Ketahui Apa Itu Brand Engagement dan Berbagai Level untuk Mencapainya

Diperbarui 19 Mei 2021 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Kamu mungkin pernah mendengar istilah brand engagement, tapi tahukah kamu apa maksud dari brand engagement itu sendiri?

    Dikutip dari Simplicable, pada dasarnya brand engagement adalah interaksi menarik antara pelanggan dan sebuah brand.

    Istilah ini penting untuk mengukur interaksi antara pelanggan, produk, layanan, lingkungan, dan brand itu sendiri.

    Tidak ada ukuran yang pasti tentang brand engagement, sebab setiap perusahaan bisa memiliki indikator yang berbeda-beda.

    Di artikel ini, Glints akan membahas beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui tentang brand engagement. Yuk, simak penjelasannya sampai akhir!

    Apa Itu Brand Engagement?

    aplikasi telegram

    © Freepik.com

    Dilansir dari National Business Research Institute, brand engagement adalah sebuah tanda atas adanya komitmen emosional pelanggan pada suatu brand.

    Adapun menurut Digiday, brand engagement menjadi bentuk komunikasi dan interaksi dua arah antara sebuah brand dengan konsumennya.

    Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa brand engagement merupakan sesuatu yang berada satu tingkat di atas brand awareness

    Brand awareness dikatakan berhasil ketika konsumen berhasil mengenal brand. Sementara itu, brand engagement dikatakan berhasil ketika konsumen sudah terikat dengan suatu brand.

    Dengan kata lain, brand engagement tingkat interaksi konsumen pada sebuah brand.

    Kunci dari keberhasilan branding adalah interaksi. Semakin banyak interaksi yang dilakukan oleh brand kepada pelanggannya, maka akan semakin tinggi pula brand engagement yang terbangun.

    Interaksi ini bisa berupa komunikasi, menerima kritik, dan mendorong pelanggan untuk melakukan suatu aksi dengan sebuah brand.

    Menurut Involve, ada tiga poin penting yang menandakan keberhasilan brand engagement.

    Tiga poin tersebut adalah menarik perhatian, memulai percakapan, dan memuaskan pelanggan dengan janji yang diberikan brand-mu.

    Dengan terbangunnya brand engagement, akan ada loyalitas yang tinggi pula dari pelanggan.

    Hal ini bisa mendorong adanya ingatan dan keinginan untuk menggunakan brand tersebut berkali-kali.

    Selain melibatkan pelanggan, istilah brand engagement juga bisa disebut ke arah pihak internal perusahaan, termasuk karyawan.

    Baca Juga: Tahapan dan Contoh Strategi Branding yang Berhasil Dilakukan

    Level Brand Engagament

    hindari aplikasi dari pihak ketiga untuk menjaga keamanan data pribadi di media sosial

    © Freepik.com

    1. Menerima konten

    Level brand engagement yang pertama adalah menerima konten. 

    Pada level ini, konsumen menerima konten yang dibuat oleh sebuah brand, bisa berupa foto, video, tulisan, hingga audio.

    Umumnya, kebanyakan konsumen menerima konten tersebut dari media sosial. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga mengonsumsi konten melalui situs resmi brand.

    Semakin banyak dan semakin menarik konten yang diterima konsumen, maka semakin besar pula kemungkinan konsumen masuk ke level brand engagement selanjutnya.

    2. Menunjukkan dukungan

    Setelah menerima konten, konsumen berpotensi menunjukkan dukungan yang lebih pada sebuah brand. Dukungan ini bisa berupa like, follow, atau subscribe. 

    Jika konsumen sudah menunjukkan dukungannya, semakin besar pula kemungkinan brand untuk lebih dekat dengan mereka.

    3. Berpartisipasi dalam percakapan

    Level brand engagement selanjutnya adalah berpartisipasi dalam percakapan.

    Pada media sosial, percakapan ini bisa berarti konsumen ikut memberi komentar, membalas Instagram story, dan diskusi-diskusi lainnya yang diciptakan oleh sebuah brand.

    Dikutip dari Carper Communications, level ini menunjukkan bahwa konsumen mulai memasuki brand bubble dan mengidentifikasikan brand.

    4. Menyebarkan pada orang lain

    Ketika konsumen sudah menunjukkan kecintaannya pada sebuah brand, mereka berpotensi untuk menyebarkan informasi baik tentang brand tersebut kepada orang lain.

    Level ini menjadi tahap yang krusial bagi sebuah brand, sebab sebuah brand bisa memperluas cakupannya ke orang-orang yang dikenal tentang brand tersebut.

    Ditambah lagi, brand akan dicitrakan sebagai sesuatu yang baik. Oleh karena itu, ada banyak potensi brand tersebut disukai oleh orang-orang baru.

    Biasanya, level ini ditunjukkan dengan konsumen yang membagikan konten ini kepada orang lain dalam bentuk share melalui chat, direct message, hingga Instagram story.

    5. Hadir secara fisik

    Banyak brand memilih untuk melakukan brand activation dengan mengadakan sebuah acara. Kegiatan yang dilakukan bisa bermacam-macam, tergantung karakteristik brand itu sendiri.

    Konsumen bisa dikatakan semakin terikat dengan suatu produk ketika bersedia hadir secara fisik pada acara tersebut. Misalnya, mereka mengunjungi stand, bazaar, hingga kompetisi yang diselenggarakan.

    6. Membuat konten dengan brand

    Level brand engagement yang satu ini adalah lanjutan dari poin keempat, yaitu menyebarkan pada orang lain.

    Konsumen mungkin akan menyebarkan konten brand-mu melalui berbagai platform.

    Namun, alangkah lebih baik jika mereka membuat konten sendiri yang disertai dengan brand-mu.

    Sebagai contoh, brand-mu bergerak di bidang food and beverage. Kemudian, banyak konsumen yang melakukan review brand-mu secara sukarela di YouTube, Instagram, dan berbagai platform lainnya.

    Namun, bedakan dengan review berbayar dari influencer, ya. Itu bukan termasuk dalam level brand engagement yang satu ini.

    7. Membeli produk atau jasa

    Bagi beberapa perusahaan, membeli produk atau jasa merupakan tahap akhir dari sebuah brand engagement.

    Namun dalam beberapa kondisi, membeli produk atau jasa tidak sama dengan brand engagement yang berhasil.

    Ada berbagai alasan yang bisa mendasari seseorang membeli produk atau jasa.

    Jika mereka membeli dengan alasan memang tertarik dengan produk atau jasa brand tersebut, hal ini bisa dikatakan sebagai bagian dari brand engagement.

    Di sisi lain, ketika mereka hanya membeli produk atau jasa karena diskon atau promo, maka itu bukan didasari oleh brand engagement yang kuat.

    Baca Juga: Perhatikan Perbedaan Marketing dan Branding Demi Kemajuan Bisnismu

    Demikian penjelasan lengkap Glints tentang definisi dan level untuk mencapai brand engagement.

    Brand engagement adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah brand. Oleh karena itu, dasar-dasar ini harus diterapkan oleh siapapun yang berkecimpung di dunia brand.

    Dari paparan di atas, apakah kamu tertarik untuk bekerja di bidang brand?

    Jika iya, ada banyak peluang kerja bidang brand di Glints. Kamu bisa buat akun profesionalmu sekarang dan apply dengan mudah!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait