×

Mengenal Startup: Perusahaan Modern yang Saat Ini Banyak Digemari

March 30, 2020 | No Comments

Di zaman sekarang yang sudah serba modern ini, kamu pasti sering kali mendengar istilah startup. Di Indonesia sendiri, startup adalah jenis perusahaan yang selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Melalui Kemenristek, lewat skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPBT), jumlah dan calon startup di Indonesia selalu meningkat di setiap tahunnya.

Awalnya, perusahaan tersebut berjumlah 52 di tahun 2015. Jumlah itu kemudian mengalami peningkatan menjadi 956 di tahun 2018.

Melihat data statistik tersebut, perusahaan ini memiliki peluang yang besar dalam perkembangannya di Indonesia saat ini.

Lalu apa sih sebenarnya startup itu? Nah, dari pada penasaran, berikut Glints akan menjelaskan secara detail mengenai startup.

Apa Itu Startup?

startup

© Unsplash

Menurut Investopedia, startup adalah perusahaan baru yang didirikan oleh satu atau banyak orang untuk mengembangkan sebuah produk atau layanan jasa yang unik sesuai dengan pasar yang ditargetkan.

Startup cenderung menggunakan sistem online untuk memasarkan ataupun mengenalkan produk atau layanan jasanya. Perusahaan ini juga cenderung mengalami potensi pertumbuhan yang sangat tinggi.

Ketika kamu ingin mendirikan startup, kamu harus menggunakan dana sendiri atau bahkan bisa meminjam dari teman dan keluarga.

Meski begitu, saat ini sudah banyak sekali program-program dari pemerintah yang menyediakan kucuran dana bagi startup yang baru merintis dari awal. Program tersebut di antaranya adalah PPBT dan CPBT.

Dari kedua program tersebut, kamu bisa mendapatkan dana dari pemerintah sehingga dapat mengembangkan apa yang kamu bangun bersama teman atau pengusaha lainnya.

Tugas awalnya memang sangat berat. Kamu harus mengumpulkan dana yang besar untuk mengembangkan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Caranya bagaimana? Membuat proposal terkait produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Perkuat argumenmu supaya perusahaan ataupun investor secara sukarela memberikan dana kepada kamu.

Biasanya investor atau perusahaan akan tertarik kepada kamu apabila ide yang kamu tawarkan merupakan ide yang sangat segar dan baru serta dapat memberikan pengaruh yang signifikan dari target pasar yang kamu tuju.

Baca Juga: Persiapkan Hal-Hal Ini Kalau Kamu Mau Kerja di Startup

Jenis Pendanaan Startup

startup

© Unsplash

Menurut BBVA, dibandingkan dengan perusahaan tradisional lainnya, perusahaan ini cenderung mendapatkan dana yang lebih mudah. Pasalnya, startup memberikan pengaruh yang besar terhadap kegiatan ekonomi.

Biasanya perusahaan ini identik dengan mengandalkan investor ataupun venture capital untuk mendapatkan dana yang besar.

Venture capital sendiri adalah modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang sangat potensial dan sedang berkembang.

Terlepas dari semua itu, startup sebenarnaya dapat memanfaatkan beberapa jenis pendanaan, yaitu:

1. Keluarga atau teman

Walaupun pada awalnya keluarga atau teman tidak ditargetkan sebagai investor utama dalam pendanaan startup, namun peran dari kedua unsur tersebut bisa sangat penting bagi kamu.

Kamu bisa meminjam uang kepada keluarga atau teman terlebih dahulu untuk mengembangkan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Lebih beruntung lagi apabila teman kamu merupakan seorang pengusaha sukses, kamu bisa meminjam uangnya dalam jumlah yang besar.

Selain meminjam uang, kamu juga dapat memintanya untuk mempromosikan startup kamu.

Risikonya memang cukup besar, oleh karena itu kamu harus mengembangkan ide dengan baik agar nantinya dapat mengembalikan uang pinjaman tersebut.

2. Inkubator

Inkubator merupakan suatu program yang dirancang sedemikian rupa agar perusahaan-perusahaan kecil seperti startup dan lain-lain agar nantinya dapat berdiri sendiri dan sukses.

Nantinya inkubator akan membantu startup yang masih di tahap awal untuk dibina dengan baik selama jangka waktu tertentu.

Di Indonesia sendiri saat ini ada sebuah program yang bernama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sendiri merupakan sebuah pembinaan berkelanjutan selama 6 bulan dari pemerintah untuk masyarakat umum dalam membangun startup digital.

Saat mengikuti program tersebut, kamu akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak, salah satunya adalah dapat terhubung dengan mentor-mentor ternama di dunia.

Ketika kamu mengikuti masa inkubator, kamu akan mendapatkan pembinaan, relasi yang kuat, pendanaan, bahkan akses ke sebuah coworking space agar kamu dapat mengembangkan ide.

3. Venture capital

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, venture capital merupakan modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang potensial dan sedang berkembang.

Biasanya venture capital akan memberikan modal dalam jumlah yang besar kepada startup, sehingga jenis pendanaan ini sering kali menjadi rebutan.

Venture capital terdiri dari kelompok investor kelas atas, bank investasi serta lembaga keuangan besar yang lain.

Walaupun memiliki dana yang banyak, venture capital sangat selektif dalam menentukan siapa yang berhak mendapatkan dananya.

Pada umumnya, venture capital hanya memilih startup yang sedang berkembang dan potensial memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang.

Perbedaan Startup dan Usaha Kecil

startup

© Pexels

Kedua unsur ini memang memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Berikut merupakan perbedaan antara startup dan usaha kecil menurut Apium Hub:

1. Inovasi

Salah satu perbedaan yang menonjol dari startup dan usaha kecil terletak dari inovasi produk atau layanan. Bisnis biasanya tidak membuat keunikan yang menonjol, seperti salon, restoran, dan lain-lain.

Saat kamu memulai usaha kecil, maka kamu hanya perlu berpikir tentang apa yang kira-kira out of the box sehingga meningkatkan minat para pelanggan.

Sedangkan di startup, inovasi sangat penting dalam keberlangsungan mereka. Tugasnya tidak selesai dari berhasil membuat sesuatu yang baru, melainkan harus meningkatkan apa yang sudah ada.

Keadaan seperti itu tentu membutuhkan inovasi yang canggih supaya kamu dapat berkembang dan mendapatkan keuntungan.

2. Pasar

Dalam bisnis kecil, biasanya hanya berfokus kepada lingkaran pelanggan tertentu sehingga membatasi pertumbuhan perusahaan.

Berbeda dengan startup, perusahaan ini justru tidak membatasi pertumbuhannya dan berfokus untuk mendapatkan sebanyak mungkin pasar yang ada saat ini.

Maka dari itu, kembali lagi ke poin pertama, inovasi menjadi hal yang penting bagi startup untuk meningkatkan pasar dan memenangkan pertarungan bisnis.

Baca Juga: Ingin Memasarkan Produk Lewat Facebook? Facebook Ads Adalah Jawabannya

3. Tingkat pertumbuhan

Perbedaan lainnya dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan.

Usaha kecil sudah jelas harus mematok pertumbuhan yang sangat cepat. Namun prioritas dari bisnis kecil adalah hanya mendapatkan keuntungan.

Ketika bisnis mendapatkan keuntungan, maka saat itu tidak terlalu membutuhkan peningkatan performa demi meraih pertumbuhan yang lebih lagi.

Berbeda halnya dengan startup, perusahaan ini harus selalu mengalami pertumbuhan dengan ide-ide yang segar dan unik untuk menciptakan model bisnis yang dapat direproduksi.

Apabila tidak mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, maka dipastikan startup tidak akan bertahan lama.

4. Keuntungan

Jika kamu membangun sebuah usaha kecil maka hanya akan fokus pada keuntungan dari hari ke hari. Setelah itu, keuntungan tersebut dapat dialokasikan untuk ekspansi bisnis dengan cara membuka cabang.

Berbeda halnya dengan startup, butuh beberapa bulan atau bahkan tahun untuk mendapatkan keuntungan.

Fokus utama dari perusahaan ini adalah untuk membuat produk atau layanan jasa yang bagus dan canggih. Hal itu nantinya akan disukai oleh calon konsumen ataupun banyak orang.

Apabila tujuan tersebut tercapai, maka bisa saja startup akan langsung meraup keuntungan dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan bisa sampai puluhan juta per harinya.

5. Keuangan

Saat kamu hendak membuka usaha kecil, maka kamu dapat memakai uang pribadi, meminjam keluarga, teman atau bahkan meminjam lewat bank

Setelah itu, kamu harus mengembalikannya dengan bunga jika meminjam uang lewat bank.

Berbeda halnya dengan startup, walaupun ada yang memakai uang pribadi, meminjam ke keluarga ataupun teman,  belakangan ini crowdfunding menjadi fenomena yang populer.

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan di atas, startup juga mendapatkan kucuran dana dari pemerintah lewat program CPBT atau PPBT, melalui investor atau bahkan melalui venture capital.

Hal tersebut penting karena startup membutuhkan modal yang banyak guna mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun.

Setelah itu, apabila sudah meraup keuntungan besar, perusahaan itu tidak hanya akan balik modal, melainkan mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Ini Dia Rangkaian Skill yang Dibutuhkan Bidang Marketing

Itu dia pengertian dari startup serta segala hal yang berkaitan dengannya. Ingin mendapatkan informasi yang serupa? Yuk jangan lupa sign up dan dapatkan informasi lainnya!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up