×

Ingin Membangun Startup? Ketahui Berbagai Tahapan Pendanaannya

April 15, 2019 | No Comments

Belakangan ini, perusahaan rintisan alias startup tengah menjamur. Banyak orang kemudian tertarik untuk mendirikan perusahaan startup dan mencari tahu soal pendanaan perusahaan tersebut.

Tak dapat dipungkiri bahwa kendala terbesar saat ingin memulai usaha adalah masalah pendanaan. Tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk membangun sebuah startup dari awal.

Oleh karena itu, ada beberapa investor yang telah memberikan kemudahan untuk membantu memberikan modal bagi mereka yang ingin memulai startup.

Lalu, seperti apa tahapan pendanaan dari sebuah startup? Dari mana sumber pendanaan perusahaan semacam ini? Berikut Glints akan menjelaskannya untukmu.

Bootstrapping

tahapan pendanaan startup

© Pexels

Terdapat jenis pendanaan startup yang dikenal dengan sebutan bootstrapping. Hal ini merujuk pada modal usaha menggunakan dana pribadi untuk memulai startup kamu.

Secara umum, saat pendanaan ini yang diambil, tentu membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkannya.

Cara ini memang ideal dalam memulai suatu bisnis, namun ada kekurangan yang bisa terjadi.

Hal tersebut misalnya keterbatasan tabungan yang kamu miliki sehingga dana awal yang tersedia menjadi sangat terbatas.

Baca Juga: 4 Startup Kesehatan yang Dapat Membantumu di Kala Sakit

Seed Capital atau Seed Funding

tahapan pendanaan startup

© Pexels

Setelah memulai usaha dengan dana sendiri, sebuah startup biasanya membutuhkan suntikan pendanaan lain agar usaha terus berkembang.

Dilansir dari CB Insights, 29 persen startup gagal karena kehabisan modal saat dalam proses bootstrapping. Oleh karena itu, dibutuhkan dana dari investor agar bisnis tetap bisa berjalan.

Untuk itulah, sebuah startup akan menjalankan proses pitching kepada investor untuk mendapatkan pendanaan eksternal.

Tahapan pendanaan ini memungkinkan kamu mendapatkan dana lebih besar untuk mengembangkan usaha yang kamu miliki.

Tahapan awal dalam pendanaan eksternal sebuah startup kerap dikenal dengan istilah seed capital atau seed funding.

Istilah ini digunakan karena proses pendanaan ini ibarat menanam sebuah pohon. Idealnya, pendanaan awal ini adalah sebuah benih alias seed yang akan memulai pertumbuhan startup.

Seed capital atau seed funding adalah tahapan awal di mana kamu masih memahami mengenai seberapa besar potensi dari produk atau jasa yang kamu berikan mampu mencapai target pasar.

Selain itu, siapa nantinya yang akan menjadi calon target kamu juga harus ditentukan.

Pada tahapan pendanaan ini, kamu bisa memilih beberapa karyawan dalam skala kecil untuk membantu kamu menyelesaikan langkah pertama.

Selanjutnya di tahap ini, kamu juga akan memikirkan dan memperhitungkan berapa modal awal yang kamu butuhkan untuk startup, membayar gaji karyawan dan melakukan promosi atau branding.

Pada tahap pendanaan startup ini kamu akan memperhitungkan keseluruhan keperluan dana yang dibutuhkan.

Umumnya, pada tahapan ini, sumber modalnya berasal dari:

  • orang terdekat seperti keluarga
  • angel investor
  • venture capital yang fokus pada pendanaan tahap awal (micro VC)
  • crowdfunding

Pendanaan Seri A

perbedaan sales dan marketing

© Freepik

Tahapan pendanaan ini adalah tingkat awal dari pendanaan venture capital.

Di tahapan ini, startup yang kamu rintis sudah mulai mencapai tahapan yang cukup tinggi dan menunggu pengguna baru yang lebih besar lagi.

Fase ini merupakan tahapan pendanaan startup yang mengharuskan founder startup untuk memperluas jangkauan dan memberikan ciri khas dari produk atau jasa miliknya.

Jika sampai pada tahap ini, pekerjaan kamu adalah memperhatikan perluasan produk atau jasa dari segi fitur atau layanan yang diberikan kepada pasar. Inovasi- inovasi dibutuhkan pada tahapan ini untuk berkembang.

Pada tahapan ini biasanya startup kamu sudah mulai membuka cabang di beberapa tempat lain untuk memperluas ekspansi produk baik secara nasional maupun internasional.

Di tahap inilah kamu mulai memahami cara untuk mencari dana dan mulai membuka koneksi dengan angel investor dan venture capitalist.

Umumnya, sumber dana pada tahapan ini memang adalah para angel investor dan venture capitalist. Para investor ini mencari startup yang mampu mengubah ide bagus menjadi bisnis yang menguntungkan.

Pendanaan Seri B atau Bridge Loans

pendanaan startup

© Freepik

Di tahapan pendanaan startup ini, kamu telah memiliki pendapatan yang teratur dalam usaha kamu. Umumnya, di tahapan ini, startup telah mencapai usia 2-4 tahun.

Pendanaan ini umumnya digunakan untuk melakukan ekspansi bisnis lebih luas lagi.

Cukup sulit untuk mencapai fase ini sehingga tidak banyak startup yang bisa mendapat kesempatan untuk sampai ke tahap ini.

Baca Juga: Jangan Salah, Malang Punya 4 Perusahaan Startup yang Unik

Pendanaan Seri C

apa itu business development

© Picjumbo.com

Saat memasuki tahapan pendanaan seri C, perusahaan startup telah memiliki jalur pertumbuhannya sendiri. Pendanaan ini umumnya digunakan untuk terus mengembangkan bisnis dan terkadang mengakuisisi startup lain.

Di tahapan ini, tak hanya venture capitalist yang mau menjadi investor. Perusahaan investasi seperti private equity dan hedge fund juga mulai melirik startup.

Di tahapan selanjutnya, sebenarnya ada pendanaan seri D. Meski begitu, menurut CloudWays, tak banyak startup yang membutuhkan tahapan ini karena umumnya digunakan untuk keperluan khusus.

Initial Public Offering

risiko menabung saham

© Pexels

Setelah semakin berkembang, startup siap untuk terus mengembangkan diri dengan menjual saham di bursa saham.

Initial Public Offering (IPO) sendiri adalah proses penjualan saham kepada publik untuk pertama kalinya.

Inilah tahapan terakhir dari tahap pendanaan startup. Pada fase ini, kamu sudah bisa membayangkan bagaimana startup kamu berjalan.

Pada saat ini startup kamu sudah masuk ke dalam kategori startup yang siap mengembangkan diri untuk menunggu hasil dari usaha kamu.

Baca Juga: Bagaimana Mendapatkan Dana Cepat Untuk Startup Anda?

Itulah dia tahapan pendanaan startup yang kamu butuhkan untuk mendirikan perusahaan kamu sendiri. Apakah kamu siap untuk mendirikan startup-mu sendiri?

Kalau kamu masih menunggu waktu yang tepat untuk memulai startup-mu, kamu bisa mencari pengalaman kerja terlebih dahulu. Di Glints, ada banyak lowongan pekerjaan di bidang startup. Yuk, sign up sekarang!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up