Profesional: Arti, Kode Etik, Ciri, Contoh, dan Cara Mengembangkan

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 17 mnt
Ditulis oleh : Andre Oliver

Profesional adalah istilah yang sudah tidak asing bagi para pencari kerja dan pekerja.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Hampir di semua industri, sikap ini menjadi aspek penting meskipun tidak selalu disebutkan sebagai skill atau kompetensi dalam deskripsi pekerjaan.

Faktanya, bersikap profesional adalah keharusan, baik saat menghadapi interview maupun ketika berinteraksi dengan atasan dalam rapat.

Mengapa demikian? Menurut Indeed, sikap profesional dapat membuka lebih banyak peluang dan mendukung pengembangan karier seseorang.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan profesional? Bagaimana ciri-cirinya, dan bagaimana cara mengembangkannya?

Untuk memahami lebih lanjut, yuk, simak ulasan berikut ini!

Baca Juga: Job Security: Arti, Pentingnya untuk Pekerja, dan Cara Meningkatkannya

Apa Itu Profesional?

profesional adalah

© Freepik.com

Menurut ACCA, profesional adalah istilah untuk seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan aturan dalam bidangnya.

Biasanya, profesi ini membutuhkan tingkat pendidikan, keterampilan, atau pelatihan tertentu. Oleh karena itu, sebelum mulai bekerja, individu tersebut harus memastikan keahliannya sesuai dengan standar kompetensi, pendidikan, budaya, serta kode etik perusahaan.

Seiring waktu, makna profesional mengalami sedikit pergeseran. Kini, istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan pekerja yang mampu menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien.

Selain itu, seseorang yang bersikap profesional cenderung memiliki citra positif di mata atasan maupun rekan kerja.

Pasalnya, tidak semua pekerja bisa dianggap profesional. Kualitas kerja dan kepribadian yang ditunjukkan menjadi faktor utama dalam menilai tingkat profesionalisme seseorang.

Perbedaan Profesi dan Profesional

Secara definisi, profesi merujuk pada jenis pekerjaan yang memerlukan pendidikan tinggi, keterampilan khusus, atau pelatihan tertentu. Selain itu, setiap profesi memiliki standar yang harus dipatuhi oleh para pelakunya.

Sementara itu, profesional adalah individu yang menjalankan suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian tinggi. Tak hanya itu, ada juga istilah profesionalisme.

Profesionalisme mengacu pada kemampuan seseorang dalam bersikap dan menempatkan dirinya, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.

Untuk disebut profesional, seorang karyawan harus mampu menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu, serta selalu menjunjung tinggi nilai integritas.

Ciri-Ciri Sikap Profesional

profesional adalah

© Freepik.com

Pada dasarnya, profesional adalah sebuah istilah untuk seseorang yang bertugas sesuai protokol dan kebutuhan bidangnya.

Akan tetapi, seperti yang sudah Glints ungkapkan, istilah tersebut telah mengalami perubahan makna.

Sekarang, profesional mengacu pada sikap yang melambangkan efektivitas dan efisiensi dari seorang pekerja.

Nah, selain pengertian tersebut, terdapat ciri-ciri spesifik dari seorang pekerja yang memiliki sikap profesional.

Baca Juga :  Ingin Merencanakan Acara Perusahaan? Pahami 5 Tips Ini!

Ciri-ciri ini pun biasanya ditetapkan sebagai rangkaian standar yang sudah disetujui oleh badan usaha.

Melansir laman Rasmussen, berikut adalah standar profesional yang umumnya dibutuhkan oleh perusahaan.

  • Akuntabilitas: selalu bertanggung jawab atas hasil kinerja dan tindakan.
  • Kejujuran: memiliki kepribadian yang jujur.
  • Integritas: memiliki prinsip moral yang kuat dan dapat menjaga kerahasiaan perusahaan.
  • Taat hukum: menaati semua regulasi hukum yang mengatur yurisdiksi mereka saat beraktivitas
  • Loyalitas: berkomitmen pada tugas dan tanggung jawab di perusahaan.
  • Objektivitas: tidak terpengaruh oleh bias dan tujuan tertentu.
  • Transparansi: mengungkapkan semua informasi terkait tugas dan hal-hal yang relevan sesuai porsinya.

Baca Juga: Kerja dengan Orang Dalam, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?

Manfaat Mempunyai Sikap Profesional

© Pexels.com

Seperti yang sudah Glints paparkan, memiliki sikap profesional adalah sebuah hal yang penting bagi pekerja.

Pasalnya, ia bisa membuat seorang pekerja terkesan lebih positif di mata atasan dan rekan-rekan kerjanya.

Tak hanya itu, sikap profesional juga menawarkan sejumlah manfaat lainnya bagi para pekerja.

Penasaran apa saja? Berikut adalah daftar dan penjelasannya, seperti pemaparan AIB dan Chron.

  • meningkatkan kredibilitas dan reputasi pekerja
  • membuat pekerja tampak bisa diandalkan
  • mendapat hormat dari rekan-rekan kerjanya
  • mendorong perkembangan karier pekerja
  • mengurangi konflik di tempat kerja

Kode Etik Profesional

profesional adalah

© Pexels.com

Seperti yang sudah Glints paparkan, profesional adalah sebuah sikap yang penting untuk ditunjukkan di dunia kerja.

Sebab, ia dapat membantu pekerja untuk mengembangkan kariernya dengan baik di dalam perusahaan.

Namun, tak semua pekerja dapat dicap profesional. 

Selain menunjukkan kualitas kerja dan kepribadian yang mumpuni, pekerja juga harus bisa mengikuti kode etik profesional.

Bagi kamu yang belum tahu, kode etik profesional merupakan acuan perilaku korporasi yang harus dipatuhi oleh para pegawai.

Aspek satu ini biasanya berbeda-beda, sesuai dengan sektor industri dan profesi yang digeluti oleh masing-masing pekerja.

Menurut Corporate Finance Institute, kode etik profesional umumnya hadir sebagai pedoman, agar keterampilan yang dimiliki pekerja tidak disalahgunakan untuk mencelakai orang lain.

Kode etik profesional juga diperlukan perusahaan untuk memantau profesionalitas pekerjanya.

Tak hanya itu, kode etik profesional juga dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian pekerja, baik secara sengaja maupun tidak.

Contoh Sikap Profesional

Dilansir dari Helpful Professor, berikut ini adalah beberapa contoh sikap profesional yang harus ditunjukkan oleh seorang karyawan dalam bekerja.

Kompetensi

Kompetensi dalam profesionalisme terlihat ketika seseorang secara konsisten memperlihatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang yang mereka tekuni.

Mereka dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien, sekaligus terus mengikuti perkembangan industri dan meningkatkan keterampilan mereka.

Baca Juga :  Pekerjaan Impianmu Tidak Sesuai Harapan? Ini 4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan

Bertanggung jawab

Seorang profesional bertanggung jawab penuh atas tindakan dan keputusan yang diambil.

Mereka tidak menghindar dari kesalahan, melainkan melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Dengan demikian, mereka menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan hasil kerja mereka.

Integritas

Kejujuran dan integritas menjadi fondasi utama profesionalisme.

Profesional selalu transparan dalam berkomunikasi, menyampaikan pendapat dengan jujur, dan berusaha melakukan hal yang benar.

Kejujuran ini juga mencerminkan akuntabilitas, di mana seseorang yang jujur siap mempertanggungjawabkan tindakannya.

Sikap hormat

Individu yang profesional adalah mereka yang selalu menunjukkan sikap hormat terhadap rekan kerja, klien, dan atasan.

Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, bersikap sopan, dan menjaga komunikasi yang positif.

Selain itu, mereka menghargai keberagaman dan memperlakukan setiap individu dengan adil, tanpa prasangka.

Adaptabilitas

Seorang profesional menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Mereka bersikap terbuka terhadap berbagai situasi baru dan mampu menghadapinya dengan efektif.

Ketika dihadapkan pada tekanan, mereka tetap tenang dan fokus untuk mencari solusi yang tepat bagi tantangan yang muncul.

Kerahasiaan

Profesional memahami pentingnya menjaga privasi dan kerahasiaan informasi. Mereka tidak sembarangan mengungkapkan data sensitif, kecuali jika benar-benar diperlukan dan sudah mendapatkan izin.

Mereka juga menghormati batasan yang ditetapkan oleh organisasi dan selalu mematuhi prinsip-prinsip keamanan informasi yang berlaku.

Ketahanan

Ketahanan adalah salah satu aspek krusial dalam profesionalisme.

Seorang profesional tetap kuat dan tegar meskipun menghadapi tantangan, selalu menjaga sikap positif, dan berkomitmen untuk mengatasi setiap hambatan.

Mereka menghadapi kegagalan dengan lapang dada, menjadikannya sebagai peluang untuk belajar dan terus berkembang.

Cara Mengembangkan Sikap Profesional

© Pexels.com

Sejatinya, sikap profesional dapat mendorong seorang pekerja menuju kesuksesan di tempat kerjanya.

Sebab, reputasi profesional yang kuat mengacu pada etos kerja tinggi dan secara tak langsung membuat pekerja menjadi unggul di kantornya.

Meskipun demikian, memiliki cap sebagai pekerja yang profesional bukanlah sebuah perkara yang enteng.

Sebab, ada rangkaian standar serta tingkat efektivitas kerja yang perlu dipenuhi oleh pekerja.

Selain itu, profesional pun berkaitan erat dengan kepribadian. 

Dalam arti, menjadi profesional tidak sekadar kualitas kerja yang mumpuni, tetapi, juga menunjukkan perilaku yang positif.

Nah, agar kamu tak bingung, berikut adalah beberapa cara jitu untuk mengembangkan sikap profesional.

1. Pahami kekuranganmu

Melansir laman Indeed, salah satu tanda profesional adalah pekerja yang mampu memahami kekurangannya.

Hal ini cukup penting. Sebab, pekerja yang mengetahui kekurangannya dapat dengan mudah meningkatkan keterampilan.

Inisiatif tersebut dapat dilakukan dengan refleksi diri dan meminta feedback dari atasan di kantor.

Baca Juga :  7 Cara Menghadapi Masalah di Dunia Kerja a la Entrepreneur Terkenal

2. Perluas network

Hal berikutnya yang dapat kamu lakukan untuk mengembangkan sikap profesional adalah memperluas network.

Memiliki network dengan jangkauan yang luas dapat memperkuat reputasimu di dunia kerja.

Inisiatif ini juga dapat membuatmu lebih unggul ketika harus melalui berbagai proses rekrutmen.

3. Miliki tampilan yang positif di media sosial

Melansir VT, memiliki tampilan yang positif di media sosial juga dapat menjadi cara efektif untuk kembangkan sikap profesional.

Di sini, hal yang perlu kamu lakukan adalah menghindari posting di media sosial yang sifatnya negatif atau provokatif. 

Pasalnya, jejak digital tak bisa dihapus dan media sosial berperan penting dalam membentuk reputasi profesional seorang pekerja.

Sebagai contoh, rekruter atau atasan dapat menemukan informasi tertentu di media sosialmu berdasarkan post yang di-share.

4. Bertanggung jawab atas tindakan

Cara berikutnya untuk mengembangkan sikap profesional adalah dengan bertanggung jawab atas segala tindakanmu.

Sebagai pekerja, kamu harus lebih bertanggung jawab atas semua hasil kinerja yang sudah diberikan.

Tak hanya itu, kamu juga perlu menerima semua kritik dan saran yang diberikan oleh atasan dengan lapang dada.

Dengan cara seperti ini, kamu bisa mulai bersikap lebih profesional dan memanfaatkan kesalahan sebagai pembelajaran di masa mendatang.

5. Perkuat motivasi diri

Cara terakhir untuk tingkatkan sikap profesional adalah dengan memperkuat motivasi diri.

Dalam dunia profesional, kamu takkan meraih bantuan terkait time management atau motivasi kerja.

Terkait keperluan tersebut, kamu perlu melakukannya secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.

Maka dari itu, cobalah perkuat motivasi diri dan kerjamu. Kelak, seiring berjalannya waktu, kamu bisa menjadi seorang pekerja yang lebih disiplin dan mandiri.

Baca Juga: Perbedaan Passion dan Hobi: Mana yang Lebih Penting buat Karier?

Itulah pemaparan singkat Glints mengenai sikap profesional, mulai dari definisi hingga manfaatnya.

Intinya, profesional adalah ungkapan bagi seorang pekerja yang menawarkan jasa atau layanan sesuai protokol dan aturan dalam bidang yang dijalani.

Namun, sekarang ini istilah tersebut telah mengalami pergeseran makna.

Ia kini mengacu pada pekerja yang mampu menyelesaikan tugasnya secara efektif dan berkualitas.

Sikap ini sejatinya perlu dimiliki oleh setiap pekerja. Sebab, ia dapat menjadi jalan bagi pekerja untuk mengembangkan kariernya dengan baik.

Maka dari itu, sebelum terjun ke dunia profesional, ikuti tips-tips Glints di atas dan kembangkan sikap profesionalmu secara mendalam, ya.

Nah, selain penjelasan di atas, kamu bisa dapatkan ragam informasi yang serupa pada kanal Tips Tempat Kerja Glints Blog.

Di sana, Glints sudah sediakan banyak artikel seputar beragam sikap dan hal-hal yang harus dimiliki di lingkungan kerja khusus buat kamu.

Maka dari itu, tunggu apa lagi? Yuk, langsung baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!


Satu tanggapan untuk “Profesional: Arti, Kode Etik, Ciri, Contoh, dan Cara Mengembangkan”

  1. Penina Itlay berkata:

    Sangat memuaskan dengan penjelasannya. Terimakasih dan diberkati dalam pekerjaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon