Single Investor Identification (SID): Definisi, Fungsi, dan Cara Mendapatkan
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Bagi investor pemula, kamu mungkin bertanya-tanya mengenai apa itu SID. Single investor identification atau SID adalah salah satu persyaratan sebelum investor bisa memulai investasi.
Terutama investasi pada instrumen-instrumen pasar modal.
Mengapa investor wajib memiliki SID? Lantas, bagaimana cara memperolehnya?
Simak pembahasan dari Glints berikut ini untuk temukan jawabannya!
Isi Artikel
Definisi Single Investor Identification (SID)
Dilansir dari KSEI, single investor identification atau SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan KSEI untuk para nasabah, pemodal, dan pihak lainnya yang membutuhkan.
Kode ini berlaku untuk transaksi jual beli efek atau penggunaan layanan jasa lainnya, baik yang disediakan oleh KSEI maupun oleh lembaga lain berdasarkan persetujuan KSEI.
Sebelum membahas lebih lanjut, kamu mungkin bertanya-tanya, apa itu KSEI dan mengapa mereka berhak menerbitkan SID?
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI adalah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia yang menyediakan layanan jasa penyelesaian transaksi efek.
KSEI termasuk ke dalam salah satu self-regulatory organization (SRO) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Nah, ketiga SRO inilah yang telah diberi izin oleh OJK untuk menerapkan transaksi perdagangan dan penyelesaian efek tanpa warkat di pasar modal Indonesia.
KSEI kemudian berupaya untuk meningkatkan kepercayaan investor, salah satunya melalui penerbitan SID.
Fungsi Single Investor Identification (SID)
Setelah mempelajari apa itu SID, sangat penting juga untuk memahami apa fungsi dari nomor identifikasi yang satu ini.
Beberapa fungsi atau manfaat utama dari SID di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Mempermudah proses identifikasi
Fungsi yang paling utama tentunya untuk memudahkan proses identifikasi investor ketika mendaftar maupun melakukan transaksi.
Sederhananya, kamu dapat menganggap SID seperti KTP, yang berfungsi untuk mengenali identitas penduduk Indonesia. Setiap orang punya nomor yang unik dan berbeda dengan penduduk lain.
SID dapat digunakan juga sebagai bukti bahwa kamu benar-benar terdaftar sebagai penanam modal di bursa efek.
2. Mempermudah kegiatan transaksi efek
Kemudahan transaksi ini dapat dinikmati oleh pihak investor dan juga KSEI sebagai penanggung jawab.
Sebagai investor, kamu akan diberi akses untuk memantau segala aktivitas di KSEI atau bursa efek.
Sebaliknya, KSEI dan BEI juga dapat dengan mudah melacak dan mendokumentasikan proses jual beli di bursa.
3. Meningkatkan penyelesaian transaksi efek
Apa yang terjadi jika sewaktu-waktu kamu mengalami kendala ketika melakukan perjalanan udara?
Kamu pasti akan meminta pertolongan maskapai atau pihak bandara untuk menemukan solusi terbaik, bukan?
Nah, dalam proses penyelesaian tersebut, nomor KTP pasti sangat dibutuhkan agar mereka bisa melacak datamu dan membedakannya dengan data penumpang lain.
Hal yang sama juga terjadi ketika investor memiliki SID. Seiring dengan transaksi yang semakin mudah, prosedur penyelesaian juga semakin efektif sehingga kendala dalam transaksi efek dapat terselesaikan.
4. Meningkatkan kepercayaan investor
Seperti yang disebutkan di atas, KSEI juga ingin terus memperbaiki kepercayaan investor terhadap bursa efek melalui penerbitan SID ini.
Dengan adanya nomor identitas dan fungsi-fungsinya di atas, pada akhirnya SID ini dibuat untuk memperkuat keamanan sehingga investor dapat lebih mempercayakan layanan KSEI.
5. Meningkatkan jumlah investor
Yang terakhir, fungsi adanya SID adalah untuk menarik lebih banyak investor agar mulai berinvestasi.
Dengan kemudahan transaksi, transparansi, serta keamanan yang optimal, diharapkan semakin banyak investor pemula yang berani memulai perjalanan investasinya.
Cara Mendapatkan Single Investor Identification (SID)
Nah, serangkaian prosedur pembuatan SID yang dilansir dari peraturan KSEI di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Menyiapkan persyaratan
Umumnya, kamu hanya perlu menyiapkan KTP dan NPWP untuk mengajukan permohonan pembuatan SID.
Perysaratan ini nantinya harus dilampirkan saat mengisi formulir pendaftaran.
2. Mendaftar melalui perusahaan partisipan
Permohonan pengajuan SID hanya dapat dilakukan oleh perusahaan patrisipan. Sebagai calon nasabah atau investor, kamu tidak bisa langsung mendaftar ke KSEI.
Pertama-tama, kamu mendaftar pada perusahaan partisipan dan mengisi formulir yang mereka sediakan. Pilih tipe investor atau akun sesuai dengan kebutuhanmu.
Yang termasuk pihak perusahaan partisipan ialah bank kustodian atau perusahaan sekuritas.
Pada dasarnya, bank kustodian adalah bank konvensional yang telah mendapatkan izin OJK untuk menampung atau menyediakan jasa penitipan efek. Beberapa contoh bank tersebut ialah:
- Bank BCA
- Bank Bukopin
- Bank CIMB Niaga
- DBS Indonesia
- Danamon Indonesia
- Bank Mandiri
- BNI
- BRI
Di sisi lain, perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah mendapatkan izin dari OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai perantara jual beli ekuitas di pasar modal.
Beberapa contoh perusahaan sekuritas adalah sebagai berikut:
- Ajaib
- Sinarmas Sekuritas
- BNI Sekuritas
- Mandiri Sekuritas
- Manulife Aset Manajemen Indonesia
3. Menunggu proses permohonan
Setelah bank kustodian atau perusahaan sekuritas mengirim permohonan, mereka akan disebut sebagai pemohon.
KSEI akan terlebih dahulu melakukan pengecekan data. Apabila ada ketidaksesuaian, pemohon dan nasabah harus melakukan pengkinian data.
Apabila semua persyaratan dan dokumen sudah sesuai, KSEI akan menyampaikan persetujuan dan menerbitkan nomor SID nasabah melalui pemohon.
Nomor SID ini biasanya hanya diinformasikan saja, bukan dalam bentuk kartu seperti NPWP atau KTP.
Demikian penjelasan mengenai apa itu SID, fungsi, serta cara membuatnya. Intinya, SID adalah nomor identifikasi sebagai investor yang dibutuhkan sebelum kamu melakukan transaksi jual beli efek.
Selain SID, ada banyak istilah dalam dunia investasi yang perlu kamu ketahui.
Tak perlu cemas, Glints menyimpan banyak artikel terkait yang dapat mempermudahmu untuk mempelajarinya.
Beberapa istilah yang bersifat cukup teknis sudah dikemas dalam pembahasan ringan yang mudah dipahami.
Yuk, baca artikel-artikelnya di bawah ini sekarang juga!
