Brand Equity, Nilai Plus yang Buat Pelanggan Abaikan Harga Mahal

Diperbarui 17 Des 2021 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Tahukah kamu mengapa banyak orang rela mengantre setiap Apple meluncurkan produk baru? Singkatnya, brand equity adalah alasan yang mendasari fenomena tersebut.

    Brand kompetitor seperti Samsung dan Xiaomi mungkin pernah meluncurkan produk yang tidak kalah canggihnya. Namun, antrean di kedua brand tersebut tidak pernah melebihi Apple.

    Sebenarnya, apa itu brand equity? Mengapa perannya begitu penting bagi sebuah brand?

    Yuk, simak penjelasan Glints berikut ini!

    Baca Juga: Ketahui Apa Itu Brand Engagement dan Berbagai Level untuk Mencapainya

    Pengertian Brand Equity

    brand voice adalah

    © Rawpixel.com

    Banyak orang menyamakan brand equity dengan brand awareness.

    Keduanya memang memiliki kesamaan. Namun, ekuitas brand memiliki nilai yang lebih tinggi daripada brand awareness.

    Dikutip dari Investopedia, brand equity adalah nilai lebih perusahaan dibandingkan brand kompetitor. Nilai ini dilihat dari nama brand tersebut yang lebih dikenal.

    Setiap perusahaan tentu berusaha untuk memiliki ekuitas brand yang positif. 

    Pasalnya, perusahaan yang memiliki brand equity tinggi akan mudah diingat, mudah dikenali, dan unggul dari segi kualitas.

    Tak hanya itu, biasanya pelanggan rela membayar produk atau jasa perusahaan dengan harga tinggi meskipun mereka bisa mendapatkan hal yang sama dari brand kompetitor.

    Sebagai contoh, sepeda Brompton memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada brand sepeda lainnya. 

    Meski demikian, banyak orang tetap membeli sepeda Brompton. Padahal, kualitas yang ditawarkan tidak jauh berbeda dari sepeda lainnya.

    Hal ini menunjukkan bahwa Brompton memiliki brand equity yang tinggi.

    Menurut Shopify, nilai ekuitas brand ditentukan oleh persepsi dan pengalaman pelanggan pada brand tersebut.

    Jika brand kurang memberikan pengalaman yang menarik bagi pelanggannya secara konsisten, mereka akan memiliki ekuitas brand yang rendah. Begitu pula sebaliknya.

    Tahapan Brand Equity

    brand loyalty

    © Pexels.com

    Brand equity adalah hasil dari pengalaman pelanggan dengan brand. Oleh karena itu, dibutuhkan proses yang cukup panjang untuk mencapai ekuitas brand yang positif.

    Dikutip dari Shopify, tahapan perusahaan untuk mencapai ekuitas brand adalah sebagai berikut.

    1. Kesadaran

    Pada tahap brand awareness atau kesadaran, brand mengenalkan dirinya kepada target pasar. Caranya beragam, mulai dari iklan, acara, hingga pameran.

    2. Pengakuan

    Brand recognition atau pengakuan berarti pelanggan mulai akrab dan mengakui kehadiran brand tersebut. 

    Pelanggan akan mengenali brand setiap melihatnya di toko atau internet.

    3. Percobaan

    Setelah pelanggan menyadari dan mengakui kehadiran brand, mereka mencoba produk atau jasa yang ditawarkan.

    4. Preferensi

    Tahap ini menjadi penentuan bagi sebuah brand.

    Jika pelanggan mendapatkan pengalaman yang baik dari brand tersebut, mereka akan lebih memilihnya daripada brand yang lain.

    Namun jika tidak, mereka bisa beralih pada brand kompetitor.

    5. Loyalitas

    Tahap terakhir dari brand equity adalah loyalitas atau brand loyalty

    Setelah pelanggan mendapatkan serangkaian pengalaman brand yang baik, mereka akan terus memilih brand tersebut. Mereka tidak akan berpaling kepada brand kompetitor.

    Selain itu, mereka juga akan merekomendasikan brand tersebut kepada orang lain.

    Cara Menerapkan Brand Equity

    brand equity adalah

    © Freepik.com

    Sejatinya, brand equity adalah nilai sebuah brand yang bisa memengaruhi perusahaan.

    Istilah ini didasarkan pada gagasan bahwa brand yang mapan dan memiliki reputasi baik akan lebih sukses daripada brand yang sifatnya generik.

    Brand equity juga didasarkan pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti bahwa pelanggan cenderung membeli produk yang mereka kenali dan sudah terpercaya.

    Meskipun demikian, menciptakan ekuitas brand tak bisa dilakukan secara singkat. Ada beberapa langkah penerapannya yang perlu dilalui perusahaan.

    Penasaran seperti apa langkah-langkah tersebut? Berikut Glints paparkan untukmu.

    1. Bangun awareness yang lebih kuat

    Hal pertama yang perlu dilakukan marketer untuk menerapkan brand equity adalah dengan membangun awareness yang lebih kuat.

    Perusahaan perlu memastikan bahwa pelanggan mengenali identitas brand ketika mereka mencari barang atau jasa yang diperlukan.

    Tak hanya itu, perusahaan juga harus bisa melihat produk sesuai persepsi dan image yang brand perlukan.

    Hal ini cukup penting. Sebab, brand image akan memengaruhi demografi target audiens dan angka penjualan produk.

    Nah, ada beberapa cara yang dapat marketer ikuti untuk bangun brand awareness dengan jitu. Berikut daftarnya.

    • membuat konten yang sifatnya storytelling
    • membangun customer service yang baik
    • berhubungan dengan pelanggan via email dan newsletter
    • memanfaatkan logo dan elemen khas brand lainnya pada setiap konten yang diluncurkan

    2. Komunikasikan visi dan misi brand

    Mengomunikasikan visi dan misi brand juga dapat menjadi cara yang jitu untuk menerapkan brand equity.

    Mengapa demikian? Sebab, menurut Qualtrics, inisiatif ini merupakan cara terbaik bagi brand untuk meninggalkan persepsi yang baik di benak pelanggan.

    Untuk mengomunikasikan visi dan misi brand, perusahaan juga harus bisa memaparkan manfaat dan solusi yang ditawarkan produk mereka pada pelanggan.

    Dengan cara seperti ini, pelanggan akan lebih tertarik untuk memprioritaskan brand perusahaan dibandingkan produk kompetitor.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Brand Community, Sekelompok Pelanggan yang Bisa Perkuat Bisnismu

    3. Lakukan uji coba ke target audiens

    Setelah mengomunikasikan visi brand dan membangun awareness, perusahaan perlu melakukan uji coba produk untuk menerapkan brand equity.

    Inisiatif ini diperlukan agar perusahaan bisa menyaring masalah dan solusi yang diperlukan oleh target audiens mereka.

    Tak hanya itu, proses uji coba ini juga dapat digunakan untuk meraih feedback terkait kekurangan dan kelebihan produk.

    Dalam skala yang lebih besar, uji coba pun bisa menjadi cara bagi perusahaan untuk menunjukkan kepeduliannya akan pelanggan.

    Hasilnya, proses ini dapat meningkatkan customer loyalty dan basis pelanggan perusahaan di mansa-masa mendatang.

    4. Meningkatkan customer experience

    Langkah terakhir yang bisa dilakukan perusahaan untuk menerapkan brand equity adalah meningkatkan customer experience (CX).

    Customer experience di sini mencakup banyak hal, mulai dari layanan pelanggan hingga menjaga kualitas produk setelah diluncurkan.

    Meningkatkan CX sifatnya cukup penting. Sebab, strategi ini merupakan cara yang efektif untuk menjaga kualitas brand equity.

    Membangun CX yang baik bahkan dapat menjadi cara yang jitu bagi perusahaan untuk mempromosikan brand mereka pada prospek pelanggan baru.

    Contoh Penerapan

    © Pexels.com

    Brand equity bukanlah istilah yang baru. Berbagai perusahaan sudah berusaha membangun ekuitas brand yang positif sejak puluhan tahun silam.

    Salah satu perusahaan yang memiliki brand equity tinggi adalah Starbucks.

    Perusahaan jaringan kopi asal Amerika Serikat tersebut dinilai sebagai perusahaan ke-6 paling dikagumi di dunia pada 2020 versi majalah Fortune.

    Hingga 2019, Starbucks sudah memiliki setidaknya 31.000 gerai di seluruh dunia. 

    Namun, mengapa Starbucks dinilai memiliki ekuitas brand yang tinggi?

    Harga satu gelas kopi Starbucks rata-rata berkisar antara Rp40.000-Rp55.000.

    Sekilas, tidak ada perbedaan yang besar antara kopi Starbucks dengan kopi kekinian lain yang harganya sekitar Rp15.000-Rp30.000 per gelas.

    Meskipun lebih mahal, banyak pelanggan tetap lebih memilih Starbucks. Mereka menilai bahwa Starbucks memiliki nilai lebih daripada brand kopi lainnya.

    Hal ini berhasil tercapai karena Starbucks menjalankan strategi branding yang lebih unggul daripada kompetitornya.

    Manfaat Brand Equity

    © Freepik.com

    Setelah membaca definisi hingga contoh penerapannya, jelas bahwa brand equity menawarkan keuntungan bagi perusahaan yang menggunakannya.

    Salah satunya adalah menciptakan persepsi yang baik bagi perusahaan di benak para pelanggan dan masyarakat.

    Selain hal tersebut, berikut adalah sejumlah manfaat lainnya yang bisa diraih perusahaan dengan menerapkan ekuitas brand, sebagaimana diungkapkan oleh Fusebox One.

    • Membedakan produk brand dengan milik kompetitor.
    • Perusahaan mampu membangun relasi yang lebih baik dengan pelanggan.
    • Dengan manfaat yang jelas, perusahaan bisa mengeluarkan harga premium.
    • Perusahaan memiliki keuntungan lebih saat melakukan negosiasi bisnis.
    • Angka customer loyalty akan meningkat secara drastis.

    Baca Juga: Memahami Apa Itu Brand Identity dan Manfaatnya bagi Perusahaan

    Demikian penjelasan Glints tentang apa itu brand equity. Kesimpulannya, brand equity adalah nilai lebih perusahaan yang membuat brand tersebut lebih dikenal daripada kompetitornya.

    Keberadaan ekuitas brand sangatlah penting bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itu, berikan pengalaman yang menarik kepada pelangganmu agar mereka terus menganggap brand-mu unggul.

    Nah, selain pemaparan di atas, kamu bisa dapatkan informasi lain yang serupa pada kanal Branding di Glints Blog.

    Di dalamnya, Glints sudah siapkan banyak artikel seputar istilah, tips, dan strategi branding lainnya khusus buat kamu.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, baca kumpulan artikelnya dan perkaya kemampuanmu sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.4 / 5. Jumlah vote: 5

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait