinilai secara kualitatif.
3. Cara menilai saat rekrutmen
Biasanya, rekruter akan menilai hard skill melalui bukti yang kamu lampirkan di lamaranmu. Baik dalam bentuk sertifikasi maupun portofolio.
Hanya dua hal tersebutlah yang bisa menjadi dasar penilaian keahlian teknismu di dunia kerja.
Di sisi lain, rekruter akan mencoba mengevaluasi soft skill dengan cara menanyakan pertanyaan situational interview atau beberapa tes psikologi untuk melihat kepribadian kandiat.
4. Wujudnya
Kemampuan teknis bisa dikatakan sebagai kemampuan yang berwujud, sedangkan soft skill adalah kemampuan tidak berwujud.
Kamu bisa melihat keahlian seseorang dalam menganalisis data melalui output yang dihasilkan.
Sedangkan hasil dari soft skill sendiri kadang tidak berbentuk output melainkan outcome atau dampak.
Jadi, sebenarnya dua hal ini tidak bisa dipisahkan karena sangat dibutuhkan untuk menciptakan output dan outcome yang baik.
Contoh Hard Skill
Setelah mengetahui pengertian serta bagaimana cara meningkatkan kemampuan ini, saatnya bagi kamu untuk mengetahui apa saja contoh dari hard skill:
1. Teknologi komputer
Hampir sebagian besar dari karyawan membutuhkan setidaknya pengetahuan dasar tentang keahlian teknologi komputer untuk menyelesaikan pekerjaan.
Di sisi lain, ada beberapa posisi yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam terkait hard skill dengan teknologi komputer.
Beberapa jenis keahlian di bidang ini misalnya:
- Microsoft Office (Word, Excel, Outlook, PowerPoint, Publisher, Access)
- HTML/CSS
- JavaScript
- content management system (CMS)
- social media platform
- Windows operating system
- filing documents atau pengarsipan dokumen
- typing and typing speed
Keahlian-keahlian di atas juga dapat dimasukkan ke dalam CV jika memang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.
2. Analisis data
Selain kemampuan di bidang teknologi komputer, ada juga hard skill yang meliputi kemampuan menguasai keahlian analisis data.
Dilansir dari Indeed, berikut ada beberapa keterampilan analisis data yang populer:
- data engineering
- database management
- data mining
- data visualization
- web analytics
- research atau riset
3. Marketing
Ada pula kemampuan yang tergolong ke dalam keterampilan di bidang marketing. Berikut ini adalah beberapa hard skill marketing yang paling banyak diminati:
- search engine optimization (SEO)
- Google Analytics
- search engine marketing (SEM)
- email marketing
- copywriting
- social media marketing
- content management systems
- A/B testing
- project management
- content marketing
4. Design
Untuk menjadi seorang desainer profesional, kamu harus menguasai beberapa hard skill.
Berikut ini beberapa keterampilan dari desain yang sering dicari oleh perusahaan:
- user experience (UX) design
- user interface (UI) design
- Adobe Creative Suite (InDesign, Photoshop, Illustrator)
- digital design software
- graphic design
- photo editing
- video editing
- typography
5. Web development
Di bidang web development, ada beberapa jenis hard skill yang populer, di antaranya adalah:
- iOS dan Android app development
- software revisions control systems
- JavaScript
- application programming interface (API)
- development and web architecture frameworks
6. Copywriting
Copywriting merupakan kemampuan menciptakan konten yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan klien. Profesi ini dibutuhkan di berbagai sektor industri.
Berikut beberapa jenis keterampilan copywriting yang di butuhkan perusahaan:
- editing
- manajemen konten
- penulisan dan tata bahasa
- penelitian
- wawancara
7. Akuntansi dan keuangan
Jika tertarik bekerja di bidang akuntasi dan keuangan, berikut beberapa keahlian yang kamu perlukan:
- Microsoft Excel
- perangkat lunak khusus akuntansi
- analisis keuangan
- budgeting atau pengelolaan anggaran
- formulir pajak
- keterampilan numerik
8. Business analytics
Mengutip dari Harvard University, memiliki pemahaman konseptual dan cara kerja alat serta bahasa pemrograman penting dalam business analytics agar dapat membantu menerjemahkan sumber data menjadi solusi yang nyata.
Di bawah ini adalah hard skill umum yang diperlukan oleh para profesional di bidang ini :
- SQL
- bahasa pemrograman seperti Python
- software statistik seperti SPSS, SAS, Sage, Mathematica, dan Excel
9. Human resource
Tiap organisasi membutuhkan keterampilan sumber daya manusia (SDM). Dalam bidang ini, dibutuhkan seseorang yang menguasai hard skill di bawah ini:
- kompensasi
- administrasi gaji
- administrasi tunjangan
- evaluasi dan analisis kinerja karyawan
- hukum ketenagakerjaan dan kepatuhan hukum
- payroll atau penggajian
10. Sales
Berikut ini beberapa keahlian sales yang banyak dicari:
- product development
- account management
- relationship building
- customer success
- marketing research
- client management
- competitor research
Cara Meningkatkan Hard Skill
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan supaya dapat meningkatkan keahlian ini. Dilansir dari Indeed, berikut cara-caranya:
1. Praktikkan secara teratur
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keahlian ini adalah dengan mempratikkannya secara teratur dan konsisten.
Semakin berlatih dengan keras, maka keahlianmu akan semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, misalkan kamu mempunyai keahlian dalam mengoperasikan Microsoft Word. Lakukan latihan secara rutin supaya semakin mahir dalam mengoperasikannya.
Jangan lupa untuk membuat jadwal latihan khusus agar semakin teratur.
2. Minta kritik dan saran
Jangan sungkan untuk meminta kritik dan saran kepada orang-orang yang mahir di bidangnya, entah itu teman, rekan kerja, atau bahkan keluarga sekalipun.
Dengan begitu, kamu akan tahu letak kekuranganmu sehingga ke depannya dapat diperbaiki secara profesional.
Selain meminta kritik dan saran, kamu juga bisa meminta rekomendasi terkait bagaimana cara yang paling efektif dalam meningkatkan hard skill.
Secara perlahan-lahan, kamu akan menguasainya dengan baik apabila melakukan cara ini dengan konsisten.
3. Ikut kursus online
Penting untuk terus belajar dan memperdalam hard skill sehingga tidak berhenti di situ-situ saja.
Ikuti kursus/kelas online yang ada saat ini. Seperti yang diketahui, banyak kursus online yang bertebaran di mana-mana.
Kursus ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengasah hard skill. Sebab, dengan terus belajar maka wawasanmu akan semakin bertambah.
Misalkan kamu sedang ingin mengasah skill finance, maka kamu bisa ikut kursus online yang menjelaskan tentang bagaimana cara mengelola keuangan, accounting, dan lain-lain.
4. Mengejar pendidikan tinggi
Cara lain untuk meningkatkan kemampuan ini adalah dengan menempuh gelar yang kamu minati sampai ke pendidikan tinggi.
Sebagai contoh, kamu ingin menjadi seseorang yang ahli di bidang komputer. Maka, kamu bisa menempuh pendidikan di dalam bidang ilmu komputer hingga S2 atau bahkan S3 sekalipun.
Pasalnya, sebagian besar pendidikan di universitas akan memberikan keterampilan yang kamu butuhkan sesuai dengan bidang yang ingin dikuasai.
Tips Memasukkan Hard Skill ke Dalam CV
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kemampuan ini dapat dimasukkan ke dalam CV dan membantumu ketika sedang melamar pekerjaan.
Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kamu dapat membuat kesan menarik dari perusahaan. Dilansir dari Resume, berikut tips-tipsnya:
1. Lihat deskripsi lowongan kerja
Sebelum memasukkannya ke dalam CV, pastikan kamu melihat terlebih dahulu deskripsi dari lowongan kerja yang tersedia.
Sebagai contoh, dalam deskripsi tersebut terdapat kualifikasi yang menjelaskan harus berpengalaman dalam hal menulis minimal 1 tahun.
Maka, kamu bisa memasukkan kemampuan seperti content writing, copywriting, dan sebagainya.
2. Letakkan hard skill di bagian pengalaman kerja
Masukkan hard skill di bagian pengalaman kerja supaya perusahaan tahu bagaimana kamu menerapkannya di perusahaan sebelumnya.
Selain itu, tuliskan kemampuan yang paling relevan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar di bagian atas.
Itu dia hal-hal mengenai hard skill yang perlu kamu ketahui. Intinya, kemampuan ini penting untuk dikuasai bagi kamu yang sedang mencari kerja ataupun sudah bekerja.
Jika kamu merasa memiliki beragam hard skills tersebut, langsung saja download aplikasi Glints dan cantumkan di profil dirimu.
Dengan begitu, rekruter bisa tahu kemampuan yang kamu miliki serta lebih tertarik padamu ketika melamar kerja ke lowongan kerja impianmu.
Yuk, download aplikasi Glints sekarang dengan klik tombol di bawah ini!
