Feedback: Definisi, Manfaat, serta Tips Memberi dan Menerimanya

Tayang 01 Okt 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Feedback adalah kata yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu yang kuliah di jurusan ilmu komunikasi.

    Namun, istilah ini juga sering kali digunakan di tempat kerja dan memiliki makna yang sedikit berbeda.

    Punya banyak manfaat, feedback merupakan bagian yang tak boleh dilewatkan dalam dunia profesional.

    Bahkan, data dari Zippia menunjukkan bahwa 85% karyawan memiliki inisiatif yang lebih tinggi ketika mereka menerima feedback secara rutin di tempat kerja.

    Untuk mempelajari selengkapnya, langsung saja ini dia pembahasan dari Glints mengenai arti feedback.

    Definisi Feedback

    Menurut Creighton University, dalam konteks leadership atau dunia kerja, feedback adalah informasi mengenai sejauh mana progres seseorang dalam mencapai goal-nya.

    Jika diterjemahkan secara harfiah, feedback dalam bahasa Indonesia artinya umpan balik. Namun, dalam dunia kerja lebih sering disebut sebagai masukan.

    Feedback dapat berupa masukan positif maupun negatif. Meskipun begitu, keduanya sama-sama memiliki peran yang penting dalam proses belajarmu.

    Selain itu, kamu juga bisa mengetahui sejauh mana kemampuanmu saat ini, serta bagaimana caranya agar kamu bisa terus maju baik secara personal maupun profesional.

    Tak hanya berlaku di lingkungan tempat kerja, feedback juga diperlukan dari para pelanggan supaya kamu bisa memberikan pelayanan dan kualitas produk yang lebih baik.

    Hal ini biasanya disebut dengan customer feedback.

    Baca Juga: Mengenal apa itu Customer Feedback dan Cara Terbaik Mengumpulkannya

    Manfaat Feedback

    Feedback adalah hal yang sangat penting, tak hanya untuk karyawan tetapi juga perusahaan. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai manfaatnya.

    1. Meningkatkan kinerja karyawan

    Menurut Leo Learning, para top performer (karyawan dengan kinerja yang sangat baik) di tempat kerja pasti selalu konsisten berusaha memahami kekuatan dan kelemahannya.

    Setelah itu, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan kekuatan tersebut dan memperbaiki kelemahannya.

    Masukan-masukan inilah yang membantu mereka menemukan kekuatan dan kelemahannya yang selama ini belum mereka sadari.

    2. Mencegah konflik

    Apabila perusahaan berhasil menerapkan kultur yang membuat karyawan merasa nyaman untuk menyampaikan masukan, karyawan tidak akan segan untuk mengomunikasikan segala hal.

    Termasuk mengomunikasikan bibit permasalahan yang mungkin berpotensi menjadi konflik di tempat kerja yang lebih besar jika tidak diatasi dengan cepat.

    Ketika mereka memendam apa yang mereka rasakan, biasanya hal ini justru berpotensi menjadi masalah ke depannya.

    Sebaliknya, karyawan pasti akan terbiasa untuk mendiskusikan masalah dengan rekan kerja atau atasannya jika perusahaan menekankan pentingnya feedback.

    3. Meningkatkan employee engagement

    Manfaat feedback selanjutnya adalah meningkatkan employee engagement, yaitu perasaan sense of belonging terhadap tempat kerja.

    Mengapa demikian? Ketika karyawan saling memberi masukan, hal ini tak hanya memungkinkan mereka untuk mengatasi konflik, tetapi juga membuat mereka merasa diapresiasi.

    Menurut Better Up, meskipun hanya pencapaian kecil, sebuah pengakuan atas kinerja mereka ternyata mampu meningkatkan rasa memiliki atas tanggung jawabnya di perusahaan.

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Masalah dengan Teman Kerja

    Perbedaan Feedback dengan Kritik

    Meski terkesan sama, ada beberapa perbedaan antara kritik dan masukan sebagaimana diulas oleh Brand Minds.

    Masukan biasanya diberikan seiring dengan proses berjalannya suatu project. Sementara, kritik lebih sering disampaikan ketika project tersebut telah selesai dan terlihat hasilnya.

    Itulah mengapa kritik dan feedback adalah dua hal berbeda, karena kritik cenderung berfokus pada kekurangan hasil akhir sedangkan sebuah masukan berfokus untuk memperbaiki hasil tersebut.

    Selain itu, sebuah masukan biasanya tidak hanya memuat pendapat pribadi, tetapi juga saran yang didasarkan pada fakta atau data.

    Jadi, si penerima juga akan merasa termotivasi atau bersemangat setelah menerima masukan, baik itu masukan positif maupun negatif.

    Sebaliknya, beberapa orang mungkin akan merasa kurang percaya diri setelah menerima kritik.

    Tips Memberi dan Menerima Feedback

    layar laptop dengan tulisan 'feedback'

    © Freepik.com

    Meskipun bermanfaat, memang ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat menerima maupun memberi masukan.

    Jangan sampai justru masukan inilah yang memicu konflik, karena cara penyampaiannya yang salah atau kamu yang belum mampu menerima masukan dengan hati yang terbuka.

    Lantas, bagaimana cara menyampaikan masukan yang efektif dan membangun?

    Apa yang harus kita lakukan ketika menerima masukan yang cenderung negatif?

    Nah, ini dia beberapa tips ketika memberi dan menerima suatu masukan sebagaimana dilansir dari Virtual Speech.

    1. Segerakan memberi feedback 

    Feedback yang efektif adalah ketika disampaikan selama proses masih berjalan. Artinya, masih ada waktu untuk melakukan sesuatu agar mencapai hasil yang lebih baik.

    Jadi, kamu tidak harus menunggu sampai project selesai, tetapi juga bisa menyampaikannya sesegera mungkin untuk mencegah kesalahan di kemudian hari.

    2. Beri bukti

    Supaya tidak terkesan sebagai kritik personal, kamu bisa sertakan bukti untuk mendukung masukanmu.

    Misalnya, kamu memberi masukan pada staf yang sering melewatkan deadline. Dengan menunjukkan buktinya, mereka akan lebih menyadari betapa besarnya kesalahan tersebut dan mau merubah perilakunya.

    3. Fokus beri feedback yang konstruktif

    Apabila memberi tiga masukan yang cenderung negatif, kamu bisa menyeimbangkannya dengan satu atau dua masukan yang positif.

    Contohnya berupa saran untuk mereka tentang bagaimana caranya memperbaiki tiga kekurangan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa memberikan kritik konstruktif yang lebih membangun.

    Jangan lupa juga untuk kaitkan dengan goal yang seharusnya mereka raih.

    Baca Juga: 4 Cara Menerima Kritik agar Kamu Tidak Mudah Baper

    4. Jangan diambil hati

    Atasan memberikan masukan atas kinerja dan hasil pekerjaanmu, bukan menyerangmu secara personal.

    Jadi, usahakan untuk tetap bisa membedakan mana yang termasuk urusan profesional dan mana urusan pribadi.

    Feedback di tempat kerja adalah urusan profesional yang justru memiliki tujuan baik untuk kinerjamu ke depannya. Jangan terlalu cepat menghakimi diri sendiri bahwa kamu gagal atau semacamnya, ya.

    5. Terapkan masukan yang didapat

    Coba langsung terapkan masukan tersebut ketika kamu bekerja. Kamu tidak akan pernah tahu apakah masukan tersebut adalah solusi terbaik untukmu atau bukan, jika tidak dicoba.

    Sayang sekali jika masukan yang diterima hanya kamu ingat-ingat saja tanpa mempraktikkannya. Suatu hari kamu pasti akan lupa apalagi jika tidak kamu catat dengan baik.

    Padahal, masukan tersebut bisa jadi alat bantu yang paling efektif untuk mengatasi hambatan yang biasanya kamu temui selama ini.

    6. Kembali follow up 

    Setelah menerapkannya, kamu bisa kembali berdiskusi mengenai progres terbarumu kepada orang yang memberi masukan tersebut.

    Salah satu fungsi masukan ialah untuk penilaian kinerja karyawan, bukan?

    Jadi, kamu harus mengevaluasi juga bagaimana hasilnya. Apabila memang masukan yang diberikan ternyata kurang efektif, kamu bisa lakukan penyesuaian yang dibutuhkan atau meminta masukan lanjutan.

    Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu feedback.

    Baca Juga: 5 Cara Profesional Menjawab Kritik saat Presentasi

    Intinya, feedback adalah sebuah masukan membangun yang memiliki tujuan untuk memperbaiki kinerja, mencari solusi, dan meningkatkan motivasi di tempat kerja.

    Masih punya banyak pertanyaan tentang feedback? Tak perlu khawatir! Glints sudah siapkan beberapa artikel terkait di bawah ini yang bisa menambah pemahamanmu.

    Dengan mempelajarinya, kamu bisa memberi dan menerima masukan dengan lebih baik lagi ke depannya.

    Yuk, baca kumpulan artikel di bawah ini:

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 1 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait