8 Akibat Kelebihan Konsumsi Protein yang Wajib Diketahui Pekerja
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Tahukah kamu kelebihan konsumsi protein dapat menyebabkan berbagai masalah seperti pada sistem pencernaan, kesehatan tulang, hingga ginjal?
Diet tinggi protein mungkin sudah tidak asing lagi, terutama bagi para pekerja yang aktif berolahraga.
Diet ini populer akan pengaruhnya bagi peningkatan energi dan perbaikan massa otot, yang mungkin berpengaruh pada produktivitas.
Namun ternyata, kelebihan protein juga mungkin terjadi. Apalagi, jika tidak dilakukan dengan seimbang.
Untuk apa mengetahui apa saja efek kelebihan konsumsi protein, Glints sudah merangkum informasinya dalam artikel di bawah ini, hanya untukmu!
Yuk, simak penjelasannya sampai akhir!
Akibat Kelebihan Konsumsi Protein
Dikutip dari Alodokter, orang dewasa membutuhkan 50 hingga 70 gram protein per hari.
Jumlah tepatnya berbeda pada tiap orang, tergantung pada aktivitas fisik yang dilakukan dan kondisi kesehatan tubuh.
Namun, dirangkum dari berbagai sumber, konsumsi protein terlalu banyak dapat menyebabkan:
1. Berat badan bertambah
Diet tinggi protein terkenal dapat menurunkan berat badan.
Namun dikutip dari Healthline, biasanya efek penurunan berat badan dengan diet ini hanya bersifat sementara.
Protein adalah sumber utama asam amino dalam tubuh.
Asam amino merupakan “bangunan” protein yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
Jika asupan protein berlebihan dan tidak dibutuhkan tubuh, kelebihan asam amino dapat disimpan sebagai lemak, dan menyebabkan peningkatan berat badan.
Ini juga didukung oleh studi yang menunjukkan adanya kenaikan berat badan ketika protein menggantikan karbohidrat.
2. Bau mulut
Mengonsumsi protein dalam jumlah besar dapat menyebabkan bau mulut, terutama jika kamu membatasi asupan karbohidrat.
Hal ini mungkin terjadi karena tubuh mengalami kondisi metabolisme ketosis, yang menghasilkan bahan kimia yang mengeluarkan bau tidak sedap.
Menyikat dan menggunakan benang gigi tidak dapat menghilangkan baunya secara instan.
Maka, perbanyaklah konsumsi air, menyikat gigi lebih sering, dan mengunyah permen karet untuk mengatasi masalah ini.
3. Sembelit
Diet tinggi protein sering kali rendah serat, terutama jika sumber protein utamanya adalah produk hewan.
Hal ini dapat menimbulkan masalah pada sistem pencernaan karena diperlukan untuk menggerakkan segala sesuatu di usus.
Serat hanya ditemukan dalam makanan nabati, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Dikutip dari Eating Well, bagi kamu dengan pola makan tinggi protein, ada baiknya menyeimbangkan asupan dengan serat untuk melindungi tubuh dari penyakit serius, menjaga kesehatan usus, dan berat badan.
4. Dehidrasi
Tubuh membuang kelebihan nitrogen dengan cairan dan air. Hal ini dapat membuat kamu mengalami dehidrasi meskipun tidak merasa lebih haus dari biasanya.
Sebuah penelitian kecil pada tahun 2002 yang melibatkan para atlet menunjukkan, ketika asupan protein meningkat, maka tingkat hidrasi akan menurun.
Nah, untuk meminimalkannya, tambah jumlah konsumsi air, terutama jika kamu adalah orang yang aktif bergerak.
5. Kehilangan kalsium
Diet yang tinggi protein dan daging dapat menyebabkan kehilangan kalsium.
Hal ini terkadang dikaitkan dengan osteoporosis dan kesehatan tulang yang buruk.
Tinjauan pada sebuah studi menemukan adanya hubungan antara konsumsi protein tingkat tinggi dan kesehatan tulang yang buruk.
Namun, tinjauan lainnya menemukan bahwa efek protein pada kesehatan tulang belum terlalu pasti.
Sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperluas dan menyimpulkan temuan ini.
6. Mudah lelah
Masih dari sumber yang sama, Eating Well, konsumsi terlalu banyak protein dapat menyebabkan tubuh lelah tanpa alasan, bahkan ketika kamu mendapatkan tidur delapan jam setiap malam.
Selain itu, mengonsumsi terlalu sedikit karbohidrat dapat mempengaruhi otak kita, membuat tidak dapat berpikir jernih, fokus, dan bertenaga menjalani rutinitas sehari-hari.
Konsumsi karbohidrat yang cukup penting sebagai sumber energi utama otak.
Tak hanya dapat membantu memberi energi, kamu juga akan mendapatkan lebih banyak vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menjadi sehat secara keseluruhan.
7. Masalah ginjal
Dikutip dari Cleveland Clinic, protein dalam jumlah tinggi dapat membebani ginjal, hati, dan tulang, yang memaksakan organ-organ ini bekerja lembur.
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau memperburuk masalah ginjal yang sudah ada.
8. Urine berbusa
Apabila kamu mengalami ini, ada baiknya untuk segera pergi ke dokter.
Urine berbusa adalah tanda proteinuria atau tingginya kadar protein dalam air seni, yang dapat menjadi tanda kerusakan ginjal.
Demikian penjelasan Glints mengenai kelebihan konsumsi protein.
Sebelum memilih pola makan khusus, penting untuk mempertimbang risikonya untuk menentukan apakah diet tersebut sesuai kebutuhanmu.
Akan lebih baik untuk berdiskusi dengan ahli gizi terlebih dahulu, terlebih jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Nah, Glints sudah pernah membahas mengenai metode-metode diet sehat yang bisa diikuti.
Selain itu, ada juga artikel tentang mitos-mitos lainnya yang sering dipercayai oleh sebagian orang yang mungkin sedang menjalani program penurunan berat badan.
Dengan membacanya, kamu jadi tahu berbagai alternatif solusi menurunkan berat badan yang lebih sehat dan juga efektif, lho.
Yuk, baca artikel-artikelnya di bawah ini!
