CEO (Chief Executive Officer): Arti, Tugas, Cara Menjadi, dan Kualifikasi

Tayang 07 Apr 2026 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Arkan Perdana

Di antara kamu, mungkin ada yang belum terlalu memahami apa itu CEO dan perannya. Padahal, CEO adalah seseorang yang bertugas untuk memimpin sebuah perusahaan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Jabatan ini memerlukan seorang profesional yang mempunyai beragam skill mumpuni untuk mengelola perusahaan.

Hal ini dikarenakan pada posisi tersebut, kamu bertanggung jawab untuk membuat kebijakan dan menjaga kualitas kerja para karyawan.

Untuk kamu yang ingin pelajari lebih lanjut tentang definisi, tugas, dan gambaran cara menjadi CEO, berikut Glints sudah siapkan rangkuman penjelasannya untukmu. Yuk, disimak!

Baca Juga: 5 Cara Mudah Meningkatkan Leadership Skill yang Bisa Kamu Coba

Apa Itu CEO?

CEO adalah kepanjangan dari chief executive officer, yaitu seseorang yang memegang jabatan tertinggi perusahaan dan bertanggung jawab mengambil keputusan besar, mengelola sumber daya, serta menangani operasional perusahaan.

Jabatan ini biasanya diduduki oleh orang-orang dengan skill dan pengalaman kerja yang mumpuni, karena keputusan mereka sangat berpengaruh terhadap terwujudnya visi dan misi perusahaan.

Peran CEO bisa berbeda bergantung dari besarnya perusahaan.

Di perusahaan-perusahaan besar, biasanya mereka fokus bertanggung jawab untuk keputusan-keputusan skala besar juga.

Namun, untuk perusahaan kecil, tak jarang perannya menjadi lebih luas, seperti mengurusi kebijakan operasional, keuangan, manajemen, dan sebagainya.

Menurut Investopedia, mereka juga sering kali beperan sebagai wajah dari perusahaan. Dengan kata lain, bisa jadi mereka yang paling dikenal oleh publik karena sering mewakili perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab

Tak hanya mengkomunikasikan kebijakan perusahaan pada petinggi-petinggi, salah satu tugas CEO adalah membangun komunikasi kepada masyarakat.

Tak jarang pula pada perusahaan berskala kecil seperti startup, Chief Executive Officer turut andil dalam keputusan perekrutan karyawan. 

Lebih lengkapnya lagi, berikut berbagai tugas dan wewenang lain yang harus dijalankan seorang CEO menurut The Balance:

  • menciptakan, mengomunikasikan, dan mengimplementasikan visi misi dan gambaran umum tujuan organisasi atau perusahaan kepada seluruh karyawan
  • memimpin perkembangan dan pengimplementasian strategi perusahaan
  • berkomunikasi dengan board of director untuk kemajuan perusahaan
  • melihat perkembangan operasional perusahaan 
  • melihat potensi kerja sama dengan perusahaan lain yang memiliki kesamaan tujuan
  • mewakili perusahaan dalam urusan-urusan kemasyarakatan, serta menjalin komunikasi dengan pemangku kebijakan baik pemerintah pusat atau daerah
  • menjalin hubungan dengan sesama CEO untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan, reputasi perusahaan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan
Baca Juga :  Kamu Ambivert? Ini 7 Pilihan Pekerjaan yang Cocok Untukmu

Dari berbagai tugas dan wewenang di atas, hal utama yang harus dipastikan oleh CEO adalah kemampuan memimpin perusahaan dengan baik. Tanpa hal tersebut, seorang CEO bisa dianggap gagal. 

Baca Juga: 6 Indikator untuk Menilai Seberapa Baik Kepemimpinan Kamu

Perbedaan CEO dan Direktur

Setelah mempelajari apa itu CEO dan tugasnya, kamu mungkin merasa bahwa peran CEO sedikit mirip dengan direktur.

Apalagi, keduanya sama-sama memimpin sebuah perusahaan.

Padahal, CEO dan direktur punya beberapa perbedaan utama, lho. Secara garis besar, CEO adalah seseorang yang bertanggung jawab atas kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Sementara itu, direktur lebih fokus pada pengelolaan manajer dan kepala departemen lainnya di perusahaan untuk memastikan kelancaran bisnis.

Berikut perbedaan keduanya secara lebih lengkap, dirangkum dari Northwest Education.

1. Hierarki

CEO berada di posisi tertinggi di sebuah perusahaan.

Mereka memimpin jabatan tingkat eksekutif lainnya seperti COO, CTO, CFO, dan lain-lain.

Mereka juga memiliki peringkat yang lebih tinggi daripada wakil presiden dan direktur.

CEO kemudian akan membuat laporan untuk diserahkan pada dewan direksi dan ketua dewan direksi.

Di sisi lain, direktur umumnya bekerja di bawah CEO. Namun, memang ada beberapa perusahaan yang menempatkan keduanya di posisi yang setara.

2. Tanggung jawab

Seorang CEO bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan dan strategi untuk masa depan perusahaan.

Keputusan penting sering kali ada di tangan mereka.

Direktur biasanya berfokus pada kelancaran fungsi sehari-hari dan mengelola masing-masing departemen, seperti pemasaran, penjualan, teknologi, dan lain sebagainya.

3. Peran

Sebagai pemegang jabatan eksekutif tertinggi, Chief Executive Officer adalah pengambil kebijakan sekaligus wajah perusahaan kepada publik dan juga secara internal.

Sementara itu, direktur punya peran yang lebih besar dalam pengelola kinerja berbagai departemen.

Baca Juga :  Account Receivable Officer: Definisi, Tugas, Skill & Kualifikasi

Gaji CEO

Selain mempelajari apa itu CEO beserta tugas dan perannya, gaji juga merupakan informasi berharga bagi kamu yang bercita-cita ingin menjadi CEO.

Menurut data dari Economic Research Institute, rata-rata gaji CEO di Indonesia adalah sekitar Rp769.660.421 – Rp2.132.359.022 per tahun, atau sekitar Rp64.138.368 – Rp177.696.585 per bulan.

Angka tersebut juga setara dengan Rp619.814 per jam.

Rata-rata, Chief Executive Officer di Indonesia juga menerima bonus tahunan sebesar Rp940.996.886.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa gaji CEO mungkin sangat bervariasi tergantung ukuran perusahaan dan industri masing-masing.

Cara Menjadi CEO

Setelah memahami apa itu CEO atau Chief Executive Officer, apakah kamu tertarik untuk menjadi CEO?

Langkah serta prosesnya tentu saja tidak mudah dan singkat.

Namun, paparan yang Glints rangkum dari Crummer Graduate School of Business berikut dapat memberimu gambaran cara-caranya.

1. Kejar gelar sarjana

Mendapatkan gelar sarjana, terutama di bidang bisnis, adalah langkah penting bagi siapa saja yang berjuang untuk menjadi CEO.

Pasalnya, pendidikan S1 bisa memberimu dasar pengetahuan dan keterampilan esensial dalam bisnis, kepemimpinan, dan manajemen.

Selain itu, gelar sarjana di bidang administrasi bisnis dan sejenisnya juga bisa memperluas pengetahuanmu tentang:

  • prinsip ekonomi
  • pemasaran
  • akuntansi keuangan

Pengetahuan dan keterampilan inilah yang nantinya dapat membantumu menganalisis peluang bisnis.

2. Cari pengalaman kerja

Seorang chief executive officer perlu memiliki pengalaman kerja yang baik supaya bisa memahami cara kerja suatu bisnis dan gambaran operasional sehari-hari.

Tanpa pengalaman kerja nyata, nampaknya agak sulit bagimu untuk tahu cara mengambil keputusan besar, apalagi membawa visi-misi perusahaan.

Dibutuhkan pengalaman bertahun-tahun untuk mengasah kepemimpinan dan menemukan kunci atau strategi bisnis terbaik di bidangmu.

3. Pertimbangkan gelar magister

Langkah berikutnya yang bisa kamu pertimbangkan untuk menjadi CEO adalah mengejar gelar MBA. Apa itu MBA dan mengapa penting bagi CEO?

MBA atau Master of Business Administration adalah gelar S2 bidang bisnis yang cukup banyak dimiliki oleh para chief executive officer di dunia.

Baca Juga :  Bagaimana Tugas CEO Dalam Suatu Perusahaan?

Gelar ini tak hanya memungkinkanmu untuk mendalami dunia bisnis, tetapi juga membangun jaringan profesional dengan para pemimpin bisnis lainnya.

Namun, gelar MBA membutuhkan komitmen waktu, energi, dan biaya yang perlu kamu pikirkan matang-matang,

MBA juga sama sekali bukan “tiket emas” yang bisa otomatis membawamu ke jabatan CEO dengan mudah.

4. Fokus perluas jaringan

Membangun koneksi adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin menjadi CEO.

Koneksi atau kenalan yang berharga dapat menawarkan dukungan, kolaborasi, atau saran untuk memajukan kariermu.

Selain itu, kamu juga bisa belajar banyak dari pengalaman mereka dalam memimpin suatu tim atau perusahaan, misalnya.

5. Latih kemampuan keterampilan

Mengembangkan keterampilan kepemimpinan dapat dilakukan dari hal-hal kecil, tak perlu menunggu jadi manajer atau supervisor dulu untuk melatihnya.

Misalnya, kamu bisa belajar lebih proaktif mengusulkan solusi atau ide ketika meeting di kantor, atau inisiatif membantu rekan kerjamu yang kesulitan.

Jika ingin mengambil peran yang lebih besar, kamu bisa inisiasi komunitas atau organisasi yang sesuai dengan minatmu lalu berusaha mengembangkannya.

Kemampuan yang Harus Dimiliki

Pada dasarnya seorang CEO harus memiliki kemampuan tertentu, seperti:

  • kemampuan interpersonal
  • kemampuan analisis
  • kemampuan kepemimpinan
  • kemampuan manajerial

Selain itu, berikut adalah 5 keterampilan utama yang dimiliki oleh CEO, dilansir dari Economic Research Institute:

  • implement goals (tahu cara mengimplementasikan goal atau tujuan)
  • organization administration (pengelolaan administrasi organisasi/perusahaan)
  • directs board meetings (mampu mengarahkan diskusi atau rapat-rapat direksi)
  • coordinates activities (mampu mengoordinasikan kegiatan-kegiatan)
  • division administration (pengelolaan kebutuhan administrasi tiap divisi di perusahaan)

Dengan kemampuan ini, kesempatanmu menjadi seorang CEO bisa jadi akan semakin mudah.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia 5 Skill yang Dibutuhkan Setelah Covid

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu CEO, tugas, gaji, hingga kualifikasinya.

Intinya, CEO atau chief executive officer adalah pemegang jabatan tertinggi di sebuah perusahaan. Tugas utama mereka adalah membuat keputusan untuk keberlangsungan badan usaha.

Nah, selain pemaparan ini, kamu juga bisa belajar lebih banyak tentang profesi-profesi di dunia kerja beserta prospeknya lewat Glints Blog!

Artikel-artikelnya dapat memperkaya pengetahuanmu tentang dunia profesional.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon