Lead Nurturing: Pengertian, Manfaat, dan Tahapannya untuk Bisnis

Diperbarui 22 Jan 2021 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Lead nurturing adalah proses yang tidak kalah penting dengan lead generation maupun tahapan strategi lainnya dalam marketing.

    Jika belum mengenali apa itu lead nurturing, Glints sudah merangkum semua yang perlu kamu ketahui tentang hal ini.

    Yuk, simak serba-serbi lead nurturing berikut ini!

    Baca Juga: Panduan Memaksimalkan Digital Marketing Funnel

    Apa Itu Lead Nurturing?

    strategi nurturing calon pembeli

    © Unsplash.com

    Lead nurturing dapat diartikan sebagai proses membangun dan mengembangkan hubungan antara marketer dengan lead yang telah didapatkan dan menuntun mereka dari satu tahap sales funnel ke tahap selanjutnya secara perlahan.

    Proses ini berfokus pada pemasaran dan komunikasi untuk mengetahui apa kebutuhan konsumen dan memberikan mereka informasi yang mereka perlukan.

    Saat sebuah bisnis sudah memperoleh lead, sebagian besar orang ini belum siap mengeluarkan uangnya untuk produk atau jasamu meskipun telah memberikan informasi kontak.

    Tak peduli seberapa banyak lead generation yang dihasilkan, tanpa lead nurturing, usaha pemasaran tidak akan berhasil atau efektif.

    Hal ini adalah karena lead yang telah didapatkan tidak dapat dikonversi begitu saja.

    Nah, dengan proses lead nurturing, kamu harus bisa mempersiapkan dan “membujuk” mereka tahap demi tahap untuk akhirnya membeli produk atau menggunakan jasa yang perusahaanmu tawarkan.

    Lead nurturing dilakukan secara perlahan dan halus sehingga mereka tidak merasa dipaksa untuk membeli.

    Alih-alih melakukan hard selling, proses lead nurturing berfokus pada pemberian informasi yang tujuannya membuat lead tertarik dengan produk atau jasamu.

    Yang harus diperhatikan saat lead nurturing adalah pemberian informasi maupun konten yang relevan dan terarah agar keraguan lead akan tawaranmu semakin kecil.

    Pentingnya Lead Nurturing

    lead nurturing adalah

    © Unsplash.com

    Dilansir dari Leadspace, paling tidak 50% marketer menganggap lead nurturing sebagai salah satu bagian paling penting dari proses pemasaran yang mereka lakukan.

    Sering kali, lead nurturing dilakukan bersamaan dengan strategi marketing automation.

    Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaanmu terus berhubungan dengan lead pada setiap tahap pembelian atau sales funnel.

    Data pun menunjukkan bahwa dengan lead nurturing, penjualan dapat meningkat sebanyak 50% dengan biaya 33% lebih rendah.

    Ini berarti, ROI perusahaan menjadi lebih baik dibanding strategi hard selling.

    Selain itu, lead akan membeli 47% lebih banyak dibanding tanpa strategi lead nurturing.

    Dapat disimpulkan bahwa lead nurturing merupakan strategi penting karena membawa begitu banyak manfaat bagi penjualan perusahaan.

    Meskipun proses dari lead generation ke penjualan sesungguhnya bisa jadi cukup lama, tetapi hasil yang dihasilkan sangat sepadan dan justru lebih baik dibanding penjualan yang cepat.

    Baca Juga: Langkah-Langkah Belajar Digital Marketing bagi Pemula

    Tahapan Lead Nurturing

    lead nurturing adalah

    © Unsplash.com

    1. Pahami siklus penjualan

    Untuk membuat rencana strategi lead nurturing yang efektif, pemahaman akan siklus atau tahapan penjualan produk maupun jasa perusahaan adalah hal yang penting.

    Hal ini membantumu mengetahui di mana posisi lead dalam siklus penjualan agar lead nurturing yang dilakukan bisa lebih tepat sesuai dengan posisi tersebut.

    2. Tentukan target dan segmen

    Sebagian besar perusahaan memiliki beragam tipe konsumen atau mendapatkan lead dengan latar belakang yang berbeda-beda.

    Nah, sebagai marketer, kamu harus mengetahui mana yang lebih membutuhkan lead nurturing.

    Setelah menentukan target lead nurturing dalam strategi marketing, perlu dilakukan segmentasi sebelum melanjutkan penyusunan rencana lead nurturing.

    3. Tentukan tujuan

    Tujuan yang ditentukan untuk strategi lead nurturing harus jelas.

    Idealnya, tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistik, dan tepat pada waktunya.

    Contoh dari tujuan lead nurturing yang baik adalah: 

    • meningkatkan konversi lead dari tahap awareness ke consideration sebanyak 10% setiap bulannya
    • meningkatkan jumlah MQL menjadi SQL sebanyak 20% dalam tiga bulan
    • melakukan re-engagement dengan 50% lead yang tidak masuk kualifikasi tahun ini

    4. Petakan konten

    Pemetaan konten adalah tahap di mana kamu harus menemukan jalan atau alur yang ditempuh lead melalui buyer’s journey dari pertama mengetahui brand-mu hingga melakukan pembelian.

    Lalu, penting juga untuk menentukan konten apa yang tepat untuk menggerakkan lead dari satu tahap sales funnel ke tahap selanjutnya, merencanakan konten yang harus dibuat untuk lead nurturing, dan menyesuaikannya dengan target lead atau calon pembeli.

    5. Susun kalimat lead nurturing dan metode yang tepat

    Dalam lead nurturing, penting untuk mengenali profil lead-mu.

    Ketahuilah gaya bahasa yang sesuai dan metode yang mereka sukai, apakah email, telepon, ataukah SMS.

    Sebagian besar marketer kini memang menggunakan email untuk proses lead nurturing. Ini memang merupakan salah satu cara paling efektif untuk berkomunikasi dengan lead.

    Agar berhasil, ketahui strategi lead nurturing menggunakan email dengan baik, seperti personalisasi, rentang waktu dari email ke email, dan lain-lain.

    6. Atur alur kerja lead nurturing

    Pada tahap ini, tentukan trigger apa yang akan memulai otomatisasi lead nurturing.

    Misalnya, lead nurturing akan dimulai dan email akan terkirim ketika lead memasukkan data diri untuk berlangganan.

    Pada tahap ini, penting untuk menggunakan tool untuk mempermudah prosesnya.

    7. Uji coba

    Sebelum strategi lead nurturing diluncurkan, hal penting yang harus dilakukan adalah uji coba terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam seluruh aspeknya.

    8. Peluncuran

    Ketika sudah semua alur kerja lead nurturing sudah sesuai dan sesempurna mungkin, ini saatnya kamu meluncurkan strategi lead nurturing-mu dan mulai mengumpulkan data dari usaha yang dilakukan.

    9. Evaluasi

    Tentu, setelah peluncuran, hasil lead nurturing perlu dievaluasi dan dianalisis.

    Apakah strategi lead nurturing yang dilakukan telah sesuai? Seberapa signifikan hasilnya? Apakah berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan?

    Jika ya, bagus. Akan tetapi, jika tidak, temukan apa yang salah atau apa yang bisa dikembangkan agar lebih sukses di kesempatan berikutnya.

    Baca Juga: Apa Saja Sih Strategi Email Marketing? Yuk, Simak Lebih Lanjut

    Begitulah definisi, manfaat, dan tahapan lead nurturing yang sangat penting dalam marketing.

    Jika selama ini strategi lead nurturing belum pernah kamu coba, sekarang saatnya mengaplikasikan pengetahuan baru ini dalam strategi marketing bisnis atau perusahaanmu agar penjualan bisa melejit.

    Nah, apabila kamu ingin mengetahui lebih banyak strategi dan tips-tips marketing lainnya, Glints punya banyak artikel dengan topik ini.

    Kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints agar tidak melewatkan artikel bermanfaat lainnya.

    Dengan berlangganan, artikel-artikel Glints akan langsung dikirim ke inbox emailmu secara otomatis.

    Praktis, kan? Yuk, sign up dan berlangganan hari ini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.8 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait