Demand Generation vs Lead Generation: 3 Perbedaan Utama yang Perlu Dipahami Marketer

Tayang 01 Jun 2022 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Supaya bisa menyiapkan strategi yang tepat, sebagai marketer kamu harus tahu apa perbedaan demand generation vs lead generation terlebih dahulu.

    Dengan mengetahui perbedaan demand generation dan lead generation tentu akan memengaruhi keberhasilan promosi yang tengah dilakukan.

    Alasannya, kedua hal tersebut merupakan strategi terpenting saat menerapkan inbound marketing.

    Nah, tak perlu berlama lagi, Glints sudah menyiapkan rangkuman mengenai perbedaan demand generation vs lead generation di bawah ini.

    Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

    Baca Juga: Yuk, Rencanakan Stok Bisnismu Secara Akurat dengan Demand Planning

    Definisi Demand Generation dan Lead Generation

    demand generation vs lead generation

    © Freepik.com

    Sebelum kita masuk ke pembahasan demand generation vs lead generation, ketahui dulu definisi dari masing-masing istilah tersebut.

    Apa itu demand generation?

    Demand generation adalah strategi yang dilakukan untuk menjangkau audiens baru dan membuatnya tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

    Dengan mempersiapkan strategi demand generation yang tepat maka brand akan:

    • lebih mudah dikenal
    • mendapatkan banyak pelanggan baru
    • meningkatkan citra sehingga bisa dipercaya audiens

    HubSpot menuliskan salah satu cara umum untuk membangkitkan minat pelanggan terhadap brand adalah dengan membuat blog dan media sosial.

    Apabila kamu ingin memahami lebih dalam soal demand generation, Glints telah menyiapkan artikelnya di bawah ini.

    Yuk, klik tombolnya untuk membaca penjelasan selengkapnya!

    [maxbutton id=”2″ url=”https://glints.com/id/lowongan/demand-generation-adalah/” text=”BACA ARTIKELNYA” ]

    Apa itu lead generation?

    Lead generation adalah proses meningkatkan minat prospek dan mengubah mereka agar menjadi pelanggan dari brand, mengutip Terakeet.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan strategi lead nurturing yaitu membangun dan mengembangkan hubungan dengan calon pelanggan.

    Berbagai upaya untuk meyakinkan prospek dengan tujuan akhir yaitu mengubah mereka menjadi pelanggan dengan melakukan konversi.

    Sebelum mulai membahas perbedaan demand generation vs lead generation, kamu bisa memahami soal proses lead generation terlebih dahulu dengan membaca artikel berikut:

    [maxbutton id=”2″ url=”https://glints.com/id/lowongan/lead-generation/” text=”BACA ARTIKELNYA” ]

    Demand Generation vs Lead Generation

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui pengertiannya, tentu kamu sudah punya gambaran mengenai perbedaan demand generation vs lead generation, kan?

    Menyadur Cognism, terdapat 3 perbedaan utama dari demand generation vs lead generation dilihat dari tujuan, engagement, dan dampaknya.

    1. Tujuan

    Demand generation bertujuan untuk membangun awareness atau kesadaran tentang perusahaan dan apa saja produk serta layanan yang ditawarkan.

    Dalam proses ini brand harus bisa memberikan gambaran bagaimana produk atau layanannya bisa memberikan solusi yang dibutuhkan oleh audiens.

    Meskipun saat ini audiens belum membutuhkan solusi yang ditawarkan tersebut, tapi tetap dilakukan usaha untuk membuat mereka familiar dengan brand.

    Hal itu berbeda dengan tujuan lead generation yaitu mengubah audiens yang sudah tertarik dengan brand agar bisa menjadi pelanggan.

    Hal itu bisa dilakukan dengan menciptakan hubungan baik dan menawarkan produk atau layanan yang bisa memecahkan masalah yang dihadapinya.

    Baca Juga: Lead Management, Strategi Jitu Tingkatkan Penjualan Bisnis

    2. Engagement

    Jika dilihat dari engagement, saat proses demand generation ada hal yang ingin dicapai yaitu membangun kepercayaan di antara audiens dan brand.

    Semakin brand terkenal dan memiliki citra yang baik, maka engagement yang dibangun dengan audiens akan lebih tinggi.

    Karena itu, strategi branding yang tepat sangat penting dilakukan dalam proses ini.

    Sementara itu, fokus proses engagement dari lead generation akan lebih spesifik pada audiens yang sudah kenal dan tertarik dengan produk brand.

    Jadi, strategi yang digunakan untuk meningkatkan engagement akan lebih fokus menonjolkan manfaat produk dan perbedaannya dengan kompetitor.

    3. Dampak

    Dampak yang akan diperoleh dari melakukan proses demand generation adalah agar calon audiens bisa mengenal brand.

    Supaya bisa dikenal oleh audiens yang lebih luas dibutuhkan strategi khusus, misalnya dengan menyediakan promosi lewat media sosial, billboard, atau bahkan iklan di televisi.

    Lalu, dampak yang dihasilkan dari lead generation adalah meningkatnya prospek yang tertarik menggunakan produk atau layanan dari brand.

    Menurut The Pipeline, supaya mereka melakukan konversi dibutuhkan beberapa usaha, yaitu:

    • mendapatkan informasi prospek
    • melakukan kampanye yang sesuai target
    • memelihara hubungan baik

    Strategi Demand Generation dan Lead Generation

    demand generation vs lead generation

    © Freepik.com

    Salah satu kunci kesuksesan dari melakukan strategi demand generation dan lead generation adalah dengan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

    Kamu harus melakukan strategi berbasis data untuk memahami persona calon audiens. Setelah mengetahui kriterianya, tentu akan lebih mudah menyiapkan strategi promosi yang sesuai.

    Ada strategi-strategi untuk melakukan demand generation dan lead generation, yakni:

    Demand generation (meningkatkan brand awareness)

    • media sosial (foto dan video tentang produk)
    • blog (informasi terkait produk dan keunggulannya)
    • iklan berbayar

    Lead generation (mengumpulkan prospek berkualitas)

    Baca Juga: Inbound vs. Outbound Marketing: Pelajari Perbedaannya di Sini!

    Demikianlah rangkuman yang sudah Glints siapkan mengenai perbedaan demand generation vs lead generation.

    Semoga informasi mengenai perbedaan kedua hal tersebut bisa membantumu menyiapkan strategi yang paling tepat untuk tiap-tiap proses.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mengetahui lebih banyak soal jenis-jenis strategi marketing yang ada di Glints Blog.

    Yuk, klik tombol di bawah ini untuk membaca artikel-artikel yang sudah tersedia. Gratis, lho!

    [maxbutton id=”2″ url=”https://glints.com/id/lowongan/category/bidang-profesi/marketing/” text=”CEK ARTIKELNYA” ]


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait