Unique Selling Proposition (USP): Apa Itu, Cara Menentukan, Contohnya

Diperbarui 23 Nov 2022 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Unique selling proposition atau USP adalah faktor penting yang harus dimiliki setiap brand agar bisa lebih menonjol dari kompetitor.

    Dalam dunia bisnis pasti selalu ada pesaing. Namun, kamu harus ingat bahwa hal itu bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

    Dari kompetitor kita bisa belajar banyak hal seperti strategi marketing yang mereka terapkan dan mengetahui kualitas produknya.

    Akan tetapi, kompetitor tetaplah lawan dalam dunia bisnis. Jika produk yang kita miliki tidak mampu bersaing dengan produk mereka, tentu kita akan kalah dalam memperebutkan konsumen.

    Nah, hal itu dapat dihindari jika mampu mengidentifikasi USP dari produk yang kita tawarkan.

    Lalu, apa sebenarnya unique selling proposition itu dan mengapa hal itu penting bagi perkembangan bisnis?

    Berikut ini Glints telah persiapkan rangkuman singkatnya. Simak terus, ya!

    Baca Juga: Trik Jitu Membangun Strategi Customer Oriented

    Apa Itu Unique Selling Proposition (USP)?

    usp adalah

    © Freepik.com

    Unique selling proposition atau USP adalah faktor atau pertimbangan dari penjual sebagai alasan bahwa produk atau jasa mereka lebih baik dari kompetitor.

    Dari definisi Entrepreneur di atas, terlihat jelas bahwa USP adalah suatu hal yang harus dibuat oleh setiap brand agar produknya terlihat lebih menarik dari kompetitor.

    Setiap konsumen yang akan membeli sesuatu tentunya akan membandingkan beberapa produk terlebih dahulu sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan.

    Ada beberapa hal yang pastinya menjadi pertimbangan konsumen sebelum memilih sebuah produk, misalnya harga, keuntungan yang ditawarkan, dan kepopulerannya.

    Jika produk tidak populer, tentu konsumen enggan membelinya karena dirasa kurang terpercaya. 

    Namun, tidak disangkal jika harga juga sangat menentukan keputusan konsumen untuk membeli.

    Supaya konsumen bisa langsung memilih produk kita, tentunya harus ada hal spesifik yang ditawarkan kepada mereka.

    Hal itu juga selaras dengan penjelasan yang diberikan oleh Neil Patel yang menyatakan bahwa USP adalah suatu tujuan bisnis yang spesifik agar brand lebih dikenal.

    Menurut Neil Patel, ada banyak pebisnis yang melakukan kesalahan saat menjalankan bisnisnya karena dinilai kurang spesifik.

    Alih-alih ingin dikenal karena mampu memberikan seperti harga termurah dan kualitas yang bagus, mereka malah kalah dengan kompetitor.

    Pasalnya, mereka tidak spesifik dalam menunjukkan kelebihannya sehingga tetap akan sulit untuk menggaet konsumen dari pesaing.

    Jadi, hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan USP  adalah apa hal spesifik yang bisa ditawarkan oleh brand sehingga bisa lebih menarik dari kompetitor.

    Baca Juga: Memahami Apa Itu Brand Identity dan Manfaatnya bagi Perusahaan

    Bagaimana Cara Menentukan USP?

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui pengertian dari USP, tentunya kamu mulai tertarik untuk menerapkannya pada brand-mu, kan?

    Berikut ini akan dijelaskan seperti apa cara mengidentifikasi USP dari brand agar dapat meningkatkan penjualan.

    1. Tempatkan diri pada posisi pelanggan

    Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan oleh pebisnis adalah melupakan kebutuhan konsumen.

    Pebisnis umumnya hanya fokus pada peningkatan kualitas agar bisa menawarkan sejumlah produk yang berkualitas tinggi pada konsumennya.

    Namun, kebutuhan konsumen sering dilupakan sehingga produk tersebut akhirnya kurang laku di pasaran.

    Jadi, hal pertama yang harus dilakukan sebelum menentukan unique selling proposition atau USP adalah dengan menempatkan diri pada posisi konsumen.

    Misalnya kamu memiliki sebuah kafe yang menyediakan berbagai macam roti dan kopi. Tentu saja pelanggan yang datang ke kafe ingin membeli roti dan kopi yang bisa menghilangkan rasa laparnya.

    Namun, apakah makanan dan minuman yang kamu sediakan akan mampu membuatnya terus kembali ke kafemu?

    Produk serta layanan yang kamu berikan bisa saja menjadi USP dari brand-mu.  Misalnya, kualitas makanan yang nikmat, kenyamanan, keramahan, atau layanan pada pelanggan bisa menjadi faktor mereka kembali ke kafemu.

    Kamu bisa mencari tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan lewat survei. Cobalah minta tolong kepada pelanggan untuk mengisi survei mengenai produkmu serta pelayanan yang diberikan.

    Jika dari survei pelanggan terlihat menyukai pelayanan yang diberikan saat di kafe, hal itu bisa kamu jadikan USP untuk menarik pelanggan lainnya.

    Kamu bisa membuat pernyataan di media sosial saat mengiklankan kafemu yang berbunyi, “Uang akan dikembalikan 100% jika pelayanan kami kurang memuaskan.”

    Tentunya hal itu akan membuat calon pelanggan merasa penasaran dan tertarik untuk mampir ke kafe dan mencoba produkmu.

    2. Ketahui motivasi konsumen saat membeli produk

    Langkah menentukan USP selanjutnya adalah dengan mengetahui perilaku konsumen saat membeli produk kita.

    Demi memiliki strategi pemasaran yang tepat, kita tidak hanya harus tahu apa yang dibutuhkan pelanggan saja. Namun, kita juga harus paham motivasi mereka saat membeli produk.

    Saat memiliki sebuah kafe, tentunya perlu diketahui juga seperti apa karakteristik dari pelanggan. Hal itu akan memudahkan kita membuat produk yang tepat untuk mereka.

    Ketahui berapa rata-rata umur pelangganmu hingga apa pekerjaannya. Hal itu sangat dibutuhkan karena kamu bisa menyiapkan produk apa yang tepat untuk mereka sehingga memotivasi mereka untuk terus membeli.

    Misalnya, pelangganmu rata-rata berusia 18-22 tahun dan berstatus pelajar hingga mahasiswa. Tentu saja kamu perlu menyediakan produk yang harganya terjangkau bagi mereka.

    Jadi, selain memiliki pelayanan yang memuaskan, kamu juga bisa menciptakan USP dari produk yang ekonomis sesuai kantong pelanggan.

    Jika produkmu sesuai dengan selera mereka ditambah lagi pelayanan yang terbaik, pastinya kamu bisa mendapatkan customer loyalty.

    3. Bandingkan dengan produk pesaing

    Seperti yang disebutkan di atas, kompetitor juga menjadi faktor yang penting bagi perkembangan bisnis.

    Menentukan USP juga bisa dilakukan dengan membandingkan produk dari para pesaing yang ada di pasaran.

    The Balance Careers menjelaskan bahwa membandingkan produk dengan pesaing dapat menunjukkan keunggulan dan kelemahan dari produk kita.

    Saat mengetahui apa hal positif dan negatif dari produk, tentunya akan lebih mudah untuk menentukan USP.

    Kamu bisa menonjolkan keunggulan produk dan menjadikannya USP yang benar-benar unik dan berbeda dari para pesaing lainnya.

    Contoh USP dari Brand Populer Dunia

    Unique Selling Proposition adalah

    © Pexels.com

    Menurut Shopify, cara terbaik untuk memahami bagaimana membuat unique selling proposition adalah dengan mengetahui brand-brand yang memiliki nilai tersebut.

    Berikut ini beberapa contoh USP dari brand populer dunia yang bisa kamu jadikan referensi.

    1. Starbucks

    Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan Starbucks, kan? Berasal dari sebuah kedai kopi kecil di Washington, Amerika Serikat, kini cabang Starbucks telah tersebar di seluruh belahan dunia.

    Jika dibandingkan dengan kopi yang dijual di minimarket, tentunya Starbucks mematok harga lebih mahal. Namun, mengapa mereka masih punya banyak konsumen?

    Salah satu faktornya adalah konsistensi dalam menjual nilai “kopi premium” dalam produk mereka. Hal tersebut tentunya jadi USP Starbucks.

    Selain itu, mereka hanya spesifik untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kopinya, meskipun juga ada menu lain seperti sandwich.

    Jadi, dengan selalu konsisten dan fokus meningkatkan kualitas kopi premiumnya, Starbucks memiliki USP yang membuatnya menonjol dan berbeda dari pesaingnya.

    2. Zappos

    Selain Starbucks, brand lain yang memiliki unique selling proposition yang patut ditiru adalah Zappos.

    Toko online yang fokus menyediakan sepatu, pakaian, dan aksesoris ini punya fitur yang disukai oleh pelanggan, yaitu pengiriman dan pengembalian barang secara gratis.

    Membeli sepatu di toko online tentunya ada risiko, contohnya ukuran sepatu yang ternyata tidak pas setelah sampai di tangan pembeli.

    Namun, dengan USP pengiriman dan pengembanlian barang secara gratis, para konsumen tak perlu takut untuk mengembalikannya.

    Meskipun kebijakan tersebut memangkas keuntungannya, tetapi Zappos berhasil membangun hubungan baik dengan para pelanggan setianya.

    3. IKEA

    Brand selanjutnya dengan unique selling proposition atau USP yang bisa kamu contoh adalah IKEA.

    Ya, brand asal Swedia ini menyediakan beragam produk rumah seperti furnitur dan perabotan lainnya.

    Lalu, apa yang membuat IKEA menjadi terkenal di berbagai belahan dunia?

    Mengutip Popupsmart, hal ini karena barang-barang yang diproduksi IKEA dijamin memiliki kualitas tinggi dan tidak mudah rusak dengan harga relatif lebih rendah.

    Selain itu, dengan brand vision yang bertujuan “membuat hidup sehari-hari lebih baik”, IKEA memastikan setiap konsumennya mendapatkan pengalaman baik ketika menggunakan produk atau layanannya.

    4. Fly Emirates

    Fly Emirates adalah salah satu maskapai penerbangan yang memiliki USP unik dan menonjol dibanding kompetitornya.

    Meski memiliki harga tiket pesawat yang relatif lebih mahal, Fly Emirates menjanjikan pengalaman terbang eksklusif mulai dari take off hingga landing.

    Untuk mendukung janji tersebut, Fly Emirates membangun armada pesawat Boeing 777 dan A380 terbesar serta paling modern di dunia.

    Ketika banyak maskapai yang fokus pada persaingan harga, Fly Emirates melakukan pendekatan berbeda supaya memiliki USP dan membangun pelanggan yang setia.

    5. The Economist

    Dari beragam situs berita atau media internasional yang ada, bisa dibilang The Economist merupakan brand yang menonjol dibandingkan kompetitornya.

    Mengutip dari MK Tool Box Suite, hal ini karena The Economist menambahkan elemen storytelling dalam melaporkan berbagai kejadian yang terjadi di seluruh dunia.

    Jadi, ketika media lain hanya fokus melaporkan sebuah berita, The Economist tidak lupa untuk mencari angle atau kisah yang menarik untuk dibaca.

    Sehingga, konsumen pun akan lebih menikmati berita yang mereka baca. Elemen storytelling dari penyampaian berita inilah yang menjadi USP dari The Economist.

    Baca Juga: 4 Rekomendasi Buku Tentang Branding yang Wajib Kamu Baca

    Demikianlah penjelasan mengenai pengertian USP atau Unique Selling Proposition dan bagaimana pengaruhnya bagi perkembangan bisnis.

    USP adalah elemen penting yang tidak boleh disepelekan oleh brand jika ingin produknya lebih menarik dari para pesaing.

    Oleh karena itu, jika ingin produkmu lebih menonjol, segera tentukan USP dan buatlah strategi branding untuk menciptakan citra positif bagi pelanggan.

    Tertarik dengan pembahasan seputar pengembangan bisnis? Kamu bisa mendapatkan lebih banyak ilmu dengan mengikuti Glints ExpertClass.

    Dalam Glints ExpertClass kamu akan mendapatkan pengetahuan baru dari para ahli yang sudah profesional di bidangnya.

    Yuk, segera cari kelas yang kamu inginkan di Glints ExpertClass untuk upgrade skill-mu.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait