Tentor: Tugas, Bedanya dengan Guru, dan Cara Memulai Karier
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Tentor adalah profesi tepat bagi kamu yang mungkin memiliki passion mengajar, tetapi belum mau mengajar terlalu banyak siswa seperti guru di sekolah.
Tak hanya membantu siswa untuk memahami materi pelajaran, kamu juga bisa membantu mereka meraih cita-cita pendidikannya.
Untuk memahami pengertian dan tugas lengkap profesi ini, ayo simak pembahasan Glints berikut ini!
Isi Artikel
Apa Itu Tentor?
Tentor adalah profesi yang sama halnya dengan tutor atau biasa disebut dengan tenaga tutor.
Mereka merupakan tenaga profesional yang bertugas mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi siswa atau peserta kursus untuk berbagai mata pelajaran.
Dilansir dari Workable, tutor juga bekerja untuk membantu siswanya mencapai tujuan akademik, misalnya lolos seleksi perguruan tinggi.
Tentor akan mengatur jadwal untuk bertemu dengan siswa untuk membantu siswa lebih memahami konsep yang dipelajari di kelas dan membantu memecahkan masalah tertentu.
Perbedaan Tentor dan Guru
Dari definisi di atas, kamu mungkin sudah melihat bahwa tentor dan guru adalah pekerjaan yang cukup mirip, tapi berbeda.
Tentor biasanya mengajar secara privat atau dalam kelompok kecil. Tujuannya adalah agar bisa memberikan perhatian yang lebih kepada siswa.
Mereka dapat bekerja pada suatu lembaga kursus maupun membuka jasa kursus secara mandiri.
Sementara itu, guru akan membimbing jumlah siswa yang lebih banyak di kelas.
Guru juga lebih terlibat dalam mengembangkan perilaku dan karakter siswa, sedangkan tutor cenderung berfokus mengajarkan siswa tentang materi tertentu.
Tugas Tentor
Untuk lebih jelasnya lagi, berikut adalah beberapa job description seorang tentor secara umum, dilansir dari Indeed:
- Meninjau materi, tugas kelas, atau kurikulum yang akan diberi pada peserta kursus.
- Membimbing siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah, persiapan ujian, makalah, dan tugas akademik lainnya.
- Membantu siswa memahami konsep atau materi, terutama yang dipelajari di kelas.
- Mengajarkan skill tertentu untuk meningkatkan prestasi akademik, skill merencanakan kegiatan belajar, mencatat, menentukan pendekatan menjawab soal tes, dan lain-lain.
- Memberi masukan terkait praktik terbaik untuk memahami mata pelajaran dan tugas tertentu, seperti memberi tips penulisan.
- Mengembangkan bahan ajar untuk melengkapi pembelajaran di kelas.
- Melakukan tes latihan untuk kemajuan peserta kursus lalu mengidentifikasi area perbaikan.
- Membantu persiapan ujian termasuk menentukan metode persiapan belajar dan latihan soal.
- Memberikan masukan yang positif dan konstruktif kepada siswa kursus.
- Menawarkan umpan balik mengenai kemajuan siswa kepada orang tua dan guru jika diperlukan.
- Membangun hubungan yang bermakna dengan siswa dari berbagai latar belakang.
- Memberikan kursus kepada siswa baik secara langsung maupun melalui obrolan video.
- Melakukan wawancara dengan siswa kursus untuk mencar tahu kebutuhan mereka.
- Mengenali gaya belajar dan preferensi siswa yang berbeda-beda.
- Mengikuti perkembangan kurikulum sekolah maupun seleksi ujian tertentu.
Cara Menjadi Tentor
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu coba jika ingin menjadi tentor.
1. Selesaikan pendidikan
Jika kamu ingin bekerja sebagai tutor di sebuah lembaga pendidikan, biasanya ada kualifikasi tertentu yang perlu dipenuhi, salah satunya adalah tingkat pendidikan.
Posisi tutor umumnya memerlukan setidaknya ijazah sekolah menengah atas.
Akan tetapi, banyak juga posisi yang memerlukan gelar sarjana, sering kali pada mata pelajaran yang memang diperlukan menjadi spesialisasi siswa, seperti matematika, sains, atau bahasa Inggris.
2. Dapatkan sertifikasi
Sekarang, coba posisikan dirimu sebagai siswa yang sedang mencari tutor. Kriteria apa saja yang kamu cari dari seorang tutor?
Pastinya kamu tidak mau salah memilih tutor yang ternyata belum terlalu menguasai materi atau skill yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Nah, untuk mengusir keraguan calon klienmu, mendapatkan sertifikasi adalah salah satu solusi yang bisa kamu usahakan.
Misalnya, jika kamu ingin menjadi pengajar bahasa Inggris, coba dapatkan sertifikasi kompetensi bahasa Inggris terlebih dahulu sebagai bukti kualifikasimu.
Dengan begitu, kamu mungkin bisa lebih bersaing dengan para pengajar lainnya.
4. Dapatkan pengalaman mengajar
Mahasiswa jurusan pendidikan mungkin tak perlu khawatir lagi dengan pengalaman mereka. Sebab, biasanya ada program praktik mengajar yang harus dijalani sebelum lulus.
Tutor pemula harus menunjukkan keahlian dalam mata pelajaran atau format ujian yang akan mereka ajarkan ke siswa.
Itulah mengapa kamu perlu mengumpulkan pengalaman mengajar terlebih dahulu, seperti pernah mengajar sebagai guru pengganti, asisten pengajar, guru honorer, asisten dosen, dan lain sebagainya.
Bahkan, kamu juga bisa menawarkan jasamu secara gratis terlebih dahulu ke orang-orang terdekat. Setelah itu, minta mereka untuk menulis testimoni atau umpan balik untukmu.
Tak hanya mengajar, beberapa mata pelajaran teknis seperti matematika, sains, dan ilmu komputer, mungkin akan menerima calon tutor dengan pengalaman kerja yang relevan.
4. Mulai lamar kerja atau buka jasa kursus sendiri
Langkah yang terakhir adalah langsung melamar kerja sebagai tentor di lembaga pendidikan yang kamu inginkan.
Namun, jika kamu ingin bekerja secara mandiri, cobalah untuk mulai memasarkan jasa dan keahlianmu melalui berbagai cara.
Mulai dari media sosial hingga marketplace pengajar seperti Superfprof.
Nantinya, pengalaman ini bisa kamu gunakan sebagai poin plus saat melamar kerja di lembaga pendidikan.
Demikian penjelasan mengenai arti tentor, tugas, hingga cara memulai kariernya.
Sudah yakin mau mengejar karier sebagai pengajar, atau mau pelajari serba-serbi profesi lainnya? Yuk, baca artikel lain yang ada di Glints Blog!
Ada kategori khusus yang membahas profil profesi di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pendidikan, F&B, admin dan jasa, dan masih banyak lagi.
Cocok untuk kamu yang memang masih menimbang-nimbang mau fokus berkarier di bidang apa.
Tertarik? Klik link ini sekarang untuk baca artikelnya!
