Critical Path Method: Apa Itu, Tipe-Tipe, Kelebihan, dan Kekurangannya

Diperbarui 25 Sep 2024 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Tanpa critical path method (CPM), manajemen proyek yang tepat waktu dan efisien adalah hal yang sulit dicapai.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Critical path method merupakan algoritma yang sangat dibutuhkan untuk membuat model proyek yang menguntungkan bagi seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

Hal ini dapat dilakukan untuk merencanakan proyek sederhana maupun rumit.

Oleh karena itu, yuk, pelajari lebih lanjut tentang metode ini dan bagaimana cara menyusunnya.

Baca Juga: Kenalan dengan 11 Pilihan Metode Manajemen Proyek di Sini, Yuk!

Apa Itu Critical Path Method dalam Project Management?

Critical path method (CPM) adalah sebuah teknik modeling atau pemodelan.

Teknik ini digunakan para project manager untuk memprioritaskan aktivitas atau kegiatan proyek.

CPM bisa membantu mereka menemukan deadline-deadline penting agar bisa dipastikan tugas tersebut selesai tepat waktu.

Menurut Project Manager, critical path adalah jarak antara titik start dan finish yang paling jauh.

Dalam critical path ini, dimuat segala tugas dan durasi penyelesaiannya.

Saat melakukan manajemen proyek, critical path method adalah pedoman yang sangat penting agar proyek secara keseluruhan bisa selesai tepat waktu, secara efisien, dan tanpa masalah.

Tipe Critical Path dalam Project Management

CPM

© Unsplash.com

Menurut Indeed, ada beberapa cara representasi urutan tugas terkait sebuah proyek dengan critical path method.

Tipe-tipe CPM itu adalah sebagai berikut:

1. Work breakdown structure

Tipe critical path ini adalah salah satu yang paling populer. Work breakdown structure menggunakan struktur pohon untuk menggambarkan hierarki tugas.

Setiap elemen proyek dijabarkan menjadi beberapa kelompok tugas tersendiri.

Baca Juga :  Serba-serbi Asana: Fitur Unggulan dan Biayanya

2. Project evaluation and review technique (PERT)

Ini adalah bentuk visualisasi critical path method yang fleksibel.

PERT disebut demikian karena mempertimbangkan dan memuat elemen ketidakpastian dalam sebuah proyek. Selain itu, ia juga berfokus pada waktu penyelesaian proyek dan penjadwalan secara garis besar.

3. Activity-on-node diagram

Critical project digambarkan dalam bentuk diagram. Metode ini menampilkan urutan aktivitas menggunakan node-node yang terhubung dengan tanda panah.

Visualisasi ini menggambarkan arah workflow atau aliran kerja proses.

4. Flowchart

Flowchart adalah salah satu representasi critical path method yang paling sederhana. Dengan flowchart, kita bisa mengetahui tahap demi tahap suatu proses hingga selesai dengan mengikuti alur panah sederhana.

Baca Juga: Ingin Jadi Manajer Proyek? Kenalan Dulu dengan Sertifikasi Project Management

Cara Identifikasi Critical Path

1. Tetapkan aktivitas yang harus dikerjakan

Untuk mengidentifikasi critical path method yang jelas, kamu harus menetapkan apa saja kegiatan yang perlu dilakukan dalam proyek tersebut.

Buatlah work breakdown structure untuk menjabarkan apa kegiatan yang perlu dilakukan dan bagaimana susunan atau aliran kerjanya.

Hal ini merupakan langkah pertama yang penting agar semua orang yang terlibat bisa melihat apa saja yang perlu dilakukan dan memprioritaskan yang utama terlebih dahulu.

2. Tetapkan urutan aktivitas

Aktivitas-aktivitas proyek ada yang dependen maupun independen.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui urutan pekerjaan yang jelas dalam identifikasi critical path.

Tahap ini adalah tahap krusial dalam critical path method agar proses lancar dan tidak tumpang tindih maupun tertukar urutannya.

3. Buat activity-on-node diagram

Activity on-node diagram dikenal juga dengan activity network diagram dan critical path analysis chart (CPA).

Diagram ini mengilustrasikan tidak hanya capaian yang harus diraih dalam proyek, tetapi juga dependensi yang sudah ditentukan di tahap sebelumnya.

Baca Juga :  Mengenal Jira, Aplikasi Manajemen Proyek yang Mudahkan Kerja

Diagram memperjelas alur kerja proyek yang harus diselesaikan dan dapat dibuat dengan tool manajemen proyek yang kamu suka.

4. Menentukan waktu penyelesaian aktivitas

Dalam critical path method, menentukan waktu penyelesaian aktivitas adalah hal yang tidak boleh dilupakan.

Sebelum mengidentifikasi critical path-nya sendiri, kamu harus menetapkan berapa lama waktu yang diperlukan agar suatu aktivitas atau tugas bisa selesai.

Estimasi waktu ini bisa dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya ataupun berdasarkan opini anggota tim.

5. Identifikasi critical path

Setelah melalui tahap-tahap sebelumnya, barulah kamu bisa mengidentifikasi critical path untuk project management.

Dengan melihat diagram yang sudah dibuat, akan terlihat critical path-nya dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Selain itu, pada tahap ini, kamu pun harus mengidentifikasi ada atau tidaknya critical path lain yang mungkin bersaing dengan critical path yang semula diketahui.

Jika ditemukan, maka mungkin strategi atau jadwal proyek dapat berubah.

Kelebihan dan Kekurangan Critical Path Method

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari critical path method, merangkum Bright Hub PM dan CPM Scheduling.

1. Kelebihan critical path method

  • Membantumu mengetahui aktivitas apa saja yang harus jadi prioritas demi kesuksesan sebuah proyek dengan melihat hubungan antara satu aktivitas dengan yang lainnya.
  • Mengorganisir proyek yang besar dan kompleks sehingga membuatnya dapat dikerjakan secara efisien.
  • Memungkinkan perhitungan “keterlambatan” sebuah aktivitas. Sehingga, kamu dapat mengetahui batas toleransi keterlambatan selesainya sebuah aktivitas supaya tidak mengganggu jadwal proyek.
  • Membantumu dalam mengalokasikan sumber daya sehingga dapat mengurangi overall cost.
  • Mengetahui dampak dari perubahan penjadwalan sebuah proyek.
  • Membantumu dalam mengurangi durasi selesainya sebuah proyek dengan mengoptimalkan critical path.

2. Kekurangan critical path method

  • Sulit diaplikasikan pada proyek yang memiliki skala sangat besar dan kompleks. Hal ini karena terdapat banyak aktivitas yang dilakukan sehingga diagram akan terlihat berantakan.
  • Meskipun salah satu keuntungan dari CPM adalah diagram proyek yang dapat dicetak dan ditempel, tapi akan sulit bagimu untuk mencetak diagram sebuah proyek besar dengan ribuan aktivitas di dalamnya.
Baca Juga: Mana yang Lebih Unggul untuk Manajemen Proyekmu, Trello atau Jira?

Nah, itulah definisi critical path method dan langkah identifikasi critical path dalam manajemen proyek.

Baca Juga :  5 Buku Terbaik untuk Kamu yang Ingin Asah Skill Project Management

Setelah menentukan critical path, jangan lupa untuk meninjau ulang secara berkala untuk mengetahui apakah ada perubahan yang perlu dilakukan, ya.

Siap untuk menerapkan pengetahuan ini sebagai project manager?

Yuk, temukan lowongan pekerjaan yang sesuai untukmu di antara ribuan kesempatan yang ada di Glints!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon