Bisnis B2B: Definisi, Bedanya dengan B2C, serta Contoh Implementasinya

Diperbarui 27 Apr 2024 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Mungkin kamu sering bertanya-tanya, apa itu B2B? B2B adalah singkatan dari business to business yang merupakan salah satu praktik penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

    Apakah itu sebuah istilah yang menggambarkan suatu perusahaan, atau hanya salah satu jenis praktik di dalam marketing saja?

    Nah, kali ini Glints sudah menyiapkan penjelasan mengenai apa itu B2B dan serba-serbi lainnya yang perlu kamu ketahui.

    Yuk, simak lebih lanjut!

    Baca Juga: Ini Dia 10 Bisnis yang Cocok Dijalankan oleh Kaum Milenial

    Definisi B2B

    Bagi orang awam, istilah B2B mungkin masih cukup asing di telinga mereka. 

    Pasalnya, kebanyakan orang hanya mengetahui perusahaan yang menjalankan praktik B2C (business to customer) saja. 

    Jika B2C menerapkan sistem penjualan produk atau jasa kepada konsumen, beda halnya dengan B2B. 

    Dilansir dari Business News Daily, B2B merupakan proses penjualan yang dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya.

    Sebagai contoh, terdapat sebuah perusahaan otomotif. Untuk membuat sebuah mobil, perusahaan otomotif ini membutuhkan bahan seperti kaca, aluminium, karet, dan lain-lain.

    Nah, perusahaan ini akan membeli bahan-bahan tersebut dari perusahaan lain yang menjualnya. 

    Contoh lainnya adalah B2B dalam bentuk jasa. 

    Terdapat perusahaan yang menyediakan jasa fotografi dan videografi. Alih-alih menawarkan jasanya langsung ke konsumen, mereka menawarkan jasanya ke perusahaan lain. 

    Kerja sama ini juga merupakan salah satu contoh praktik B2B yang bisa dilakukan oleh perusahaan. 

    Perbedaan B2B dan B2C

    Jenis praktik bisnis lainnya yang lumrah digunakan ialah B2C, yaitu business to customer.

    Perbedaan antara B2C dan B2B adalah sebagai berikut, sebagaimana dilansir dari Word Stream.

    1. Konsumen

    Dari singkatannya saja sebenarnya sudah terlihat bahwa perbedaan B2B dan B2C terletak pada konsumennya.

    Bisnis B2B menjual barang atau jasa pada bisnis atau perusahaan lain. Jadi, target konsumen mereka biasanya merupakan pemegang keputusan di suatu perusahaan, seperti manager.

    Sementara untuk bisnis B2C, target konsumen mereka adalah para end user, yaitu pengguna yang tahu cara menggunakan suatu produk.

    2. Hubungan dengan konsumen

    Perbedaan yang kedua terletak pada hubungan dengan konsumen atau customer relationship.

    Berhubung konsumen dalam B2B adalah sebuah bisnis atau perusahaan, maka hubungan yang perlu dibangun cenderung bersifat personal.

    Kamu perlu fokus memikirkan strategi untuk menarik minat calon leads agar mau berbisnis denganmu secara berulang dalam jangka waktu yang panjang.

    Di sisi lain, customer relationship pada B2C lebih berfokus pada hubungan yang bersifat transaksional. Tujuan utamamu adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya konsumen yang mau membeli produk.

    3. Strategi branding

    Perbedaan B2C dan B2B selanjutnya adalah pada strategi branding. 

    Perusahaan B2B lebih berfokus untuk positioning, sedangkan perusahaan B2C biasanya fokus kepada messaging.

    Bisnis B2B harus secara konsisten menunjukkan apa hal spesial yang mereka tawarkan untuk target audiens melalui relationship building.

    Dikarenakan interaksi antara brand dan konsumen sangatlah minim pada B2C, maka strategi branding sangat bergantung pada hal lain yang harus mengesankan. Hal itu adalah pesan atau copywriting yang sangat kuat.

    4. Target audiens

    Pada bisnis B2B, biasanya target audiens bersifat lebih spesifik dan niche. Sedangkan target audiens bisnis B2C terdapat pada pasar yang lebih luas.

    Dengan begitu, diperlukan strategi yang berbeda untuk memahami demografi dan kebutuhan target audiens.

    Pada strategi marketing, B2B memiliki tujuan utama untuk mendapatkan lead generation. Jadi, taktik yang banyak digunakan ialah menganalisis data melalui Google Analytics dan keyword research.

    Sementara untuk B2C, mereka akan memaksimalkan strategi marketing di seluruh funneling, mulai dari tahap awareness hingga conversion.

    5. Copywriting iklan

    Perbedaan B2C dan B2B yang terakhir adalah strategi pada copywriting iklan.

    Target konsumen B2B kemungkinan besar hanya akan membeli produk atau jasa dari perusahaan yang paham mengenai istilah, proses, hingga keputusan bisnis yang harus diambil.

    Oleh karena itu, copywriting yang dibuat haruslah terdengar profesional.

    Di sisi lain, copywriting iklan pada usaha B2C biasanya lebih terdengar emosional dan trendy yang menyesuaikan dengan demografi target konsumennya.

    Cara Kerja Perusahaan B2B

    manajemen bisnis

    © Pexels.com

    Terdapat banyak komponen di dalam transaksi B2B, seperti marketing, bisnis, sales, supply chain, dan masih banyak lagi.

    Perbedaan utama antara praktik B2C B2B adalah jenis konsumennya.

    Dilansir dari The Balance Careers, konsumen dari B2B biasanya adalah eksekutif kelas atas dan juga para pembeli profesional. 

    Maka dari itu, para pelaku di bisnis ini dituntut untuk memiliki etika bisnis dan profesionalitas yang tinggi. 

    Beberapa di antaranya adalah berpakaian formal, menggunakan bahasa bisnis, datang ke meeting tepat waktu, dan etiket lain yang harus diperhatikan.

    Dilansir dari Investopedia, transaksi B2B membutuhkan perencanaan yang sangat terperinci agar dapat berhasil.

    Perusahaan perlu menjalin hubungan profesional dengan perusahaan lain sebelum melangsungkan penjualan, agar meningkatkan probabilitas keberhasilan transaksi. 

    Tak hanya itu, dibutuhkan riset menyeluruh mengenai perusahaan yang ingin dituju, agar kamu dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang bisa mereka tawarkan.

    Baca Juga: Apa Itu Manajemen Bisnis? Ketahui Lengkap di Sini

    Contoh Implementasi B2B dalam Perusahaan

    Setelah mengetahui apa itu B2B dan cara kerjanya, pasti kamu penasaran dengan contoh perusahaannya, kan?

    Beberapa contoh perusahaan B2B di antaranya adalah sebagai berikut berdasarkan industrinya masing-masing, mulai dari manufaktur hingga retail.

    1. Industri otomotif

    Seperti yang sudah disebutkan di awal, salah satu contoh perusahaan B2B adalah perusahaan otomotif. 

    Untuk membuat mobil dan motor, tentu perusahaan membutuhkan berbagai macam jenis komponen dan juga spare part. 

    Sangat jarang ada perusahaan otomotif yang memproduksi komponen seperti ban, kaca, atau bahkan aluminium untuk mobil itu sendiri. 

    Biasanya, perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan puluhan atau bahkan ratusan perusahaan manufaktur yang menjadi supplier

    2. Industri cleaning service

    Contoh implementasi B2B selanjutnya adalah pada industri yang menawarkan jasa.

    Salah satunya ialah industri yang menyediakan cleaning service.

    Industri cleaning service juga menawarkan jasanya secara B2B. Biasanya, jasa cleaning service digunakan oleh manajemen gedung, mal, dan tempat publik lainnya.

    3. Industri kreatif

    Di dalam industri kreatif, terdapat banyak juga transaksi B2B yang dilakukan.

    Contoh utamanya adalah agency, production house (PH), dan startup kreatif. Transaksi yang dijalankan perusahaan ini mayoritas berbasis B2B.

    Sebagai contoh, terdapat startup fotografi yang menawarkan jasa foto dan video untuk konsumennya (berbasis B2C).

    Meskipun begitu, beberapa startup ini juga melakukan transaksi B2B dengan cara menawarkan jasanya untuk memotret atau membuat video perusahaan lain.

    Baca Juga: 5 Fungsi Manajemen dalam Perusahaan yang Perlu Kamu Ketahui

    Itu dia penjelasan mengenai apa itu B2B, bagaimana cara kerjanya, dan beberapa contoh perusahaannya.

    Pengetahuan tentang dasar-dasar B2B adalah hal yang sangat penting, terutama jika kamu ingin mulai terjun ke dalam industri yang memungkinkan transaksi ini untuk terjadi. 

    Jika memiliki pertanyaan lanjutan mengenai B2B atau jenis bisnis lainnya, tenang saja.

    Masih ada banyak artikel menarik lain tentang sales yang bisa kamu temukan di Glints Blog!

    Mulai dari berbagai strategi sales hingga cara meningkatkan efektivitas bisnis B2B, semua artikelnya bisa kamu baca secara gratis.

    Jangan sampai ketinggalan informasi, ayo baca artikel terbarunya di sini!

    Artikel ini telah ditinjau oleh: Ikhsan Bani, pakar di bidang sales & business development.

    Temukan Ikhsan di LinkedIn dengan klik di sini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 36

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait