Affiliate Marketing: Apa Itu, Manfaat, Tips, Jenis-Jenis, dan Plus Minus

Diperbarui 22 Mar 2022 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Dari sekian banyak jenis pemasaran, affiliate marketing adalah salah satu yang paling terkenal saat ini.

    Secara umum, istilah tersebut mengacu pada penggunaan afiliasi untuk membantu penjual menyampaikan produk atau jasa kepada konsumen.

    Salah satu contohnya yang tengah naik daun sekarang ini adalah jasa endorsement dan paid promote yang terkenal sangat menguntungkan.

    Supaya lebih jelas, di artikel ini Glints akan menjelaskan serba-serbi affiliate marketing dan cara-cara paling jitu untuk mendapatkan banyak keuntungan melalui metode ini.

    Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

    Baca Juga: 7 Jenis Pekerjaan Marketing yang Mungkin belum Kamu Tahu

    Apa Itu Affiliate Marketing?

    affiliate marketing

    © Pexels.com

    Sebelum membahas tipe-tipe dan tips menjalankannya, kita perlu mengulas definisi dari strategi pemasaran ini terlebih dahulu.

    Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi, adalah proses penawaran atau promosi produk menggunakan jasa afiliasi profesional. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Pat Flynn dari Smart Passive Income.

    Afiliasi ini nantinya akan dibayar dengan dua metode, pembayaran di awal atau bayar per produk yang berhasil terjual.

    Lalu, menurut perusahaan marketing ternama asal Amerika Serikat, CJ Affiliate, pemasaran afiliasi sendiri merupakan proses promosi produk atau jasa dari tiga sisi, yaitu penjual, afiliasi, dan konsumen.

    Metode marketing ini berguna untuk penjual yang enggan melakukan pemasaran sendiri karena proses yang rumit.

    Salah satu contohnya adalah perusahaan kosmetik. Akan sulit bagi mereka untuk menghasilkan penjualan hanya dari proses marketing perusahaan sendiri.

    Mereka membutuhkan afiliasi untuk menawarkan produknya kepada konsumen yang sesuai target pasar. 

    Nah, lewat penawaran produk atau jasa, para afiliasi akan mendapat untung.

    Selain menerima produk atau jasa, mereka juga tidak perlu repot melakukan analisis atau riset pasar karena mereka paham potensi konsumennya. 

    Metode ini juga akan menguntungkan konsumen. Pasalnya, dengan affiliate marketing, mereka tidak perlu mencoba semua produk atau jasa yang ada di pasar.

    Mereka cukup melihat ulasan produk atau jasa tersebut dari afiliasi.

    Sederhananya, affiliate marketing adalah strategi untuk berbagi tanggung jawab pemasaran produk.

    Perusahaan akan menggunakan jasa afiliasi yang akan membantu memasarkan produk mereka kepada calon pembeli.

    Afiliasi nantinya akan mendapat keuntungan juga dari produk yang terjual.

    Perbedaan Affiliate Marketing dengan Reseller

    © Theasianwoman.org

    Apabila kamu mencari cara untuk menghasilkan uang tambahan dengan merekomendasikan produk bisnis, kamu pasti pernah menemukan istilah affiliate marketing dan reseller.

    Kedua hal ini sering dibandingkan karena memiliki banyak kesamaan. Meskipun demikian, mekanisme yang diperlukan untuk masing-masing strategi sangatlah berbeda.

    Umumnya, seorang reseller akan menjual kembali produk dengan nama brand-nya sendiri. Mereka pun tidak perlu khawatir tentang ekspektasi kualitas dari produk tersebut.

    Di sisi lain, affiliate perlu menarik pelanggan dan prospek untuk membeli produk sebuah brand dengan imbalan komisi penjualan.

    Dikarenakan terikat dengan nama brand sebuah perusahaan, mereka harus memenuhi ekspektasi para prospek terkait kualitas yang ditawarkan produk.

    Nah, agar lebih jelas, berikut adalah perbedaan utama antara sistem affiliate marketing dan reseller, dikutip dari Hostgator.

    1. Sistem affiliate marketing

    Pada dasarnya, affiliate marketing adalah sistem bisnis berbasis online di mana marketer akan menjual produk atau jasa dari sebuah brand tanpa syarat apa pun.

    Dalam sistem satu ini, marketer hanya diwajibkan untuk mendaftar tanpa perlu membeli atau memiliki produk atau jasa yang ditawarkan brand.

    Komisi seorang affiliate pun biasanya berkisar pada angka 20% hingga 40%, sesuai total produk yang ia jual.

    2. Sistem reseller

    Di sisi lain, reseller adalah sebuah sistem yang bisa diluncurkan oleh bisnis berbasis online dengan menjual produk atau layanan sebuah brand dengan syarat kita harus membeli produk tersebut.

    Komisi yang diberikan untuk reseller umumnya bervariasi dan lebih besar daripada komisi yang diterima affiliate, yaitu pada angka 30% hingga 80%

    Mengapa Affiliate Marketing Penting?

    affiliate marketing

    © Pexels.com

    Affiliate marketing pertama kali berkembang di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1994. Lalu, seiring berkembangnya waktu, perkembangan konsep pemasaran ini makin menjadi-jadi.

    Di AS sendiri, pengeluaran untuk pemasaran afiliasi bahkan mencapai 10,1% per tahun dan metode tersebut sudah dilakukan oleh para penjual produk dan jasa skala kecil.

    Nah, memangnya, mengapa jenis marketing satu ini bisa banyak dilirik pengusaha? Hal tersebut tentu tak lepas dari manfaatnya yang cukup berlimpah.

    Agar tidak bingung, pemaparan mengenai keuntungan affiliate marketing adalah seperti berikut ini.

    1. Mendatangkan penjualan yang stabil

    Menurut Impact my Biz, konsistensi penggunaan produk oleh pelanggan menjadi alasan penjual produk atau jasa terus melakukan affiliate marketing.

    Untuk menjaga agar bisnis tetap stabil, penjual membutuhkan pemasaran dan penjualan yang stabil pula. Konsep inilah yang membuat pemasaran afiliasi menjadi penting.

    2. Risiko yang rendah 

    Sejatinya, affiliate marketing adalah sebuah strategi yang menawarkan peluang dengan risiko rendah bagi pemilik bisnis baru.

    Risiko yang dimaksud antara lain membangun strategi marketing yang belum tentu berhasil atau membangun tim pemasaran yang belum bisa menuai hasil secara maksimal.

    Nah, dengan menggunakan metode ini, penjual produk atau jasa bisa tetap memasarkan produknya dengan risiko yang jauh lebih kecil. 

    3. Mengurangi biaya marketing

    Salah satu hal yang membuat affiliate marketing ideal untuk bisnis yang baru terbentuk adalah biaya pemasaran yang rendah.

    Dengan memotong komisi untuk afiliasi atau bahkan hanya memberikan sampel, produk atau jasa akan diketahui oleh masyarakat luas.

    Nah, bagaimana dengan penjual yang produk atau jasanya sudah besar? Apakah pemasaran afiliasi masih mereka butuhkan? 

    Ya, metode ini masih mereka perlukan. Namun, akan lebih bagi mereka untuk tetap menggunakan saluran marketing lain.

    Pasalnya, tujuan utama affiliate marketing merupakan stabilitas, bukan meningkatkan jumlah penjualan sebuah produk atau jasa.

    Baca Juga: Mengenal Content Marketing dan Peran Pentingnya Bagi Brand

    Tips Menjalankan Affiliate Marketing

    affiliate marketing

    © Freepik.com

    Seperti yang sudah Glints paparkan, affiliate marketing merupakan metode pemasaran yang jitu bagi bisnis kecil untuk raup keuntungan besar.

    Namun, agar bisa berhasil, marketer dan pebisnis tak bisa menjalankannya secara sembarangan.

    Mereka memerlukan beberapa hal supaya metode pemasaran ini bisa menghasilkan untung yang berlimpah.

    Kira-kira, seperti apa tips untuk menjalankan strategi affiliate marketing? Berikut adalah penjelasannya.

    1. Memilih afiliasi

    Memilih afiliasi yang tepat adalah cara pertama untuk menjalankan strategi ini dengan baik.

    Hal ini cukup penting. Sebab, pemilihan afiliasi ditentukan oleh produk atau jasa yang ditawarkan. Tanpa memikirkan ini, kemungkinan produk atau jasa dapat mencapai calon pembeli akan sulit.

    Beberapa e-commerce besar di Indonesia memiliki program pemasaran afiliasi. Biasanya, mereka menawarkan komisi di bawah 5%.

    Angka ini bisa lebih besar apabila penjual produk atau jasa menggunakan afiliasi yang kecil, di mana komisi bisa mencapai 15% per penjualan.

    Dalam beberapa kasus, penjual produk atau jasa dapat bekerja sama dengan perorangan. Salah satu contohnya adalah konsep endorse dan paid promote di Instagram.

    Selain sifatnya yang lebih privat, menawarkan kepada perorangan mendatangkan kemungkinan calon pembeli yang lebih besar.

    2. Memilih strategi yang tepat

    Menurut Brian Edmondson dari The Balance Small Business, menemukan strategi afiliasi yang baik menjadi suatu keharusan bagi penjual produk atau jasa yang baru menerapkan strategi affiliate marketing.

    Ada beberapa jenis, tujuan, dan segmentasi pasar yang berbeda-beda dari setiap strateginya. 

    Idealnya, mereka harus bisa mendapatkan semua manfaat. Akan tetapi, tentu saja hal tersebut sulit untuk didapatkan.

    Edmondson menyarankan agar penjual produk atau jasa membatasi pengeluaran untuk pemasaran afiliasi.

    Ia juga menganjurkan agar mereka hanya memilih dua atau tiga strategi dan afiliasi karena hal tersebut akan lebih mudah dievaluasi, baik berdasarkan penjualan atau manfaat lainnya.

    Sebelum bernegosiasi dengan afiliasi, sebaiknya penjual menawarkan produk atau jasa yang dijual. Hal ini supaya mereka bisa menjaga kredibilitas produk sambil memahami harga produk di pasar. 

    Jenis-Jenis Afiliasi dalam Affiliate Marketing

    © Freepik.com

    Nah, agar bisa memiliki strategi affiliate marketing yang baik, badan usaha harus memilih jenis afiliasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

    Agar tidak salah pilih, berikut Glints paparkan beberapa jenis afilias untuk keperluan pemasaranmu. Jangan lupa dicatat, ya!

    1. Influencer

    Influencer adalah orang yang punya kemampuan untuk memengaruhi keputusan pembelian masyarakat.

    Dengan jumlah followers yang loyal, mereka dapat dengan mudah mengarahkan konsumen ke produk penjual melalui media dan platform lainnya.

    Selebriti, pakar, atau pegiat media sosial termasuk dalam jajaran influencer yang dapat digandeng sebagai afiliasi untuk strategi affiliate marketing-mu.

    2. Blogger

    Afiliasi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan affiliate marketing adalah seorang blogger.

    Blogger cukup unggul dalam meningkatkan konversi penjualan sebuah produk atau jasa.

    Biasanya, mereka akan melakukan uji coba terhadap produk atau jasa dan diikuti ulasan yang bertindak sebagai promosi.

    Selain itu, blogger biasanya lebih dipercaya dibandingkan influencer. Hal ini karena mereka dikenal memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap sebuah produk atau jasa yang dipromosikan. Meski demikian, belum ada penelitian yang membuktikan hipotesis tersebut.

    3. Media massa

    Media massa menjadi afiliasi terakhir dalam affiliate marketing.

    Meski memiliki kemampuan mendatangkan calon pembeli dalam jumlah besar, media massa cukup jarang dipilih.

    Pasalnya, biayanya jauh lebih mahal ketimbang tiga afiliasi yang sudah disebutkan sebelumnya.

    Meskipun demikian, harga yang mahal datang dengan keuntungan lebih. Media massa dapat mempromosikan produk dengan lebih cepat dan efektif.

    Hal ini tak lain disebabkan oleh jumlah saluran dan audiens yang lebih banyak.

    Plus Minus Affiliate Marketing

    © Rctiplus.com

    Seperti yang sudah Glints jelaskan, affiliate marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang kini tengah mengalami perkembangan.

    Hal ini cukup wajar, sebab, selain hemat biaya, startegi ini juga bisa menghadirkan angka penjualan yang stabil.

    Meskipun demikian, strategi pemasaran ini tak selamanya sempurna. Pasalnya, serupa dengan metode marketing yang lain, ia juga memiliki sejumlah kekurangan yang patut kamu perhatikan.

    Nah, berikut ini adalah daftar dan penjelasan mengenai plus minus affiliate marketing, seperti paparan Partner Program.

    a. Kelebihan affiliate marketing

    • perkembangan yang tinggi membuatnya mudah untuk diterapkan
    • hemat biaya pemasaran dan operasional
    • tak membutuhkan kemampuan khusus dari para marketer
    • investasi yang dibutuhkan dinilai murah
    • fleksibel dan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan brand

    b. Kekurangan affiliate marketing

    • perkembangan kompetitor susah untuk dikelola.
    • basis pelanggan yang tak bisa dibangun.
    • revenue yang kurang terjamin.
    • pekerjaan biasanya berbasis freelance.

    Baca Juga: Lancarkan Kampanye Affiliate Marketing-mu dengan 5 Software Canggih Berikut

    Itulah pemaparan singkat Glints mengenai definisi, tips menjalankan, serta jenis-jenis afiliasi dalam affiliate marketing yang perlu kamu ketahui.

    Intinya, affiliate marketing adalah salah satu jenis pemasaran yang saat ini paling jitu. Maka dari itu, jangan ragu untuk memanfaatkannya terutama jika kamu baru saja membangun usaha baru.

    Nah, selain pemasaran afiliasi, ada beberapa metode marketing lain yang tak kalah menguntungkan di era modern ini.

    Penasaran apa saja? Tenang, kamu bisa pelajari selengkapnya pada kanal Marketing Glints Blog.

    Di sana, tersedia banyak pembahasan seputar strategi pemasaran dan tips menjalankannya yang sudah Glints ringkas khusus buat kamu.

    Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, langsung baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 23

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait