×

Contoh Visi dan Misi Perusahaan yang Inspiratif

October 1, 2018 | No Comments

contoh visi dan misi perusahaan

Visi dan misi perusahaan merupakan salah satu hal yang membentuk inti bisnis.

Visi dan misi harus mampu menggambarkan apa yang dilakukan perusahaan, bagaimana perusahaan bisa membantu orang, apa tujuan perusahaan, serta bagaimana perusahaan untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

Ingin tahu lebih dalam mengenai visi dan misi perusahaan? Ini dia ulasan mengenai perbedaan, tips membuat, serta contoh visi dan misi perusahaan yang inspiratif dari brand dunia ternama!

Baca Juga: 6 Cara Membangun Kultur Perusahaan yang Lebih Kuat

Beda Visi dan Misi Perusahaan

Sebelum mulai menentukan visi dan misi perusahaan, Anda perlu memahami apa perbedaan dari kedua pernyataan tersebut. Secara singkat, perbedaan dari visi dan misi yaitu:

Visi: Mendeskripsikan tujuan perusahaan di masa mendatang. Berbeda dengan misi, visi biasanya menggambarkan apa yang ingin diraih perusahaan.

Misi: Mendeskripsikan rencana apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai visi. Misi bisa meliputi deskripsi mengenai fungsi dan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sehari-harinya.

Kedua pernyataan ini bersama-sama membentuk alasan mengapa perusahaan tersebut dibentuk serta hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan bagi karyawan, partner, konsumen, dan stakeholders.

Menyusun Visi Perusahaan

contoh visi dan misi perusahaan

sumber: www.pexels.com/@pixabay

Dibutuhkan beberapa langkah untuk bisa mendefinisikan visi yang akurat bagi perusahaan.

Seperti yang dirangkum dari tutsplus.com, ini dia beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat visi perusahaan!

#1 Memahami Apa Itu Visi Perusahaan

Visi bisa terdiri satu kalimat sederhana hingga beberapa paragraf yang menjelaskan tujuan dan inspirasi perusahaan.

Dalam visi, perusahaan bisa juga menjelaskan nilai apa yang ditawarkan kepada konsumen dan stakeholders-nya.

Tidak perlu repot dengan istilah yang rumit, visi justru idealnya ditulis dengan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti oleh konsumen serta karyawan perusahaan itu sendiri.

#2 Evaluasi Kembali Rencana Strategis

Semua hal yang perlu Anda tuliskan di visi perusahaan sebenarnya didasari oleh apa yang ada pada rencana strategis perusahaan, seperti:

  • Elevator Pitch: Outline singkat mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan.
  • Nilai Bisnis (Business Values): Nilai otentik yang mendefinisikan bisnis yang dijalankan. Tanpa perlu ditulis secara eksplisit dalam visi, nilai bisnis bisa digambarkan secara tersirat.
  • Tujuan Bisnis (Business Goals): Masukkan tujuan bisnis yang merefleksikan inti bisnis. Identifikasi pola yang serupa dalam tujuan bisnis, dan gabungkan dalam satu aspirasi singkat untuk dimuat dalam visi perusahaan.
  • Kekuatan dan Kesempatan (Strengths and Opportunities): Visi juga bisa memuat cara mempertahankan kekuatan bisnis atau memanfaatkan kesempatan baru yang muncul.
  • Kisah Bisnis: Cerita dibalik terbentuknya bisnis bisa memberikan identitas tersendiri bagi bisnis Anda. Kisah bisnis bisa dibuat untuk mendukung visi perusahaan.

#3 Buat Vision Board

Setelah mengumpulkan beragam informasi dan aspek dari rencana strategis, kini saatnya Anda menghubungkannya di vision board.

Perluas vision board Anda dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Siapa yang terbantu dengan adanya bisnis Anda?
  • Apa tujuan dari bisnis Anda?
  • Bagaimana Anda ingin membuat dunia yang lebih baik dengan bisnis Anda?
  • Masalah apa yang bisa diselesaikan dengan bisnis Anda?
  • Apa yang ingin diraih dari bisnis Anda?

#4 Pilih Hal yang Esensial

Tidak semua informasi yang ada di vision board bisa masuk ke dalam visi perusahaan.

Saring kembali informasi dengan mengabaikan hal yang tidak berhubungan dengan inti bisnis Anda.

Setelah langkah ini selesai, Anda sudah memiliki kerangka visi yang bisa digunakan.

#5 Tulis Visi

Kembangkan kerangka yang sudah didapat dari langkah sebelumnya dan kemas dengan menarik.

Perhatikan juga beberapa hal di bawah ini sebelum Anda buru-buru menulis visi perusahaan:

  • Gunakan kata-kata yang pendek. Tidak perlu terlalu bertele-tele agar visi bisa lebih mudah dipahami.
  • Gunakan kalimat konkrit yang spesifik.
  • Fokus pada apa yang bisa dilakukan oleh bisnis Anda untuk orang banyak, bagaimana Anda membantu konsumen.

#6 Kumpulkan Feedback dan Review Secara Berkala

Visi yangs udah dibuat tidaklah mutlak, dan tentu boleh diubah jika memang ada peningkatan.

Bukan berarti perlu di-review setiap hari, ya. Seiring berjalannya waktu atau ketika Anda memiliki ide untuk meningkatkan visi, tidak ada salahnya untuk me-review kembali visi yang sudah dibuat.

Ingat, bisnis yang berkembang perlu memiliki visi yang sesuai juga.

Menyusun Misi Perusahaan

#1 Memahami Apa Itu Misi Perusahaan

Misi merupakan beberapa kalimat pendek atau paragraf yang menunjukkan kegiatan perusahaan secara garis besar dalam rangka mencapai visinya.

#2 Mengetahui Visi

Sebelum membuat misi, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi visi perusahaan. Jika belum memiliki visi, buat terlebih dahulu dengan langkah-langkah di atas.

#3 Tulis Misi

Setelah mengetahui visi perusahaan, Anda bisa langsung menulis misi dengan menjawab pertanyaan “Apa yang harus saya lakukan untuk konsumen agar visi ini bisa menjadi nyata?”.

#4 Review Secara Berkala

Sama seperti visi, misi juga bisa diubah dan diperbarui terutama ketika ada perubahan dalam visi perusahaan.

Visi dan Misi Perusahaan yang Inspiratif

contoh visi dan misi perusahaan

sumber: www.pittsburghmagazine.com

Ada ribuan merek dan perusahaan yang sudah dikenal di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Jika dilihat dari tujuan bisnisnya, ternyata beberapa perusahaan ini memiliki contoh visi dan misi perusahaan yang inspiratif!

IKEA

Visi: To create a better everyday life for the many people.

Perusahaan ritel perabot rumah tangga yang berasal dari Swedia ini resmi membuka tokonya di Indonesia 4 tahun lalu.

Sebelumnya, perusahaan dengan logo kuning biru ini juga sudah memiliki 375 toko yang tersebar di 46 negara.

Sebagai perusahaan yang menjual peralatan rumah tangga, IKEA memiliki visi untuk “Menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang”.

Dikutip langsung dari halaman resmi IKEA, ide bisnis yang mendukung visi ini yaitu

“menawarkan berbagai rancangan yang didesain dengan baik, produk perabotan rumah yang fungsional dengan harga yang sangat rendah sehingga sebanyak mungkin orang akan mampu membelinya”.

Nordstrom

Visi: To give customers the most compelling shopping experience possible.

Meskipun belum memiliki toko di Indonesia, perusahaan yang berpusat di Seattle ini merupakan department store yang sudah cukup terkenal di Amerika, Kanada, dan Puerto Rico.

Perusahaan retail di bidang fashion ini memiliki visi untuk “Memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi konsumen.”

Visi ini dilandasi oleh kepercayaan sang pendiri, John W. Nordstrom yang meyakini bahwa kesuksesan hanya bisa diraih dengan menawarkan layanan, pilihan, kualitas, dan nilai terbaik untuk konsumen.

Dari pernyataan tersebut, bisa dilihat bahwa Nordstrom sangat menitikberatkan fokusnya pada konsumen.

Hal ini pasalnya juga tercermin secara langsung dari pelayanan yang diberikan di toko, seperti pegawai yang selalu memonitor toko hingga senantiasa menawarkan bantuan bagi pembeli.

Google

Misi: Organize the world’s information and make it universally accessible and useful.

Siapa yang tidak tahu perusahaan satu ini? Mesin pencarian satu ini memiliki misi yang jelas, yaitu untuk menyediakan informasi yang mudah diakses.

Misi ini juga didukung oleh ide bisnis Google sendiri. Meskipun perusahaan yang didirikan tahun 1998 ini melahirkan banyak produk baru, namun inti bisnis mereka tetaplah sama.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Menyusun Peraturan Perusahaan?

Tertarik mencari talenta terbaik untuk bergabung dengan perusahaan Anda?

Gunakan Glints untuk merekrut kandidat terbaik untuk beragam posisi strategisi di perusahaan.

Sign up dan posting lowongan sekarang atau coba Glints TalentHunt untuk mendapatkan bantuan dari kami!

 

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up