Stakeholder: Ketahui Arti, Jenis-Jenis, dan Fungsinya di Sini

Diperbarui 16 Agu 2022 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Stakeholder adalah istilah yang sering kita dengar khususnya ketika berbicara tentang bisnis. Namun, apakah kamu tahu definisi sebenarnya dari stakeholder?

    Nah, pemahaman tentang stakeholder merupakan hal yang penting bagi semua orang yang terlibat dalam suatu perusahaan maupun bisnis.

    Buat kalian yang masih bingung, Glints telah mempersiapkan hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang stakeholder dalam artikel ini.

    Sekaligus, kamu bisa mengecek apakah jawabanmu di polling sudah benar atau belum!

    Yuk, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

    Baca Juga: Apa Saja Bentuk Perusahaan? Yuk Ketahui Selengkapnya di Sini

    Apa Itu Stakeholder?

    stakeholder adalah

    © Freepik.com

    Untuk memahami posisi ini dengan lebih baik, ada baiknya kamu mengetahui pengertian dari stakeholder terlebih dahulu.

    Biasanya identik dengan bisnis, menurut Corporate Finance Institute, stakeholder adalah individu, kelompok, maupun komunitas yang memiliki kepentingan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

    Stakeholder memiliki kemampuan memengaruhi atau dipengaruhi dari bisnis tersebut.

    Contoh orang-orang yang termasuk stakeholder adalah pegawai atau karyawan, pelanggan atau konsumen, investor, supplier, komunitas, bahkan pemerintah.

    Masing-masing stakeholder ini memiliki kepentingan dan maksud yang berbeda-beda.

    Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menemukan cara untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan kepentingan para stakeholder ini.

    Jenis-Jenis Stakeholder

    stakeholder adalah

    © Freepik.com

    Menurut Investopedia, secara umum stakeholder terbagi atas dua, yaitu stakeholder internal dan eksternal.

    Stakeholder internal artinya para stakeholder yang ada dalam bisnis dan biasanya terpengaruh langsung oleh hasil dari usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

    Di sisi lain, stakeholder eksternal artinya orang-orang yang memiliki kepentingan dan hubungan terkait kesuksesan perusahaan atau bisnis tersebut.

    Namun, mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan proyek atau sistem kerja organisasi itu.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, contoh dari stakeholder internal adalah pemilik bisnis dan karyawannya.

    Sementara, stakeholder eksternal adalah konsumen atau pelanggan, supplier, investor, media, komunitas, pemerintah, dan lain-lain.

    Nah, berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai orang-orang maupun kelompok yang tergolong ke dalam kategori stakeholder:

    1. Investor dan kreditur

    Penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki investor dan kreditur, karena investor dan kreditur sangat membantu dalam aspek keuangan perusahaan.

    Maksud dari investor sebagai stakeholder adalah orang-orang yang menanamkan modal sebagai dukungan bagi perusahaan.

    Jika membeli saham sebuah perusahaan, maka kamu pun tergolong seorang stakeholder di perusahaan tersebut.

    Nah, saham tentu saja adalah modal yang sangat membantu perusahaan agar tetap dapat beroperasi.

    Tidak hanya dalam aspek finansial, investor sebagai stakeholder yang menanamkan modal besar pun bisa memiliki wewenang dalam mengawasi kinerja suatu perusahaan serta kondisi keuangannya.

    Sementara, kreditur atau bank adalah lembaga keuangan yang berperan memberikan pinjaman pada perusahaan untuk sebagai modal.

    Kreditur juga merupakan stakeholder, di mana stakeholder ini akan memberikan pinjaman dengan syarat dan jaminan tertentu.

    2. Pegawai

    Apakah kamu karyawan atau pegawai sebuah perusahaan?

    Tidak ada perusahaan yang dapat beroperasi tanpa sumber daya manusia. 

    Pegawai atau karyawan sebagai stakeholder adalah fungsi penting bagi suatu perusahaan karena mereka memiliki kontribusi langsung dengan proses produksi.

    Baca Juga: Apa Itu Etika Profesi? Yuk, Ketahui Seluk-beluknya!

    3. Pemasok

    Supplier atau pemasok memiliki tugas menyediakan bahan baku untuk produksi, biasanya pada bisnis manufaktur.

    Pemasok memiliki kepentingan dengan perusahaan untuk mendapat keuntungan. Oleh karena itu, pemasok bergantung pada hasil usaha dari perusahaan.

    Tentu saja peran supplier sebagai stakeholder perusahaan penting dan tidak dapat digantikan.

    Pasalnya, tanpa pemasok, perusahaan tidak bisa melakukan produksi.

    4. Konsumen

    Tak peduli seberapa besar output produksi sebuah perusahaan, tanpa konsumen, maka bisnis tidak akan dapat berlangsung.

    Konsumen sebagai stakeholder adalah salah satu yang paling penting untuk diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan sebuah usaha.

    5. Komunitas

    Komunitas juga termasuk stakeholder yang memiliki kepentingan dengan perusahaan.

    Sebab, mereka terpengaruh langsung oleh terciptanya lapangan pekerjaan, perkembangan ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.

    Keberadaan sebuah perusahaan akan berdampak cukup signifikan bagi komunitas yang ada di sekitarnya.

    Untuk membangun hubungan baik dengan komunitas sebagai stakeholder, perusahaan biasanya harus menjalankan kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap komunitas tertentu.

    6. Stakeholder primer

    Jenis stakeholder berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah para stakeholder primer.

    Stakeholder primer sejatinya adalah kelompok individu yang memiliki kaitan erat dengan penyusunan kebijakan, proyek, dan program.

    Mereka adalah pihak penentu utama dalam setiap aktivitas pengambilan keputusan perusahaan. Beberapa contoh stakeholder primer adalah sebagai berikut

    • Masyarakat: Pihak yang akan terkena imbas langsung dari suatu kebijakan, program atau proyek dari perusahaan.
    • Tokoh masyarakat: Anggota masyarakat yang mampu menyampaikan dan memengaruhi aspirasi dari masyarakat.
    • Manajer publik: Pihak yang bertanggung jawab dalam keperluan pengambilan keputusan dan penerapannya.

    7. Stakeholder sekunder

    Stakeholder sekunder adalah jenis stakeholder selanjutnya yang akan terlibat dalam urusan proyek dan bisnis perusahaan.

    Jenis stakeholder ini merupakan kumpulan orang yang tidak akan berhubungan langsung dengan kebijakan dan perencanaan suatu proyek.

    Akan tetapi, mereka turut serta dalam menyampaikan pendapat yang berpotensi untuk mengubah keputusan stakeholder primer dan pihak pemerintah.

    8. Stakeholder kunci

    Jenis stakeholder terakhir yang akan ikut terlibat dalam proses bisnis atau proyek milik perusahaan adalah para stakeholder kunci.

    Mereka merupakan kelompok eksekutif yang memiliki wewenang atas pengambilan keputusan dalam proyek dan bisnis.

    Beberapa contoh dari stakeholder kunci dalam suatu proyek adalah pihak pemerintah dan anggota dinas yang bertanggung jawab langsung atas pengerjaan proyek.

    Fungsi dan Peran Stakeholder dalam Perusahaan

    stakeholder perusahaan

    © Freepik.com

    1. Membuat keputusan

    Biasanya, para stakeholder akan mengadakan rapat yang mengundang eksekutif perusahaan.

    Hal itu seperti jajaran direktur dan orang-orang lainnya yang memiliki wewenang penting dalam perusahaan tersebut, seperti pemegang saham dalam jumlah besar.

    Orang-orang ini memiliki hak untuk membuat keputusan atau mengusulkan ide bagi perusahaan.

    Selain itu, kelompok stakeholder ini juga berwenang untuk menunjuk dan memecat CEO jika perlu. 

    2. Manajemen langsung

    Beberapa stakeholder juga terlibat langsung dalam manajemen perusahaanmu, lho.

    Stakeholder dapat menduduki departemen-departemen tertentu dalam perusahaan, seperti HRD, R&D, dan lain-lain untuk mengatur bisnis dan menjamin kesuksesannya secara langsung.

    Biasanya, bisnis swasta dan perusahaan terbuka akan menyediakan posisi bagi investor besar untuk berpartisipasi langsung dalam operasi bisnis pada level manajerial.

    3. Pendukung keuangan

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stakeholder pun salah satunya adalah investor bagi sebuah perusahaan.

    Oleh karena itu, stakeholder dapat memutuskan untuk menambah atau mengurangi investasi mereka pada suatu perusahaan dengan menimbang kondisi finansial bisnis tersebut.

    Jadi, sebuah perusahaan sangat bergantung dan wajib membangun hubungan yang baik dengan stakeholder.

    4. Tanggung jawab sosial perusahaan

    Perusahaan perlu menyeimbangkan hubungan antara bisnis dan stakeholder.

    Nah, perusahaan harus memiliki corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan.

    Tanggung jawab sosial dapat dilakukan kepada karyawan, konsumen, pemasok, pemegang saham, maupun lingkungan atau komunitas tertentu.

    Para stakeholder ini bisa membuat keputusan berdasarkan hasil dari strategi CSR yang dilakukan sebuah perusahaan.

    Baca Juga: Struktur Organisasi Perusahaan yang Umum Digunakan

    Nah, begitulah penjelasan yang bisa Glints berikan tentang stakeholder mulai dari pengertian, jenis, hingga fungsinya.

    Bagaimana? Sudahkah kamu lebih paham tentang posisi penting ini di sebuah perusahaan?

    Atau justru kamu masih penasaran dengan jabatan lainnya di dunia bisnis?

    Bila ya, kamu bisa langsung kunjungi kanal Business Dev Glints Blog. Di dalamnya, tersedia banyak artikel seputar istilah dan jabatan penting dalam proyek yang sudah Glints siapkan untukmu.

    Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, baca berbagai artikelnya sekarang juga!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 2.9 / 5. Jumlah vote: 8

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait