7 Mitos tentang Diet dan Fakta-fakta Sebenarnya

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Salah satu alasan mengapa program penurunan berat badanmu kurang efektif adalah karena masih mempercayai mitos tentang diet.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Menjaga berat badan ideal sering kali menjadi persyaratan wajib di beberapa profesi tertentu.

Bagi kamu yang sedang berjuang untuk mencapai berat badan ideal tersebut, sebaiknya mulai lupakan mitos-mitos ini dan mulai merancang rencana diet yang lebih sehat.

Tak perlu berlama lagi, langsung saja disimak rangkuman Glints berikut ini!

1. Makan di malam hari membuat berat badan naik

Mitos yang satu ini pasti sering kamu dengar, bukan?

Ternyata, belum ada riset yang benar-benar menunjukkan hubungan antara makan larut malam dengan naiknya berat badan.

Adapun menurut Web MD hal yang memicu naiknya berat badan bukanlah karena jam makannya, tetapi tendensi untuk makan dengan porsi lebih besar dan berkalori tinggi di malam hari.

Meskipun begitu, kebiasaan makan saat larut malam tetap berdampak buruk bagi kesehatan, seperti memicu mag dan gangguan pencernaan. Jadi, sebaiknya kebiasaan ini tetap dihindari, ya.

Baca Juga: Kapankah Jadwal Makan yang Baik? Ini Jawaban Lengkapnya

2. Semakin sedikit mengonsumsi lemak, maka semakin baik

Mitos tentang diet selanjutnya adalah mengenai makanan berlemak yang sering kali menjadi musuh orang-orang yang sedang menurunkan berat badan.

Padahal, tubuh manusia memerlukan setidaknya 3 nutrisi utama supaya bisa beraktivitas dengan baik, yaitu:

Oleh karena itu, terlalu fokus mengurangi asupan lemak juga tidak bagus, apalagi benar-benar tidak mengonsumsi lemak sama sekali.

Kendati demikian, memang ada jenis lemak yang baik untuk kesehatan dan ada juga jenis lemak yang sebaiknya tidak kamu konsumsi terlalu banyak.

Jenis lemak baik terdapat pada ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Sementara, jenis lemak yang harus dihindari lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang ditemui pada junk food, processed food, dan daging merah.

Baca Juga :  Layar LCD vs AMOLED vs Retina Display, Mana yang Terbaik untuk Kerja?

3. Olahraga pasti bisa membentuk badan yang saya inginkan

Mitos tentang diet selanjutnya adalah bahwa olahraga pasti bisa membantumu mencapai body goals. Faktanya, bentuk badan sangat erat kaitannya dengan faktor genetik.

Nina Taylor, seorang education manager di National Alliance for Eating Disorders melalui CNN menyebutkan bahwa akan selalu ada keberagaman bentuk tubuh di dunia ini.

Bentuk tubuh ini ditentukan oleh berbagai hal, mulai dari bentuk dan ukuran otot serta keseimbangan hormon.

Jadi, hanya dengan rajin berolahraga, belum tentu kamu bisa mewujudkan body goals yang diinginkan.

Akan tetapi, manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh memang tidak bisa diragukan. Yang perlu diperbaiki adalah mindset terhadap olahraga agar kamu memiliki ekspektasi yang sesuai.

4. Berhenti makan snack bisa membuat diet berhasil

Permasalahannya bukan terletak pada kebiasaan makan snack, namun jenis snack yang dipilih.

Padahal, dilansir dari NHS, setiap orang justru perlu mengonsumsi camilan supaya bisa menjaga energi di antara jarak jam makan.

Sebaiknya kamu pilih jenis camilan sehat seperti buah, sayur, atau yoghurt dari pada cokelat atau camilan lain yang mengandung lemak, gula dan garam yang sangat tinggi.

Baca Juga: Pagi atau Malam, Kapan Waktu Terbaik untuk Jogging?

5. Suplemen diet bisa menurunkan berat badan secara efektif

Mitos tentang diet yang mungkin saat ini mulai banyak dipercaya adalah mengenai khasiat pil diet.

Dilansir dari Healthline, banyak suplemen yang ternyata terbukti tidak efektif dalam menurunkan berat badan setelah diteliti lebih lanjut.

Adapun bagi orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan setelah mengonsumsi pil adalah karena dorongan diri sendiri.

Saat mengonsumsi pil tersebut, secara tidak sadar kita pasti ingin pil tersebut bekerja secara efektif. Oleh karena itu, kita akhirnya berusaha lebih memperhatikan asupan makanan dan rajin berolahraga.

Baca Juga :  5 Tips dan Ide untuk Acara Virtual Team Building yang Apik

Beberapa suplemen mungkin memang bisa membantu sedikit menurunkan berat badan, tapi tidak akan bisa memberi efek drastis seperti yang sering diiklankan.

6. Mengurangi porsi makan adalah kunci

Lemak dalam tubuh pada dasarnya adalah sejumlah energi yang tersimpan.

Untuk mengurangi lemak tersebut, kamu perlu membakarnya dalam jumlah yang lebih besar dari pada lemak yang kamu konsumsi.

Jadi, mengurangi porsi saja tidak cukup, apalagi sampai menahan lapar. Hal ini justru membuatmu kalap ketika ada kesempatan untuk makan makanan yang mengandung lemak atau gula tinggi.

7. Karbohidrat membuat berat badan naik

Berhubung ada istilah defisit kalori, mitos tentang diet selanjutnya berkaitan dengan mindset kita terhadap karbohidrat.

Padahal, yang membuat berat badan naik bukanlah karbohidratnya, tetapi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Itulah mengapa defisit kalori bisa menjadi salah satu upaya untuk menurunkan berat badan.

Ingat, jangan sampai kamu tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali karena tubuhmu memerlukannya sebagai sumber energi.

Baca Juga: 8 Makanan setelah Olahraga untuk Bantu Pulihkan Energi dan Atasi Pegal

Demikian 7 mitos tentang diet yang sudah seharusnya kamu lupakan. Semoga program penurunan berat badanmu bisa berhasil, ya.

Mau tahu tips menarik lain terkait kesehatan? Ayo kunjungi Glints Blog sekarang!

Tips kesehatan di dalamnya sudah dibuat agar cocok dengan kebutuhan para kaum pekerja.

Kamu bisa temukan pembahasan penting tentang olahraga, cara menjaga dan memperbaiki pola makan dan tidur, serta topik berkaitan dengan kesehatan mental di tempat kerja.

Langsung saja klik di sini untuk membaca artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon