5 Strategi Menyusun CSR bagi Public Relations agar Tepat Sasaran

Diperbarui 07 Jan 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Setiap perusahaan tentu membutuhkan strategi Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan yang tepat. Tapi, bagaimana caranya?

    CSR adalah praktik bisnis yang menggabungkan sustainable development atau pengembangan berkelanjutan ke dalam model bisnis perusahaan, seperti ditulis Business News Daily.

    Dengan kata lain, CSR adalah bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    Dampak tersebut bisa berada dalam lingkup ekonomi, sosial, hingga lingkungan.

    CSR juga merupakan perwujudan dari quadruple bottom line, yaitu perusahaan harus unggul dalam people (karyawan), planet (lingkungan), profit (finansial dan keuntungan), serta prosperity (kesejahteraan bagi masyarakat), seperti dikutip dari Forbes.

    Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk membuat strategi CSR yang sesuai dengan tujuannya.

    Yuk, langsung simak 5 strategi tanggung jawab sosial perusahaan dari Glints berikut!

    Baca Juga: Menyusun Strategi Public Relations yang Efektif

    1. Sesuaikan dengan Visi Misi Perusahaan

    perusahaan terdampak corona

    © Pexels.com

    Hal pertama dan utama yang harus dipertimbangkan ketika menyusun strategi CSR adalah menyesuaikannya dengan visi misi perusahaan.

    Public relations atau pihak yang bertanggung jawab menyusun tanggung jawab sosial perusahaan harus benar-benar paham apa yang ingin digapai perusahaan.

    Kamu juga harus mengetahui berbagai hal dasar lainnya, seperti key message, budaya, dan pedoman di perusahaan.

    Kemudian, kamu baru bisa menentukan beberapa pilihan strategi CSR yang bisa digunakan perusahaanmu.

    2. Temukan Isu Pelanggan

    product roadmap adalah

    © Freepik.com

    Setelah melihat visi dan misi perusahaan, kamu harus bisa menemukan isu apa yang sedang berkembang di lingkungan pelangganmu.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cone Communication, 87% pelanggan akan membeli produk atau jasa dari perusahaan yang peduli pada isu yang menurutnya penting.

    Maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan dengan melakukan aksi sosial yang tidak sesuai dengan pelangganmu.

    Riset dan temukan isu apa yang sedang menarik perhatian mereka.

    Dengan begitu, salah satu tujuan CSR untuk menarik perhatian pelanggan pun tercapai.

    3. Tentukan Sasaran

    mana yang cocok untukmu perbedaan art director dan creative director

    © Freepik.com

    Jika kamu sudah bisa menemukan kedua hal di atas, tugasmu selanjutnya adalah menentukan sasaran dari CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan.

    Hal ini akan sejalan dengan isu apa yang sedang menjadi perhatian pelangganmu.

    Sebagai contoh, kamu telah menemukan bahwa pelangganmu sedang merasa prihatin atas penanganan Covid-19 di daerah terpencil.

    Oleh karena itu, berdasarkan riset-riset yang telah kamu dan timmu jalani, kamu memutuskan untuk melakukan strategi CSR yang menyasar pada rumah sakit di pedalaman.

    Baca Juga: Bagaimana Menciptakan Corporate Communication Strategy untuk Bisnismu?

    4. Temukan Peluang

    © optionfinance.fr

    Hal yang perlu diingat adalah CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan bukan berarti perusahaan hanya berbagi kebaikan pada masyarakat.

    Lebih dari itu, perusahaan juga harus menemukan peluang dari CSR yang dilakukannya.

    Peluang tersebut bisa berupa kerja sama di masa depan, keuntungan, atau meningkatnya brand awareness di masyarakat.

    Misalnya, kamu dan perusahaanmu telah sepakat melakukan CSR pada petani di sebuah desa.

    Kamu bisa menelaah lagi, apakah ada peluang kerja sama di masa depan yang dapat dijalin bersama para petani tersebut?

    Peluang ini menjadi salah satu pertimbangan besar bagi perusahaan agar strategi CSR-nya bisa memiliki dampak positif bagi perusahaan.

    5. Ukur Keuntungan Perusahaan

    apa saja plus minus aplikasi pinjaman online

    © Freepik.com

    Sejalan dengan apa yang telah Glints sampaikan pada poin sebelumnya, kamu juga perlu untuk mengukur keuntungan perusahaan.

    Strategi CSR yang baik adalah strategi yang mampu memberi keuntungan bagi masyarakat sekaligus perusahaan.

    Keuntungan ini bisa memiliki bentuk yang nyata seperti pendapatan.

    Adapun keuntungan juga bisa tidak berwujud tetapi sama pentingnya, seperti meningkatkan moral karyawan dan brand awareness dari masyarakat.

    Keuntungan ini bisa diukur dalam jangka pendek dan panjang.

    Baca Juga: Mengenal Sociopreneurship, Bisnis yang Mengedepankan Dampak Sosial

    Demikian 5 strategi menyusun CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan yang dapat kamu terapkan bersama timmu.

    Jika ingin berdiskusi lebih lanjut dengan para profesional yang berpengalaman dalam bidang CSR dan lainnya, kamu bisa bertanya secara langsung di Glints Feed, lho!

    Jadi, kamu bisa mendapatkan tips, trik, hingga insight dalam melaksanakan CSR yang memiliki impact besar bagi perusahaan dan masyarakat.

    Menarik bukan? Makanya, yuk, bergabung di Glints Feed dengan klik tombol di bawah sekarang!

    COBA GLINTS FEED

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait