5 Obat Sakit Kepala yang Paling Ampuh Tanpa Resep Dokter

Tayang 31 Jul 2023 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Saat rasa nyeri menghampiri, kamu pasti ingin segera menemukan obat sakit kepala yang paling ampuh dan mudah ditemukan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Terutama jika sakit kepala terjadi di tengah aktivitas kerja. Sakit kepala biasanya datang dengan tipe yang bermacam-macam, seperti migrain, cluster, tegangdan lain-lain.

Pada umumnya, obat-obatan berikut ini bisa digunakan untuk semua keluhan sakit kepala. Namun, memang ada yang lebih efektif untuk tipe sakit kepala tertentu.

Tak perlu membawa resep dokter untuk membelinya di apotek karena obat-obatan di bawah ini merupakan jenis obat over the counter (OTC) atau obat yang tersedia bebas.

Kendati demikian, jangan mengonsumsinya lebih dari dosis yang dianjurkan, ya. Yuk, langsung saja simak rekomendasi yang Glints rangkum berikut ini.

1. Ibuprofen

Ibuprofen memang dikenal sebagai obat pereda nyeri dan bisa kamu manfaatkan untuk mengobati sakit kepala.

Riset yang dilakukan oleh Medical News Today menguji manfaat ibuprofen bagi orang-orang yang kerap mengalami jenis sakit kepala tegang, yaitu sakit yang terjadi ketika otot leher dan kulit kepala berkontraksi.

Biasanya, nyeri terasa di bagian dahi hingga kepala bagian atas.

Namun, sakit kepala ini juga biasa terjadi ketika kamu mengalami migrain.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ibuprofen dapat menyembuhkan rasa sakit kepala setidaknya selama 2 jam pada orang-orang yang mengalami sakit kepala akut dengan intensitas nyeri sedang atau berat.

Sebaiknya jangan konsumsi ibuprofen jika kamu memiliki riwayat masalah ginjal, hati, sakit maag, atau baru saja mengalami serangan jantung.

2. Naproxen

Naproxen adalah obat sakit kepala yang dinilai lebih efektif daripada pereda nyeri lainnya, sebagaimana dilansir dari Web MD.

Akan tetapi, naproxen kemungkinan menimbulkan efek samping seperti sakit perut. Untuk  mencegahnya, segeralah konsumsi obat setelah makan.

Baca Juga :  Cuti Melahirkan: Apa Itu, Manfaat, Hak Ibu Menyusui

Memang terdapat obat naproxen yang dijual secara bebas, namun ada juga tipe naproxen yang memerlukan resep dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Contoh merek obat naproxen di antaranya adalah Alif dan Xenifar.

Baca Juga: 5 Posisi Tidur yang Baik saat Sedang Sakit Punggung

3. Parasetamol

Menurut Web MD, parasetamol tidak berfungsi untuk mengurangi peradangan yang justru dibutuhkan untuk mengobati migrain.

Hal ini cukup berbeda dengan jenis obat pereda nyeri yang telah disebutkan sebelumnya.

Kendati demikian, parasetamol tetap bisa mengobati rasa sakit kepala yang intensitasnya ringan hingga sedang.

Di antara semua obat, parasetamol biasanya menjadi yang paling sering dipilih oleh sebagian orang. Hati-hati, mengonsumsi parasetamol dalam jangka panjang berisiko merusak fungsi hati.

4. Aspirin

Obat sakit kepala selanjutnya yang tersedia tanpa resep dan ampuh meredakan nyeri adalah aspirin.

Aspirin termasuk ke dalam kelompok obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) bersama dengan ibuprofen dan naproxen.

Sama seperti obat pada umumnya, aspirin juga dapat menyebabkan efek samping.

Dilansir dari Cleveland Clinic, efek samping aspirin yang paling umum adalah gangguan pencernaan, sakit perut, penurunan darah hingga sesak napas.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Vertigo di Tempat Kerja yang Muncul Tiba-Tiba

5. Kombinasi pereda nyeri

Yang dimaksud kombinasi di sini bukan berarti kamu bebas mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan di atas sekaligus.

Ada beberapa obat pereda nyeri yang memang mengandung lebih dari 1 bahan aktif. Merek yang tersedia di apotek di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Bodrex Extra (mengandung parasetamol, ibuprofen, dan kafein)
  • Saridon Extra (mengandung parasetamol dan kafein)
  • Panadol Extra (mengandung parasetamol dan kafein)
  • Paramex (mengandung parasetamol dan kafein)
Baca Juga :  4 Cara Cepat Mengetahui Apakah WhatsApp Disadap

Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Mengonsumsi Obat Sakit Kepala

Meski obat sakit kepala di atas dijual bebas, tetap ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

Hindari mengonsumsi obat dalam jangka panjang atau melebihi dosis yang tertera di kemasan. Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri justru berpotensi membuatnya makin sulit diobati.

Selain itu, dilansir dari Cleveland Clinic, obat-obatan di atas hanya bisa meringankan sakit kepala primer, yaitu sakit yang tidak disebabkan oleh kondisi lain.

Kamu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut jika ternyata mengalami sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti cedera, infeksi sinus, atau tekanan darah tinggi.

Selain itu, apabila kamu sedang hamil, menyusui, atau punya riwayat penyakit tertentu, pastikan untuk bertanya ke tenaga medis sebelum mengonsumsi obat apa pun.

Segera konsultasi ke dokter apabila sakit kepala tak kunjung sembuh atau sering datang kembali.

Baca Juga: Ketahui Batas Minum Kopi dalam Sehari, Penting bagi Kesehatan

Demikian beberapa rekomendasi obat sakit kepala yang paling ampuh dan bisa langsung kamu beli di apotek atau pesan melalui aplikasi online. 

Karena obat-obatan tidak bisa dikonsumsi jangka panjang, kamu perlu melakukan upaya lain untuk mengatasi sakit kepala, termasuk migrain.

Mengonsumsi vitamin dan suplemen adalah salah satunya. Selain itu, pola makan sehat juga ternyata dapat berpotensi mengurangi migrain, lho.

Untuk mempelajari informasi selengkapnya, Glints sudah siapkan artikel-artikel terkait di bawah ini.

Yuk, pelajari di sini agar kamu bisa mencegah sakit kepala agar tak datang lagi!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon