Psikotes Kerja: Arti, Manfaat, dan Hal-Hal yang Harus Kamu Siapkan

Diperbarui 10 Nov 2022 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Bagi para kandidat, psikotes kerja adalah sebuah hal yang pastinya sudah tidak asing lagi.

    Meski begitu, bagi beberapa orang, salah satu bentuk tes tersebut cenderung terlihat menakutkan.

    Hal ini terkait dengan sifat pertanyaan-pertanyaannya yang kerap tidak dapat diterka. Bahkan, sejatinya, tidak ada soal dalam tes yang dapat dijawab secara ilmiah.

    Maka dari itulah kebanyakan pelamar kerja mengkhawatirkan tahap psikotes. Hasil yang buruk bisa memengaruhi keseluruhan penilaian mereka sebagai kandidat suatu pekerjaan.

    Oleh karena itu, ada pentingnya bagi kamu untuk mengetahui seluk-beluk psikotes dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu.

    Selain itu, kamu juga perlu mengetahui apa pentingnya tes tersebut dalam sebuah proses rekrutmen, serta apa-apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti prosedur tes.

    Nah, tenang saja, Glints sudah ringkas semua hal tersebut dalam rangkuman ini khusus untukmu. Yuk, disimak!

    Baca Juga: Memahami EPPS, Psikotes Kerja yang Bisa Tunjukkan Kepribadianmu

    Apa Itu Psikotes Kerja?

    Sebelum mengulas prosedur tes serta daftar hal yang perlu kamu persiapkan, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari psikotes.

    Nah, psikotes adalah tahap lanjut dari sebuah proses rekrutmen yang berfungsi untuk mengenal sisi psikologis seorang kandidat.

    Dilansir dari Harvard Business Review, diperkirakan hampir 76 persen perusahaan melibatkan tes semacam ini dalam proses rekrutmen.

    Biasanya, psikotes ini merupakan permintaan khusus dari pihak rekruter kepada sebuah lembaga psikologi.

    Hal ini karena dibutuhkan ilmu psikologi tertentu untuk menyusun psikotes itu sendiri termasuk dalam penilaian jawaban dari seorang kandidat.

    Jawaban dari psikotes inilah yang nanti memungkinkan rekruter untuk memahami pola perilaku seorang kandidat terutama dari sisi psikis mereka.

    Hal ini akan memberikan gambaran kepada rekruter tentang bagaimana performa kandidat nantinya dalam sebuah lingkungan kerja.

    Jenis Psikotes Kerja

    Jenis-jenis psikotes kerja yang sering digunakan di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Tes IQ

    Tes IQ adalah jenis tes yang pasti sering dijumpai saat melamar kerja. Jenis soal tes IQ biasanya terdiri dari pertanyaan angka dan bahasa.

    Selain untuk mengukur kecerdasan, hasil dari tes IQ juga dapat dijadikan dasar analisis oleh rekruter mengenai pola perilaku atau berpikir seseorang.

    2. Tes Pauli

    Pernahkah kamu melihat lembaran besar yang hanya berisi deretan angka?

    Betul, itu adalah yang dinamakan tes Pauli. Tes ini akan mengukur ketahanan, ketelitian, dan seberapa akurat perhitunganmu.

    3. Tes analog verbal

    Sedikit berbeda dengan tes IQ, jenis psikotes yang satu ini lebih berfokus untuk menguji kemampuan bahasa atau verbal peserta.

    Biasanya soal tes akan terdiri dari pengetahuan seputar tata bahasa seperti sinonim, antonim, dan lain sebagainya.

    4. Logika aritmatika

    Logika aritmatika juga sering digunakan sebagai tes seleksi kerja untuk mengukur kemampuan berhitung, ketelitian, dan kecermatan peserta dalam memecahkan masalah.

    Kamu pasti akan berlomba dengan waktu ketika mengerjakan tes ini. Jadi, pastikan untuk perhatikan estimasi waktu dan utamakan soal yang mudah terlebih dahulu.

    5. Tes Wartegg

    Bukan warung makan, tes Wartegg yang dimaksud adalah psikotes yang sebagian besar berisi soal gambar. Kemudian, kamu akan diminta untuk menggambar sesuatu dari garis-garis yang ada pada tes.

    Tujuan dari tes Wartegg adalah untuk menilai kepribadian dan cara pengambilan keputusan.

    6. Psikotes spasial

    Jika sebelumnya berkaitan dengan tes bahasa, gambar, dan angka, jenis yang satu ini akan berhubungan dengan bangun ruang.

    Tujuan dari psikotes spasial adalah menguji kemampuan imajinasi peserta.

    Contoh Psikotes

    Berikut adalah beberapa contoh sederhana soal-soal psikotes kerja yang mungkin akan kamu temui.

    Contoh 1

    Minyak – Supermarket = Pakaian – …

    a. Butik

    b. Laundry

    c. Rok

    d. Celana

    Contoh di atas merupakan contoh tes analog verbal yang sederhana. Bila minyak bisa dibeli di supermarket, maka pakaian bisa dibeli di butik. Ketika tes nanti, pasti ada banyak soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

    Contoh 2

    A, B, C, P, G, H, I, Q,…..,…..,…….,…..

    a. J, K, L

    b. R, S, T

    c. M, N, O

    d. R, M, N

    Ini adalah contoh soal logika aritmatika. Jadi, tes jenis ini tidak selalu berbentuk angka, ya.

    Bila diteliti, pola dari pertanyaan tersebut adalah jarak 3 huruf dengan P dan Q sebagai ‘pembatas’. Dari ABC ada jarak 3 huruf tidak tertulis yaitu DEF sebelum GHI.

    Maka, jarak 3 huruf tak tertulis setelah GHI adalah JKL, sehingga jawaban yang benar setelah Q adalah MNO.

    Manfaat dan Tujuan Psikotes

    pertanyaan interview HRD

    © Freepik.com

    Pada dasarnya, psikotes adalah sebuah hal diperlukan rekruter sebagai aspek tambahan penilaian seorang kandidat.

    Oleh karena itu, biasanya tes akan dilakukan setelah seorang kandidat sudah lolos dari beberapa jenis interview.

    Walau merupakan aspek tambahan, psikotes sifatnya sangat penting untuk mengetahui pola perilaku, pola pikir, serta karakteristik atau sifat seorang kandidat.

    Umumnya, hal-hal tersebut memang tidak dapat secara akurat tergambarkan melalui proses interview sebelumnya.

    Di dalam dunia kerja, perilaku, pola pikir, serta karakteristik psikologis sangatlah penting di samping skill atau wawasan.

    Sifat psikologis seseorang akan memmengaruhi kualitasnya dalam bekerja, terutama  saat bekerja dalam tim. 

    Oleh karena itu, adanya psikotes dapat meyakinkan recruiter terkait keputusannya akan menerima atau menolak seorang kandidat dalam suatu pekerjaan.

    Meskipun demikian, tes satu ini juga memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi job seeker dan rekruter. Berikut pemaparannya, dikutip dari DBT.

    1. Sebagai tolak ukur kecerdasan

    Bentuk kecerdasan yang dapat diukur melalui psikotes adalah kecerdasan inteligensi (IQ) dan kecerdasan emosional dan spiritual (EQ).

    Hal ini dikarenakan pada beberapa kasus, seorang kandidat yang nantinya akan menjadi karyawan diharapkan memiliki paduan kecerdasan intelegensi dan emosi yang seimbang.

    Tingkat IQ tertentu diperlukan seseorang dalam melakukan pekerjaan serta memecahkan masalah yang mungkin dihadapi.

    Di sisi lain, EQ juga sangat penting karena dalam beberapa kasus, seorang karyawan harus mampu untuk berdiplomasi, negosiasi, delegasi pekerjaan, serta mengambil keputusan.

    Dalam hal ini, psikotes kerja akan membantu rekruter untuk mengetahui paduan tingkat IQ dan EQ seseorang. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan gambaran bagaimana performa kandidat itu nantinya di tempat kerja.

    2. Mengenali perilaku dan kepribadian

    Pada tahapan sebelum psikotes kerja yaitu interview, rekruter memang mendapatkan sedikit gambaran tentang kepribadian dan perilaku kandidat.

    Namun, sedikit sulit bagi mereka untuk benar-benar mengetahui dan memahami kepribadian tersebut dikarenakan tidak adanya standar objektif yang didasari secara ilmiah.

    Selain itu, penilaian kepribadian pada tahap interview juga kurang konkret. Pasalnya, seorang kandidat pasti akan berusaha untuk terlihat sepositif mungkin dalam tahap tersebut

    Nah, dengan adanya psikotes, rekruter bisa menggali kepribadian kandidat secara lebih dalam.

    Hasilnya, mereka bisa memiliki gambaran jelas tentang pola perilaku dan kepribadian kandidat tersebut nantinya di tempat kerja.

    3. Mengetahui sifat kejiwaan

    Manfaat berikutnya dari psikotes untuk para rekruter adalah mengetahui sifat kejiwaan seorang kandidat.

    Kondisi kejiwaan seseorang sangat penting untuk diketahui, terutama dalam penilaian seorang kandidat pelamar kerja.

    Nah, psikotes kerja dapat dimanfaatkan pihak rekruter dan perusahaan untuk mengevaluasi kondisi kejiwaan kandidat.

    Hal yang sangat dihindari perusahaan umumnya adalah seseorang yang memiliki sifat kejiwaan tertentu yang dapat memengaruhi aktivitas di tempat kerja secara buruk.

    4. Memprediksi performa seorang kandidat ketika bekerja

    Psikotes sejatinya adalah sebuah tes yang dapat memberikan gambaran mengenai performa seorang kandidat nantinya ketika sudah mulai bekerja.

    Dilansir dari Chron, psikotes bahkan dapat menggambarkan bagaimana seseorang menghadapi kondisi yang penuh tekanan dan tetap bisa bekerja dengan baik dalam kondisi tersebut.

    Dengan memprediksi performa seorang kandidat melalui psikotes, rekruter dapat memperkirakan produktivitas kandidat ini dan turnover karyawan nantinya.

    5. Mengetahui psikodinamika kandidat

    Psikodinamika adalah dasar teori psikologi, atau teori kepribadian, yang dapat menganalisis dasar-dasar kepribadian seseorang secara tepat.

    Psikodinamika ini mencakup penelitian yang berporos tidak hanya seputar kepribadian seseorang. Hal ini juga meliputi perasaan dan emosi mereka terutama dalam menghadapi suatu masalah atau tantangan.

    Nah, psikotes adalah sebuah cara yang dapat digunakan perusahaan untuk memahami psikodinamika kandidat, sehingga mereka nanti dapat merekrut calon karyawan yang paling sesuai.

    Baca Juga: 6 Cara Profesional Membalas Email Panggilan Interview

    Prosedur Psikotes

    Secara umum, psikotes dibagi ke dalam beberapa tahapan berikut ini : 

    • tahap wawancara 
    • tes IQ atau kecerdasan
    • tes grafis
    • focus group discussion (FGD)

    Yang Harus Dipersiapkan sebelum Psikotes

    Sebelum mengikuti psikotes kerja, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan agar nantinya kamu bisa secara maksimal dan percaya diri dalam mengerjakannya.

    Glints akan membantumu untuk mengetahui apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum psikotes melalui tips-tips di bawah ini. Jangan lupa dicatat, ya!

    1. Mengetahui serba-serbi psikotes

    Tips yang pertama yang harus kamu persiapkan adalah pemahaman dasar akan konsep psikotes.

    Menguasai hal tersebut nantinya dapat membantumu dalam menjawab semua pertanyaan dalam tes dengan sejujur-jujurnya.

    Nah, salah satu contoh pemahaman yang wajib kamu pelajari adalah mengapa psikotes diperlukan dan apa tujuan perusahaan mengadakan tes tersebut.

    2. Latihan mengerjakan psikotes

    Ada baiknya bagi kamu untuk mulai berlatih dan mengerjakan contoh soal-soal psikotes.

    Hal ini dikarenakan pertanyaan-pertanyaannya biasanya sangat out of the box dan bukan pertanyaan yang terkait dengan ilmu dasar.

    Intinya, menguasai materi seperti matematika, bahasa, atau sains, tidak akan menjadi jaminan sukses ketika kamu mengerjakan soal-soal psikotes kerja. 

    Nah, untuk mendapatkan contoh soal atau pertanyaan psikotes, kamu bisa dengan mudah memperolehnya secara online. Bahkan, kamu bisa membeli contoh soalnya secara langsung di toko buku.

    Dengan berlatih mengerjakan soal-soal psikotes, dijamin kamu akan lebih percaya diri di hari H karena sudah mendapatkan gambaran sebelumnya. 

    3. Mengerjakan dan menjawab psikotes sejujur mungkin

    Psikotes kerja adalah sebuah aspek yang akan menentukan apakah kamu diterima atau tidak dalam suatu lamaran kerja.

    Maka dari itu, sudah pasti bahwa kamu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

    Namun, kamu perlu ingat bahwa sangatlah penting untuk selalu menjawab pertanyaan psikotes dengan jujur.

    Sebab, hasilnya dapat membantumu untuk benar-benar mengetahui kepribadian diri sendiri yang mungkin sebelumnya tidak diketahui.

    Hasil psikotes juga akan menentukan apakah kepribadianmu cocok dengan budaya di tempat kerja atau tidak.

    Jangan sampai jawaban yang dibuat-buat, kamu malah nanti tidak nyaman dengan kebiasaan di perusahaan baru.

    4. Mempersiapkan mental dan fisik

    Pada beberapa kasus, kandidat yang mengetahui akan mengikuti psikotes kerja pasti merasa cemas dan kurang percaya diri.

    Untuk itu, ada perlunya untuk mempersiapkan mental dan fisik kamu dan menjaganya agar tetap prima. Hal-hal yang perlu dijaga seperti waktu untuk beristirahat serta relaksasi pikiran.

    Dengan kondisi mental dan fisik yang prima, akan menunjang performa kamu dalam mengerjakan psikotes nantinya.

    Baca Juga: Berapa Lama Kita Harus Menunggu Panggilan Kerja Setelah Interview?

    Itulah serba-serbi psikotes yang sering kali dijadikan proses seleksi sebuah lowongan kerja.

    Intinya, prosedur tes tersebut diperlukan pihak rekruter untuk menentukan kandidat dengan kepribadian yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

    Meskipun terlihat menakutkan, kamu pasti bisa menaklukan psikotes dengan persiapan yang cukup dan pertanyaan yang dijawab dengan sejujur-jujurnya.

    Nah, selain pemaparan di atas, kamu bisa simak informasi serupa dengan mengunjungi laman Tes Karier di Glints Blog.

    Di sana, Glints sudah siapkan pembahasan mengenai jenis-jenis tes, proses rekrutmen, serta tips menghadapinya yang wajib diketahui oleh semua kandidat.

    Menarik bukan? Jangan sampai ketinggalan informasi. Yuk, baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 7

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait