Problem Statement: Apa Itu, Komponen, dan Cara Membuatnya

Tayang 22 Jun 2024 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    Membuat problem statement adalah salah satu cara untuk menunjukkan inisiatif dan kemampuan problem solving. Oleh karena itu, penting bagimu untuk tahu apa itu problem statement.

    Tentunya dengan menyusun ini, kamu juga akan terbantu untuk meningkatkan nilai diri serta kariermu di kantor.

    Pelajari apa itu problem statement di artikel berikut ini, yuk!

    Baca Juga: Jurnal Manifestasi: Definisi, Cara Kerja, dan Cara Memulainya

    Apa Itu Problem Statement?

    Mengutip Figmaproblem statement adalah dokumen yang berisi pernyataan seputar isu atau masalah yang sedang dihadapi dan membutuhkan tindakan secepat mungkin untuk memperbaiki situasinya.

    Pernyataan ini menjelaskan secara singkat, padat, dan objektif seputar masalah yang sedang dihadapi.

    Oleh karena itu, isi dari problem statement hanya fokus pada fakta-fakta yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

    Agar kamu bisa terbantu ketika membuatnya, cobalah untuk menyusun problem statement dengan rumus 5W (who, what, when, where, dan why).

    Selain membantumu menyusunnya, struktur ini juga membuat problem statement jadi lebih mudah dibaca. Hal ini juga menjadikan masalah lebih mudah dipahami dan diselesaikan.

    Selain menjelaskan masalah yang mendesak, dokumen ini juga jadi petunjuk untuk mendapatkan solusi yang efektif.

    Kapan Kamu Membuat Problem Statement?

    Lalu, kapan sebaiknya kamu membuat dokumen ini? Kata BetterUp, waktu terbaik untuk membuat problem statement adalah sebelum kamu memikirkan solusi.

    Misalnya, saat kamu dan tim jadi terburu-buru untuk masuk ke tahap pencarian solusi saat sedang mendiskusikan masalah, ada baiknya berhenti sejenak.

    Cobalah untuk membuat problem statement terlebih dahulu untuk memastikan semua orang setuju dan paham tentang masalah yang dihadapi.

    Masih menurut BetterUp, berikut adalah beberapa contoh situasi umum di mana membuat sebuah problem statement akan sangat membantu.

    • menulis executive summary untuk proposal proyek atau riset
    • berkolaborasi dalam proyek yang melibatkan departemen berbeda-beda
    • menjelaskan masalah yang dihadapi target konsumen yang ingin diatasi oleh produk atau layanan yang ingin dibuat
    • menyelesaikan masalah yang tidak berhasil diselesaikan oleh tindakan sebelumnya
    • mengklarifikasi hasil yang diekspektasikan dari solusi yang diambil
    • membuat panduan saat mengerjakan sebuah proyek yang baru
    Baca Juga: Briefing: Pengertian, Waktu, Tujuan, dan Cara Mengadakan

    Komponen Problem Statement

    Apabila ingin membuat dokumen ini, pastikan kamu memiliki beberapa komponen di dalamnya terlebih dahulu.

    Adanya komponen-komponen ini membuat problem statement-mu jadi lebih mudah dicerna oleh orang-orang yang membacanya.

    Beberapa komponen yang harus ada dalam sebuah problem statement kata Indeed adalah sebagai berikut.

    • detail dari masalah yang disampaikan dan mengapa ia harus segera diselesaikan
    • detail dari solusi yang disampaikan untuk menyelesaikan masalah terkait
    • alasan mengapa solusi tersebut dapat menyelesaikan masalah yang ada dan cara menerapkannya

    Cara Membuat Problem Statement

    Dokumen ini digunakan untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan untuk menjalankan suatu proyek dari manajemen serta stakeholder.

    Oleh karenanya, isinya harus akurat dan ditulis dengan baik. Tentu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar problem statement-mu tertulis dengan baik.

    Apabila kamu ingin membuat problem statement, ada beberapa cara yang bisa dilakukan mengutip Indeed.

    1. Menjelaskan bagaimana sesuatu harusnya bekerja

    Kamu bisa menjelaskan bagaimana suatu hal harusnya beroperasi terlebih dahulu untuk memberi konteks agar lebih mudah memahami masalah yang dialami.

    Jelaskan bagaimana suatu proses harusnya bekerja dan paparkan juga hal apa yang akan terjadi apabila masalah tersebut tidak ada.

    2. Menjelaskan masalah yang dialami dan mengapa hal tersebut perlu diselesaikan

    Setelah mengidentifikasi apa masalah yang dihadapi, jelaskan mengapa hal tersebut menjadi permasalahan. Beri tahu juga mengapa menyelesaikan masalah tersebut begitu penting.

    Hal ini dapat membantumu mengetahui siapa saja yang bisa terdampak dari masalah tersebut dan mengapa hal itu perlu diselesaikan.

    Kamu juga bisa menjelaskan langkah apa yang pernah diambil untuk menyelesaikan masalah yang bersangkutan dan kenapa hal tersebut tidak berhasil.

    3. Jelaskan biaya yang harus dikeluarkan akibat masalah tersebut

    Cara selanjutnya untuk membuat problem statement adalah dengan menjelaskan beban biaya yang harus dikeluarkan akibat masalah yang disebutkan.

    Hal ini untuk semakin menekankan mengapa masalah tersebut begitu penting untuk segera diselesaikan.

    4. Cari pendukung dari argumentasimu

    Apabila kamu mencantumkan soal beban biaya, pastikan dirimu memiliki hal-hal yang bisa mendukung argumentasimu tersebut.

    Jika kamu tidak melakukannya, justru problem statement yang dibuat malah dianggap sebagai sesuatu yang remeh.

    Oleh karenanya, pastikan kamu sudah melakukan riset dan mengumpulkan data yang siap untuk disampaikan.

    5. Ajukan solusi

    Setelah itu, ajukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Pastikan kamu menyampaikan langkah-langkah praktis dari solusimu agar mudah dipahami dan diterapkan nantinya.

    Jangan lupa juga untuk menjelaskan manfaat dari solusi yang kamu ajukan.

    6. Akhiri dengan menyimpulkan masalah dan solusinya

    Lalu, tutup problem statement-mu dengan kesimpulan yang ringkas.

    Kesimpulanmu harus mengandung masalah yang dialami serta mengapa hal tersebut perlu diselesaikan.

    Sampaikan juga secara singkat mengapa solusimu adalah jalan terbaik untuk menyelesaikannya.

    Baca Juga: Sophomore Slump di Dunia Kerja: Arti dan Tips Menghadapi

    Itu adalah paparan singkat seputar apa itu problem statement yang bisa kamu pelajari.

    Intinya, dokumen ini menjabarkan masalah yang dihadapi secara singkat, padat, dan jelas agar dapat menemukan solusi yang terbaik.

    Membuat ini juga membuatmu dilihat sebagai karyawan yang penuh inisiatif dan memiliki kemampuan problem solving yang baik.

    Selain paparan di atas, kamu bisa mendapatkan lebih banyak informasi sejenis dengan baca kumpulan artikel kategori Kehidupan Profesional yang ada di Glints Blog.

    Ada beragam artikel dengan topik menarik seputar dunia kerja yang bisa kamu baca secara gratis, lho. Menarik bukan? Klik di sini sekarang untuk baca dan akses artikelnya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait