Traffic Website Tidak Kunjung Naik? Pahami Referral Traffic Dulu, Yuk!

Tayang 04 Nov 2020 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Selain organic dan paid traffic, referral traffic adalah salah satu traffic yang harus diperhatikan dengan baik oleh pengelola website.

    Sudahkah kamu mengetahui mengenai traffic yang satu ini? Kira-kira bagaimana cara meningkatkannya?

    Agar traffic-mu semakin kencang dan dapat menempati halaman pertama Google, Glints akan menjelaskan mengenai referral traffic beserta cara meningkatkannya di bawah ini.

    Yuk, simak bersama-sama!

    Apa Itu Referral Traffic?

    referral traffic adalah

    © Freepik.com

    Dilansir dari Hubspot, referral traffic adalah pengunjung atau user yang datang ke website kamu melalui website lain atau media sosial, bukan dari halaman pencarian Google.

    Sebagai user, mungkin kamu pernah mengklik hyperlink di website ataupun link yang tersebar di media sosial, lalu diarahkan ke suatu website.

    Tanpa disadari, itu masuk ke dalam kategori referral traffic. Dari sisi pengelola website, hal tersebut sangat berguna karena dapat meningkatkan traffic-nya.

    Uniknya, melalui Google Analytics, jenis traffic ini dapat dilacak dengan baik. Pasalnya, referral traffic menjadi salah satu statistik yang dilacak oleh Google Analytics selain organic traffic dan search traffic.

    Jadi, setiap ada orang yang masuk ke situs webmu melalui situs web lain, Google Analytics akan otomatis memasukkannya ke dalam daftar jenis traffic ini.

    Dengan begitu, pengelola website dapat mengetahui mana sumber yang paling banyak mendatangkan traffic, apakah dari website A, website B, atau bahkan dari media sosial.

    Dilansir dari Small Business, website yang menjadi sumber traffic disebut sebagai “referrer”.

    Baca Juga: Mengenal Konten Evergreen dan Perannya dalam Meningkatkan Traffic Website

    Pentingnya Referral Traffic untuk Website

    referral traffic adalah

    © Freepik.com

    Sekarang kita sudah tahu bahwa referral traffic adalah pengunjung yang datang dari situs web lain atau media sosial.

    Kendati demikian, seberapa penting sih traffic yang satu ini sehingga harus dimaksimalkan dengan baik?

    1. Mengetahui minat user

    Alasan pertama kenapa traffic ini penting untuk website adalah dapat mengetahui minat user.

    Mengapa demikian? Pasalnya, kamu dapat mengetahui dari website mana user tersebut datang. Apakah dari website kesehatan, olahraga, gaya hidup atau hal yang lainnya?

    Nah, dilansir dari Visitor Analytics, dari situ kamu dapat mengidentifikasi minat user sehingga membantu dalam mengoptimalkan konten untuk mereka.

    2. Meningkatkan SEO website

    Dilansir dari Hubspot, referral traffic memiliki manfaat bagi SEO website. Bagaimana tidak, ada kemungkinan user datang dari website yang terpercaya. 

    Dari situ, Google akan mengindeksnya sebagai traffic yang positif sehingga membantumu dalam meningkatkan domain authority ataupun page authority.

    Baca Juga: SEO Tools yang Wajib Dikuasai agar Websitemu Optimal

    Cara Membangun Referral Traffic

    referral traffic

    © Freepik.com

    Nah, setelah mengetahui pengertian serta pentingnya jenis traffic yang satu ini, tentu kamu ingin menghasilkan atau membangun lebih banyak jenis traffic ini demi pengembangan website.

    Jangan khawatir, berikut Glints akan memberikan beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

    1. Bagikan konten ke media sosial

    Jangan ragu untuk membagikan konten website-mu ke berbagai media sosial yang kamu miliki, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain.

    Tambahkan call to action (CTA) yang menarik pada caption saat membagikan link konten di media sosial.

    Misalnya, ajak untuk mendaftarkan diri dengan mengklik link tersebut karena akan mendapatkan promo, diskon, atau ilmu pengetahuan baru.

    Dilansir dari Envision Creative, hal tersebut memungkinkan pengguna untuk mengklik link tersebut dan otomatis akan menjadi referral traffic.

    Bahkan, ada kemungkinan pengguna akan membagikan kontenmu karena menurut mereka sangat bermanfaat.

    2. Lakukan guest blogging

    Guest blogging adalah kegiatan seseorang menulis konten di website orang lain.

    Lakukan kegiatan ini secara konsisten untuk membangun referral traffic.

    Namun, ada beberapa hal yang harus diingat saat melakukan guest blogging. Kamu harus memilih website yang memiliki niche atau tema yang sama dengan kontenmu.

    Selain itu, pilih situs web yang terkenal dan terpercaya supaya keuntungan yang didapatkan dari referral traffic semakin besar.

    3. Berkomentar di blog lain

    Jangan salah, hanya dengan memberikan komentar di blog lain, kamu dapat membangun referral traffic, asalkan dilakukan secara baik.

    Hal utama yang perlu diingat saat berkomentar adalah hindari praktik spam komen.

    Setidaknya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

    • pastikan komentarmu berkualitas
    • fokus pada blog yang dapat memberikan link di kolom komentar
    • usahakan cari website yang terkemuka

    4. Aktif di forum online

    Hal yang sering kali diabaikan marketer dalam meningkatkan traffic  adalah aktif dalam forum online.

    Padahal, forum online menjadi salah satu ladang yang menjanjikan, utamanya dalam membangun referral traffic.

    Cari forum yang sesuai dengan website-mu, lalu gabung dan ikut andil di dalamnya. Hal itu misalnya aktif bertanya, berdiskusi, serta sesekali menyelipkan konten website-mu di dalam forum tersebut.

    Baca Juga: 5 Manfaat Blog untuk Perkembangan Bisnis yang Perlu Kamu Ketahui

    Itu dia penjelasan mengenai referral traffic beserta cara membangunnya agar dapat mengembangkan website.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi lainnya seputar dunia marketing, bisnis, hingga dunia kerja dari Glints secara gratis.

    Untuk mendapatkannya, kamu tinggal berlangganan newsletter blog Glints sekarang juga.

    Mudah, bukan? Yuk, segera sign up dan dapatkan informasi seru lainnya!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait