×

Serba-serbi Slip Gaji yang Perlu Kamu Pahami sebagai Pekerja

July 9, 2018 | No Comments

Pernahkah kamu memperhatikan jenis-jenis informasi di dalam slip gaji kamu?

Beragam detail pada slip gaji tersebut memuat informasi penting yang ada kegunaannya, lho.

Yuk, jadi karyawan yang cerdas dan kritis dengan mulai mengamati detail slip gaji sendiri.

Baca Juga: 6 Hal seputar Slip Gaji yang Bisa Kamu Manfaatkan

Informasi Utama pada Slip Gaji

slip gaji

© Online-Pajak.com

Slip gaji yang kamu terima setiap bulan pada umumnya dapat digunakan saat mengambil cicilan baik kendaraan maupun KPR.

Bisa juga digunakan sebagai pedoman mengatur keuangan, serta menjadi referensi saat melamar pekerjaan selanjutnya.

Dengan melihat slip gaji saja, para profesional seperti petugas bank, agen properti, maupun pekerja lembaga keuangan lain akan tahu bagaimana gaya hidup dan kemampuan finansial kamu.

Data inilah yang nantinya dijadikan pertimbangan apakah kamu layak mendapat pinjaman tertentu atau tidak.

Bank maupun lembaga keuangan lain sebagai kreditur tentu tidak mau memiliki nasabah yang berpotensi kredit macet.

Nah, jenis informasi apa saja sih yang idealnya tertulis di slip gaji kamu?

1. Informasi umum

Jenis informasi pertama yang tertera pada slip gaji adalah informasi umum mengenai perusahaan.

Termasuk nama, nomor kontak, alamat, logo perusahaan, serta nama departemen atau divisi di mana kamu bekerja.

Adanya informasi perusahaan ini menandakan slip gaji yang kamu terima adalah resmi dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Informasi umum lain yang juga harus ada di slip gaji kamu adalah data diri kamu sebagai karyawan yang menerima gaji.

Biasanya yang ditambahkan cukup nama lengkap, NPWP, dan nomor KTP, kadang terdapat perusahaan yang memasukkan lama masa kerja karyawan di sini.

Gunanya supaya slip gaji kamu tidak tertukar dengan milik karyawan lain.

2. Periode gaji

Berikutnya adalah informasi mengenai periode gaji, yaitu waktu pembayaran gaji.

Umumnya periode gaji adalah per bulan, namun ada juga perusahaan yang menetapkan periode gaji mingguan.

Dalam format umum slip gaji, disampaikan juga tanggal pencairan gaji sesuai kebijakan perusahaan.

3. Detail gaji

Nah, informasi yang terakhir namun paling penting dari sebuah slip gaji tentu saja detail gaji itu sendiri.

Bukan hanya nominal yang masuk rekening, tetapi juga detail tunjangan dan potongan apa saja, sehingga muncul angka yang dibayarkan ke rekening kamu.

Pada dasarnya, informasi mengenai detail gaji terdiri dari nominal gaji pokok, tambahan tunjangan, serta potongan-potongan.

Informasi detail pada slip gaji ini penting sekali untuk dipahami supaya kamu tahu bagaimana perhitungan tambahan atau pemotongan gaji.

Memahami detail pada slip gaji juga dapat membuat kamu lebih sadar saat ada potongan yang tidak masuk akal atau tidak sesuai aturan.

Kamu harus tahu, bahwa berbagai potongan gaji yang dikenakan perusahaan terhadap karyawan sudah ada aturan tertulisnya.

Jadi, jika kamu menemukan pemotongan gaji yang keluar dari aturan, segera tanyakan pada manajemen kantor atau HRD.

Baca Juga: Punya Beragam Kegunaan, Inilah Contoh Slip Gaji Karyawan

9 Potongan dalam Slip Gaji

slip gaji

© Unsplash.com

1. Potongan pajak penghasilan

Sesuai peraturan negara, ada potongan pajak penghasilan PPh 21 yang dikenakan tiap tahun untuk penghasilan minimal Rp. 4,5 juta per bulan.

Angka minimal wajib pajak tersebut adalah penghasilan bersih, setelah dipotong berbagai iuran, serta tidak termasuk amal.

Dengan kata lain, jika gajimu sebesar sepuluh juta rupiah per bulan, namun kamu menyedekahkan tiga jutanya, maka penghasilan yang dikenakan pajak hanya tujuh juta rupiah.

Sementara jika penghasilanmu kurang dari jumlah minimal wajib pajak, seharusnya tidak ada potongan PPh 21 di slip gaji kamu.

2. Potongan asuransi

Selain pajak, ada lagi potongan-potongan yang umum tercantum dalam slip gaji, yaitu potongan iuran asuransi.

Macam potongan asuransi ini ada banyak, antara lain asuransi kesehatan, jaminan pensiun, jaminan hari tua, serta asuransi kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Nah, nominal iuran asuransi tidak dibebankan seluruhnya pada karyawan, namun dibagi bersama perusahaan dengan persentase tertentu.

3. Asuransi kesehatan

Di Indonesia, ada peraturan pemerintah yang mengharuskan para pekerja menjadi anggota dari BPJS Kesehatan.

Itu adalah standar asuransi kesehatan bagi karyawan.

Beban iuran per bulannya adalah 5% dari gaji per bulan di mana 4% dibayarkan perusahaan dan 1% dipotong dari gaji karyawan.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji dengan Mudah dari 5 Situs Ini

4. Jaminan pensiun

Tidak semua perusahaan menyediakan program jaminan pensiun untuk karyawannya. Tergantung kemampuan perusahaan juga.

Jaminan pensiun untuk karyawan biasanya merupakan kerja sama dengan DLPK atau BPJS Ketenagakerjaan. Beban iurannya ditanggung karyawan dan perusahaan.

Jika ada potongan jaminan pensiun, berarti kamu akan mendapatkan sejumlah uang remunerasi saat pensiun nanti.

5. Jaminan hari tua

Selain jaminan pensiun, ada juga potongan untuk jaminan hari tua. Bedanya dengan jaminan pensiun, program JHT akan memberikan uang pensiunan per bulan selama masa pensiun.

Besar iurannya mencapai 5,7% dari total gaji pokok. Perusahaan membayar 3,7%, sedangkan sisa 2% dipotong dari gaji kamu.

Perhatikan jika di slip gajimu tertulis jumlah potongan lebih dari 2%, segera konsultasikan pada pihak HRD.

6. Kecelakaan kerja dan jaminan kematian

Program ini masih bagian dari BPJS Ketenagakeerjaan.

Rata-rata diikuti oleh perusahaan-perusahaan formal. Besaran iurannya adalah 0,3% dari gaji pokok.

Baca Juga: Apa Perbedaan Gaji Pokok dengan UMK?

7. Potongan kehadiran

Kalau macam-macam potongan yang sebelumnya memberikan manfaat untuk kamu, jenis potongan yang ini justru ada karena kesalahan kamu sendiri.

Namanya potongan kehadiran. Biasanya, perusahaan mempunyai kebijakan untuk memotong gaji karyawan yang terlambat atau absen tanpa sebab.

Hal tersebut boleh-boleh saja untuk menjaga kedisiplinan karyawan.

Peraturannya ada dalam Pasal 93 UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 24 Perpem No 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Sekarang, coba perhatikan lagi detail di slip gaji kamu. Banyakkah potongan kehadirannya?

Selain akan mengurangi gaji, juga akan mengurangi nilaimu di mata perusahaan tempatmu bekerja. Bahkan, juga di perusahaan lain di mana kelak kamu akan melamar.

8. Tunjangan

Selain potongan-potongan, slip gaji juga memuat detail tunjangan-tunjangan serta bonus yang kamu dapat dalam periode tertentu.

Tunjangan-tunjangan yang dimaksud antara lain, yaitu tunjangan transportasi, tunjangan uang makan, tunjangan lembur, tunjangan hari raya, bonus tahunan, komisi, dan sebagainya.

Tunjangan jenis ini sifatnya tidak tetap, maka pencantumannya harus disertai periode penerimaan secara jelas.

Hal tersebut untuk menghindari tumpang tindih antara tunjangan periode ini dengan tunjangan periode berikutnya.

9. Nominal basic allowance dan take home pay

Detail informasi yang terakhir adalah nominal basic allowance atau gaji pokok dan nominal take home pay.

Besaran gaji pokok ini tentunya harus sesuai dengan kesepakatan awal. Sementara take home pay adalah jumlah gaji yang dibayarkan ke rekening kamu.

Besarnya dihitung dari gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan, lalu dikurangi potongan-potongan.

Nominalnya bisa lebih besar atau lebih kecil dari gaji pokok, namun umumnya lebih besar.

Baca Juga: 8 Strategi dalam Mengajukan Kenaikan Gaji ke Atasan

Bagaimana dengan take home pay kamu? Sudah sesuai dengan ekspektasi? Lalu, bagaimana dengan informasi-informasi seputar gaji? Adakah yang detailnya tidak sesuai dengan peraturan?

Yuk cari tahu hal-hal lainnya terkait gaji, perusahaan, dan karier secara umum dengan sign up di Glints.

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up