Kupas Tuntas Brand Community, Sekelompok Pelanggan yang Bisa Perkuat Bisnismu

Diperbarui 21 Feb 2023 - Dibaca 12 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

Brand community adalah sekumpulan orang yang memiliki peran besar dalam memperkuat suatu brand. Pasalnya, banyak perusahaan memanfaatkan brand community sebagai strategi branding dan bisnis mereka.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Kelompok orang yang dimaksud tentu saja bukan karyawan perusahaan tersebut, melainkan customer yang telah terikat pada suatu brand.

Penasaran apa itu brand community dan apa saja manfaatnya bagi sebuah brand?

Yuk, simak penjelasan lengkap dari Glints berikut ini!

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Brand Engagement dan Berbagai Level untuk Mencapainya

Pengertian Brand Community

brand community adalah

© Freepik.com

Pada 1983, perusahaan sepeda motor Harley-Davidson sempat mengalami masa krisis.

Namun, 25 tahun kemudian, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut masuk dalam 50 perusahaan global terbaik dengan nilai 7,8 miliar dolar AS.

Apa kunci dari kebangkitan Harley-Davidson tersebut?

Saat itu, Harley-Davidson berkomitmen untuk membuat sebuah brand community. Strategi tersebut yang membuat Harley-Davidson masih bertahan hingga hari ini, seperti dikutip dari Harvard Business Review.

Sebenarnya, apa itu brand community?

Menurut Sprout Social, brand community adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki hubungan emosional dengan sebuah brand.

Mereka dapat terhubung satu sama lain dan dapat terhubung juga dengan brand-mu.

Kelompok tersebut kemudian dianggap sebagai bagian dari brand itu sendiri.

Adapun menurut Webolutions, brand community adalah komunitas yang dibentuk atas dasar keterikatan pada suatu produk atau brand.

Banyak orang mengatakan bahwa kunci keberhasilan sebuah brand dapat dilihat dari brand awareness dan brand engagement perusahaan tersebut.

Padahal, brand community justru memegang peran yang lebih besar ketika perusahaan dalam masa sulit. Brand community dapat menjadikan brand tersebut kuat dan bangkit kembali.

Baca Juga :  Catat Berbagai Teknik dan Skill yang Dibutuhkan dalam Reportase

Kini, banyak perusahaan sudah menyadari bahwa brand community adalah salah satu elemen yang amat mereka butuhkan. Salah satunya yakni dengan alasan efisiensi branding.

Dilansir dari Marketing Insider Group, brand community mampu memangkas 10-25% biaya customer support perusahaan setiap tahunnya.

Meski demikian, membangun brand community bukanlah hal yang mudah. Perusahaan harus memiliki komitmen yang tinggi dalam membangunnya.

Selain itu, perusahaan juga harus menerima cara komunitas dalam menjalin hubungan hingga menerima konflik dari mereka.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Brand Activation dan Bagaimana Manfaatnya

Manfaat Brand Community

pentingnya medi sosial untuk perusahaan

© Freepik.com

1. Meningkatkan brand awareness

Manfaat pertama dari adanya brand community adalah meningkatkan brand awareness.

Dikutip dari Alexa, brand awareness menggambarkan sejauh mana pelanggan dapat mengingat atau mengenali sebuah brand.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan brand awareness, salah satunya yaitu penyebaran dari mulut ke mulut.

Menurut data Nielsen, 84% orang lebih percaya pada rekomendasi produk atau jasa dari orang lain. 

Di sinilah peran brand community. Mereka bisa menyebarkan dan meningkatkan brand awareness perusahaanmu kepada siapa pun yang mereka kenal.

2. Mendapat pandangan tentang produk atau jasa

Menurut Marketing Insider Group, 67% perusahaan memanfaatkan brand community untuk mendapat pandangan atau insight tentang produk baru yang hendak mereka luncurkan.

Brand community bisa memberikan feedback yang jujur terhadap perusahaanmu. Tak hanya itu, kamu juga bisa memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan lebih dalam.

3. Mencapai customer success

Manfaat brand community selanjutnya adalah mencapai customer success.

Customer success adalah sebuah metode untuk memastikan bahwa pelanggan telah mencapai hasil yang diinginkan saat menggunakan produk atau jasamu.

Brand community dapat membantumu mencapai customer success sebab mereka turut mendiskusikan ide-ide kreatif bagi perusahaanmu.

Baca Juga :  Apa Itu Class Diagram dan Fungsinya dalam Pemrograman

4. Meningkatkan brand loyalty

Dikutip dari Accenture, dua per tiga pelanggan akan terus memilih produk yang sama dari perusahaan yang mereka sukai. 

Inilah yang disebut dengan brand loyalty

Umumnya, brand community memiliki brand loyalty yang tinggi pada sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, jika kamu berhasil membangun brand community yang kuat, brand loyalty pelanggan terhadap perusahaanmu pun akan semakin kuat.

Baca Juga: Mengulik Strategi Event Marketing, Kunci Meningkatkan Brand Awareness

Cara Membangun Brand Community

brand community adalah

© Freepik.com

1. Definisikan brand

Tahap pertama dalam membangun brand community adalah mendefinisikan brand-mu sendiri. Pahami apa yang brand-mu tawarkan, apa visi dan misi perusahaan, siapa target pelangganmu, dan sebagainya.

Hal-hal tersebut penting untuk menargetkan siapa yang akan menjadi brand community-mu.

2. Tentukan tujuan dan matriks

Setelah itu, tentukan tujuan dan matriks keberhasilan dari sebuah brand community bagi perusahaanmu.

Sebagai contoh, apa tujuan brand community tersebut, apa yang akan kamu lakukan dengan mereka, bagaimana kamu mengukur keberhasilan brand community, matriks apa yang akan kamu gunakan, dan sebagainya.

3. Pilih platform yang tepat

Ada banyak platform yang bisa kamu gunakan untuk membangun brand community.

Dikutip dari Sprout Social, beberapa platform yang biasa digunakan untuk brand community adalah forum (Kaskus), media sosial, rewards (Starbucks card), dan platform pihak ketiga seperti Slack.

4. Ciptakan koneksi

Setelah berhasil membangun brand community, kamu perlu memberikan alasan mengapa mereka harus tergabung dalam komunitasmu.

Respons komentar dan pertanyaan mereka, buat diskusi, pertemuan, dan acara yang bisa membuat mereka merasa menjadi bagian dari brand-mu.

Baca Juga: Brand Loyalty vs. Customer Loyalty: Apa Perbedaannya?

Demikian penjelasan Glints mengenai brand community. Kesimpulannya, brand community adalah sekumpulan orang yang dibentuk atas dasar keterikatan pada suatu produk atau brand.

Baca Juga :  Audience Retention, Metrik YouTube Analytics untuk Ketahui Persentase Kepuasan Penonton

Brand community dapat dianggap sebagai elemen penting bagi sebuah perusahaan. Dengan komitmen yang kuat, perusahaan dapat membangun komunitas yang kuat pula.

Brand community merupakan salah satu tanggung jawab dari seseorang yang bekerja di bidang brand.

Nah, apabila kamu semakin tertarik untuk mendalami skill beserta insight tentang cara membangun brand community. Glints sudah siapkan artikelnya untuk kamu.

Yuk, baca selengkapnya di sini!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon