Gaji Telat, Lapor ke Mana? Ini 3 Solusi serta Aturan Lengkapnya

Diperbarui 30 Mei 2024 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Sebagai karyawan yang terkadang menyambung hidup dari bulan ke bulan, terkadang kita bingung ketika perusahaan telat bayar gaji, harus lapor ke mana.

    Telat gajian bisa jadi salah satu mimpi buruk. Beruntung jika punya dana cadangan. Kalau tidak?

    Nah, berikut Glints siapkan ulasan mengenai dasar hukum yang mengatur pembayaran gaji yang telat, supaya kamu punya argumen yang kuat.

    Selain itu, di bawah ini juga dijelaskan langkah-langkah sesuai hukum yang bisa kamu tempuh untuk mencari solusinya. Yuk, disimak!

    Aturan terkait Gaji yang Dibayar Telat

    Sebenarnya, pemerintah Indonesia sendiri sudah mengatur terkait waktu pembayaran upah ini dengan jelas, yaitu:

    Peraturan mengenai waktu gajian diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan Pasal 18 Ayat 1 yang menyebutkan:

    Pengusaha wajib membayar Upah pada waktu yang telah diperjanjikan antara Pengusaha dengan Pekerja/Buruh.

    Selain itu, dilansir dari Hukum Online, masalah ini juga diatur dalam:

    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) yang berbunyi:

    Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

    Jadi, pengusaha wajib membayar gajimu pada waktu yang telah disepakati dan tertuang di dalam perjanjian kerja.

    Tidak hanya harus tepat waktu, upah pekerja/buruh juga harus dibayarkan seluruhnya pada setiap periode pembayaran upah.

    Penyebab Perusahaan Telat Membayar Gaji

    Sebagai karyawan, pasti ada rasa dongkol ketika gaji kita telat dibayar.

    Namun, terkadang, alasan terlambat membayar gaji bisa jadi bukan karena keinginan perusahaan, meskipun ini tak bisa dijadikan pembenaran.

    Menurut Interview Question, ada masalah teknis di payroll, restrukturisasi perusahaan, dan kurangnya dana jadi beberapa alasan perusahaan telat menggaji. 

    Masalah teknis di payroll ini misalnya perubahan cut off tanggal gajian atau penerapan sistem baru.

    Tanggal gajian yang jatuh di tanggal merah ataupun weekend juga bisa membuat kamu telat gajian.

    Sebab, beberapa perusahaan memutuskan untuk memundurkan tanggalnya, alih-alih memajukan.

    Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar Gaji

    Dikutip dari Hukum Online, berikut adalah sanksi bagi perusahaan yang telat bayar gaji karyawan.

    Namun, pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar upah kepada pekerja/buruh.

    1. Mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya upah dibayar, dikenakan denda sebesar 5% untuk setiap hari keterlambatan dari upah yang seharusnya dibayarkan.
    2. Sesudah hari kedelapan, apabila upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% dari upah yang seharusnya dibayarkan
    3. Sesudah sebulan, apabila upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.
    Baca Juga: Cara Hitung Gaji Untuk Kenaikan

    Gaji Telat, Lapor ke Mana?

    Lantas, ketika perusahaan secara sengaja melanggar aturan di atas dan telat bayar gaji, kita harus lapor ke mana? Ini dia penjelasannya.

    1. Berunding dengan pihak pengusaha

    Solusi yang pertama adalah mengupayakan hakmu melalui jalur bipartit.

    Dilansir dari Hukum Online, jalur bipartit adalah suatu perundingan antara pekerja dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, salah satu contohnya adalah keterlambatan gaji.

    Biasanya, metode ini dilaksanakan dengan cara mengadakan pertemuan antara pihak pengusaha dan serikat pekerja.

    Jika dalam perundingan bipartit dicapai kesepakatan penyelesaian, dibuat perjanjian bersama yang ditandatangani oleh para pihak.

    Sebaliknya, jika perundingan ini gagal, pekerja bisa mencoba solusi yang kedua di bawah ini.

    2. Melapor ke Dinas Ketenagakerjaan

    Solusi berikutnya adalah melakukan penyelesaian melalui jalur tripartit.

    Jalur tripartit adalah suatu penyelesaian perselisihan antara pekerja dengan pengusaha, dengan ditengahi oleh mediator yang berasal dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

    Kamu bisa langsung mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi di daerahmu, atau lapor ke Kementerian Ketenagakerjaan melalui aplikasi LAPOR!.

    Apabila mediasi berhasil, maka hasil kesepakatan dituangkan dalam suatu Perjanjian Bersama yang ditanda tangani oleh para pihak dan disaksikan oleh mediator.

    Namun, jika tidak terdapat titik temu, gugatan perselisihan dapat ditindak lanjuti melalui tahapan berikutnya.

    3. Menuntut ke Pengadilan Hubungan Industrial

    Ini merupakan jalur yang ditempuh oleh pekerja/pengusaha melalui mekanisme gugatan.

    Salah satu pihak dapat mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Hubungan Industrial yang mewilayahi tempat kerjamu.

    Tuntutan ini dapat dilakukan atas dasar gugatan Perselisihan Hak berupa upah pekerja yang tidak dibayarkan oleh perusahaan.

    Untuk mencoba solusi yang satu ini, pastikan kamu didampingi oleh penasihat hukum dan sebisa mungkin meminta bantuan pada serikat pekerja.

    Baca Juga: Tips Negosiasi Gaji Untuk Para Calon Wanita Karier

    Tips Tambahan ketika Kamu Telat Gajian

    Kalau kamu masih ragu apakah harus melapor atau tidak, beberapa tips di bawah mungkin bisa kamu coba terlebih dahulu.

    1. Bertanya dulu kepada atasan

    Pepatah “malu bertanya, sesat di jalan” mungkin ada benarnya dalam kasus ini. Sebelum mengambil tindakan lebih jauh, ada baiknya kamu menanyakan langsung penyebab mengapa gajimu ditunda.

    Dengan bertanya langsung, kamu pun bisa mengetahui apa penyebabnya kemudian bisa mengambil langkah selanjutnya.

    Selain menanyakan penyebab, kamu juga bisa langsung memastikan kapan kira-kira gajimu akan cair.

    Kamu tidak perlu sungkan, takut ataupun malu, karena gaji merupakan hak kamu dan kewajiban perusahaan.

    Pastikan kamu bertanya kepada pihak-pihak yang tepat seperti bagian keuangan, juga pakailah cara bertanya yang baik dan sopan, ya.

    2. Lakukan perundingan atau diskusi

    Apakah penundaan gaji sudah terlampau lama memakan waktu? Mungkin ini sudah saatnya kamu mengusulkan adanya perudingan atau diskusi mengenai telat gajian ini.

    Daripada menyimpan kekesalan dan kemarahan dibelakang atasan, lebih baik kamu menyalurkannya dengan baik melalui diskusi.

    Libatkan pihak-pihak yang berhubungan dengan jalannya keuangan perusahaan seperti bagian finance hingga eksekutif yang membuat kebijakan.

    Gunakanlah kesempatan berdiskusi ini untuk menyampaikan keresahanmu mengenai penundaan gaji.

    Baca Juga: Serba-serbi Slip Gaji dan Kegunaannya

    Perusahaan yang menghargaimu tentu akan memenuhi hakmu sesuai kewajiban yang ada.

    Jika sudah lelah dan tidak ada jalan keluar, mungkin ini saatnya kamu mempertimbangkan untuk mengambil tindakan tegas sambil mencari peluang yang lebih baik.

    Di Glints, ada banyak lowongan kerja di berbagai bidang yang bisa kamu lamar sekarang juga.

    Kamu bisa seleksi dan pilih lowongan pekerjaan berdasarkan kriteria yang diinginkan, seperti lokasi, persyaratan, hingga tipe pekerjaan remote atau on site.

    Sudah siap untuk direkrut perusahaan top? Yuk, lihat berbagai lowongan kerja terbaru di Glints!

    CEK LOWONGAN LAINNYA

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.4 / 5. Jumlah vote: 30

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait