Protein Shake (Susu Protein): Jenis, Manfaat & Efek Sampingnya
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Protein shake sering menjadi alternatif untuk menjaga asupan nutrisi di tengah kesibukan dan runitinas yang padat.
Buat kamu yang sibuk kerja dan juga aktif olahraga, protein shake dipercaya bisa jadi pilihan praktis dan efektif.
Kandungan kalori protein shake juga disebut-sebut lebih rendah dibandingkan dengan makanan lain.
Nah, kira-kira, apa saja manfaat protein shake? Apa pula efek sampingnya? Cari tahu jawabannya dalam ulasan Glints di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Protein Shake?
Intermountain Health menyebut, protein shake adalah minuman yang terbuat dari telur, susu, kedelai, dan beras.
Terdapat juga bahan-bahan lainnya seperti vitamin dan mineral, perasa buatan, pengental, serta gula tambahan.
Makanya, minuman ini sering dikonsumsi sebagai penambah asupan protein harian, terutama mereka yang aktif olahraga.
Jenis protein powder
Mengutip dari Healthline, berikut macam-macam protein powder:
1. Whey protein
Whey protein merupakan jenis paling populer dan terbuat dari susu sapi. Jenis ini dianggap sebagai sumber protein berkualitas tinggi karena mudah dicerna.
Kandungan asam aminonya juga dipercaya dapat membantu proses pemulihan setelah latihan fisik (contohnya gym) serta dalam pembentukan otot baru.
2. Casein protein
Seperti whey, kasein adalah protein yang ditemukan dalam susu. Namun, proses pencernaan dan penyerapannya jauh lebih lambat.
Hal ini karena kasein mengental saat berinteraksi dengan asam lambung, memperlambat pengosongan lambung dan menunda penyerapan asam amino masuk ke dalam aliran darah.
3. Egg protein
Egg protein atau protein telur merupakan sumber protein paling lengkap.
Dari semua makanan utuh, telur memiliki kandungan asam amino tertinggi, yang digunakan untuk mengukur kualitas dan daya cerna protein.
Telur juga merupakan salah satu makanan terbaik untuk mengurangi nafsu makan dan membantu tetap kenyang lebih lama, terutama jika dikombinasikan dengan serat (sayuran).
Namun, bubuk protein ini biasanya dibuat hanya dari putih telur sehingga sebagian orang mungkin akan merasa kurang kenyang karena kuning telur yang tinggi lemak telah dihilangkan.
4. Pea protein
Pea protein terbuat dari kacang polong kuning, kacang-kacangan berserat tinggi.
Jenis ini sangat populer di kalangan vegetarian, vegan, dan orang-orang yang alergi atau sensitif terhadap produk susu atau telur.
Kapan Protein Shake Baik untuk Diminum?
Untuk individu dengan pola makan seimbang dan utuh, protein shake mungkin tidak diperlukan.
Tetapi untuk orang-orang tertentu, ini dapat menjadi solusi agar tetap mendapatkan nutrisi yang lengkap.
Mengutip dari Verywell Health, konsumsi protein shake bermanfaat apabila:
- kesulitan mengunyah dan menelan makanan padat
- sedang menjalani pola makan vegetarian atau vegan
- kekurangan protein
Manfaat Protein Shake
Masih mengutip dari Healthline, berikut manfaat konsumsi protein shake:
1. Membantu cepat kenyang
Mengkonsumsi makanan atau minuman tinggi protein dapat berkontribusi dalam meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.
Hal tersebut terjadi melalui pengaruh dari hormon-hormon seperti PYY, GLP-1, dan ghrelin.
Hormon-hormon ini bekerja dengan cara mengurangi rasa lapar dan memperlambat pengosongan perut, sehingga menghasilkan kenyang yang lebih lama.
2. Membantu meningkatkan metabolisme
Konsumsi protein shake dapat membantu meningkatkan pembakaran energi dan kalori tubuh melalui dua cara.
Pertama, tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk mencerna protein dibandingkan karbohidrat atau lemak, yang dikenal sebagai diet-induced thermogenesis (DIT).
Kedua, kandungan protein tinggi ini akan merangsang glukoneogenesis, glukosa dari protein atau lemak, yang juga membantu membakar kalori ekstra.
Meningkatkan asupan protein melalui protein shake dapat membantu memanfaatkan meningkatkan metabolisme.
Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi manfaat ini lebih dalam.
3. Membantu menghilangkan lemak perut
Konsumsi makanan tinggi protein dipercaya dapat meningkatkan lemak yang menumpuk di perut.
Sebuah studi mengenai Manfaat Whey Protein menunjukkan bahwa meningkatkan asupan protein dari sumber berkualitas tinggi, seperti protein shake, dipercaya bisa membantu menghilangkan lemak perut.
Namun, tentunya usaha mengurangi lemak perut tersebut harus dilengkapi dengan olahraga rutin, tidak hanya dengan konsumsi protein shake.
4. Mempercepat pemulihan setelah olahraga
Sumber lainnya, Verywell Fit menyebutkan, mengonsumsi protein sebelum tidur dapat dapat memberikan beberapa manfaat.
Seperti, merangsang pemulihan otot, serta memperbaiki dan meregenerasi jaringan otot yang “rusak” selama latihan.
Asupan protein juga mendukung peningkatan kekuatan dan massa otot tanpa lemak, serta membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap latihan fisik.
Efek Samping Protein Shake yang Perlu Diperhatikan
Layaknya makanan lain, jika dikonsumsi berlebihan atau oleh orang-orang yang alergi/tidak cocok, akan ada beberapa efek samping yang mungkin muncul.
1. Gas, kembung, diare, kram perut
Hal ini paling sering terjadi pada individu dengan intoleransi laktosa.
Jika mengalami gejala ini, gantilah ke protein yang terbuat dari kacang-kacangan atau whey protein.
2. Ruam gatal-gatal, bengkak, dan hidung meler/pilek
Meskipun jarang terjadi, alergi susu sapi diduga dapat menyebabkan reaksi seperti, kulit memerah, diare, sesak dada, bahkan sesak napas.
Maka, gantilah asupan proteinmu dengan protein tanpa susu. Namun, diperlukan penelitian lebih dalam untuk mengonfirmasi klaim tersebut.
3. Kandungan kalori yang tinggi
Protein dalam bentuk minuman bisa jadi mengandung gula dan kalori yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat berdampak pada penambahan berat badan.
Maka, minumlah protein shake sebelum atau saat makan, bukan sebagai camilan di sela-sela waktu makan.
Pastikan juga kamu selalu memeriksa label produk yang kamu pilih dan mengenali bahan yang masuk ke tubuhmu.
4. Berpotensi kehilangan nutrisi
Contohnya, apabila kamu yang biasa mengonsumsi telur di pagi hari akan berpotensi kehilangan manfaat penuh dari telur jika langsung diganti dengan protein shake.
Makanya, disarankan untuk tidak mengonsumsi protein shake saja, dapatkan nutrisi secara menyeluruh dengan tambahan asupan bervitamin lainnya.
Itu dia informasi seputar protein shake, termasuk manfaat dan efek sampingnya.
Nah, masih banyak artikel seputar kesehatan kerja lain yang bisa kamu temukan di Glints.
Misalnya, informasi soal ragam olahraga hingga cara mengatasi berbagai gangguan penyakit yang sering dialami pekerja kantoran.
