Strategi Branding: Arti, Elemen, Manfaat, Cara Melakukan, Contohnya

Diperbarui 24 Mar 2022 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Mungkin banyak dari kamu yang tertarik jadi pebisnis ya? Nah, sebelum kamu merintis atau menjalankan sebuah bisnis, ada baiknya kamu mengetahui lebih dalam soal strategi branding dalam marketing.

    Pasalnya menurut Hubspot, branding dengan strategi yang tepat, tentunya akan lebih memudahkan kamu dalam mencapai tujuan bisnis.

    Bahkan, strategi branding dapat menciptakan image yang baik pada suatu brand bagi konsumen, menarik, ya? Sebab, banyaknya manfaat dan keuntungan yang dihasilkan dari implementasi upaya ini.

    Maka, tidak heran jika banyak perusahaan melakukannya. Sebelum mengetahui lebih mengenai hal ini, yuk ketahui dulu apa itu branding, melalui ulasan berikut ini.

    Apa Itu Branding?

    branding

    © Freepik.com

    Mungkin kamu menyadari kalau kini ada jutaan produk sejenis. Oleh karena itu, hadirnya brand adalah sebagai identitas yang bisa membedakan suatu produk dengan produk yang lain.

    Sedangkan, untuk branding yaitu suatu aktivitas komunikasi dalam membuat karakter ataupun identitas yang bertujuan untuk membedakan suatu produk dengan produk lainnya.

    Branding diperlukan untuk menciptakan atau mempertahankan image produk pada konsumen.

    Ketika image dari brand sudah kuat, maka kepercayaan konsumen akan melekat pada suatu produk tersebut.

    Namun, hal tersebut tidak bisa tercapai jika tidak melakukan strategi branding yang benar dan tepat. Yuk, simak ulasan mengenai hal ini demi mencapai kesuksesan bisnis.

    Apa Itu Strategi Branding

    brand strategy

    © Pexels.com

    Strategi branding adalah sebuah tool yang membantumu memahami brand-mu lebih baik dan membuat rencana untuk mengomunikasikannya ke audiens.

    Sebuah brand strategy yang well-developed mempengaruhi keseluruhan suatu brand. 

    Tidak hanya itu, strategi ini pun memiliki hubungan langsung dengan konsumen dan perasaannya.

    Strategi ini menjelaskan hal-hal non-fisik dan manfaat sebuah brand, membantu membuat brand image dan meng-highlight USP (unique selling point)-nya, serta membangun tujuan jangka panjang dan keberlangsungan suatu brand.

    Bahkan, strategi ini pun membantu suatu brand untuk tetap kompetitif dan membedakan dirinya dari yang lain di pasar.

    Elemen Strategi Branding

    brand strategy

    © Pexels.com

    Untuk membuat strategi branding yang kuat, diperlukan pengembangan beberapa elemen yang berkaitan dengan beliefs sebuah brand, janji ke konsumen, dan personality-nya.

    Melansir dari Indeed, beberapa elemen tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Tujuan

    Tujuan sebuah brand sangat terkait dengan alasan mengapa brand tersebut ada dan fungsi apa yang dimilikinya.

    Tidak hanya itu, tujuan pun membedakanmu dengan kompetitor, yang mana dapat menjadi unique point tersendiri.

    Untuk mengetahui tujuan brand-mu, pertimbangkan dua hal berikut ini.

    • Tujuan fungsional: Berkaitan dengan menentukan kesuksesan berdasarkan alasan komersial, seperti brand hadir untuk mendapatkan uang.
    • Tujuan intensional: Berkaitan dengan menentukan kesuksesan berdasarkan uang yang didapat dan memberikan dampak positif ke dunia.

    2. Konsistensi

    Konsistensi membantumu membuat strategi branding yang kohesif.

    Hal ini pun termasuk ke penyampaian pesan dan imagery yang konsisten di seluruh channel. Selain itu, kamu pun hanya berfokus pada topik-topik yang relevan bagi brand-mu saja.

    Dengan melakukan hal ini, brand recognition-mu akan turut meningkat, yang mana turut meningkatkan brand loyalty.

    3. Emosi

    Salah satu elemen penting dalam strategi branding adalah emosi.

    Hal ini karena konsumen tidak selalu melakukan pembelian berdasarkan pemikiran rasional bahkan cenderung berdasarkan perasaan mereka.

    Melibatkan emosi dalam strategi akan membantu brand-mu terhubung dengan audiens.

    Sehingga, dapat menganggap brand-mu sebagai kebutuhan mereka yang turut menimbulkan rasa kepemilikan serta membangun brand loyalty.

    4. Fleksibilitas

    Membuat sebuah brand yang fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap perubahan pasar adalah sebuah hal penting.

    Dengan fleksibilitas, brand dapat membuat perubahan yang diperlukan untuk tetap kompetitif.

    Hal ini pun sangat terkait dengan konsistensi brand-mu supaya bisa membuat improvement ke strategi yang sudah ada.

    Sehingga, kamu dapat menunjukkan brand dengan cara baru jika ada perubahan di pasar.

    5. Keterlibatan pekerja

    Pastikan juga sikap dan perilaku pekerja selaras dengan brand personality yang sudah dikembangkan.

    Tidak hanya membantumu terlihat konsisten, tapi juga memberikan experience tersendiri bagi konsumen yang berinteraksi dengan brand-mu.

    Sebagai contoh, jika brand-mu menggunakan tone yang casual dan friendly di website hingga copy-nya, pastikan customer service representative pun berinteraksi dengan konsumen dengan tone serupa.

    6. Loyalitas

    Salah satu elemen penting dari strategi branding adalah loyalitas. Dengan ini, kamu dapat menjaga hubungan positif dengan konsumen.

    Memberikan reward sebagai bentuk apresiasi bagi konsumen adalah salah satu bentuk loyalitas.

    Selain itu, loyalitas pun menunjukkan ke calon konsumen apa yang bisa diharapkan jika mereka pun loyal kepada brand-mu.

    7. Competitive awareness

    Memonitor kompetitor juga adalah salah satu elemen penting dalam brand strategy.

    Cobalah untuk mengevaluasi taktik yang mereka gunakan dan identifikasi mana yang berhasil.

    Tidak hanya itu, cobalah untuk berinteraksi dengan konsumen kompetitor sebelum mereka dapat melakukannya.

    Sebagai contoh, jika ada post yang meminta user untuk memilih brand A atau punyamu, kamu dapat langsung memberi komentar sebagai user lainnya dan menjawab “tentu memilih brand Z, karena …”.

    Baca Juga: Perhatikan Perbedaan Marketing dan Branding Demi Kemajuan Bisnismu

    Manfaat Strategi Branding

    brand strategy

    © Pexels.com

    Branding adalah faktor penting untuk penjualan produk atau layanan ke konsumen maupun bisnis lainnya.

    Masih melansir dari Indeed, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan.

    • Membedakan brand dengan kompetitor, atau menegaskan hal apa yang membuat brand-mu unik bagi konsumen.
    • Menimbulkan perasaan pada konsumen terhadap brand-mu, karena brand strategy turut membangun hubungan emosional dengan konsumen.
    • Strategi branding pun turut membangun brand equity, sehingga konsumen ingin membeli produk atau layanan karena brand-mu.
    • Menunjukkan brand yang kohesif dan mudah dimengerti, karena branding strategy turut menjelaskan tujuan, visi, nilai, misi, dan atribut sebuah brand.
    • Memberikan setiap anggota atau pegawai perusahaan pemahaman yang sama dan baik tentang brand, sehingga membuat mereka lebih siap untuk beradaptasi terhadap perubahan di pasar.

    Cara Melakukan Strategi Branding

    strategi branding

    © Freepik.com

    Melansir Martech, ada 6 strategi branding yang bisa dijalankan untuk menghasilkan upaya branding yang sukses dan juga berhasil.

    Kamu sepatutnya mengetahui hal ini untuk mencapai kesuksesan bisnis. Berikut ini adalah branding strategy untuk mencapai kesuksesan bisnis:

    1. Menggunakan logo yang sesuai

    Dalam branding, tentunya wajib menggunakan logo yang sesuai dengan image produk. Hal ini penting dilakukan agar lekat dalam ingatan konsumen.

    Logo yang sesuai dapat ditempatkan pada setiap marketing material yang disiapkan.

    Misalnya, dalam kemasan produk, ataupun pada foto profil yang dipasang di akun bisnis media sosial.

    2. Memiliki pesan brand

    Branding strategy berikutnya yaitu membuat pesan dari brand. Buatlah tagline yang singkat, namun ampuh menyampaikan pesan dari brand tersebut agar strategi pemasaran lebih efektif.

    Misalnya, pada produk Teh Botol Sosro, yang memilih tagline “Apa pun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”.

    Artinya, Sosro ingin mendorong konsumen untuk percaya bahwa hidangan apapun jenisnya, pasangan untuk melepas dahaga adalah Teh Botol Sosro.

    3. Mengintegrasikan brand

    Sebuah brand akan tersampaikan dengan efektif apabila menaruh branding pada setiap kegiatan bisnis yang dijalankan.

    Misalnya, yaitu dengan meletakkan logo pada setiap produk kemasan, iklan yang ditayangkan, ataupun pada media sosial.

    Dengan mengintegrasikan brand, brand akan lebih dikenal luas dengan konsumen.

    4. Menciptakan pesan yang sesuai dengan brand

    Dalam branding, memiliki gaya komunikasi yang sesuai dengan brand itu wajib. Jika suatu brand merefleksikan kesan maskulin, maka pilihlah gaya komunikasi yang sesuai.

    Kamu bisa menemukannya di iklan L-Men, yang memiliki branding maskulin. Misalnya, adanya warna gelap pada tiap kemasan produknya, dan tagline yang maskulin, yaitu “It Works”.

    5. Melakukan soft campaign

    Soft campaign bisa dilakukan di media online maupun media offline.

    Namun, kini banyak pelaku bisnis yang melakukan soft campaign di media sosial karena jangkauannya lebih luas, terukur, dan biaya relatif affordable.

    Misalnya, buatlah konten yang berisi informasi mengenai brand yang ingin dikenalkan. Dengan begitu, konsumen akan teredukasi dan menciptakan image yang baik bagi suatu brand.

    6. Konsisten

    Strategi branding yang terakhir adalah konsisten. Kamu sebaiknya menjalani strategi ini dengan konsisten, sehingga branding yang ingin dikomunikasikan berhasil dan juga sukses.

    Selain itu, konsumen juga tidak akan bingung saat berusaha memahami suatu brand tertentu.

    Baca Juga: Branding Adalah Kunci Kemajuan Bisnis, Kok Bisa?

    Contoh Strategi Branding yang Sukses Dijalankan

    strategi branding

    © Freepik.com

    Kamu mungkin sudah tahu, ya mengenai brand Burger King? Burger King adalah merek rumah makan siap saji internasional yang terkenal akan berbagai varian burgernya.

    Restaurant ini muncul di Indonesia pada tahun 1997, namun sempat tutup karena dilanda krisis moneter.

    Kemudian, Burger King hadir lagi di Indonesia dan hingga kini menjadi waralaba burger yang populer dan favorit bagi masyarakat Indonesia.

    Nah, menurut Zillion Designs, ketenaran Burger King tak lain dan tak bukan karena faktor dari branding yang dijalankan.

    Hampir semua rumah makan siap saji menyediakan burger, tetapi Burger King tetap menjadi pilihan, bahkan menjadi top of mind orang kebanyakan.

    Hal ini karena Burger King melakukan branding yang efektif sehingga bisa ‘memenangkan’ market.

    Yuk, simak bagaimana branding Burger King bekerja sehingga bisa sukses:

    1. Rasa dari Burger King

    Mungkin kamu pernah mencoba beragam rasa ‘lokal’ yang dihadirkan dari restoran cepat saji seperti di McDonald.

    Padahal, pada kenyataannya rasa lokal tersebut belum cukup untuk memuaskan konsumen.

    Berbeda dengan Burger King yang selalu fokus terhadap rasa yang dimilikinya sendiri.

    Dari rasa ini lah Burger King konsisten sehingga lebih mudah bagi konsumen untuk mengenal rasa ‘khas’ dari Burger King.

    Maka, tak heran jika banyak konsumen yang loyal dan melakukan pembelian berulang di Burger King.

    Pasalnya, mereka hanya merasakan rasa burger yang ‘khas’ hanya ada di Burger King.

    2. Fokus

    Dalam melakukan strategi branding, Burger King sangat fokus dan juga konsisten. Misalnya, ketika Burger King mencoba untuk mengeluarkan beragam variasi menu.

    Burger King melakukan inovasi menu, tetapi tidak keluar dari jalur atau ‘core’ dari Burger King itu sendiri.

    Hal inilah yang membuat Burger King tetap fokus, sehingga konsumen juga tidak ‘kaget’ pada tiap perubahan yang dilakukan oleh Burger King.

    Ketika berinovasi, Burger King tetap pada porsinya dan tidak menyimpang dari ide brand asli itu sendiri.

    Dengan begitu, image Burger King akan tetap melekat meskipun melakukan strategi branding.

    Fokus terhadap menu yang dihadirkan juga bisa memudahkan konsumen dalam membuat keputusan pembelian.

    Jelas, hal ini mempengaruhi kualitas brand Burger King, yaitu memberikan varietas menu yang sedikit tetapi berkualitas.

    3. Memahami cara kerja branding

    Kamu mungkin bisa menemui banyak burger dari restoran cepat saji. Sebut saja seperti Wendy’s, McDonald, Burger Shack, dan lain sebagainya.

    Namun, meskipun banyak burger yang hadir, Burger King tetap fokus pada branding-nya dan menikmati pertumbuhan bisnisnya hingga sekarang.

    Dengan begitu, Burger King paham bahwa menjalankan branding adalah soal jangka waktu.

    Hasil dari branding hanya bisa dilihat dalam jangka panjang. Bahkan, branding strategy dan juga taktik branding untuk memaksimalkan penjualan.

    4. Melakukan perubahan kemasan

    Burger King melakukan perubahan dalam desain kemasannya pada tahun 2015. Tujuannya, yaitu sebagai pengenalan Burger King sebagai brand burger yang mendunia.

    Tentu saja ini adalah bagian dari strategi branding mereka yang dinilai sukses sampai sekarang.

    Melalui perubahan kemasan, Burger King ingin memiliki kemasan yang konsisten di seluruh dunia, menarik, ya?

    Perubahan desain kemasan juga sebagai salah satu branding strategy untuk mendukung pemasaran visual, lho.

    Baca Juga: 7 Jenis Branding untuk Menyukseskan Strategi Marketing Bisnismu

    Itulah ulasan mengenai langkah-langkah strategi branding beserta contoh yang sukses mengaplikasikannya.

    Jika kamu masih ingin mengulas lebih dalam mengenai hal ini, kamu bisa menemukan beragam artikel lainnya di Glints Blog, lho!

    Ada beragam artikel seputar branding yang bisa kamu pilih dan baca untuk menambah wawasanmu.

    Menarik bukan? Yuk, tambah pengetahuanmu seputar branding dengan membaca ragam artikel branding Glints Blog di sini sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 6

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait