15 Jenis Psikotes Paling Umum dalam Proses Rekrutmen Kerja

Diperbarui 09 Nov 2023 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Jenis psikotes ada bermacam-macam. Nah, saat melamar pekerjaan, biasanya kamu akan melalui proses ini sebelum lanjut pada tahap wawancara.

    Pada awalnya para pencari kerja akan mengirim CV dengan surat lamaran.

    Setelah tahap screening CV, selanjutnya kamu dipersiapkan untuk melakukan interview dan tes psikologi jika memang memenuhi persyaratan dari recruiter.

    Rata-rata perusahaan memang menggunakan psikotes kerja sebagai salah satu proses yang harus dilalui oleh pelamar kerja.

    Sebagai bagian dari ujian untuk memasuki dunia kerja, penting bagi para pelamar  mempelajari dan memahami jenis psikotes yang biasanya digunakan dalam rekrutmen perusahaan.

    Oleh karena itu, Glints akan memberikan 10 jenis psikotes yang biasanya digunakan oleh perusahaan.

    Yuk, disimak!

    1. Logika aritmatika

    jenis psikotes

    © Freepik.com

    Jenis psikotes yang satu ini digunakan untuk melatih kecermatan dan ketelitian dalam memecahkan masalah yang ada.

    Psikotes ini berhubungan dengan kemampuan berhitung untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

    Ada beberapa perusahaan yang memberikan jenis psikotes ini dengan soal yang mudah dan ada pula soal-soal yang menjebak dan sulit untuk ditemukan jawabannya.

    Untuk mengerjakan tes ini ada beberapa tips yang harus kamu perhatikan.

    Melansir dari Job Test Prep, estimasi waktu pengerjaan adalah segalanya dalam tes aritmatika.

    Jika satu soal dirasa agak susah, sebaiknya lompat ke soal lainnya yang sekiranya dapat kamu kerjakan dengan baik dan cepat.

    2. Logika penalaran

    Dalam psikotes kerja, kamu sebenarnya akan menemukan banyak tes yang berhubungan dengan logika. Kalau tadi kamu sudah dites untuk logika angka alias aritmetika, kamu juga akan dites dengan logika penalaran.

    Sebenarnya, ini mirip dengan logika artimetika. Hanya saja, logika aritmetika biasanya akan menggunakan angka, sedangkan logika penalaran akan menggunakan gambar ataupun soal cerita. Biasanya, kamu akan diminta melanjutkan pola gambar dari beberapa yang sudah disajikan dalam soal.

    Meski tampaknya mudah, kadang ada beberapa soal yang sifatnya menjebak. 

    3. Tes Wartegg

    jenis psikotes

    © Pexels.com

    Test Wartegg mungkin terdengar familier di telingamu. Pada dasarnya, tes ini membutuhkan kemampuan analisis yang sangat tajam.

    Jenis psikotes yang satu ini biasanya muncul dalam bentuk gambar dengan bentuk yang berbeda-beda dan kamu harus mampu menemukan jawaban dari tes ini.

    Pada tes ini akan ada gambar dengan metode proyektif, di mana para peserta harus membentuk sesuatu melalui garis-garis yang digambar pada soal tersebut.

    Tujuan dari tes ini untuk melihat kepribadian seseorang dalam pengambilan keputusan.

    Menilai bagaimana caramu mengambil keputusan melalui hasil psikotes ini dapat membantu perusahaan untuk melihat dan menilai karaktermu seperti apa.

    Oleh karena itu, kamu harus mampu memahami dan mempelajari mengenai penilaian dari hasil psikotes ini.

    Baca Juga: 7 Tips Persiapan Diri sebelum Menjalani Psikotes Kerja

    4. Tes kemampuan verbal

    © Freepik.com

    Pernahkah kamu menemui soal yang berhubungan dengan pencarian sinonim, mencari antonim atau mencari hubungan kata?

    Ketiga soal tersebut merupakan bentuk dari tes kemampuan verbal dari para peserta yang melakukan tes.

    Tes ini befungsi untuk melihat kemampuan kamu dalam berbahasa, baik dalam tulisan maupun lisan.

    Dilansir dari The Balance Careers, kemampuan verbal adalah salah satu kemampuan yang menjadi pertimbangan recruiter untuk menarik kandidat.

    5. Psikotes spasial

    jenis psikotes

    © Pexels.com

    Pada jenis psikotes ini, kamu akan dihadapkan pada berbagai bentuk soal bangun ruang. Kamu harus memahami dengan teliti setiap bangun ruang yang diberikan sebagai jawaban dari pilihan ganda.

    Adanya tes psikotes spasial ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan imajinasi yang kamu miliki.

    6. Personal preference schedule test

    © Freepik.com

    Tes yang satu ini biasanya dikenal dengan Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).

    Soal-soal yang berhubungan dengan tes ini biasanya terdiri dari dua alternatif pilihan jawaban antara A atau B.

    Jenis psikotes ini biasanya membahas mengenai pilihan jawaban yang menggambarkan kepribadian kamu.

    Biasanya, ada pilihan yang tidak sesuai dengan kepribadianmu. Jadi, usahakan menjawab dengan memilih jawaban yang mendekati kepribadianmu.

    Hindari mengosongkan jawaban mengenai kepribadian dirimu, ya.

    7. Kraepelin atau Pauli Test

    jenis psikotes

    © Unsplash.com

    Tes Kraepelin atau Pauli biasanya dijumpai di psikotes beberapa perusahaan.

    Bentuk soal yang diberikan berupa angka-angka yang disusun membujur dengan jumlah angka, baik angkanya telah ditambah, dikurang, dan jenis perhitungan lainnya.

    Kamu diharuskan menjawab angka berikutnya setelah mengetahui pola susunan angka tersebut.

    Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan dalam berkonsentasi, ketahanan, ketelitian, dan kemampuan dalam menyesuaikan diri.

    Baca Juga: Kupas Tuntas 5 Mitos Seputar Psikotes yang Bikin Kandidat Takut

    8. Army alpha intelligence test

    © Freepik.com

    Soal yang tersaji dalam tes ini berhubungan dengan kombinasi angka dan juga deretan angka.

    Fungsi dari jenis psikotes ini adalah untuk melihat kemampuan data tangkap seseorang yang berhubungan dengan penerimaan instruksi, dan kemampuan memahami perintas atau tugas yang diberikan atasan pada saat bekerja nanti.

    9. Draw man test

    © Freepik.com

    Penggunaan tes jenis ini biasanya disesuaikan dengan lowongan pekerjaan apa yang kamu lamar. Tes ini menuntutmu untuk menggambar manusia sesuai dengan kemampuan.

    Tes ini bertujuan untuk menilai diri peserta dalam mengambil sebuah keputusan, apakah ia termasuk dalam kategori yang ragu-ragu atau tegas.

    Dalam penilaiannya, recruiter akan melihat berdasarkan garis yang kamu gambar pada tes tersebut.

    10. MBTI (The Myers-Briggs Type Indicator)

    © Freepik.com

    Mungkin, sebagian besar dari kamu pernah menjalani tes ini di internet. MBTI memang menjadi salah satu jenis psikotes yang dipakai perusahaan untuk mengenal calon kandidat lebih dalam.

    Melansir Site Point, tes ini bertujuan untuk mengukur preferensi psikologis dan mengetahui bagaimana cara orang dalam memandang dunia serta membuat keputusan.

    Pada dasarnya, tes MBTI terdiri dari 16 kepribadian. Nah, dalam tes ini nantinya perusahaan akan mengetahui kepribadian dari masing-masing peserta.

    Jenis kepribadian dari tesi ini misalnya INFJ, ESFJ, INFP, atau tipe kepribadian yang lainnya.

    Biasanya, dalam tes ini kamu akan ditanya berbagai macam pertanyaan yang berupa studi kasus.

    Kamu harus memilih satu pertanyaan yang sekiranya sangat menggambarkan dirimu.

    11. DiSC Personality Test

    jenis psikotes

    © Freepik.com

    Pada dasarnya, DiSC merupakan singkatan dari Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Compliance (C).

    Tes ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik seseorang dalam dunia kerja, baik secara mandiri maupun tim.

    Sama seperti tes MBTI, kamu dapat berlatih DiSC Test melalui internet.

    12. Tes menggambar pohon (Koch Baum Test)

    Selain menggambar orang, mungkin kamu juga pernah diminta untuk menggambar pohon saat menjalani psikotes untuk melamar kerja.

    Biasanya, tes menggambar ini dilengkapi dengan beberapa instruksi detail, seperti pohon yang digambar haruslah pohon yang berkayu lengkap, mulai dari batang, akar, daun, hingga cabang.

    Tujuan psikotes jenis ini biasanya ingin mengetahui cara kamu memandang diri dan kondisi emosional kamu yang mungkin tidak tampak.

    13. House-Tree-Person-Test

    seorang pria asia sedang menulis strategic plan

    © Pexels.com

    Jenis psikotes gambar lainnya adalah house-tree-person test, alias menggambar rumah, pohon, dan orang.

    Laman Practical Psychology menyebutkan, psikotes menggambar rumah, pohon, dan orang bertujuan untuk mengukur beberapa aspek kepribadian, yang bisa meliputi kemampuan kognitif, emosional, dan fungsi sosial.

    Tes ini bisa memakan waktu sekitar 150 menit. 

    14. Tes silogisme

    Ini mungkin adalah salah satu jenis psikotes yang juga mungkin kamu sering jumpai. Tes silogisme adalah tes psikologi yang meminta kamu untuk menganalisis sebuah kesimpulan atau pernyataan dari kondisi tertentu adalah benar atau salah.

    Tujuan tes ini tentu saja untuk mengetahui seberapa jauh kemampuanmu dalam menarik kesimpulan dan analytical thinking skill.

    15. PAPI Kostick test

    Personality and Preference Inventory (PAPI) Kostick adalah salah satu jenis psikotes yang juga sering dipakai saat seseorang hendak melamar kerja.

    PAPI Kostick adalah tes pembukuan kepribadian (self report inventory) yang terdiri atas 90 pernyataan singkat yang berhubungan dengan dunia kerja. 

    Pernyataan-pernyataan itu akan melihat 20 aspek kepribadian, yang terbagi ke dalam 7 area, yaitu soal arahan kerja, hubungan atasan dan bawahan, hubungan sosial, aktivitas kerja, temperamen, gaya bekerja, dan kepemimpinan.

    Beberapa pernyataan mungkin saja akan mengulang. Ini juga jadi salah satu cara untuk melihat konsistensi kamu dalam menjawab tes.

    Baca Juga: Seperti Apa, sih, Karakteristik Masing-masing Kepribadian MBTI di Kantor?

    Itu tadi 15 jenis psikotes yang biasanya digunakan oleh perusahaan dalam menyaring calon-calon pelamar kerja.

    Meski begitu, tidak semua perusahaan menggunakan semua jenis psikotes di atas. Ada yang hanya menggunakan satu atau tiga di antaranya. Hal tersebut kembali kepada masing-masing perusahaan.

    Terlepas dari semua itu, jangan lupa persiapkan dirimu sendiri sebaik mungkin dalam mengerjakan psikotes. Istirahatlah yang cukup dan jangan lupa sarapan sebelum memulai psikotes, ya!

    Selain psikotes, masih ada berbagai tes lainnya yang akan kamu lalui saat rekrutmen, lho.

    Namun jangan khawatir, Glints telah merangkum berbagai informasi seputar tes karier ini di blog Glints.

    Yuk, baca informasinya di sini untuk mempersiapkan dirimu mengikuti tes karier!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.1 / 5. Jumlah vote: 34

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait