5 Contoh Analisis SWOT untuk Pribadi dan Beberapa Jenis Bisnis

Tayang 01 Okt 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Apakah kamu sedang mencari beberapa contoh analisis SWOT? Selamat! Kamu berada di artikel yang tepat.

    Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) adalah analisis yang memang penting untuk kemajuanmu, baik dalam kehidupan personal maupun profesional.

    Strategi apa pun yang ingin kamu buat, pasti akan lebih jelas jika sebelumnya melakukan analisis ini terlebih dahulu.

    Nah, Glints sudah siapkan 5 contoh analisisnya yang bisa kamu pelajari. Yuk, disimak sampai akhir!

    1. Analisis SWOT pribadi

    Analisis SWOT diri sendiri sangat bermanfaat terutama bagi kamu yang ingin melakukan refleksi diri.

    Menurut Creately, cara ini bisa bantu kamu mengevaluasi personal dan professional growth kamu dan menentukan strategi untuk meraih goal selanjutnya.

    Berikut analisis SWOT pribadi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

    Strength:

    • Memiliki interpersonal skill dan mudah bergaul.
    • Punya pengalaman memadai di bidang UX design.
    • Fleksibel dalam memenuhi keinginan client.

    Weakness:

    • Kurang mampu berkomunikasi secara efektif dengan tim.
    • Kurang bisa menerapkan komunikasi asertif.
    • Sering mengalami creative block.
    • Belum terlalu memiliki banyak koneksi dengan para profesional di bidang ini.

    Opportunity:

    • Daftar di pelatihan atau mentoring tentang leadership.
    • Melebarkan kompetensi di bidang serupa, seperti UX research, graphic design, dan ilustrasi.

    Threat:

    • Kompetitor UX designer lainnya yang punya lebih banyak portfolio.
    • Update tren desain dan software yang harus dilakukan penyesuaian.
    Baca Juga: 7 Tips Belajar UI UX Design yang Harus Diketahui oleh Pemula

    2. Analisis SWOT untuk marketing

    Ketika membuat perencanaan strategi marketing, kamu bisa menerapkan analisis SWOT supaya mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki.

    Setelah melakukan analisis, kamu bisa menuangkannya ke dalam marketing plan untuk satu tahun ke depan atau beberapa periode tertentu.

    Hal ini menunjukkan bahwa planning yang kamu presentasikan dibuat karena ada dasar analisisnya, bukan hanya ide kosong belaka.

    Berikut contoh analisis SWOT marketing khususnya untuk pelaku bisnis di bidang fashion.

    Strength:

    • Menyediakan beragam jenis produk pakaian dan aksesoris.
    • Bisa mengirim barang ke seluruh Indonesia.
    • Kualitas apparel yang premium.

    Weakness:

    • Metode pembayaran terbatas.
    • Biaya produksi yang dikeluarkan cukup tinggi.
    • Website untuk online shop masih belum teroptimasi dan sering error.

    Opportunity:

    • Optimasi SEO melalui agensi atau rekrutmen.
    • Optimasi website supaya lebih responsif.
    • Produk ini memiliki target pasar yang luas dan mudah dijangkau.

    Threat:

    • Krisis ekonomi yang membuat daya beli konsumen menurun.
    • Regulasi e-commerce yang sedikit memberatkan.
    • Banyak brand baru bermunculan yang menjual produk dengan model serupa.

    3. Analisis SWOT usaha makanan

    Nah, bagi kamu yang bergerak di industri F&B, analisis SWOT juga penting dilakukan demi perkembangan bisnis.

    Nantinya, analisis tersebut akan bermanfaat sebagai bahan untuk meyakinkan calon investor atau untuk menyusun strategi pemasaran ke depannya.

    Selain itu, menurut Tech Target, analisis SWOT juga penting agar bisa mengantisipasi bibit permasalahan yang tidak kamu sadari sebelumnya.

    Simak contoh analisis SWOT di bawah ini.

    Strength:

    • Bahan yang digunakan menggunakan bahan premium.
    • Bakso merupakan makanan yang popularitasnya cenderung stabil, bukan makanan yang sedang tren namun hanya sesaat.
    • Bisa pesan antar dan menyediakan versi frozen food.
    • Tempatnya strategis.

    Weakness:

    • Kurang inovasi dalam rasa atau varian bakso.
    • Manajemen keuangan yang masih kurang rapi.
    • Modal yang masih kurang untuk membuka cabang.

    Opportunity:

    • Kolaborasi dengan tenant makanan atau minuman lain untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness.
    • Optimalisasi kedai untuk menarik lebih banyak orang datang, seperti membuat ruangan ber-AC atau menambahkan fasilitas Wi-fi.
    • Masyarakat Indonesia yang mayoritas menyukai bakso, tak peduli latar belakang demografi, gender, maupun usia.

    Threat:

    • Sudah banyak pesaing.
    • Harga bahan bakar dan bahan baku yang terus meningkat.
    • Lahan parkir yang terancam lebih sempit karena ada pembangunan di sekitar.
    Baca Juga: 8 Rekomendasi Buku tentang Bisnis untuk Pemula yang Masih Belajar

    4. Analisis pada perusahaan jasa

    Apakah kamu membuka bisnis di bidang jasa seperti jasa foto & video pernikahan, jasa desain, dan lain sebagainya?

    Bidang usaha ini juga memiliki persaingan yang cukup ketat, bukan?

    Jadi, tidak ada alasan untuk kamu melewatkan analisis SWOT. Kamu bisa mengidentifikasi cara terbaik untuk promosi atau meningkatkan value proposition jasamu di pasaran.

    Berikut contoh analisis SWOT-nya yang bisa kamu jadikan referensi.

    Strength:

    • Memiliki jumlah anggota fotografer dan videografer yang cukup.
    • Sudah memiliki portofolio di beberapa jenis acara, mulai dari pernikahan, pre wedding, hingga acara ulang tahun.
    • Setiap anggota mempunyai koneksi yang baik dengan beberapa event organizer maupun wedding organizer. Selain itu, mereka juga memiliki followers yang tinggi di akun media sosial masing-masing.

    Weakness:

    • Belum memiliki kamera yang lebih canggih, beberapa masih menyewa.
    • Beberapa anggota masih kuliah, jadi harus berhati-hati dengan jadwal kerja yang diterima.
    • Social media presence masih sangat kurang.

    Opportunity:

    • Optimalisasi strategi branding di media sosial pribadi maupun brand untuk menarik minat audiens yang lebih luas.
    • Demand untuk jasa foto dan video yang semakin meningkat untuk berbagai acara.
    • Belum banyak saingan vendor fotografer dan videografer di kota ini.

    Threat:

    • Meskipun saingan belum banyak, ada beberapa di antara mereka yang menawarkan harga jauh lebih murah.
    • Beberapa event organizer sudah terlanjur memiliki kontrak atau kerja sama dengan vendor lain.

    5. Analisis pada non-profit organization

    Siapa bilang NGO tidak memerlukan analisis SWOT? Padahal, analisis ini bisa membantumu dalam membuat rencana strategis.

    Dilansir dari Venngage, analisis ini bermanfaat agar kamu bisa tahu bagaimana caranya membuat dampak yang lebih besar untuk isu yang ingin organisasimu selesaikan.

    Mari perhatikan contoh analisis SWOT-nya di bawah ini.

    Strength:

    • Memiliki anggota dengan pengalaman rata-rata di atas 5 tahun pada bidang keahlian masing-masing.
    • Telah memiliki beberapa sumber pendanaan atau donatur.
    • Mampu memberikan dukungan dan bantuan yang bermanfaat untuk para refugee di Indonesia.

    Weakness:

    • Belum memiliki online presence yang kuat, sehingga banyak orang yang belum pernah mendengar organisasi ini.
    • Isu yang difokuskan belum terlalu familier di kalangan masyarakat Indonesia.

    Opportunity:

    • Kolaborasi dengan NGO yang bergerak di bidang yang masih relevan, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial.
    • Kolaborasi dengan akun media sosial NGO yang sudah memiliki nama besar.
    • Riset dan menerapkan strategi branding media sosial yang lebih optimal.
    • Minat masyarakat Indonesia yang tinggi untuk menjadi volunteer.

    Threat:

    • Opini masyarakat tentang isu ini yang terkadang masih terpolarisasi dan kontroversial.
    • Isu ini rentan dimanfaatkan untuk kepentingan beberapa kelompok.
    Baca Juga: 6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Apply ke Lowongan NGO

    Demikian penjelasan dari Glints mengenai beberapa contoh analisis SWOT. Semoga contoh-contoh di atas bisa bermanfaat untukmu, ya.

    Nah, tahukah kamu bahwa selain analisis SWOT, masih ada banyak teknik analisis lainnya yang bisa kamu coba terutama untuk mengembangkan bisnis yang sedang kamu rintis.

    Setidaknya, ada 10 teknik lainnya yang bisa kamu pelajari dan terapkan.

    Jadi, kamu bisa lebih maksimal dalam membuat rencana yang lebih strategis ke depannya.

    Penasaran? Ayo baca artikel tentang teknik-teknik analisis bisnis sekarang! Gratis, lho.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait