Gated Content vs Ungated Content, Taktik Mana yang Lebih Efektif?

Tayang 06 Agu 2021 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Rena Widyawinata

Di era digital sekarang ini, content marketing jadi salah satu taktik andalan untuk menarik konsumen. Salah satu strategi bisa diterapkan adalah gated content dan ungated content.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Lantas, apa itu gated content dan ungated content? Mana yang lebih baik dan efektif untuk strategi marketing?

Yuk, temukan jawabannya dalam rangkuman Glints di bawah ini!

Gated vs Ungated Content dalam Digital Marketing

© Freepik.com

Sebelum membandingkan kedua jenis taktik marketing ini, kamu sebaiknya memahami dulu apa arti gated content dan ungated content

Menurut PracticalEcommerce, Gated content adalah konten yang mengharuskan pengguna untuk memberikan beragam data diri dengan mengisi formulir atau dengan cara sign up

Bahasa sederhananya, untuk bisa membaca konten atau mendapatkan materi online, pengguna mendaftarkan diri.

Biasanya, hal ini dilakukan oleh para digital marketer untuk mendapatkan leads demi keperluan bisnis. 

Sedangkan ungated content adalah konten yang bisa diakses bebas oleh pengguna tanpa harus mengisi formulir atau memberikan informasi atau datanya.

Ungated content biasanya ditemukan dengan mudah di hasil pencarian Google atau lewat organic traffic.

Kedua tipe konten ini bisa berupa: 

  • e-book
  • video
  • webinar
  • sheet template

Kedua strategi marketing ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu kombinasikan untuk mencapai target.

Baca Juga: Ingin Penjualan Bisnis Cepat Berkembang? Yuk, Pelajari Strategi Growth Marketing

Plus Minus Gated Content vs Ungated Content

belajar branded content

© Freepik.com

Jika membandingkan keduanya, tentu ada keuntungan dan kekurangan dari tipe konten tersebut. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan gated content vs ungated content, mengutip Hubspot.

Baca Juga :  Rekomendasi 9 Sales Planning Tools Gratis untuk Meningkatkan Produktivitas Penjualan

Gated content

Sebelum membuat sebuah gated content sebaiknya pahami dulu kelebihan dan kekurangannya di bawah ini. 

Kelebihan

  • dapat menghasilkan keuntungan bisnis lebih banyak
  • bisa mendapatkan leads 
  • mendapatkan insight lebih banyak seputar kondisi konsumen
  • dapat meningkatkan 

Kekurangan

  • tidak menghasilkan traffic dan pageviews 
  •  pengguna yang melihat atau menjangkau konten jadi lebih sedikit
  • tidak dapat menggunakan pendekatan SEO

Ungated Content

Untuk membandingkan dengan gated content, pahami apa saja kekurangan dan kelebihan dari ungated content berikut ini.

Kelebihan

  • lebih mudah diakses oleh pengguna
  • cocok untuk pengguna baru dan lama
  • lebih menarik banyak pengguna

Kekurangan

  • perusahaan tidak mendapatkan data apa pun dari konten
  • tidak ada insight dan temuan baru yang bisa digunakan untuk strategi marketing selanjutnya 
  • perusahaan tidak mengetahui user intent terhadap kontennya

Baca Juga: Kupas Tuntas Buzz Marketing, Strategi Ampuh Tingkatkan Penjualan Bisnis

Mana yang Lebih Efektif?

memulai karier content marketing

© Freepik.com

Sebelum memutuskan untuk menerapkan gated content atau ungated content, kamu bisa ikuti tips yang Glints rangkum dari SmartBugMedia berikut ini. 

1. Lakukan a/b testing

Hal ini perlu dilakukan untuk tahu jenis konten yang lebih disukai oleh pengguna. Dari sini, kamu juga bisa melihat, tipe pengguna apa yang cocok untuk gated content dan ungated content

Bahkan dengan melakukan A/B testing kamu juga bisa memahami lebih dalam kebutuhan dari penggunamu. 

2. Selalu lihat user journey

Kamu perlu mempertimbangnya user journey atau perjalanan pengguna ketika mengakses konten. Ada tiga tahap dalam “perjalanan pengguna”, yaitu: 

  • Awareness, atau kesadaran. Di tahap ini, biasanya pengguna baru melihat dan mengenal produkmu. Bisa dibilang ia “baru sadar” bahwa produkmu menarik dan diperlukannya.
  • Consideration, atau pertimbangan. Pada tahap ini, pengguna sudah lebih jauh dan tertarik dengan konten atau produkmu. Ia sudah paham dengan informasi dasar terkait produk kamu. Selanjutnya, pengguna akan mempertimbangkan apakah ia akan menggunakan produk kamu atau tidak.
  • Decision, atau keputusan. Bisa dibilang tahap ini adalah tahap terakhir dari user journey. Setelah mempertimbangkan, ia akan memilih produk kamu yang paling cocok dengan kebutuhannya. 
Baca Juga :  7 Cara Praktis Membuat Deskripsi Produk yang Menggugah Pelanggan

Nah dengan mempertimbangkan user journey, kamu bisa tahu strategi konten apa yang harus dipakai terlebih dahulu atau dibuat lebih banyak.

Misalkan, sebagian besar penggunamu berada di tahap awareness. Artinya, kamu harus memperbanyak konten yang mudah dan bebas diakses (ungated content).

Tentu hal ini bertujuan agar mereka melanjutkan perjalanan mereka menjadi consideration hingga decision.

Bila user kamu ternyata lebih banyak di tahap consideration atau decision, kamu bisa mulai membuat dan membagikan gated content pada mereka.

Artinya, para pengguna tersebut sudah lebih loyal terhadap produk kamu. Hingga mau bertukar informasi pribadinya dengan konten yang kamu buat.

Baca Juga: Mengenal Marketing Automation dan Peran Pentingnya bagi Bisnis

Itulah penjelasan dan perbandingan yang harus kamu tentang tentang gated dan ungated content. 

Sudah lebih mengerti tentang kedua hal ini? Jangan berhenti di situ, yuk, belajar lebih jauh dan tambah skill di Glints ExpertClass.

Dalam webinar tersebut, kemampuan marketing-mu akan diasah oleh para pakar berpengalaman.

Menarik, bukan? Yuk, daftarakan diri dan gabung dengan pengguna lainnya di Glints ExpertClass! 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon