Kenali Apa Itu A/B Testing: Definisi, Fungsi, dan Berbagai Elemen untuk Diuji

Diperbarui 02 Feb 2023 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Seorang marketer perlu mengetahui bagaimana produk marketingnya diterima oleh pelanggan. Nah, A/B testing adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya.

    Ingin tahu lebih lanjut tentang A/B testing?

    Yuk, simak penjelasan Glints tentang definisi, fungsi, hingga elemen dalam A/B testing berikut ini!

    Baca Juga: Mengenali 7 Ciri Produk yang User Friendly untuk Maksimalkan Pengalaman Pengguna

    Apa Itu A/B Testing?

    tips cari kerja di era digital

    © Freepik.com

    Dalam menentukan sebuah produk dan strategi marketing, kamu tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada timmu saja.

    Bisa saja kalian merasa strategi itu sudah sesuai. Padahal, pelanggan melihat banyak kekurangan dari strategi tersebut.

    Oleh karena itu, kamu perlu melihat dari sudut pandang pelanggan juga. Nah, di situlah peran A/B testing. 

    Apa itu A/B testing?

    Dilansir dari Neil Patel, A/B testing adalah metode terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui strategi promosi dan pemasaran online terbaik dari bisnismu.

    Adapun menurut Harvard Business Review, A/B testing adalah cara untuk membandingkan dua versi dari suatu hal demi mengetahui mana yang bekerja lebih baik. 

    Biasanya, eksperimen yang satu ini dilakukan dengan menguji dua hal berbeda pada dua kelompok. Jadi, kamu bisa melihat strategi seperti apa yang lebih disukai oleh pelanggan.

    Apa saja yang bisa dibandingkan dalam A/B testing? Banyak. Semua hal yang terkait dengan strategi promosi dan pemasaran online bisa dilakukan menggunakan eksperimen yang satu ini.

    Sebagai contoh, kamu sedang membuat landing page untuk situs perusahaan. Kemudian, kamu ingin membandingkan dua warna button yang berbeda.

    Kamu bisa membuat satu landing page dengan button “Subscribe now!” berwarna biru dan satunya berwarna putih. Kemudian, kamu bandingkan landing page mana yang lebih banyak mendorong orang untuk men-subscribe newsletter situsmu.

    Umumnya A/B testing hanya dilakukan dengan membandingkan satu hingga dua hal minor dalam sebuah strategi pemasaran online.

    Jika membandingkan dua hal yang terlalu berbeda, kamu justru tidak bisa melihat mana bagian yang paling berpengaruh bagi keputusan pelanggan.

    Setelah mengetahui hasil A/B testing, kamu bisa mengumpulkan data tersebut dan menjadikannya sebagai landasanmu membuat landing page yang sesuai.

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa A/B testing adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan data, seperti dikutip dari Unbounce.

    Baca Juga: Storytelling untuk Marketing, Kenali Pengertian dan Prosesnya di Sini

    Fungsi A/B Testing

    a/b testing adalah

    © freepik.com

    A/B testing yang dilakukan seorang marketer bisa saja memiliki tujuan yang berbeda dengan marketer yang lain. Namun, ada beberapa fungsi A/B testing yang umum dipilih oleh sebuah perusahaan.

    Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Menyelesaikan masalah pelanggan

    Salah satu fungsi utama A/B testing adalah menyelesaikan masalah pelanggan, seperti dikutip dari VWO.

    Biasanya, seorang pelanggan memiliki tujuan tertentu ketika membuka situs perusahaanmu. Bisa jadi mereka ingin tahu lebih lanjut tentang produkmu atau bahkan membelinya.

    Namun, terkadang ada hal-hal yang bisa menghalangi mereka dalam mencapai tujuannya. Sebagai contoh, mereka ingin membeli sebuah produkmu tetapi mereka tidak bisa menemukan tombol “Beli”.

    Dengan melakukan A/B testing, kamu bisa menganalisis kekurangan tersebut sehingga hal itu akan tidak terjadi lagi pada pelanggan.

    2. Meningkatkan traffic website

    Fungsi kedua A/B testing adalah meningkatkan traffic website.

    Seorang pelanggan yang puas dengan situsmu akan terus mendalami bagian-bagian lain di dalam situs tersebut. Misalnya, mereka sudah membuka bagian landing page dan tertarik untuk mengklik “Ketahui lebih lanjut tentang produk ini”.

    Berkat A/B testing, hal tersebut bisa terjadi dan terus menambahkan traffic website-mu.

    3. Meningkatkan conversion rate

    A/B testing juga dapat meningkatkan conversion rate sebuah situs.

    Dikutip dari HubSpot, A/B testing bisa mendorong pengunjung website untuk mengikuti call-to-action (CTA) yang sudah kamu buat. Kamu bisa tahu CTA seperti apa yang sesuai dengan mereka.

    Kemudian, kamu bisa mendapat lebih banyak subscriber, pembelian, data pelanggan, dan apa pun yang kamu masukkan dalam CTA-mu tersebut.

    4. Menurunkan bounce rate

    Selain tiga poin di atas, fungsi A/B testing lainnya adalah menurunkan bounce rate. Jika belum mengetahui apa itu bounce rate, kamu bisa membacanya di artikel ini.

    Jika melakukan A/B testing, kamu bisa tahu copywriting, anchor text, hingga desain yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Dengan demikian, mereka akan menetap lebih lama di dalam situsmu.

    Sebenarnya masih ada banyak fungsi lainya dari A/B testing. Namun, seperti yang telah Glints sampaikan, tujuan tersebut bisa saja berbeda antara satu marketer dengan marketer lainnya.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Marketing Pay-Per-Click (PPC): Cara Kerja, Aspek Penting, dan Manfaatnya

    Elemen untuk Dilakukan A/B Testing

    landing page adalah

    © tribulant.com

    A/B testing adalah sesuatu yang krusial bagi sebuah strategi promosi. Kamu bisa melakukan uji pada berbagai elemen di dalam website-mu, antara lain sebagai berikut.

    Baca Juga: Memahami Marketing Funnel dan Strategi Suksesnya

    Demikian penjelasan lengkap Glints tentang apa itu A/B testing.

    Kesimpulannya, A/B testing adalah sebuah eksperimen untuk mengetahui produk dan strategi marketing apa yang lebih baik. Hal yang diuji pun bisa beragam, tergantung dari apa yang ditonjolkan oleh sebuah perusahaan.

    Dapatkan juga infomasi lainnya seputar product development hanya di Glints Blog.

    Klik di sini untuk baca artikel lainnya.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.9 / 5. Jumlah vote: 20

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait