Hendak Mulai Bisnis? Cari Tahu Berbagai Macam Modelnya di Sini

Diperbarui 25 Apr 2023 - Dibaca 18 mnt

Isi Artikel

    Bagi kamu yang ingin membuat sebuah bisnis baru, sebaiknya harus mengetahui business model atau model bisnis terlebih dahulu. 

    Mengapa demikian? Sebab, komponen yang satu ini memiliki peran penting dalam menjalankan sebuah bisnis.

    Secara tidak langsung, business model akan membantumu dalam mengidentifikasi sebuah produk, target pasar, hingga anggaran yang diperlukan.

    Hal ini dilakukan supaya bisnis bisa mendapatkan keuntungan yang banyak ke depannya. 

    Lantas, apa itu pengertiannya? Seberapa penting perannya dalam sebuah bisnis? Dalam artikel ini, Glints telah merangkumnya untukmu.

    Apa Itu Business Model?

    Dilansir dari Investopedia, business model adalah sebuah model dasar yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis dapat menghasilkan keuntungan.

    Melalui komponen ini, bisnis tidak akan berjalan tanpa arah. Sebab, mereka sudah mengetahui apa produk yang ia ciptakan serta target pasar yang akan dituju.

    Business model berbeda dengan business plan. Komponen ini lebih fokus kepada bagaimana mendapatkan profit atau keuntungan dari bisnis yang sedang dijalankan.

    Tidak hanya itu, adanya model bisnis juga membuat bisnis kamu berbeda dengan bisnis kompetitor.

    Oleh karena itu, selain menentukan produk yang ingin diciptakan, seseorang juga akan mengetahui value atau nilai apa yang akan diberikan kepada pelanggan.

    Dengan begitu, otomatis pelanggan akan menyukai produk atau layanan yang ditawarkan dari sebuah bisnis.

    Menurut Bplans, secara sederhana model bisnis dapat digambarkan menjadi tiga bagian:

    • jenis produk yang dihasilkan dan ketersediaan tenaga kerja dalam membuat produk tersebut
    • strategi pemasaran yang dilakukan, distribusi, pengiriman, hingga proses penjualan
    • strategi harga yang digunakan serta metode pembayaran dari pelanggan

    Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa business model sangat penting dibuat oleh bisnis baru.

    Bahkan, bisnis yang sudah mapan pun membutuhkan komponen ini. Sebab, permintaan pasar dan persaingan bisnis akan selalu berubah dari waktu ke waktu.

    Baca Juga: Kurangi Risiko Bisnis dengan Membuat Sales Plan yang Mumpuni

    Komponen dalam Business Model

    Sejatinya, model bisnis hadir dalam berbagai bentuk, jenis, dan fungsi yang berbeda-beda.

    Namun, masing-masing business model umumnya adalah suatu strategi dengan kumpulan komponen yang serupa.

    Komponen-komponen ini pun sifatnya cukup penting. Sebab, kamu tidak akan memiliki cara pasti untuk menghasilkan pendapatan tanpa komponen tersebut.

    Nah, memangnya, apa saja komponen utama yang dimiliki oleh semua business model? Berikut penjelasannya, sesuai ujaran Nerd Wallet.

    • Value proposition: Fitur-fitur yang membuat produk terlihat menarik bagi pelanggan.
    • Target market: Sekelompok konsumen tertentu yang akan tertarik pada produk.
    • Competitive advantage: Fitur unik produk atau layanan yang tidak dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing.
    • Cost structure: Daftar pengeluaran tetap serta variabel yang dibutuhkan bisnis untuk beroperasi dan bagaimana hal ini memengaruhi penetapan harga.
    • Key metrics: Elemen yang digunakan perusahaan untuk mengukur kesuksesan.
    • Resources: Aset fisik, keuangan, dan intelektual perusahaan.
    • Problem and solution: Masalah yang dimiliki target pelanggan dan bagaimana perusahaan bermaksud untuk menyelesaikannya.
    • Revenue model: Kerangka kerja yang mengidentifikasi sumber pendapatan yang layak untuk dikejar.
    • Revenue streams: Berbagai cara agar perusahaan dapat menghasilkan pendapatan.
    • Profit margin: Jumlah pendapatan yang melebihi biaya bisnis.

    Setelah tahu memahami apa itu business model dan komponen-komponen pentingnya, apakah kamu siap untuk menjajal profesi di bidang BD?

    Jika sudah, kamu bisa cek daftar lowongan kerja business development terbaru yang sudah Glints siapkan.

    Daftar tersebut juga dilengkapi dengan informasi masih lengkap soal profil perusahaan hingga rentang gaji serta tunjangan yang ditawarkan.

    Menarik bukan? Makanya, yuk, temukan lowongannya dengan tap tombol di bawah, ya!

    [maxbutton id=”3″ url=”https://glints.com/id/lowongan/lowongan-business-development-jakarta/?utm_source=supportingarticles&utm_medium=blog&utm_campaign=content-mktplace-experiment&utm_term=bd-job&utm_content=business-model” ]

    Manfaat Business Model

    Business model yang bagus tentu akan mendatangkan profit yang besar bagi suatu bisnis. 

    Pasalnya, selain produknya disukai oleh pelanggan, ada kemungkinan investor tertarik untuk memberikan pendanaan.

    Nah, berikut ada beberapa manfaat yang didapatkan:

    1. Unggul dari kompetitor

    Menurut Small Business, manfaat dari business model adalah dapat membuatmu unggul dari kompetitor.

    Terlebih, apabila model bisnis yang kamu terapkan terkesan unik dan menarik.

    Contoh sederhananya, kamu menerapkan bisnis online dengan menerapkan metode pembayaran digital.

    Hal ini tentu akan menjadi poin unggul bagi bisnismu dari kompetitor yang tidak memikirkan hal tersebut.

    2. Menarik perhatian investor

    Business model yang bagus otomatis akan menarik perhatian investor untuk memberikan pendanaan kepada bisnis tersebut.

    Investor tidak peduli bisnis yang kamu jalani baru atau sudah lama. Asalkan mempunyai model bisnis yang mendapatkan profit banyak, investor tidak akan ragu untuk memberikan dana.

    3. Manajemen keuangan yang teratur

    Melalui business model, sebuah perusahaan tentu dapat membuat anggaran yang tepat mengenai proses produksi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, dan lain-lain.

    Dengan demikian, mereka dapat mengatur keuangan dengan baik. Sebab, kebanyakan bisnis mengeluarkan uang tanpa dianggarkan, sehingga tidak bertahan lama.

    Baca Juga: Ingin Luncurkan Bisnis yang Mampu Bersaing? Ketahui Dulu Potensi Penetrasi Pasarnya

    Business Model Canvas

    Menurut Corporate Finance Institute, business model canvas (BMC) adalah alat perencanaan strategis untuk mengilustrasikan dan mengembangkan model bisnis.

    BMC merupakan kerangka sederhana yang memudahkan kamu untuk menentukan kelanjutan dari ide bisnis.

    Selain itu kamu juga akan dapat dengan mudah melihat apakah ide bisnis ini menguntungkan dan layak untuk direalisasikan dengan cepat.

    Ada 9 komponen utama yang digunakan dalam BMC, dikutip dari CNBC Indonesia:

    1. Key partners

    Key partners adalah perusahaan atau perorangan yang berhubungan secara strategis dengan bisnis yang akan kamu dirikan. 

    Jika ingin mendirikan restoran, maka key partners-mu adalah:

    • supplier bahan baku
    • supermarket untuk beli bahan yang tidak didapatkan dari supplier
    • bank yang memberikan fasilitas pembayaran melalui kartu kredit
    • influencer untuk mempromosikan restoran

    2. Key activities

    Aktivitas utama atau tugas yang fundamental terhadap operasional bisnis adalah gambaran dari key activities

    Masih ide bisnis restoran, maka contoh dari aktivitas utamanya adalah:

    • membeli bahan baku terbaik
    • memasak makanan yang sehat dan enak
    • memberikan pelayanan yang hangat untuk konsumen
    • membuat suasana homey sehingga unggul dari kompetitor.

    3. Key resources

    Masih mengutip Corporate Finance Institute, key resources adalah aset maupun sumber daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan dan memberikan value proposition ke dalam bisnis.

    Contohnya kamu bisa mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk resto, koki yang andal, peralatan yang bersih dan higienis, serta pelayan yang ramah.

    4. Value propositions

    Seperti penjelasan di atas, value propositions merupakan hal mendasar yang akan kamu tawarkan kepada konsumen.

    Maka, nilainya harus dapat membedakanmu dari kompetitor serta membuat bisnis lebih menarik dan konsumen kembali beli atau menggunakan jasa dari bisnismu.

    Misalnya restoran makanan Korea yang sebagian besar menunya bercita rasa pedas serta makanan dapat dipesan melalui aplikasi ojek online 24 jam.

    5. Customer relationship

    Customer relationship dapat diartikan sebagai berbagai macam interaksimu dengan konsumen, contohnya:

    • Menawarkan potongan harga untuk konsumen yang memesan dalam jumlah banyak.
    • Promosi bebas tambah nasi dan teh manis untuk pembelian di tempat.
    • Promo customer get customer dengan hadiah berupa diskon menu tertentu atau merchandise restomu.

    6. Channels

    Channels adalah berbagai macam struktur maupun metode yang kamu gunakan untuk menyampaikan keunggulan produk dan value propositions bisnis ke konsumen. 

    Contoh channel-nya adalah promo bundling makanan atau diskon besar melalui aplikasi ojek online.

    7. Customer segments

    Customer segments merupakan berbagai tipe konsumen yang jadi target bisnismu.

    Sebagai contoh, restoran makanan Korea pastinya akan punya target atau segmentasi konsumen berupa penggemar drama korea atau budaya Korea.

    8. Cost structure

    Dalam memulai usaha baru, biaya perlu menjadi pertimbangan utama. 

    Cost structure berkaitan dengan cara perusahaan dalam mengalokasikan dananya untuk operasional.

    Bisnis berorientasi cost-driven akan berusaha melakukan efisiensi untuk mengurangi cost, sedangkan bisnis berorientasi value-driven akan fokus pada menciptakan nilai lebih kepada pelanggan.

    Beberapa contoh dari cost structure adalah biaya promosi menggunakan influencer, gaji karyawan, tarif listrik, dan sewa gedung.

    9. Revenue streams

    Revenue streams adalah sumber pendapatan pada cash flow bisnis.

    Contoh sederhananya yaitu pendapatan dari pembelian makanan dan minuman, ragam menu lain, dan juga special merchandise.

    Sembilan komponen atau building blocks ini dibuat untuk memudahkanmu melihat secara keseluruhan ide bisnis yang akan diwujudkan. Gambaran dari BMC adalah sebagai berikut:

    © CNBC Indonesia

    Macam-Macam Model Bisnis

    Pada dasarnya, tidak semua bisnis membuat business model-nya sendiri tanpa mengikuti model-model bisnis yang sudah ada.

    Nah, berikut ada beberapa macam yang mungkin bisa kamu ikuti dalam membangun bisnis:

    1. Franchise

    Sebagian besar dari kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan business model yang satu ini.

    Model bisnis ini biasanya dikenal dengan sebutan waralaba. Franchise kebanyakan digunakan oleh bisnis restoran, tetapi tidak jarang juga digunakan oleh industri jasa.

    Konsep dari model ini adalah ketika ada seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari awal.

    Cukup menggunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, kemudian membayar uang kompensasi kerja sama.

    Salah satu restoran terkenal yang menggunakan model ini adalah McDonalds.

    2. Marketplace

    Di era digital sekarang, marketplace juga menjadi salah satu model bisnis yang sangat terkenal.

    Marketplace adalah business model yang mempertemukan antara penjual dan pembeli secara online dan biasanya menggunakan situs web ataupun aplikasi.

    Model bisnis ini bisa mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber pemasukan, termasuk dari transaksi yang dilakukan.

    Saat ini ada beberapa marketplace yang terkenal seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.

    3. Dropship

    Jenis model ini juga mengandalkan online dalam aktivitasnya. Ketika menerapkan dropship, kamu tidak perlu membuat toko offline.

    Biasanya, orang yang menjalankan jenis bisnis ini disebut sebagai dropshipper. 

    Nah, sebagai dropshipper, kamu menjual barang kepada konsumen melalui toko online-mu, tetapi produk tersebut datang dari pihak lain.

    Dropship dinilai keuntungannya relatif kecil, karena pendapatannya dihitung selisih modal untuk membeli produk dan harga yang diberikan kepada konsumen.

    4. Subscription

    Business model ini menerapkan bisnis di mana pelanggan akan dikenakan biaya berlangganan untuk mendapatkan akses dari layanan tersebut.

    Waktu langganannya pun bermacam-macam, ada yang satu tahun, satu bulan, tiga bulan, dan lain-lain.

    Nah, di era digital saat ini, sudah banyak bisnis yang menerapkan model seperti ini. Contohnya, Netflix, Spotify, YouTube, dan lain-lain.

    5. Manufaktur

    Dalam model bisnis ini, biasanya perusahaan atau pabrik akan membuat sebuah dan menjualnya untuk mendapatkan profit atau keuntungan.

    Saat melakukan penjualan, manufaktur akan langsung menjualnya kepada konsumen atau bahkan kepada pihak ketiga.

    Cara Menentukan Business Model yang Tepat

    Dengan semua jenis business model yang tersedia, bagaimana cara untuk memilih model yang tepat untuk bisnis kecilmu?

    Sejatinya, tidak ada jawaban mutlak untuk pertanyaan ini. Sebab, model bisnis yang paling cocok untuk bisnis akan bergantung sepenuhnya pada ruang lingkup operasi dan biaya yang dimiliki badan usaha.

    Namun, untuk mempersempit pilihan, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan pada dirimu sendiri. Berikut daftarnya, seperti pemaparan Nerd Wallet.

    • Bagaimana produk atau layananmu akan menguntungkan pelanggan?
    • Apa langkah yang akan kamu ambil untuk meraup revenue?
    • Siapa target pelanggan dari badan usahamu?
    • Berapa biaya awal yang saat ini kamu miliki?
    • Apakah sekiranya kamu memerlukan dukungan finansial dari investor?

    Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dijamin kamu akan memperoleh pemahaman tentang business model yang cocok untuk badan usahamu.

    Baca Juga: Mengenal Business Continuity Plan, “Pahlawan Bisnis” Kala Bahaya Menyapa

    Itu dia penjelasan singkat mengenai business model beserta macam-macamnya yang bisa kamu pelajari dengan baik.

    Jika ingin membangun sebuah bisnis, sebaiknya pikiran model bisnis yang sesuai dengan apa yang kamu kuasai dan nyaman dalam menjalankannya.

    Selain informasi di atas, kamu bisa dapatkan berbagai informasi lainnya seputar dunia bisnis dari kanal Business Dev di Glints Blog.

    Di sana, terdapat banyak pembahasan mengenai istilah dan strategi bisnis yang sudah dirangkum jadi artikel ringkas khusus buat kamu.

    Menarik, bukan? Yuk, baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Jangan sampai ketinggalan!

    Artikel ini telah ditinjau oleh: Airlangga Prima Satria, Warehouse Business Development Manager di BSA Logistics Indonesia.

    Temukan Airlangga di LinkedIn dengan klik di sini.


    Comments are closed.

    Artikel Terkait