Bercita-cita jadi CEO muda? Persiapkan Dulu Mentalmu

Diperbarui 26 Mar 2021 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Semua orang pasti ingin ya, tidak sekadar menjadi pegawai biasa, tapi menjadi seorang pemimpin dalam suatu perusahaan. Istilah CEO semakin banyak digunakan saat ini, menggantikan istilah-istilah lama seperti Direktur Utama, ataupun Presiden Direktur.

    CEO, atau Chief Executive Officer merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan, dan merekalah yang menentukan arah perkembangan perusahaan tersebut.

    Kalau kamu mulai dari posisi staff, dan memikirkan jalan sampai menjadi CEO, rasanya perjalananmu akan sangat panjang. Butuh bertahun-tahun usaha dan dedikasi tinggi sebelum akhirnya bisa sampai ke posisi CEO seperti yang kamu inginkan.

    Meskipun begitu, beberapa orang berhasil lho menjadi seorang CEO dalam usia yang terbilang muda. Pernah terpikir bagaimana caranya?

    Baca Juga: Tips Sukses Dari Para Founder Startup Untuk Motivasi Kamu

    CEO Muda

    menjadi CEO muda

    Di luar negeri, sebut saja Mark Zuckerberg dari Facebook, Evan Spiegel dari Snapchat, sampai Ben Rattray dari Change.org. Ketiganya berusia di bawah 40 tahun, tapi sudah memiliki perusahaan dengan nilai yang mengagumkan. Tentunya ketika mulai, usaha mereka tidak langsung meledak seperti sekarang. Diperlukan usaha dan kerja keras lebih untuk membangun usaha mereka, sehingga bisa sampai sekarang ini.

    Yang dari luar negeri sudah, lantas bagaimana dengan CEO di Indonesia? Sebut saja William Tanuwijaya dari Tokopedia, atau Achmad Zaky dari BukaLapak. Saat ini, siapa yang tidak tahu kedua e-commerce tersebut? Menjadi platform yang dicari oleh penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke, menyediakan berbagai kebutuhan yang bisa diakses secara online. Bukan, umur keduanya bukanlah 40 atau 50 tahun, melainkan 36 dan 31 tahun, luar biasa ya? Di usia yang terbilang muda, orang-orang tersebut sudah berhasil memimpin perusahaan. Kalau mereka bisa, cita-citamu sebagai CEO muda pun bukan sekadar angin belaka.

    Apa saja tugas CEO?

    tugas para CEO

    Contoh-contoh CEO muda sudah kita kenali, lantas, apa sih sebenarnya tugas mereka? Sedikit berbeda dengan entrepreneur yang menjadi agen perubahan, berpikir out of the box, dan menerobos tantangan, CEO lebih dari itu. Sebagai pemimpin, CEO terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan timnya, menentukan apa saja yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam tim yang dipimpinnya, serta memikirkan infrastuktur dan kebutuhan di sekitarnya. Di samping itu, tentunya menentukan strategi dan visi perusahaan, agar dapat berkembang lebih baik lagi. Termasuk juga menentukan pangsa pasar, pesaing, keunikan produk dan perusahaan, budgeting, dan lain sebagainya. Biasanya, hasil dari yang sudah dilakukan tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat, tapi justru dalam jangka panjang.

    Salah satu ukuran keberhasilan CEO adalah juga dari segi kuntungan finansial. Tidak sekadar berbicara mengenai profit, tetapi juga alokasi budget perusahaan, agar setiap uang yang didapat bisa digunakan secara maksimal untuk keuntungan semua sektor perusahaan nih. Apa yang dikerjakan CEO biasanya akan dipertanggungjawabkan kepada investor perusahaan yang dipimpinnya nih. Jadi tentunya harus ada suatu hal positif ya, baik bagi tim yang ia pimpin, maupun bagi investornya.

    Karakter apa yang harus dimiliki CEO muda?

    Karakter yang harus dimiliki CEO muda

    Tentunya tidak sembarang orang bisa memegang jabatan sebagai CEO ya, karena diperlukan karakter-karakter tertentu. Baik itu dari dirinya sendiri, maupun dalam hal mengatur dan membangun hubungan dengan orang lain nih. Jadi apa saja sih, karakter yang harus dimiliki oleh seorang CEO muda?

    Fleksibel

    Fleksibel ini dalam arti memberikan kesempatan kepada anggota tim, untuk bisa bekerja sesuai dengan cara mereka masing-masing. Tentu perlu adanya suatu standar khusus, seperti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta tenggat waktu yang diberikan. Tapi di luar itu, sebagai CEO boleh lho membiarkan anggota tim-mu bereksplorasi mengenai bagaimana mereka akan mengerjakan tanggung jawab yang kamu berikan. Toh ada 1000 jalan menuju Roma kan?

    Melihat dari sudut pandang berbeda

    Jangan salah, satu sudut pandang terkadang bisa “membutakan” kamu, terlebih dengan posisimu sebagai CEO lho. Kamu tidak tahu, apa yang terjadi di sisi lainnya, jika kamu hanya berpaku pada satu sudut pandang saja. Baiknya, kamu melihat dari sudut pandang lain juga, atau miliki “bird-eye view”. Maksudnya, kamu melihat kejadian apa pun dari sudut pandang yang lebih luas, mulai dari akar masalah, sampai dampak yang ditimbulkan. Dengan begitu, keputusan yang kamu ambil nantinya sudah berdasarkan pemikiran matang-matang dan mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada. Sehingga meminimalisir hal-hal yang terlewat, atau efek samping di masa depan.

    Kendala = Peluang

    Banyak orang yang memilih jalan aman, dan menghindari risiko dalam apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Masalahnya, hal tersebut bukanlah karakter seorang CEO. Sebagai CEO, kamu harus jadi pribadi yang berani ambil risiko, dan tidak takut akan kegagalan. Setiap kendala yang ada, sebenarnya merupakan peluang, tantangan, dan kesempatan untuk jadi lebih baik lagi. Kalau kamu punya pola pikir yang seperti itu, tentunya situasi seberat apa pun bisa kamu hadapi dengan santai dan dengan kepala dingin ya. Tentunya pengambilan risiko bukan sembarangan dan salah langkah lho ya, tapi dengan perhitungan dan “persiapan”. Kalau gagal pun, kamu bisa belajar banyak, dan menghindari jalan itu jika menjumpainya lagi di masa depan.

    Pilih lingkungan yang tepat

    Sejago apa pun kamu, dan sebaik apa pun karakteristikmu, tetap saja kurang lengkap jika tidak berada di lingkungan yang tepat. Kriteria yang tepat bisa berbeda-beda bagi setiap orang nih. Yang pasti, lingkungan tersebut membuatmu bisa mengeluarkan potensi terbaik yang kamu miliki sebagai seorang CEO. Selain itu, kamu juga menikmati bekerja di lingkungan tersebut ya. Jangan sampai, kamu “kehilangan” dirimu, dan tidak mengenali siapa kamu sebenarnya, karena berada di lingkungan yang salah.

    Dapatkan respect

    Mendapatkan respect, atau rasa hormat dari orang lain memang bukan suatu hal yang bisa dibuat-buat, atau dirancang sedemikian rupa ya. Yang bisa kamu lakukan secara langsung adalah mengerjakan bagianmu sebaik mungkin. Baik itu dalam hal tugas dan tanggung jawab, maupun pada saat bernegosiasi dan mengambil keputusan. Meskipun banyak orang yang lebih tua, baik itu investor maupun tim-mu sendiri, tetaplah bersikap senatural mungkin. Jangan kuatir, umur bukanlah masalah kalau kamu bisa membuktikan hal-hal luar biasa yang kamu miliki sebagai seorang CEO.

    Bagaimana calon CEO muda, apa kamu sudah memiliki karakter tersebut di atas? Menjadi CEO di usia muda bukanlah hal yang mustahil, asal kamu mempersiapkan diri dan mentalmu sedini mungkin. Kerjakan apa pun tugasmu sekarang dengan sebaik mungkin, sambil menyusun strategi apa yang akan kamu terapkan untuk perusahaanmu. Jangan lupa untuk membangun hubungan yang baik dengan anggota tim yang kamu miliki.

    Baca Juga: Tipe Pemimpin Seperti Apakah Kamu? Simak 6 Tipe Pemimpin Ini

    Jadi tidak sekadar hubungan yang “dingin” dan kaku seperti atasan dan bawahan, tapi mereka pun bisa memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mereka. Dengan begitu, tentunya dengan senang hati mereka akan berkontribusi dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Sebagai CEO tentunya kamu pun akan lebih tenang, karena tim yang kamu pimpin bisa berkontribusi maksimal.

    Sebelum menjadi CEO, tentu kamu harus memulai dari bawah dan mengumpulkan pengalaman sebaik mungkin.

    Kamu bisa mencari lowongan kerja di Glints dan apply, agar bisa segera membangun kariermu dari awal. 

    Mudah dan gratis! Yuk, cari pekerjaan yang cocok dan wujudkan impian karier yang gemilang!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 7

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait