Mengenal Languishing, Perasaan Hampa yang Kerap Dirasakan Pekerja WFH

Tayang 04 Sep 2021 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Di tengah aktivitas yang dibatasi karena pandemi ini, pernahkah kamu merasa hampa, bosan, tidak bersemangat melakukan apa pun, tapi stres juga belum tepat menggambarkan perasaan kamu? Jika iya, perasaan yang kamu alami mungkin bernama languishing.

    Di masa pandemi seperti sekarang ini, saat aktivitas kamu sungguh terbatas, banyak orang rentan mengalami hal ini. Languishing sendiri bukanlah istilah medis.

    Languishing merupakan istilah populer dalam psikologi untuk menggambarkan serangkaian emosi yang kamu alami, yang mungkin kamu sendiri sulit untuk mendeskripsikannya.

    Berikut Glints telah merangkum arti, gejala, dan cara mengatasi perasaan languishing di bawah ini.

    Apa Itu Perasaan Languishing?

    tetap tangguh di tempat kerja

    © freepik.com

    Mengutip dari situs Verywell Mind, perasaan languishing adalah sekumpulan emosi yang muncul, yang membuat kamu merasa stagnan, jenuh bekerja, hampa, dan tidak tertarik dengan kehidupan. Termasuk hal-hal yang tadinya menyenangkan buatmu.

    Kamu mungkin akan bingung mendeskripsikannya ke orang lain. Sebab, sebenarnya perasaan itu tidak bisa disebut stres atau depresi. Kamu hanya merasa bahwa hidup “gini-gini aja”.

    Languishing tidak sama dengan depresi, meski sama-sama memengaruhi kondisi emosional. Di sini kamu tidak mengalami beberapa gejala depresi berat, tapi sebenarnya kamu sedang juga tidak baik-baik saja.

    Jadi, kamu merasa ada yang berbeda, tapi tidak sampai membuat kamu mengalami emosi negatif yang ekstrem.

    Sekalipun languishing bukan istilah medis yang sah, perasaan yang kamu rasakan benar adanya.

    Para ahli lebih senang menyebut ini sebagai titik tengah antara masalah kesehatan mental dan keadaan mental yang baik.

    Baca Juga: 8 Penyebab Demotivasi yang Sering Terjadi di Kantor

    Gejala Seseorang Mengalami Perasaan Languishing

    cara mengatasi stres

    © Freepik.com

    Gejala yang dialami setiap orang saat mengalami languishing bisa jadi berbeda-beda. Beberapa orang merasa bahwa mereka sulit fokus pada tugas dan perlu waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

    Sementara yang lainnya, mungkin merasa tidak bersemangat melakukan apa pun.

    Ya, perasaan languishing ini memang bisa memengaruhi cara kamu membuat keputusan, perilaku, serta emosi terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

    Berikut ini adalah beberapa gejala seseorang mengalami languishing merangkum dari PsychCentral:

    • tidak mood melakukan sesuatu
    • tidak merasa sedih, tapi tidak juga merasa bahagia
    • tak bersemangat melakukan apa pun dibanding hari-hari sebelumnya
    • merasa gelisah, tapi tidak sampai cemas dan gugup
    • kesulitan menyelesaikan beberapa pekerjaan, terutama pada hari-hari tertentu
    • merasa terasing dari kehidupan, tugas, atau orang-orang, tapi tidak sampai membencinya
    • bersikap bodo amat dan tidak tertarik pada apa pun
    • merasa teramat lelah dan burnout
    • kehilangan minat pada passion dan hobi
    • merasa hidup membosankan
    • merasa kehilangan tujuan hidup
    Baca Juga: Gangguan Depresi atau Corona Blues? Ini Cara Membedakannya

    Cara Mengatasi Perasaan Languishing

    Jika terus dibiarkan, perasaan languishing ini tentu bisa menggangu produktivitas kerja. Hal ini bisa berdampak pada kariermu ke depannya.

    Bahkan, parahnya, ini juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental kamu nantinya. Maka itu, kamu perlu mengatasinya sebelum semakin memburuk.

    Beberapa cara mengatasi atau menghilangkan perasaan languishing ini adalah dengan memprioritaskan diri kamu, yaitu:

    1. Ambil cuti

    cara cuti mendadak

    © Svenskforetagssakerhet.se

    Perasaan jenuh, tidak semangat, dan sulit fokus pasti akan memengaruhi pekerjaan kamu. Itu sebabnya, sebisa mungkin, jika memungkinkan ambillah cuti untuk beberapa hari.

    Memang, sih, banyak yang merasa ‘sayang’ harus ambil cuti di saat pandemi seperti ini. Namun, cuti sangat penting untuk kesehatan mental.

    Isilah waktu cuti dengan bersantai dan melakukan hal yang tidak sempat kamu lakukan jika bekerja. Perlu diingat cuti tidak selamanya berarti traveling

    Esensinya, kamu lepas sejenak dari rutinitas sehari-hari dan mengisinya dengan hal-hal yang kamu sukai.

    Memasak, menonton layanan TV, streaming, atau melakukan hobi apa pun yang kamu cintai bisa jadi pilihan untuk menyegarkan pikiran.

    2. Journaling

    kesalahan dalam menyusun resolusi

    © Freepik.com

    Membuat jurnal atau menulis buku harian memang telah lama disebut dapat bermanfaat bagi kesehatan mental, termasuk untuk mengatasi perasaan languishing.

    Menulis jurnal dapat membantu menumpahkan perasaan dan pikiranmu. Ini juga bisa jadi salah satu cara untuk mencatat segala hal positif dalam sehari. Aura positif pun akan memenuhi kamu.

    Selain itu, jika kamu sudah rutin melakukan hal ini, journaling juga bisa membantu kamu mengenali gejala languishing.

    3. Ubah suasana kerja

    languishing adalah

    © Unsplash.com

    Suasana kerja memang bisa memengaruhi mood kamu dalam bekerja. Buktinya, lingkungan kerja kerap jadi salah satu faktor seseorang bertahan atau resign dari perusahaan.

    Jika kantor masih terus WFH selama pandemi ini, kamu perlu mempertimbangkan memisahkan ruang kerja dengan tempat kamu bersantai dan beristirahat.

    Kamu juga bisa mencoba suasana kerja baru, mulai dari yang sederhana. Misalnya, kamu bisa mengganti warna dinding ruang kerja atau dekorasinya. 

    Jika ingin lebih berbeda, tak ada salahnya mempertimbangkan menyewa apartemen untuk beberapa waktu demi mendapatkan suasana baru.

    Baca Juga: Indikator yang Membuat Lingkungan Kerja Tampak Sempurna

    4. Belajar hal baru

    coba hal hal baru tips mengatasi art block

    © Freepik.com

    Mempelajari hal baru dapat berdampak positif pada otak, sekaligus membantu kamu jadi lebih fokus.

    Tantangan baru bisa membuat kamu jadi lebih bersemangat. Apalagi, di masa pandemi ini banyak pula kelas-kelas yang dilakukan secara online.

    5. Jangan mengasingkan diri dari lingkungan

    tips presentasi yang jitu

    © Freepik.com

    Saat mengalami perasaan languishing, keinginan untuk menarik diri dari segala bentuk hubungan sosial sangat besar.

    Namun, tetap berhubungan dengan teman dan keluarga bisa jadi cara utama untuk membantu kamu tetap merasa terhubung.

    Ini juga bisa membuat kamu merasa didukung oleh mereka. Pastinya, ini baik bagi kesehatan mental kamu.

    6. Terapi dengan profesional

    © Freepik.com

    Apabila kamu sudah mencoba berbagai cara, tapi perasaan languishing tak kunjung hilang, pergi ke terapis profesional adalah jawaban yang tepat.

    Kamu bisa menemui psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantumu menggali yang kamu rasakan dan menemukan solusinya.

    Magavi, seorang psikiater dari Johns Hopkins Medicine, menyebutkan bahwa cognitive behavioral therapy dapat membantu seseorang untuk kembali berpikir positif.

    Baca Juga: 8 Aplikasi Kesehatan Mental yang Buat Diri Lebih Tenang dan Bahagia

    Dalam situasi dunia normal, perasaan languishing kerap dialami beberapa orang. Apalagi mereka yang memiliki riwayat masalah mental.

    Makanya, tidak heran jika di masa pandemi, perasaan ini juga banyak muncul. Mengetahui bahwa kamu tidak sendiri, tentu akan membuat kamu merasa lebih baik.

    Kamu bisa mencoba berdiskusi di Glints Community. Dalam forum tersebut kamu bisa saling berbagi cerita mengenai cara kamu dan mereka menjalani pekerjaan di tengan pandemi.

    Jadi, kamu bisa saling menguatkan satu sama lain. Yuk, daftar sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait