Gated Content vs Ungated Content, Taktik Mana yang Lebih Efektif?
Ditulis oleh : Rena Widyawinata
Di era digital sekarang ini, content marketing jadi salah satu taktik andalan untuk menarik konsumen. Salah satu strategi bisa diterapkan adalah gated content dan ungated content.
Lantas, apa itu gated content dan ungated content? Mana yang lebih baik dan efektif untuk strategi marketing?
Yuk, temukan jawabannya dalam rangkuman Glints di bawah ini!
Isi Artikel
Gated vs Ungated Content dalam Digital Marketing
Sebelum membandingkan kedua jenis taktik marketing ini, kamu sebaiknya memahami dulu apa arti gated content dan ungated content.
Menurut PracticalEcommerce, Gated content adalah konten yang mengharuskan pengguna untuk memberikan beragam data diri dengan mengisi formulir atau dengan cara sign up.
Bahasa sederhananya, untuk bisa membaca konten atau mendapatkan materi online, pengguna mendaftarkan diri.
Biasanya, hal ini dilakukan oleh para digital marketer untuk mendapatkan leads demi keperluan bisnis.
Sedangkan ungated content adalah konten yang bisa diakses bebas oleh pengguna tanpa harus mengisi formulir atau memberikan informasi atau datanya.
Ungated content biasanya ditemukan dengan mudah di hasil pencarian Google atau lewat organic traffic.
Kedua tipe konten ini bisa berupa:
- e-book
- video
- webinar
- sheet template
Kedua strategi marketing ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu kombinasikan untuk mencapai target.
Plus Minus Gated Content vs Ungated Content
Jika membandingkan keduanya, tentu ada keuntungan dan kekurangan dari tipe konten tersebut. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan gated content vs ungated content, mengutip Hubspot.
Gated content
Sebelum membuat sebuah gated content sebaiknya pahami dulu kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.
Kelebihan
- dapat menghasilkan keuntungan bisnis lebih banyak
- bisa mendapatkan leads
- mendapatkan insight lebih banyak seputar kondisi konsumen
- dapat meningkatkan
Kekurangan
- tidak menghasilkan traffic dan pageviews
- pengguna yang melihat atau menjangkau konten jadi lebih sedikit
- tidak dapat menggunakan pendekatan SEO
Ungated Content
Untuk membandingkan dengan gated content, pahami apa saja kekurangan dan kelebihan dari ungated content berikut ini.
Kelebihan
- lebih mudah diakses oleh pengguna
- cocok untuk pengguna baru dan lama
- lebih menarik banyak pengguna
Kekurangan
- perusahaan tidak mendapatkan data apa pun dari konten
- tidak ada insight dan temuan baru yang bisa digunakan untuk strategi marketing selanjutnya
- perusahaan tidak mengetahui user intent terhadap kontennya
Mana yang Lebih Efektif?
Sebelum memutuskan untuk menerapkan gated content atau ungated content, kamu bisa ikuti tips yang Glints rangkum dari SmartBugMedia berikut ini.
1. Lakukan a/b testing
Hal ini perlu dilakukan untuk tahu jenis konten yang lebih disukai oleh pengguna. Dari sini, kamu juga bisa melihat, tipe pengguna apa yang cocok untuk gated content dan ungated content.
Bahkan dengan melakukan A/B testing kamu juga bisa memahami lebih dalam kebutuhan dari penggunamu.
2. Selalu lihat user journey
Kamu perlu mempertimbangnya user journey atau perjalanan pengguna ketika mengakses konten. Ada tiga tahap dalam “perjalanan pengguna”, yaitu:
- Awareness, atau kesadaran. Di tahap ini, biasanya pengguna baru melihat dan mengenal produkmu. Bisa dibilang ia “baru sadar” bahwa produkmu menarik dan diperlukannya.
- Consideration, atau pertimbangan. Pada tahap ini, pengguna sudah lebih jauh dan tertarik dengan konten atau produkmu. Ia sudah paham dengan informasi dasar terkait produk kamu. Selanjutnya, pengguna akan mempertimbangkan apakah ia akan menggunakan produk kamu atau tidak.
- Decision, atau keputusan. Bisa dibilang tahap ini adalah tahap terakhir dari user journey. Setelah mempertimbangkan, ia akan memilih produk kamu yang paling cocok dengan kebutuhannya.
Nah dengan mempertimbangkan user journey, kamu bisa tahu strategi konten apa yang harus dipakai terlebih dahulu atau dibuat lebih banyak.
Misalkan, sebagian besar penggunamu berada di tahap awareness. Artinya, kamu harus memperbanyak konten yang mudah dan bebas diakses (ungated content).
Tentu hal ini bertujuan agar mereka melanjutkan perjalanan mereka menjadi consideration hingga decision.
Bila user kamu ternyata lebih banyak di tahap consideration atau decision, kamu bisa mulai membuat dan membagikan gated content pada mereka.
Artinya, para pengguna tersebut sudah lebih loyal terhadap produk kamu. Hingga mau bertukar informasi pribadinya dengan konten yang kamu buat.
Itulah penjelasan dan perbandingan yang harus kamu tentang tentang gated dan ungated content.
Sudah lebih mengerti tentang kedua hal ini? Jangan berhenti di situ, yuk, belajar lebih jauh dan tambah skill di Glints ExpertClass.
Dalam webinar tersebut, kemampuan marketing-mu akan diasah oleh para pakar berpengalaman.
Menarik, bukan? Yuk, daftarakan diri dan gabung dengan pengguna lainnya di Glints ExpertClass!
