×

Kiat Menyampaikan Key Message secara Efektif

May 19, 2020 | No Comments

key message dalam PR

Key message atau pesan utama merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh organisasi, baik organisasi kecil maupun besar, lembaga, perusahaan, dan lainnya. Key message sendiri adalah hal yang lazim digeluti oleh pegiat dunia public relations (PR).

Pada dasarnya, key message berisi hal-hal penting yang ingin disampaikan oleh organisasi dan perlu diketahui oleh masyarakat yang ditargetkan. Hal-hal tersebut bisa mencakup keseluruhan organisasi maupun suatu campaign yang akan berjalan.

Key message biasanya hadir dalam bentuk sebuah sebuah kalimat yang secara singkat dan jelas merangkum pesan dari organisasi.

Bagi seseorang yang bergelut di bidang komunikasi atau PR, key message sangat berguna untuk menyusun sebuah strategi campaign dan press release.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai key message, sila baca penjelasan saya di bawah ini.

Baca Juga: Marketing Campaign: Kunci Keberhasilan Bisnis yang Wajib Kamu Tahu

Apa Itu Key Message?

Technical Writer

© Pexels.com

Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, key message dalam PR adalah pesan utama yang ingin disampaikan oleh organisasi.

Sebuah organisasi wajib memiliki key message karena itu merupakan bentuk sederhana dari strategi organisasi atau hal-hal yang perlu diketahui masyarakat tentang fokus organisasi.

Key message dapat menjadi jembatan antara organisasi dan masyarakat. Ketika pesan tersebut relevan dengan target audiens, mereka dapat mengikuti, bahkan mendukung tujuan organisasi.

Secara jangka panjang, potensi audiens untuk setia pada organisasi tersebut juga akan semakin besar.

Selain itu, key message juga berguna untuk menarik perhatian masyarakat yang belum menjadi audiens organisasi, menarik media untuk memberitakan organisasi, dan menarik pihak lain agar menjalin kerja sama dengan organisasi.

Hal yang Perlu Diperhatikan

presentasi yang baik

© Pexels.com

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat key message, yaitu sebagai berikut.

1. Unik

Setiap organisasi atau bahkan campaign wajib mencari hal yang berbeda dan unik. Key message akan menegaskan hal apa yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya.

Dengan begitu, key message organisasi akan menonjol, mudah diingat, dan dipahami oleh masyarakat dan audiens.

2. Relevan dengan audiens

Sebelum membuat key message, organisasi harus tahu siapa audiens yang ditargetkannya. Kemudian, key message harus dibuat serelevan mungkin dengan audiens. 

Relevansi akan membangun kedekatan antara organisasi dengan masyarakat karena mereka merasa memiliki visi yang sama. Hal ini yang menjadi dasar kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

3. Sejalan dengan tujuan utama organisasi

Setiap organisasi tentu memiliki tujuan utama yang sudah ditetapkan sejak awal berdiri. Key message harus dibuat sejalan dengan tujuan utama organisasi, jangan sampai keduanya berbeda arah atau bertolak belakang.

Dengan begitu, pesan utama kemudian dapat diturunkan menjadi pesan-pesan lainnya yang selaras dan mengukuhkan posisi organisasi.

4. Key message yang konsisten

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam membuat key message adalah konsistensi. Ketika kita menyampaikan pesan yang sama terus-menerus, masyarakat dan audiens akan lebih mudah mengingatnya.

Key message organisasi umumnya berhubungan dengan strategi dan bersifat jangka panjang. Usahakan membuat key message yang umum agar dapat dengan mudah diaplikasikan dalam pesan-pesan lain sesuai dengan campaign atau kegiatan tertentu.

Jika ada suatu kondisi khusus yang dihadapi organisasi, key message tidak akan berubah begitu saja. Hal yang biasa dilakukan adalah mengubah cara penyampaiannya.

Sebagai contoh, pada masa pandemi Covid-19, tidak semua organisasi bisa memaksakan key message layaknya menjalankan kegiatan atau campaign seperti biasanya.

Namun, organisasi bisa memodifikasi key message seperti menambahkan hal yang relevan dengan keadaan saat ini tetapi tetap sesuai dengan tujuan utama organisasi.

Dengan begitu, organisasi tetap dengan key message-nya sembari menyesuaikan diri dengan kondisi tertentu agar lebih relevan.

5. Mudah disesuaikan

Selain 4 poin utama tersebut, organisasi juga harus membuat key message yang umum dan mudah diturunkan ke berbagai campaign atau kegiatan.

Walaupun sebuah organisasi memiliki kegiatan yang berbeda-beda, key message yang kuat akan dengan mudah disesuaikan. Organisasi akan membuat kegiatan yang umumnya sejalan dengan visi dan targetnya (poin 3).

Oleh karena itu, key message utama akan merefleksikan semangat organisasi dan dapat dengan mudah diturunkan menjadi poin-poin selaras lainnya.

Baca Juga: Mengenal Corporate Communication Beserta Tips Menjalankan Fungsinya

Kesalahan yang Sering Dilakukan Organisasi

penyakit saat puasa

© Newsweek

Meskipun key message dipercayai sebagai poin penting organisasi, tetapi tidak sedikit organisasi yang masih melakukan kesalahan dalam pembuatannya. Berikut beberapa di antaranya.

1. Organization oriented

Fungsi dari key message dalam PR memang menyampaikan tujuan utama organisasi dan tidak ada salahnya jika organisasi berpegang teguh pada prinsipnya.

Namun, jangan sampai kita membuat key message yang organization oriented atau terlalu berorientasi pada organisasinya saja.

Komunikasi yang dilakukan oleh tim PR bersifat ‘keluar’ organisasi. Fungsi dari bahan komunikasi termasuk key message adalah membangun kepercayaan orang dari luar organisasi.

Maka, buatlah key message yang lebih relevan dengan audiens.

2. Terlalu banyak pesan yang ingin disampaikan

Kesalahan lainnya adalah organisasi memiliki terlalu banyak pesan yang ingin disampaikan.

Kita bisa membayangkan jika banyak orang dalam satu ruangan saling memberikan idenya secara bersamaan. Tentu tidak akan ada hal yang bisa diambil dan justru akan menjadi kegaduhan semata.

Oleh karena itu, organisasi harus benar-benar menyeleksi apa pesan utama yang ingin disampaikan.

Dalam ilmu PR, terdapat teori message house. Teori ini menjelaskan bahwa kita hanya perlu menetapkan satu pesan utama yang akan dijadikan payungnya. Inilah yang menjadi key message utama PR.

Kemudian, kita baru bisa membaginya menjadi dua hingga tiga pesan pendukung lainnya yang dapat disesuaikan dengan campaign atau kegiatan organisasi.

Baca Juga: Bagaimana Menciptakan Corporate Communication Strategy untuk Bisnismu?

Itulah penjelasan singkat saya mengenai key message dalam PR.

Ingin mendalami lebih lanjut tentang PR? Kamu bisa mengikuti webinar Glints ExpertClass PR 911: Staying Sharp During PR Crisis. Selain mendengarkan webinar dari saya, kamu juga bisa bertanya langsung dalam kelas online ini.

Webinar akan diselenggarakan pada 20 Mei 2020 pukul 19.00 WIB. 

Yuk, daftarkan dirimu di sini untuk mengikuti Glints ExpertClass bersama saya!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up