6 Cara Membangun Kultur Perusahaan yang Lebih Kuat

Diperbarui 15 Mei 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Kultur perusahaan berarti suatu cara hidup yang dimiliki bersama oleh karyawan yang ada pada perusahaan tersebut, dan diterapkan dalam sehari-hari. Hal itu bisa tampak dari bahasa yang digunakan, kebiasaan dan sistem kerjanya, sampai tata letak ruangan dan bangunan yang ada.

    Nah, kultur inilah yang akan mempengaruhi bagaimana kerja perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Kalau kultur yang dibangun negatif serta tidak kuat, tentunya perusahaan tersebut akan sulit bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya.

    Ditambah, semua karyawan yang ada di dalamnya pun akan turut merasakan dampak negatifnya. Karenanya, penting ya untuk membangun kultur perusahaan yang kuat. Lantas, bagaimana caranya membangunnya?

    1. Mengetahui tujuan perusahaan

    Cara Membangun Kultur Perusahaan yang Lebih Kuat

    © Freepik.com

    Hal pertama yang paling mendasar adalah ketahui tujuan dari perusahaan, ini mencakup pada visi dan misi dari perusahaan tersebut. Sebuah kapal semegah dan secanggih apa pun, tidak akan berjalan ke mana pun jika tidak memiliki destinasi berlabuh.

    Sama juga dengan perusahaan, di mana setiap perusahaan harus memiliki tujuan mereka menjalankan bisnis. Misalnya saja sebuah perusahaan memiliki visi untuk menjadi supplier fast food terbesar di Indonesia. Tujuan besar tersebut tentunya harus diiringi dengan breakdown langkah demi langkah yang lebih kecil, yang bisa langsung diimplementasikan sehari-hari. Hal ini akan berkaitan dengan bisnis model yang dijalani suatu perusahaan pula.

    Misalnya saja, memiliki hubungan yang baik dengan konsumen dan bisa menjadi solusi yang diandalkan semua konsumen yang ada. Dengan adanya tujuan yang tercermin dalam keseharian bisnis, kultur perusahaan tentunya akan lebih kuat.

    Pastikan juga tujuan tersebut diketahui oleh semua karyawan yang ada, jadi semua mengarah pada satu tujuan yang sama ya.

    2. Miliki standar

    Cara Membangun Kultur Perusahaan yang Lebih Kuat

    © Pexels.com

    Ciptakan standar dalam perusahaan atau kantor Anda. Standar ini berbicara mengenai standar operasional sehari-hari, standar berpakaian, sampai standar berkomunikasi dan mengadakan rapat.

    Ketiadaan standar akan menghasilkan kultur yang tidak kuat, karena masing-masing karyawan tidak memiliki pemahaman yang sama atas apa yang dikerjakan.

    Misalnya, menciptakan aturan saat rapat dimana semua karyawan harus benar-benar fokus dan berpartisipasi, dan dengan estimasi waktu yang dilakukan maksimal 45 menit.

    Jika ada karyawan yang tidak memahami standar tersebut, ia bisa saja sibuk sendiri, mengobrol dengan teman di sebelahnya, atau bahkan bermain handphone pada saat rapat. Hasilnya, rapat tentu tidak kondusif, dan mengganggu orang lain yang membutuhkan hasil cepat dari rapat tersebut. Karena itu, dengan adanya suatu standar yang dipahami dan dijalankan oleh semua karyawan akan memperkuat kultur di kantor.

    Baca Juga: Seperti Apa Kantor Impian Millenials? Simak 4 Kriterianya di Sini

    3. Pemimpin harus menjadi contoh

    Pemimpin harus menjadi contoh

    © Freepik.com

    Pemimpin tidak hanya berbicara mengenai pemilik perusahaan lho ya, tetapi mengenai siapa pun yang memiliki karyawan di bawah mereka.

    Sebagai pemimpin, tentunya Anda harus menjalankan peraturan yang Anda terapkan kepada bawahan Anda. Misalnya saja, Anda mengharapkan bawahan Anda untuk bisa berpakaian dengan baik dan sopan, bekerja dengan cepat, serta tidak datang terlambat.

    Anda pun harus menerapkan yang demikian juga, menjadi contoh atau panutan bagi karyawan di bawah Anda. Sebaik apa pun karyawan Anda, sedikit banyak mereka pasti terpengaruh jika Anda sendiri tidak menjadi contoh yang baik bagi mereka.

    Perbuatan yang sejalan dengan perkataan Anda akan membuat kultur perusahaan lebih kuat.

    Istilahnya, walk the talk, jadi Anda pun menjalankan apa yang Anda katakan kepada mereka dan menjadi contoh ya.

    Baca Juga: Rekrut Kandidat Terbaik dengan Iklan Lowongan Kerja yang Tepat!

    4. Identifikasi ambasador kultur di perusahaan Anda

    Identifikasi ambasador kultur di perusahaan Anda

    © Freepik.com

    Ambasador? Ya, orang-orang yang Anda lihat benar-benar menghidupi kultur yang ada di perusahaan tersebut, dan bahkan mengkomunikasikannya tersebut pada karyawan lainnya.

    Mereka-mereka inilah yang nantinya akan menjadi penyemangat jalannya bisnis perusahan. Kalau Anda termasuk yang memegang tanggung jawab untuk menentukan kultur perusahaan, Anda bisa sering-sering mengajak mereka berdiskusi nih.

    Karena mereka yang dengan senang hati turut menjalani kultur tersebut, mereka bisa Anda andalkan untuk memberikan kritik dan masukan yang membangun. Dengan saran-saran dari mereka, kultur yang Anda buat dan bangun nantinya akan lebih efektif dan efisien. Anda juga akan mengetahui, apakah kultur yang Anda terapkan sudah baik, atau ada bagian-bagian tertentu yang perlu Anda perbaiki untuk ke depannya.

    Baca Juga: 6 Tips Menentukan Gaji Karyawan dengan Tepat

    5. Memiliki kultur komunikasi yang baik

    Cara Membangun Kultur Perusahaan yang Lebih Kuat

    © Pexels.com

    Ciptakan komunikasi yang baik. Komunikasi ini misalnya saja mengenai apa yang Anda harapkan dari orang lain, mengenai cara kerja dan waktu pengerjaannya.

    Contohnya ketika Anda berada di bagian marketing dan mengurus media sosial, Anda membutuhkan tim desain untuk membantu konten publikasinya. Anda harus bisa mengkomunikasikan dengan jelas dalam memberikan brief, seperti desain apa yang Anda inginkan, penempatan setiap informasi, juga warna yang Anda inginkan.

    Ingat, komunikasi yang baik adalah ketika Anda dan orang yang Anda ajak berbicara, memiliki pengertian yang sama tentang suatu hal.

    Komunikasi yang baik juga termasuk kejujuran menyampaikan kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki kepada anggota tim Anda. Termasuk, ketika ada tugas dari atasan yang tidak Anda mengerti, atau masih kurang jelas. Tepat peribahasa yang dikatakan “malu bertanya sesat di jalan”, enggannya Anda bertanya justru nantinya bisa membuat pekerjaanmu tidak beres lho.

    6. Perlakukan orang lain dengan baik

    Perlakukan orang lain dengan baik

    © Pexels.com

    Sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik, yuk perlakukan orang lain dengan baik pula. Ingat, semua karyawan merupakan makhluk hidup, dan bukannya robot. Mereka perlu hal-hal yang dibutuhkan manusia pada umumnya, seperti istirahat, apresiasi, dan juga motivasi serta masukan agar mereka bisa lebih baik.

    Kultur perusahaan yang kuat dimulai juga dari karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut. Selain itu, ketika perusahaan Anda sedang mencari karyawan, pilihlah yang karakter dan sikapnya baik, serta sesuai dengan perusahaan.

    Kemampuan bisa dipelajari dan dikembangkan, tapi karakter yang buruk akan sulit untuk diubah. Dengan karakter baik dan perlakuan yang baik, karyawan tentunya bisa mengeluarkan potensi mereka dengan lebih baik dan maksimal lagi ya.

    Nah, bagaimana? Semuanya dapat dimulai dari diri sendiri, terlepas apakah Anda pemilik perusahaan atau seorang pekerja. Sebuah budaya yang kuat tidak hanya ada di tangan mereka yang berada di level manajerial, tapi juga di tangan setiap karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut.

    Jangan kuatir kalau Anda merasa kultur perusahaan Anda belum kuat, karena tetap butuh proses trial and error. Setiap proses yang ada harus ditempuh, sampai menemukan “ramuan” yang pas dan sesuai untuk kultur perusahaan Anda.

    Selain itu, perlu diingat bahwa tiap perusahaan memiliki nilai serta budaya berbeda-beda, jadi Anda tidak bisa 100% mengadopsi apa yang dilakukan perusahaan lain secara mentah-mentah, ya!

    Tidak perlu lagi kesulitan untuk menemukan kandidat terbaik untuk perusahaan Anda, dengan Glints TalentHunt headhunter profesional kami siap membantu dalam menemukan kandidat terbaik dan sesuai kualifikasi. Atau sign up segera di Glints untuk post lowongan kerja perusahaan Anda dengan gratis!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait