CTA: Definisi, Manfaat, Jenis, Contoh, dan Tips Membuatnya

Diperbarui 28 Sep 2022 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Call-to-action atau biasa disebut CTA adalah salah satu elemen paling penting dalam sebuah website.

    Ingin tahu lebih lanjut mengenai CTA dan juga ragam jenisnya? Tenang saja, karena Glints sudah menyiapkan penjelasannya untukmu.

    Yuk, simak lebih lanjut!

    Baca Juga: Storytelling: Apa Itu, Manfaat, dan Proses Melakukannya

    Pengertian CTA

    CTA adalah

    © Freepik.com

    Ketika baru memasuki dunia marketing, mungkin kamu sering bertanya-tanya, Apa sih, sebenarnya CTA itu?.

    Dilansir dari Investopedia, call-to-action (CTA) adalah istilah dalam dunia marketing yang digunakan untuk menggambarkan langkah yang marketer harapkan akan diambil oleh pelanggannya. 

    Singkatnya, CTA merupakan gambar, tulisan, atau ucapan yang mendorong pelanggan dan pengunjung website untuk melakukan action.

    Baik itu membaca artikel lebih lanjut, membeli sesuatu, menggunakan jasa yang ditawarkan, atau mungkin berlangganan newsletter blog dari website tersebut. 

    Biasanya CTA memiliki link yang akan mengarahkan pengunjung ke halaman yang dituju. 

    Supaya pengunjung dapat mengklik link tersebut, maka penempatannya di dalam website juga harus jelas. 

    Gunakan warna yang menarik perhatian atau yang familiar bagi pengunjungmu, jangan sampai tulisan tidak terlihat dengan jelas. 

    Manfaat CTA

    Beberapa manfaat call to action di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Menyederhanakan user atau buyer journey

    Sebagai user atau buyer, pernahkah kamu merasa bingung harus melakukan apa ketika mengakses website atau membaca iklan?

    Nah, manfaat CTA adalah menghindari user dan buyer dari kebingungan tersebut, sehingga user maupun buyer bisa mengambil keputusan yang cepat.

    Dengan begitu, journey mereka pun bisa lebih sederhana.

    2. Menurunkan angka bounce rate

    Ketika audiensmu bingung harus mengeklik tombol yang mana, lama kelamaan mereka akan merasa kesal dan akhirnya pergi dari halaman website.

    Akibatnya, angka bounce rate jadi semakin tinggi.

    CTA yang jelas dan efektif mampu mengatasi hal ini karena audiens dapat mengikuti petunjuk yang jelas dan mau menghabiskan waktu lebih lama di halaman tersebut.

    3. Menambahkan value konten

    Apabila masih belum tahu apa CTA yang cocok untuk kontenmu, kemungkinan besar kamu juga belum tahu apa purpose atau tujuan dari konten yang kamu buat.

    Oleh karena itu, CTA juga dapat membantumu memastikan bahwa konten yang kamu buat memang memiliki value yang bisa memenuhi kebutuhan audiens.

    4. Meningkatkan konversi

    Dengan CTA yang jelas dan menarik, akan semakin banyak target audiens yang merasa yakin untuk mengklik atau mengisi formulir yang kamu inginkan.

    Akhirnya, semakin banyak pula leads, customer, atau prospect yang bisa kamu dapatkan sebagaimana yang disebutkan oleh Sprout Social.

    Jenis-Jenis CTA

    Dilansir dari Hubspot, berikut adalah beragam jenis CTA yang perlu kamu ketahui:

    1. Lead generation

    CTA adalah elemen penting yang berguna untuk menghasilkan leads dari website-mu. 

    Dilansir dari Lead Squared, leads adalah istilah dari dunia marketing yang menggambarkan sekelompok orang atau perusahaan yang tertarik dengan apa yang bisnismu tawarkan. 

    Mereka menunjukkan ini dengan memasukkan data mereka seperti email, nomor handphone, dan lain-lain.

    Nah, jenis CTA yang ditujukan untuk menggaet pengunjung menjadi lead, kamu harus meletakkannya di tempat yang terlihat jelas.

    Sebagai contoh, kamu ingin membuat pengunjung sign up dan menjadi anggota di website mereka

    Dalam kasus ini, pastikan CTA terlihat ketika mereka sedang membuka website atau membaca blog, misalkan. 

    Baik itu menggunakan pop-up banner di samping halaman, atau mungkin dengan tulisan “sign up now!”.

    Dengan begitu, pengunjung akan tahu bahwa dengan mengklik link tersebut mereka akan diarahkan ke landing page untuk mendaftarkan diri.

    2. Pengisian formulir

    Setelah masuk ke landing page, pengunjung website-mu harus mengisi formulir dan memasukkan data diri (email, nomor telepon, dan lain-lain).

    Nah, penggunaan kata di bagian ini juga penting untuk menentukan apakah kamu berhasil mendapatkan lead baru atau tidak. 

    Jadi, pastikan kamu meletakkan tombol CTA untuk “sign up” atau “submit” di tempat yang pas, ya.

    Usahakan menggunakan kata-kata yang catchy dan mendorong pengunjung untuk mengklik tombol tersebut.

    Tidak lupa juga warna tombol harus berbeda dengan background, agar pengunjung tahu harus mengklik di mana.

    3. Tombol “Baca selengkapnya”

    CTA tidak harus selalu menghasilkan lead yang berakhir mendaftarkan diri atau membeli produk, kok.

    Jenis CTA lainnya adalah tombol “Baca selengkapnya” yang akan diarahkan ke suatu artikel di dalam blog-mu.

    Di homepage blog, pasti tidak semua artikel ditampilkan secara penuh.

    Itulah gunanya tombol “Baca selengkapnya”, agar pengunjung bisa mengeksplor artikel tersebut lebih lanjut dan statistik traffic di halaman tersebut juga meningkat.

    4. Penawaran produk dan jasa 

    Salah satu kegunaan website adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaanmu, bukan?

    Nah, jenis CTA yang berikutnya akan menunjukkan hal tersebut ke pengunjung website-mu.

    Biasanya, CTA ini berbentuk tombol dengan tulisan “Buy now!” atau “Daftarkan dirimu sekarang juga!”.

    Penempatan jenis CTA ini harus jelas dan penggunaan kata-katanya juga mewakili apa yang ditawarkan oleh perusahaanmu.

    Baca Juga: Apa Saja Sih Strategi Email Marketing? Yuk, Simak Lebih Lanjut

    5. Social sharing

    Jenis CTA berikutnya adalah social sharing, yaitu untuk membagikan artikel atau konten lain melalui media sosial.

    Kamu bisa meletakkan CTA ini di akhir artikel, dengan tulisan “Suka dengan artikel ini? Bagikan dengan teman-temanmu!” dan lainnya.

    Jenis CTA yang satu ini juga bisa dibuat muncul secara otomatis ketika pengunjung sedang ingin menyalin kalimat dari konten di website-mu.

    Gunakan logo Twitter, Instagram, Facebook, atau WhatsApp agar pengunjung bisa langsung memilih ingin membagikan konten tersebut ke mana.

    6. Lead nurturing

    Jenis CTA berikutnya ditujukan untuk orang yang sudah menjadi lead, tetapi belum melakukan transaksi pembelian apa pun.

    Dalam jenis CTA ini, biasanya kamu perlu memberikan tawaran lain seperti “Sign up for free trial!” yang memungkinkan mereka untuk mencoba terlebih dahulu, lalu berlangganan kemudian. 

    CTA ini perlu diletakkan di tempat yang paling strategis, terutama di halaman yang sering dikunjungi oleh leads yang berpotensi tersebut.

    7. Menyelesaikan penjualan

    Ketika leads sudah terkumpul, saatnya mengubah status mereka menjadi pelanggan. 

    Jenis CTA yang satu ini terfokus kepada penjualan, jadi usahakan untuk menyampaikannya sejelas mungkin.

    Gunakan kata-kata yang persuasif, agar pengunjung bisa langsung membeli produk dan jasa yang ditawarkan.

    8. Promosi acara

    Jenis CTA selanjutnya adalah untuk mempromosikan acara yang akan diadakan oleh perusahaanmu.

    Baik itu acara online seperti webinar atau mungkin acara yang dilaksanakan langsung, pasti kamu ingin acara tersebut dihadiri banyak orang.

    Supaya CTA ini dapat dilihat, kamu bisa meletakkannya di halaman login, dashboard, dan tempat lain yang sering dilihat oleh pengunjung website-mu.

    Contoh CTA

    Masih belum terbayang seperti apa contoh call to action yang sering digunakan di berbagai macam platform? Simak penjelasannya di bawah ini.

    1. Contoh CTA untuk konten media sosial

    Beberapa CTA yang bisa kamu gunakan untuk konten di Instagram, Twitter, atau Tiktok di antaranya adalah sebagai berikut:

    • “Coba komen di postingan ini..”
    • “Jangan lupa share ke teman kamu..”
    • “Klik link di bio..”
    • Follow supaya tidak ketinggalan informasi..”
    • Retweet atau Like dulu tweet ini..”

    2. Contoh CTA untuk email marketing

    Call to action dalam email marketing bisa beragam bunyinya, tergantung pada kampanye yang sedang kamu jalankan.

    Beberapa referensi yang bisa kamu coba gunakan:

    • “Pakai voucher sekarang”
    • Apply lowongan sekarang”
    • Upgrade ke akun premium”
    • “Lihat produk”

    3. Contoh CTA untuk landing page

    Nah, CTA juga sangat efektif, lho, untuk diletakkan di sebuah landing page website. 

    Umumnya, CTA yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

    • “Berlangganan sekarang”
    • Download e-book gratis”
    • “Baca selengkapnya”
    • “Daftar gratis”
    • “Coba free trial 30 hari”

    4. Contoh CTA pada iklan media sosial

    Beberapa contoh CTA pada iklan di Instagram, TikTok, atau media sosial lainnya adalah sebagai berikut.

    • Book now
    • “Lihat penawaran”
    • Download app sekarang”
    • “Beli sekarang”
    • Check out sekarang”
    • “Tambahkan ke keranjang”

    5. Contoh CTA pada komunitas

    Mau mengajak lebih banyak orang untuk bergabung pada komunitasmu? Coba pakai beberapa CTA di bawah ini.

    • “Mari bergabung”
    • “Join us”
    • “Bergabung bersama kami”
    • “Isi formulir”
    • “Gabung di sini”

    Tips Membuat CTA yang Efektif

    apa itu CTA

    © Freepik.com

    Cara membuat CTA yang efektif adalah dengan memberikan variasi yang berbeda kepada pengunjung website.

    Maksudnya bagaimana?

    Ketika pengunjung membuka website, terdapat banyak pilihan yang bisa mereka lakukan.

    Baik itu untuk membaca artikel hingga selesai, mendaftarkan email di website, berlangganan newsletter, atau membeli produk yang ditawarkan. 

    Supaya efektif, buat CTA untuk setiap kegiatan yang ingin kamu arahkan ke pengunjung website.

    Dengan begitu, kamu dapat dengan mudah memasukkan pengunjung ke dalam marketing funnel milikmu.

    Marketing funnel sendiri merupakan proses marketing yang meliputi kegiatan yang dilakukan oleh pengunjung. 

    Tak hanya itu, penempatan dan juga warna tombol yang mengarahkan ke CTA tersebut harus terlihat jelas agar tidak terlewat.

    Baca Juga: Marketing Analysis vs Market Research: Apa Perbedaan Kedua Hal Tersebut?

    Itu dia penjelasan mengenai apa itu CTA, jenis-jenisnya, dan juga cara membuat CTA yang efektif. 

    Mau membuat strategi content marketing yang lebih kreatif dan efektif? Yuk, baca lebih banyak artikel di Glints blog!

    Ada kategori khusus yang membahas segala hal tentang content marketing, mulai dari tips content marketing di berbagai platform hingga kesalahan umum yang wajib kamu hindari.

    Tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan informasi, baca kumpulan artikelnya sekarang juga! Gratis, lho.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait