Gusi Gatal: Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Gusi gatal bisa sangat mengganggu aktivitas, terlebih saat sedang bekerja.
Kondisi ini bisa mempengaruhi fokus dan konsentrasi, bahkan menghambat komunikasi dengan rekan kerja.
Nah, rasa gatal yang muncul merupakan tanda bahwa bakteri telah menumpuk di antara gigi dan gusi.
Meski mudah diobati, jika tidak diatasi dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit serius yang membutuhkan bantuan dokter.
Nah, berikut Glints menyediakan informasi lengkap seputar gusi gatal. Simak informasinya di bawah ini!
Isi Artikel
Gejala Gusi Gatal
Gusi gatal dapat disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda. Menurut Medical News Today, berikut beberapa gejalanya:
- rasa gatal hingga ke langit-langit mulut yang mungkin merupakan efek alergi
- gusi merah, teriritasi, atau meradang menunjukkan tahap pertama penyakit gusi
- rasa sakit, nyeri, atau bengkak yang mungkin akibat cedera atau abses gigi
Gusi yang berdarah ringan dalam waktu singkat adalah hal yang biasa, seperti saat menyikat gigi terlalu kuat atau pertama kali menggunakan benang gigi.
Namun, pendarahan yang terus-menerus mungkin merupakan tanda dari masalah yang harus diperiksa oleh dokter gigi.
Penyebab Gusi Gatal
Berikut adalah beberapa potensi penyebab gusi gatal yang dikutip dari Verywell Health:
1. Cedera
Cedera traumatis di mulut sering terjadi. Zat yang tajam, kasar, atau panas dapat dengan mudah menggores, merobek, dan merusak gusi.
Cedera ini mungkin tidak terasa sakit pada awalnya, namun bakteri berpotensi masuk ke dalam struktur gusi, gigi, dan rahang yang lebih dalam dan menyebabkan infeksi.
2. Penumpukan plak
Plak adalah sebutan untuk bakteri yang terbentuk di atas permukaan gigi dan gusi dari waktu ke waktu, terlepas dari kebersihan gigi yang baik.
Plak yang mengeras menjadi karang gigi hanya dapat diatasi oleh dokter gigi.
Bakteri yang menumpuk memicu respon imun dalam tubuh dengan mengirimkan sel-sel khusus ke jaringan yang rusak atau terinfeksi untuk membantu perbaikan.
Namun, respons ini menyebabkan peradangan yang merusak jaringan gusi.
Kebersihan yang kurang mengakibatkan penumpukan plak, berujung pada ngilu, gatal, dan bau mulut saat bakteri berkembang.
Kamu mungkin merasakan adanya lapisan tipis di atas gigi dan gusi yang menandakan perlunya dibersihkan.
3. Mulut kering
Mulut kering yang berulang disebut xerostomia, yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi air liur yang cukup.
Ini mungkin merupakan efek samping dari obat-obatan seperti antidepresan, kemoterapi atau gejala penyakit autoimun lainnya.
Air liur memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan gusi dan membersihkan bakteri serta partikel lain di dalam mulut.
Tanpanya, bakteri dapat menumpuk dan gusi dapat menjadi kering sehingga rentan terhadap kerusakan atau cedera.
4. Radang gusi
Gingivitis adalah radang gusi akibat infeksi penumpukan plak yang berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu, biasanya tanpa gejala.
Namun, begitu peradangan dimulai, kamu mungkin akan merasakan gejala-gejala seperti:
- gusi bengkak
- gusi berwarna merah
- gusi yang mudah berdarah saat menyikat atau menggunakan benang gigi
Dalam kondisi ini, tubuh biasanya akan melepaskan histamin, bahan kimia yang berkomunikasi dengan sistem kekebalan tubuh ketika jaringan meradang.
Hal ini akan memunculkan respons berupa gejala alergi seperti gatal dan bengkak.
5. Reaksi alergi
Seperti halnya peradangan, tubuh memerangi reaksi alergi dengan melepaskan histamin, yang memunculkan gejala alergi.
Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan anafilaksis, suatu respons yang menyebabkan pembengkakan saluran napas dan masalah pernapasan.
6. Alergi
Campuran makanan dapat memicu reaksi alergi. Orang yang mengalami masalah ini biasanya akan mengalami gejala mendadak seperti:
- gatal di mulut
- pembengkakan pada bibir, lidah, mulut, atau tenggorokan
- tenggorokan terasa gatal
- telinga gatal
- gatal-gatal di sekujur tubuh
7. Perubahan hormonal
Hormon memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit gusi dan masalah mulut lainnya.
Peningkatan hormon yang dipicu oleh pubertas, alat kontrasepsi, dan kehamilan dapat meningkatkan aliran darah ke gusi.
Ini dapat menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitar gigi, yang menimbulkan rasa sakit, nyeri, atau gatal.
Cara Mengatasi Gusi Gatal
Dikutip dari Healthline, berikut beberapa perawatan yang dapat kamu coba dari rumah:
1. Air garam
Air garam dipercaya dapat meredakan rasa gatal dan iritasi pada gusi.
Caranya, cukup larutkan 1 sendok teh garam dalam 800 ml air hangat. Kumur perlahan air di dalam mulut, lalu ludahkan.
2. Es batu
Hisaplah es batu secara perlahan untuk mendinginkan gusi dan menghentikan rasa gatal.
Nilai plusnya, es batu juga dapat membantu menghidrasi.
3. Jaga kebersihan gigi dan mulut
Sikat dan bersihkan gigi dengan benang dua kali sehari.
Gunakan pasta gigi yang dengan kandungan yang dapat mencegah karang dan penumpukan plak.
Jika memiliki peradangan atau infeksi gusi, coba gunakan obat kumur antiseptik bebas alkohol.
Perawatan gigi dan gusi yang baik juga dapat mencegah terjadinya penyakit serius.
4. Ubah gaya hidup
Rokok dapat mengiritasi kesehatan gusi, baik rokok elektrik ataupun vaping. Berhenti merokok dapat membuat rasa gatal berhenti.
Kurangi juga makanan pedas, asam, bertepung, atau bergula, yang merupakan penyebab paling umum dari iritasi gusi.
Itu dia gejala, penyebab dan cara mengatasi gusi gatal. Jika tak kunjung sembuh, segera kunjungi dokter untuk konsultasi lebih mendalam.
Masih ada tips dan informasi menarik seputar kesehatan yang bisa kamu baca lewat artikel dari Glints.
Ada ragam tips mengatasi penyakit yang sering dialami pekerja hingga makanan dan minuman untuk kesehatan, seperti:
- 6 Cara Efektif untuk Mencegah Asam Lambung Naik
- 5 Rekomendasi Obat Flu yang Paling Ampuh, Pekerja Perlu Catat!
- 5 Obat Sakit Kepala yang Paling Ampuh Tanpa Resep Dokter
Semoga kamu segera mendapatkan kesembuhan, ya!
