Portofolio Kerja: Tips, Cara Membuat, dan Contohnya

Diperbarui 22 Des 2023 - Dibaca 14 mnt

Isi Artikel

    Saat ini, untuk dapat bersaing dengan kandidat lainnya, kamu juga perlu mengirimkan portofolio kerja saat melamar pekerjaan.

    Portofolio juga tidak jarang menjadi syarat utama sebuah lowongan pekerjaan, khususnya pada posisi atau bidang kreatif.

    Berbicara mengenai portofolio kerja, sebenarnya apa itu portofolio kerja? Simak pembahasannya pada artikel ini!

    Baca Juga: 9 Tips Jitu agar Portofolio Dilirik Rekruter

    Apa Itu Portofolio Kerja?

    The Balance Money menjelaskan bahwa portofolio kerja adalah kumpulan data yang menampilkan kemampuan atau hasil kerja yang dimiliki kandidat pada jenis bidang pekerjaan tertentu. 

    Oleh karena itu, portofolio kerja harus dibuat dengan maksimal untuk melamar pekerjaan.

    Portofolio ini nantinya akan dinilai oleh rekruter untuk melihat apakah kemampuan kandidat sesuai dengan yang dibutuhkan.

    Suatu perusahaan dapat menimbang kualitas yang dimiliki kandidat portofolio kerja yang dikirimkan dan cara penyajian portofolio itu sendiri.

    Cara Membuat Portofolio

    Setelah memahami apa itu portofolio kerja dan gunanya saat melamar pekerjaan, mungkin kamu bertanya-tanya tentang bagaimana cara membuat portofolio yang benar.

    Berikut adalah cara membuat portofolio yang Glints rangkum khusus untuk kamu.

    1. Kumpulkan hasil kerja yang relevan

    Pertama, kumpulkanlah semua hasil kerjamu yang relevan dengan bidang karier yang ingin kamu tempuh.

    Misalnya, jika kamu tertarik meniti karier dalam bidang kepenulisan, kumpulkan karya berupa tulisanmu yang pernah kamu buat.

    Pertanyaannya, apa saja yang dapat kamu masukkan ke dalam portofolio?

    Ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan untuk portofoliomu:

    • hasil karya (desain, artikel, foto, video, dsb.)
    • pencapaian saat kerja, magang, hingga berorganisasi
    • studi kasus
    • tugas kuliah yang relevan
    • tugas/proyek saat mengikuti pelatihan/kursus

    Setelah itu, Canva menjelaskan bahwa sebaiknya pilihlah karya yang terbaik.

    Caranya adalah dengan melihat respons orang lain terhadap hal tersebut atau biasanya yang memberikan hasil serta dampak yang signifikan.

    2. Atur berdasarkan kategori

    Kedua, setelah memilih yang terbaik untuk ditampilkan dalam portofolio, aturlah dokumen-dokumen tersebut berdasarkan kategori.

    Misalnya, pengalaman magang, pengalaman organisasi, dan pelatihan sertifikasi. Ini akan membuat portofolio terlihat lebih rapi dan teratur.

    3. Susun portofolio dengan terstruktur

    Ketiga, susunlah portofolio dengan tepat agar mudah dipahami. Membuat portofolio dengan sedikit sentuhan desain memang cukup menarik perhatian, tapi usahakan desainnya tidak terkesan berantakan.

    Susunan yang disarankan adalah:

    • cover
    • daftar isi
    • ringkasan diri
    • ringkasan pengalaman dan skill
    • isi portofolio
    • informasi kontak

    Selain itu, gunakan desain serta font yang jelas dan tidak sulit untuk dibaca.

    4. Jelaskan peran dan pencapaian

    Keempat, ketika menyajikan sebuah karya atau pengalaman, jangan lupa untuk menjelaskan peran dan pencapaianmu dalam portofolio kerja.

    Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit. Pastikan penjelasanmu menyebutkan kemampuan serta kualifikasi yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.

    Ceritakan mengapa harus kamu yang dipilih perusahaan dibandingkan dengan pelamar lainnya. Jangan sampai penggunaan kata terkesan sombong dan terlalu melebih-lebihkan.

    5. Sertakan dokumen pendukung

    Terakhir, kamu juga bisa menyertakan dokumen pendukung lain di luar karya atau hasil kerjamu di dalam portofolio kerja.

    Dokumen-dokumen ini bisa berupa testimoni dari orang yang pernah bekerja denganmu, surat rekomendasi, sertifikat, dan lain sebagainya.

    Selain paparan cara di atas, kamu bisa mendapatkan panduan lebih lanjut dalam membuat portofolio dengan tonton video penjelasan expert yang sudah Glints siapkan di bawah ini, lho. 

    Yuk, klik videonya sekarang!

    cara buat portofolio GEC

    Baca Juga: Bagaimana Cara Menulis Pengalaman Kerja di Dalam CV?

    Tips Membuat Portofolio Kerja

    1. Perhatikan apa yang disajikan

    Dalam menyajikan portofolio kerja, pastikan kamu memberikan informasi yang terbaik. Hindari memberikan informasi palsu hanya untuk menaikkan diri kamu.

    Berikan informasi atau hasil portofolio yang dapat kamu banggakan. Sampaikan juga beberapa foto dan judul yang menarik hasil kinerja kamu sendiri dalam contoh portofolio kamu. 

    Satu hal yang terpenting, khususkan portofoliomu dengan posisi pekerjaan yang akan kamu lamar.

    2. Buatlah secara online

    Selanjutnya, membuat portofolio kerja sebaiknya dilakukan secara online. Ini akan memudahkan kamu dan juga rekruter untuk mengakses portofolio di mana pun, kapan pun.

    Kamu dapat membuat portofolio di beberapa website yang memberikan layanan untuk membuat portofolio. Biasanya, website tersebut telah memberikan banyak desain sebagai contoh untuk membuat portofolio.

    Ketika memberikan link portofolio kepada rekruter, pastikan juga bahwa link tersebut tidak bermasalah dan dapat diakses.

    3. Lakukan linking

    Karya atau hasil kerjamu pernah diterbitkan secara online? Jangan lupa untuk melakukan linking ke karya tersebut.

    Ini akan menguatkan bukti bahwa kamu tidak berbohong dan karyamu dianggap layak untuk dilihat oleh audiens yang lebih luas.

    4. Perbarui portofolio secara berkala

    Pastikan bahwa hasil kerja yang ada pada portofolio kerja kamu adalah yang terbaru. Idealnya, karya atau hasil kerja portofolio kerja yang disajikan berumur tidak lebih dari 3 tahun.

    Informasi portofolio yang terlalu lama meninggalkan kesan kamu tidak mengikuti perubahan tren yang ada.

    Usahakan untuk selalu memperbarui portofolio secara berkala. Ini juga penting bagi kamu yang ingin bekerja di bidang industri kreatif.

    Contoh Portofolio

    Setelah memahami cara dan tips membuat portofolio kerja, berikut adalah contoh portofolio dari berbagai bidang yang bisa jadi referensimu.

    1. Portofolio oleh Qin Chen

    © qinvisual.com

    Contoh pertama adalah portofolio milik seorang reporter dari Shanghai, Qin Chen. Portofolio ini berisi artikel serta video pemberitaannya yang dapat diakses dengan mudah.

    Qin Chen membuat domain portofolionya sendiri sehingga terlihat lebih profesional.

    2. Portofolio oleh Dory Younes

    © doryyounes.com

    Kemudian ada portofolio oleh Dory Younes. Portofolio ini berisikan karya fotografi dari Dory Younes yang dikumpulkan dalam satu website berdomain pribadi.

    Di dalamnya, Dory Younes membuat kategori berdasarkan jenis-jenis foto yang pernah ia ambil seperti lifestyle, aksesoris perhiasan, interior, dan lain sebagainya.

    3. Portofolio oleh Terri Lively

    © pinterest.co.uk/terrilively

    Di bidang copywriting ada contoh portofolio dari Terri Lively. Portofolio ini menunjukkan hasil jasanya dalam bidang copywriting. Berbeda dengan dua contoh sebelumnya, portofolio ini justru dibuat dalam Pinterest, salah satu media sosial yang gratis untuk digunakan.

    Ia juga membuat kategorisasi karyanya ke dalam folder sehingga semakin mudah untuk dilihat.

    4. Portofolio oleh Nainoa Shizuru

    contoh website portofolio desainer grafis

    © nainoashizuru.com

    Kalau kamu adalah seorang desainer yang mau mencoba membuat website portofolio, kamu bisa coba lihat punya Nainoa Shizuru.

    Website portofolio miliknya cukup rapi. Ia menampilkan beberapa project yang pernah dikerjakannya, seperti web ataupun app designer.

    Navigasinya pun sederhana sehingga pengunjung bisa memahaminya dengan mudah.

    5. Portofolio oleh Liz Grant

    web portofolio untuk branding

    © lizdesignsthings.com

    Kalau kamu adalah seorang graphic designer yang berfokus pada brand identity, website portofolio dari Liz Grant di Liz Design Things ini bisa jadi contoh yang baik.

    Situs milik Liz didominasi oleh desain yang simpel. Ini konsisten dengan ciri khas design style-nya yang bisa dilihat di hasil kerjanya.

    Di setiap project tersebut, Liz juga memberikan highlight jasa yang ia berikan, seperti branding atau desain.

    6. Portofolio oleh Duoh!

    © duoh.com

    Contoh portofolio kerja selanjutnya datang dari Duoh!. Sebagai desainer, website portofolionya sangat menggambarkan berbagai proyek desain yang pernah dikerjakan.

    Mulai dari mendesain cover buku, ilustrasi, kemasan produk, hingga kartu nama. Portofolio milik Duoh! ini mungkin cocok buat kamu yang mengkhususkan diri di desain korporasi.

    Hanya ada satu halaman, jadi seseorang bisa mengeksplorasinya dengan mudah dan sederhana.

    7. Portofolio oleh Philip Andrews

    © frontside.com

    Kamu seorang web atau app developer, tapi bingung mau bikin website portofolio seperti apa? Mungkin, situs milik Philip Andrews di Frontside bisa jadi inspirasi.

    Untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam membuat website, ia menerapkan ini di halaman portofolionya, yaitu dengan menggunakan berbagai fitur, salah satunya scrolling dan parallax.

    8. Portofolio oleh Adaptable

    © weareadaptable.com

    Portofolio milik Adaptable ini sangat cocok untuk kamu yang menawarkan jasa pembuatan digital products untuk organisasi atau perusahaan-perusahaan. Jadi, coba cek ya kalau kamu punya tugas untuk meningkatkan online presence dari institusi atau perusahaan.

    Adaptable membagi portofolionya berdasarkan kategori. Namun, ia juga mengurutkan seluruhnya dari yang terbaru, jadi mudah dilihat.

    9. Portofolio oleh Kristina Smolyar

    © kristinasmolyar.com

    Kata siapa portofolio seorang kreator cukup dari platform media sosialnya saja? Nyatanya, punya website portofolio resmi seperti milik Kristina Smolyar akan meningkatkan profesionalisme kamu di mata klien.

    Apalagi, kamu bisa eksplorasi sebebasnya di website milik sendiri, dibandingkan dengan platform media sosial bawaan.

    10. Portofolio oleh Murad

    © muradmurad.com

    Untuk industri marketing, khususnya digital marketing, kamu bisa lihat contoh portofolio kerja punya Murad. Halamannya cukup simpel dan navigasinya juga mudah.

    Di halaman websitenya ini, selain menyajikan portfolio, Murad juga menambahkan berbagai sertifikasi dan kualifikasi yang pernah diikutinya untuk menambah nilainya. Tak lupa, ia juga menambahkan testimonial dari klien-kliennya. 

    Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio saat Melamar Kerja

    Itu dia cara, tips membuat portofolio kerja, dan contoh portofolio yang bisa kamu terapkan ketika membuat punyamu sendiri.

    Portofoliomu sudah siap? Langsung saja lamar ke perusahaan yang kamu mau. Cek berbagai lowongan kerja terbaru di Glints, yuk!

    Cek Lowongan Kerja

    Sekarang, saatnya kumpulkan hasil-hasil karyamu. Kemudian, satukan dan sajikan ke dalam portofolio yang menarik.

    Glints punya beragam topik mengenai portofolio yang bisa kamu baca lebih lanjut. Kamu bisa menemukan tips, cara membuat, contoh, bahkan template dari portofolio berbagai posisi di sini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 25

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait