Perhatikan Perbedaan Marketing dan Branding Demi Kemajuan Bisnismu

Diperbarui 04 Okt 2021 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Jika kamu ingin atau baru merintis suatu bisnis, kamu perlu memahami perbedaan marketing dan branding.

    Pasalnya, kamu perlu belajar kedua bidang tersebut agar mampu mengembangkan bisnis kamu secara signifikan. Selain itu, marketing dan juga branding tidak bisa lepas dari sebuah bisnis.

    Meskipun keduanya saling berkaitan dalam mewujudkan tujuan bisnis, antara marketing dan branding, masing-masing memiliki perbedaan.

    Lalu, apa perbedaan marketing dan branding? Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai perbedaan keduanya melalui artikel di bawah ini.

    Apa Itu Marketing?

    perbedaan marketing dan branding

    © Freepik.com

    Marketing adalah suatu upaya untuk membuat publik tertarik pada sebuah produk atau jasa.

    Selain itu, untuk melakukan aktivitas ini, perlu adanya riset, analisis, dan juga menentukan target pasar. Sedangkat dalam artian yang luas, marketing adalah suatu proses yang panjang.

    Mulai dari mengembangkan produk, cara distribusi yang akan dilakukan, upaya penjualan suatu produk atau jasa, dan juga beriklan. Saat ini, ada dua jenis marketing, yaitu marketing online dan offline.

    Marketing online menggunakan media yang dapat diakses menggunakan internet, seperti website dan media sosial.

    Sedangkan marketing offline tidak bisa diakses menggunakan internet, seperti billboard, iklan di radio, televisi, dan lain sebagainya.

    Baca Juga: Jenis Strategi Offline Marketing yang Masih Digunakan Perusahaan

    1. Tujuan marketing

    Setelah mengetahui defininsi dari marketing, kamu sebaiknya mengetahui tujuannya agar bisa mengetahui perbedaan antara marketing dan branding.

    Tujuan dari marketing pada suatu perusahaan tentunya berbeda-beda. Namun, dari berbagai tujuan tersebut terdapat tujuan utama dari marketing, yaitu:

    • Untuk mendapatkan perhatian target pasar
    • Memfasilitasi keputusan pembelian calon konsumen
    • Mendorong konsumen untuk melakukan suatu tindakan, misalnya tindakan pembelian suatu produk

    2. Contoh marketing

    Seperti yang sebelumnya telah disebutkan, bahwa terdapat dua jenis marketing yaitu offline dan online.

    Keduanya memiliki contoh masing-masing. Untuk contoh marketing offline atau konvensional yaitu seperti:

    • Membagikan kartu nama untuk memperkenalkan suatu bisnis maupun produk pada calon klien atau konsumen potensial
    • Menjalin networking untuk menambah relasi, memperluas hubungan bisnis, sampai dengan mendapatkan calon klien dan juga investor
    • Membuat spanduk, banner, dan juga poster cetak
    • Menggunakan flyers yaitu membagikan lembaran cetak untuk menarik perhatian calon konsumen
    • Membuat artikel cetak yang dimuat di koran, majalah, maupun tabloid

    Itulah contoh dari marketing konvensional yang semakin beralih memasuki era digital seperti sekarang.

    Kini saatnya kamu mengetahui contoh dari marketing online, beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut:

    • Membuat website dengan menggunakan SEO
    • Membuat konten yang menarik dan unik, baik berupa artikel, foto, video, maupun podcast
    • Melakukan digital advertising, yang dipasang di Facebook, Instagram, maupun di YouTube
    • Menggunakan Pay Per Click
    • Menjalankan marketing media sosial
    • Melakukan email marketing
    • Menggunakan influencer marketing
    • Membuat aplikasi mobile di iOS maupun Android
    • Melakukan atau membuka affiliate program

    Apa Itu Branding?

    perbedaan marketing dan branding

    © Freepik.com

    Setelah penjelasan di atas, kamu sudah tahu mengenai marketing lebih dalam. Kini saatnya kamu mengetahui seluk beluk mengenai branding.

    Perbedaan marketing dan branding yang pertama tentu saja soal deskripsi, karena keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

    Branding adalah suatu rangkaian upaya komunikasi dalam membangun ataupun menciptakan image tertentu.

    Dengan kata lain, branding juga merupakan suatu istilah yang betujuan untuk mengidentifikasi suatu produk maupun jasa untuk membedakannya dengan kompetitor.

    Jadi, branding bukan hanya sekadar merek dari suatu produk saja tetapi terdapat beragam unsur di dalamnya.

    Misalnya, ciri visual, kredibilitas, image, persepsi, atau juga anggapan yang ada di benak konsumen.

    Baca Juga: Marketing Campaign: Kunci Keberhasilan Bisnis yang Wajib Kamu Tahu

    1. Tujuan branding

    Perbedaan marketing dan branding yang mudah diidentifikasikan adalah dari tujuannya. Berikut tujuan branding yang umum diketahui:

    • Membangun kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek
    • Menciptakan persepsi pada publik maupun konsumen yang menjadi segmen target
    • Membangun loyalitas konsumen terhadap sebuah merek

    2. Contoh branding

    Setelah mengetahui mengenai deskripsi dan tujuan dari branding, kini sebaiknya sebaiknya kamu belajar contoh dari branding.

    Mengetahui contoh dari branding akan membantu kamu dalam memahami apa itu branding dan bagaimana branding bekerja.

    Namun sebelum itu, kamu perlu tahu jika unsur-unsur branding yaitu terdiri dari nama merek, logo, penampilan visual, mascot tag line, maupun jingle.

    Contoh branding yang populer adalah merek Nike, yaitu suatu brand olah raga kenamaan yang sudah mendunia.

    Nike terkenal bukan hanya karena  marketing-nya yang fantastis, seperti beriklan di berbagai media maupun menjadi sponsor atlet sepak bola.

    Tetapi, Nike juga memiliki branding yang bisa menarik konsumen. Dilihat dari segi unsur-unsur branding, Nike memiliki semuanya.

    Misal, ketika kamu melihat logo swoosh, yang pertama kali terbesit dikepala pasti brand Nike. Selain itu, tag line-nya yang berbunyi “Just Do It” begitu terkenal sampai dijadikan sebagai kata-kata motivasi bagi sebagian orang.

    Namun, kamu perlu tahu jika branding bukan hanya sekadar memenuhi semua unsur branding itu sendiri, tetapi juga mengenai reputasi perusahaan hingga kualitas produk.

    Hubungan antara Marketing dan Branding

    branding

    © Pixabay.com

    Di atas telah dijabarkan mengenai deskripsi, tujuan, dan juga contoh dari marketing dan juga branding. Ketiganya merupakan perbedaan marketing dan branding yang paling utama.

    Namun, dari perbedaan itu semua, terdapat hubungan antara branding dan marketing. Pada praktiknya, kegiatan marketing maupun branding mengerucut pada tujuan yang sama, yaitu mendapatkan keuntungan.

    Namun, keduanya memiliki cara kerja dan target yang berbeda. Jadi, sebaiknya sebelum melakukan marketing, kamu lebih baik melakukan branding terlebih dahulu.

    Branding akan memudahkan kamu untuk melakukan pemasaran terhadap suatu produk yang dimiliki. Selain itu, branding juga bisa membantu marketing dalam mendapatkan loyalitas konsumen.

    Sebaliknya, jika dilihat dari kacamata marketing, branding bisa memudahkan marketing dalam menarik target penjualan karena sudah memperkenalkan suatu brand.

    Kedua aspek ini dalam bisnis sama-sama dibutuhkan dan dijalankan beriringan guna peningkatan profit yang optimal.

    Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini!

    Perbedaan Marketing dan Branding

    Marketing dan branding saling melengkapi dan juga berhubungan. Seperti yang telah dijelaskan di bagian atas, keduanya dibutuhkan dalam suatu bisnis.

    Namun keduanya berbeda. Perbedaan marketing dan branding selain deskripsi, tujuan, dan juga contoh dapat dirangkum sebagai berikut:

    • Branding merupakan strategi menarik, sedangkan marketing adalah strategi pendorong
    • Kenali dirimu dengan branding, dan perkenalkan dirimu melalui marketing
    • Branding sifatnya jangka panjang sedangkan marketing bersifat jangka pendek
    • Bangun loyalitas menggunakan branding serta dapatkan respon dengan marketing
    • Ciptakan suatu nilai dengan branding, tetapi hasilkan nilai dari marketing
    • Branding bersifat strategis sedangkan marketing adalah suatu taktik
    • Branding dapat mempengaruhi emosi sedangkan marketing bisa mempengaruhi alasan

    Kini kamu sudah tahu mengenai perbedaan marketing dan branding. Peran keduanya saling berhubungan, bukan?

    Jika kamu tertarik mengenai topik marketing atau ingin berkarier di bidang marketing, langsung saja cek lowongan kerja marketing di Glints dan sign up, ya!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 11

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait