Guru Privat: Definisi, Tugas, Skill yang Dibutuhkan, dan Gaji

Diperbarui 10 Okt 2024 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Joshua Renaldo

Guru privat adalah salah satu profesi di bidang edukasi yang sering dijadikan pekerjaan sampingan. Secara tugas, guru privat juga dikenal serupa dengan guru biasa.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Pada artikel kali ini, Glints akan menjelaskan tentang apa itu guru privat, tugas dan tanggung jawabnya, skill yang dibutuhkan, dan rentang gajinya.

Yuk, langsung saja simak semua informasinya di bawah ini, ya!

Apa itu Guru Privat?

Guru privat atau disebut juga guru les privat adalah guru yang mengajar satu murid secara intens di luar jam sekolah. Ada juga guru privat yang mengajar dalam kelompok kecil, misalnya berisi 2-3 murid saja.

Biasanya, guru privat mengajar mata pelajaran atau keterampilan yang ia sudah kuasai, seperti matematika atau bahasa Inggris.

Selain berdasarkan mata pelajaran, mereka juga menyediakan jasa mengajar berdasarkan kelompok atau usia anak, misalnya khusus anak kelas 3 sekolah dasar atau SMP, dilansir dari Indeed.

Dari segi tempat kerja, ada beberapa guru privat yang bekerja secara mobile atau bepergian ke rumah muridnya, dan ada juga yang mengajar di lembaga pendidikan informal.

Dari segi durasi kerja, menurut Twinkl, guru privat umumnya mengajar setiap anak selama 1 atau 2 hari dalam seminggu dengan durasi 1 hingga 1 jam lebih setiap sesi.

Baca Juga: Serba Serbi Profesi Dosen, Mulai dari Skill hingga Jenjang Kariernya

Tugas & Tanggung Jawab Guru Privat

Guru privat adalah tenaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab serupa dengan guru yaitu mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada muridnya.

Namun, apakah hanya itu saja tugas dan tanggung jawab dari guru privat? Tentu tidak. Berikut adalah beberapa tugas lain dari guru privat:

  • Mengenal dan memahami cara belajar setiap murid secara individu.
  • Merencanakan metode pembelajaran dan mempersiapkan materi pelajaran yang akan diberikan.
  • Menggunakan metode mengajar terbaik untuk setiap murid.
  • Memberikan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan yang akurat dan yang diperlukan dalam proses pembelajaran.
  • Mengajar murid cara dan tips belajar serta strategi melakukan sebuah soal tertentu.
  • Memberikan kesempatan agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karakteristiknya.
  • Membantu dan membimbing murid dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
  • Menilai dan mengevaluasi perkembangan pengetahuan murid dengan berbagai tes dan ujian.
  • Jika ada, mencatat laporan mengajar setelah setiap sesi mengajar.
  • Memberikan masukan murid secara positif dan memotivasinya.
  • Mengulas materi pelajaran atau tugas yang diberikan oleh pihak sekolah.
  • Membantu meningkatkan keterampilan akademik murid dan mempersiapkan murid saat akan mengikuti ujian akademik.
Baca Juga :  Manual Brew: Definisi dan Metodenya yang Barista Wajib Tahu

Perbedaan Guru Privat dan Guru Sekolah

Walaupun memiliki tujuan yang serupa, guru privat dan guru sekolah tetap memiliki beberapa perbedaan mendasar. Beberapa di antaranya adalah:

1. Tanggung jawab

Guru privat dan guru sekolah adalah pekerja yang bertanggung jawab untuk mendidik murid, menyiapkan pelajaran, dan mengevaluasi kebutuhan serta kemampuan setiap murid.

Namun, ada perbedaan yang mencolok seperti dalam segi jumlah anak didik yang diajar. Guru sekolah biasanya mengajar dalam sebuah kelas yang berisi 20 hingga 30 murid secara bersamaan.

Sementara guru privat akan mengajar 1 anak atau sekelompok kecil anak saja secara intensif, sehingga ia harus bisa menyesuaikan cara belajar setiap anak tersebut.

2. Topik yang diajarkan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, guru privat biasanya memiliki spesialisasi pelajaran yang sudah dikuasai dan ia akan mengajar pelajaran tersebut secara mendalam.

Di sisi lain, seorang guru sekolah, terutama guru sekolah dasar, umumnya mengajarkan banyak topik pelajaran seperti matematika, sains, ilmu sosial, dan lainnya. Namun, biasanya hanya dalam tingkat pengetahuan umum saja.

3. Kualifikasi

Sebelum memulai karier sebagai seorang guru sekolah, biasanya seseorang harus mendapatkan gelar sarjana dalam bidang pendidikan terlebih dahulu.

Berbeda dengan guru privat, profesi ini dapat dikatakan cukup fleksibel karena tidak memerlukan gelar atau lisensi apa pun.

Seseorang bisa saja menjadi guru privat dengan membuktikan bahwa ia punya kompetensi memadai untuk mengajar sebuah topik misalnya dengan memiliki nilai yang bagus.

Oleh karena itu, tak jarang, ada anak sekolah SMA atau kuliah yang menjadi guru privat untuk anak SD atau SMP.

Namun, memang ada beberapa perusahaan dan institusi akademik yang mencari guru privat dengan kualifikasi gelar tertentu.

Baca Juga: 10 Cara Menjadi Guru yang Baik & Temukan Potensi Muridnya

Skill yang Dibutuhkan Guru Privat

1. Komunikasi

Guru privat tentu tidak akan lari dari berkomunikasi dengan muridnya. Proses belajar-mengajar sendiri adalah salah satu bentuk komunikasi.

Baca Juga :  PPPK Guru: Pengertian, Gaji 2024, Hak, dan Tugas-tugasnya

Oleh karena itu, guru privat profesional harus punya skill komunikasi yang kuat agar ia bisa menyampaikan materi sebaik mungkin dan bisa dimengerti oleh muridnya.

Tak hanya untuk murid saja, guru privat juga pasti akan berinteraksi langsung entah dengan orang tua murid maupun teman kerjanya.

2. Skill mengajar

Mengajar dan mendidik adalah inti dari pekerjaan seorang guru baik untuk guru sekolah formal maupun guru les privat.

Tentu, setiap murid yang ditemui memiliki kepribadian dan cara belajarnya masing-masing. Maka dari itu, seorang guru harus tahu cara mengajar apa yang paling efektif untuk digunakan.

Ia juga harus bisa menguasai penuh materi-materi yang akan diajarkan, sehingga ia bisa dengan mulus mengajarnya kepada murid-murid.

3. Kesabaran dan empati

Tentu kamu sudah tidak asing dengan kata-kata “makan hati”. Kata mutiara ini sepertinya sudah identik dengan profesi guru.

Mengapa begitu? Pasalnya, ketika menjadi seorang guru, kamu bisa saja mendapat pengalaman yang membuat kesal, kecewa, frustrasi, maupun marah, tapi tidak bisa ditunjukkan.

Mereka harus bisa bersabar dan tidak meluapkannya ke murid yang sedang diajar.

Oleh karena itu, kemampuan yang penting dimiliki guru adalah kesabaran dan empati yang tinggi.

4. Manajemen waktu

Jika seorang guru privat harus mengajar di banyak tempat sekaligus, tentu ia harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin agar bisa datang tepat waktu.

Tak hanya itu, ia juga harus mengatur waktu untuk menyiapkan materi pelajaran, laporan setelah mengajar, dan hal-hal lain.

Tanpa skill manajemen waktu yang baik, tentu seorang guru privat tidak bisa melakukan semua tanggung jawabnya sebaik mungkin.

Gaji Guru Privat

Untuk kamu yang tertarik berkarier sebagai guru privat, sebaiknya kamu juga tahu rata-rata rentang gaji yang ada dipasaran saat ini.

Baca Juga :  Penjahit atau Tailor: Apa Itu, Tugas & Tanggung Jawab, Skills, Gaji

Tentunya, hal ini bisa berguna saat wawancara dengan rekruter dan ditanyakan mengenai ekspektasi gaji.

Berdasarkan data riset dari Glints, angka rata-rata gaji guru privat adalah Rp1.950.000 hingga Rp5.000.000.

Walaupun begitu, rata-rata gaji ini dapat berubah sesuai dengan tanggung jawab, spesialisasi pelajaran, dan tingkat pendidikan murid yang akan diajar.

Mau cari kerja sebagai guru privat? Kamu bisa temukan info lowongannya di Glints, lho!

Dengan menggunakan fitur Glints, kamu dapat mencari lowongan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, seperti berdasarkan:

  • kota/kabupaten seluruh Indonesia
  • syarat pendidikan (min. SMA/SMK, S1, S2, dan sebagainya)
  • pengalaman kerja (tanpa pengalaman, 1-3 tahun pengalaman, dan lainnya)

Jangan sampai lewatkan peluang, ayo cari dan lamar sekarang juga!

CEK LOWONGAN GURU PRIVAT


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon