Kupas Tuntas Franchise, Berbisnis dengan Brand yang Sudah Ada

Diperbarui 16 2020 - dibaca 14 mnt
Geofanni Nerissa Arviana editor

Isi Artikel

    Franchise adalah salah satu jenis usaha yang kerap dianggap menguntungkan. Banyak orang berpikir bahwa menjalankan bisnis franchise lebih mudah daripada mendirikan bisnis sendiri.

    Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika tidak dijalankan dengan hati-hati, franchise justru rawan gagal.

    Terlepas dari itu, jika kamu membutuhkan inspirasi bisnis, franchise bisa kamu jadikan pilihan.

    Dalam artikel ini, Glints akan mengupas tuntas segala hal yang berkaitan dengan franchise. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

    Baca Juga: Ini Dia 10 Bisnis yang Cocok Dijalankan oleh Kaum Milenial

    Pengertian Franchise

    franchise adalah

    © Pexels.com

    Pernahkah kamu melihat suatu perusahaan beroperasi di berbagai tempat sekaligus, seperti McDonald’s, KFC, dan JNE?

    Nah, beberapa contoh tersebut dapat dikatakan sebagai franchise. Dalam bahasa Indonesia, franchise disebut juga waralaba.

    Menurut Investopedia, franchise adalah jenis lisensi yang diterima salah satu pihak untuk memiliki akses ke pengetahuan, proses, dan merek dagang bisnis tertentu.

    Pihak penerima franchise dapat menjual produk atau menyediakan layanan di bawah bisnis tersebut.

    Adapun menurut International Franchise Assotiation, franchise adalah metode pendistribusian produk atau layanan yang melibatkan pemilik franchise dan penerima franchise.

    Pemilik franchise berwenang menetapkan merek dagang dan sistem bisnis. Sementara itu, penerima franchise harus membayar royalti dan biaya awal sebagai hak berbisnis.

    Meski sudah memiliki hak berbisnis, franchise tersebut tetap dijalankan di bawah nama dan sistem bisnis pemilik franchise.

    Biasanya, pemilik bisnis membuka franchise untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan biaya yang rendah.

    Pasalnya, franchise bisa dianggap sebagai patungan antara pemilik bisnis dengan penerima franchise.

    Jika tertarik untuk menjadi entrepreneur, kamu bisa memulainya dengan membeli bisnis franchise.

    Salah satu keuntungan dari membeli franchise adalah kamu tidak perlu kesulitan membangun brand awareness dari nol.

    Pelanggan sudah mengetahui brand tersebut lebih dahulu. Kamu hanya perlu menjalankan dan mengembangkan bisnis sesuai sistem yang telah ditetapkan.

    Baca Juga: Memahami Apa Itu Bisnis Dropship dan Berbagai Tips Menjalankannya

    Kelebihan dan Kekurangan

    probation adalah

    © Freepik.com

    Salah satu manfaat terbesar dari membeli franchise adalah nama brand yang sudah dikenal luas oleh pelanggan. Kamu tidak memerlukan banyak usaha untuk mengenalkan brand-mu kepada pelanggan baru.

    Selain itu, membeli franchise berarti kamu membeli sistem operasional bisnis. Kamu juga sekaligus membeli formula bisnis, produk, layanan, resep, hingga seragam karyawan.

    Bahkan, beberapa perusahaan franchise juga memberikan pelatihan dan perencanaan keuangan bagi penerima franchise.

    Meski demikian, ada beberapa kekurangan bisnis franchise yang perlu kamu pertimbangkan.

    Umumnya, pemilik franchise mematok harga yang cukup tinggi untuk biaya administrasi atau biaya awal. Selain itu, kamu juga harus memberikan sebagian keuntunganmu kepada pemilik franchise.

    Kekurangan lain dari bisnis franchise adalah keterbatasan dalam mengelola bisnis.

    Ada berbagai aturan yang harus kamu patuhi. Terkadang, aturan-aturan tersebut dianggap sebagai pembatas kreativitas dan inovasi.

    Jadi, kamu tidak bisa banyak berimprovisasi dalam mengelola bisnis franchise tersebut.

    Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli franchise, kamu perlu memperhatikan penawaran yang diberikan oleh perusahaan.

    Kemudian, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari bisnis franchise tersebut.

    Baca Juga: 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Bisnis Kecil

    Istilah dalam Franchise

    franchise adalah

    © Freepik.com

    Sebelum membeli franchise, ada beberapa istilah yang perlu kamu ketahui. Beberapa istilah yang umum digunakan dalam franchise adalah sebagai berikut.

    1. Franchisor

    Franchisor atau pemberi franchise adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu brand.

    Hak-hak yang diberikan antara lain penggunaan nama brand, logo, brand identity, resep, dan sistem bisnis itu sendiri.

    2. Franchisee

    Franchisee atau penerima franchise adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari pemberi franchise.

    Dengan kata lain, franchisee bisa membuka bisnis di bawah nama brand franchisor.

    Namun, franchisee perlu membayar sejumlah uang untuk mendapatkan hak-hak tersebut.

    3. Franchise fee

    Istilah lain yang harus kamu pahami adalah franchise fee.

    Franchise fee atau biaya franchise adalah biaya yang harus kamu bayarkan di awal sebelum gerai franchise-mu mulai beroperasi.

    Biaya tersebut dibayarkan sebagai hak penggunaan brand franchise sesuai jangka waktu dan ketentuan yang telah disepakati.

    Biasanya, franchise fee sudah mencakup informasi stok barang, pencarian supplier untuk stok barang, desain gerai, survei lokasi, penyusunan rencana bisnis, dan pelatihan awal.

    Oleh karena itu, pastikan franchise fee yang harus kamu keluarkan sebanding dengan brand dan hak-hak yang akan kamu dapatkan.

    4. Royalty fee

    Selain franchise fee, kamu juga perlu memperhatikan royalty fee yang harus kamu bayarkan pada franchisor.

    Royalty fee adalah persentase keuntungan yang akan kamu berikan kepada franchisor setiap bulannya.

    Setiap franchisor bisa memiliki kebijakan yang berbeda mengenai royalty fee.

    Baca Juga: Tertarik Tumbuhkan Bisnis? Pahami Riset Konsumen dan Cara Melakukannya

    Tips Memilih Franchise

    skill risk manager

    © Freepik.com

    1. Bertanya pada diri sendiri

    Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum membeli franchise adalah bertanya pada diri sendiri. 

    Dikutip dari Inc, kamu harus menyadari hal apa yang ingin kamu capai dengan membeli hak franchise. 

    Misalnya, apakah kamu ingin menyediakan kebutuhan pangan di sebuah daerah? Apakah kamu ingin mempermudah distribusi ritel di daerah tersebut?

    Kemudian, tentukan satu bidang yang kamu kuasai untuk menjadi bidang bisnismu.

    Tak berhenti sampai situ, kamu juga harus mempertimbangkan modal dan risiko yang akan kamu hadapi.

    2. Perhatikan tren dan pasar

    Sebagai seorang entrepreneur, kamu harus peka terhadap tren dan kebutuhan pasar. Namun mengikuti tren saja tidak cukup.

    Menurut Bplans, kamu juga perlu mempertanyakan, apakah tren bisnis tersebut akan terus berlangsung atau justru cepat mati?

    Jangan sampai bisnismu hanya bertahan dalam jangka waktu pendek.

    3. Tuliskan beberapa opsi franchise

    Usai menentukan dua hal di atas, kamu bisa menuliskan beberapa opsi franchise sesuai bidang yang telah kamu pilih.

    Tuliskan opsi-opsi tersebut beserta penawaran yang mereka berikan. Selain itu, perhatikan franchise fee dan royalty fee yang harus kamu bayarkan.

    4. Tentukan satu franchise terbaik

    Setiap bisnis franchise memiliki penawaran yang berbeda. Ada yang memiliki brand awareness tinggi, tetapi harganya juga sangat tinggi.

    Oleh karena itu, pertimbangkan segala aspek yang akan kamu jalankan dalam bisnis franchise tersebut.

    Jika merasa franchise tersebut akan menguntungkan dan berkembang dalam jangka panjang, kamu bisa memilih brand tersebut.

    5. Pastikan SOP jelas

    Hal terakhir yang perlu kamu lakukan sebelum membeli franchise adalah memperhatikan standard operating procedure (SOP) dari brand tersebut.

    Pastikan aturan dan ketentuan dalam SOP tersebut jelas serta telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu kamu dan pihak franchisor.

    Kemudian, franchise siap untuk dijalankan!

    Baca Juga: Tertarik Memiliki Bisnis Sendiri? Pahami 7 Skill yang Harus Dimiliki oleh Entrepreneur

    Demikian penjelasan Glints tentang apa itu franchise. 

    Kesimpulannya, franchise adalah jenis lisensi yang diterima salah satu pihak untuk memiliki akses ke pengetahuan, proses, dan merek dagang bisnis tertentu.

    Jadi, apakah kamu tertarik membuka franchise

    Jika iya, kamu perlu membaca berbagai informasi tentang bisnis terlebih dahulu di Glints Blog. Kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints untuk mendapat update informasinya secara mingguan langsung di inbox-mu.

    Menarik, bukan? Yuk, daftarkan emailmu dan mulai berlangganan sekarang juga!


      business development franchise franchise adalah

      Artikel Terkait

      Kupas Tuntas Franchise, Berbisnis dengan Brand yang Sudah Ada

      Diperbarui 16 2020 - dibaca 14 mnt
      Geofanni Nerissa Arviana editor

      Isi Artikel

        Franchise adalah salah satu jenis usaha yang kerap dianggap menguntungkan. Banyak orang berpikir bahwa menjalankan bisnis franchise lebih mudah daripada mendirikan bisnis sendiri.

        Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika tidak dijalankan dengan hati-hati, franchise justru rawan gagal.

        Terlepas dari itu, jika kamu membutuhkan inspirasi bisnis, franchise bisa kamu jadikan pilihan.

        Dalam artikel ini, Glints akan mengupas tuntas segala hal yang berkaitan dengan franchise. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

        Baca Juga: Ini Dia 10 Bisnis yang Cocok Dijalankan oleh Kaum Milenial

        Pengertian Franchise

        franchise adalah

        © Pexels.com

        Pernahkah kamu melihat suatu perusahaan beroperasi di berbagai tempat sekaligus, seperti McDonald’s, KFC, dan JNE?

        Nah, beberapa contoh tersebut dapat dikatakan sebagai franchise. Dalam bahasa Indonesia, franchise disebut juga waralaba.

        Menurut Investopedia, franchise adalah jenis lisensi yang diterima salah satu pihak untuk memiliki akses ke pengetahuan, proses, dan merek dagang bisnis tertentu.

        Pihak penerima franchise dapat menjual produk atau menyediakan layanan di bawah bisnis tersebut.

        Adapun menurut International Franchise Assotiation, franchise adalah metode pendistribusian produk atau layanan yang melibatkan pemilik franchise dan penerima franchise.

        Pemilik franchise berwenang menetapkan merek dagang dan sistem bisnis. Sementara itu, penerima franchise harus membayar royalti dan biaya awal sebagai hak berbisnis.

        Meski sudah memiliki hak berbisnis, franchise tersebut tetap dijalankan di bawah nama dan sistem bisnis pemilik franchise.

        Biasanya, pemilik bisnis membuka franchise untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan biaya yang rendah.

        Pasalnya, franchise bisa dianggap sebagai patungan antara pemilik bisnis dengan penerima franchise.

        Jika tertarik untuk menjadi entrepreneur, kamu bisa memulainya dengan membeli bisnis franchise.

        Salah satu keuntungan dari membeli franchise adalah kamu tidak perlu kesulitan membangun brand awareness dari nol.

        Pelanggan sudah mengetahui brand tersebut lebih dahulu. Kamu hanya perlu menjalankan dan mengembangkan bisnis sesuai sistem yang telah ditetapkan.

        Baca Juga: Memahami Apa Itu Bisnis Dropship dan Berbagai Tips Menjalankannya

        Kelebihan dan Kekurangan

        probation adalah

        © Freepik.com

        Salah satu manfaat terbesar dari membeli franchise adalah nama brand yang sudah dikenal luas oleh pelanggan. Kamu tidak memerlukan banyak usaha untuk mengenalkan brand-mu kepada pelanggan baru.

        Selain itu, membeli franchise berarti kamu membeli sistem operasional bisnis. Kamu juga sekaligus membeli formula bisnis, produk, layanan, resep, hingga seragam karyawan.

        Bahkan, beberapa perusahaan franchise juga memberikan pelatihan dan perencanaan keuangan bagi penerima franchise.

        Meski demikian, ada beberapa kekurangan bisnis franchise yang perlu kamu pertimbangkan.

        Umumnya, pemilik franchise mematok harga yang cukup tinggi untuk biaya administrasi atau biaya awal. Selain itu, kamu juga harus memberikan sebagian keuntunganmu kepada pemilik franchise.

        Kekurangan lain dari bisnis franchise adalah keterbatasan dalam mengelola bisnis.

        Ada berbagai aturan yang harus kamu patuhi. Terkadang, aturan-aturan tersebut dianggap sebagai pembatas kreativitas dan inovasi.

        Jadi, kamu tidak bisa banyak berimprovisasi dalam mengelola bisnis franchise tersebut.

        Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli franchise, kamu perlu memperhatikan penawaran yang diberikan oleh perusahaan.

        Kemudian, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari bisnis franchise tersebut.

        Baca Juga: 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Bisnis Kecil

        Istilah dalam Franchise

        franchise adalah

        © Freepik.com

        Sebelum membeli franchise, ada beberapa istilah yang perlu kamu ketahui. Beberapa istilah yang umum digunakan dalam franchise adalah sebagai berikut.

        1. Franchisor

        Franchisor atau pemberi franchise adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu brand.

        Hak-hak yang diberikan antara lain penggunaan nama brand, logo, brand identity, resep, dan sistem bisnis itu sendiri.

        2. Franchisee

        Franchisee atau penerima franchise adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari pemberi franchise.

        Dengan kata lain, franchisee bisa membuka bisnis di bawah nama brand franchisor.

        Namun, franchisee perlu membayar sejumlah uang untuk mendapatkan hak-hak tersebut.

        3. Franchise fee

        Istilah lain yang harus kamu pahami adalah franchise fee.

        Franchise fee atau biaya franchise adalah biaya yang harus kamu bayarkan di awal sebelum gerai franchise-mu mulai beroperasi.

        Biaya tersebut dibayarkan sebagai hak penggunaan brand franchise sesuai jangka waktu dan ketentuan yang telah disepakati.

        Biasanya, franchise fee sudah mencakup informasi stok barang, pencarian supplier untuk stok barang, desain gerai, survei lokasi, penyusunan rencana bisnis, dan pelatihan awal.

        Oleh karena itu, pastikan franchise fee yang harus kamu keluarkan sebanding dengan brand dan hak-hak yang akan kamu dapatkan.

        4. Royalty fee

        Selain franchise fee, kamu juga perlu memperhatikan royalty fee yang harus kamu bayarkan pada franchisor.

        Royalty fee adalah persentase keuntungan yang akan kamu berikan kepada franchisor setiap bulannya.

        Setiap franchisor bisa memiliki kebijakan yang berbeda mengenai royalty fee.

        Baca Juga: Tertarik Tumbuhkan Bisnis? Pahami Riset Konsumen dan Cara Melakukannya

        Tips Memilih Franchise

        skill risk manager

        © Freepik.com

        1. Bertanya pada diri sendiri

        Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum membeli franchise adalah bertanya pada diri sendiri. 

        Dikutip dari Inc, kamu harus menyadari hal apa yang ingin kamu capai dengan membeli hak franchise. 

        Misalnya, apakah kamu ingin menyediakan kebutuhan pangan di sebuah daerah? Apakah kamu ingin mempermudah distribusi ritel di daerah tersebut?

        Kemudian, tentukan satu bidang yang kamu kuasai untuk menjadi bidang bisnismu.

        Tak berhenti sampai situ, kamu juga harus mempertimbangkan modal dan risiko yang akan kamu hadapi.

        2. Perhatikan tren dan pasar

        Sebagai seorang entrepreneur, kamu harus peka terhadap tren dan kebutuhan pasar. Namun mengikuti tren saja tidak cukup.

        Menurut Bplans, kamu juga perlu mempertanyakan, apakah tren bisnis tersebut akan terus berlangsung atau justru cepat mati?

        Jangan sampai bisnismu hanya bertahan dalam jangka waktu pendek.

        3. Tuliskan beberapa opsi franchise

        Usai menentukan dua hal di atas, kamu bisa menuliskan beberapa opsi franchise sesuai bidang yang telah kamu pilih.

        Tuliskan opsi-opsi tersebut beserta penawaran yang mereka berikan. Selain itu, perhatikan franchise fee dan royalty fee yang harus kamu bayarkan.

        4. Tentukan satu franchise terbaik

        Setiap bisnis franchise memiliki penawaran yang berbeda. Ada yang memiliki brand awareness tinggi, tetapi harganya juga sangat tinggi.

        Oleh karena itu, pertimbangkan segala aspek yang akan kamu jalankan dalam bisnis franchise tersebut.

        Jika merasa franchise tersebut akan menguntungkan dan berkembang dalam jangka panjang, kamu bisa memilih brand tersebut.

        5. Pastikan SOP jelas

        Hal terakhir yang perlu kamu lakukan sebelum membeli franchise adalah memperhatikan standard operating procedure (SOP) dari brand tersebut.

        Pastikan aturan dan ketentuan dalam SOP tersebut jelas serta telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu kamu dan pihak franchisor.

        Kemudian, franchise siap untuk dijalankan!

        Baca Juga: Tertarik Memiliki Bisnis Sendiri? Pahami 7 Skill yang Harus Dimiliki oleh Entrepreneur

        Demikian penjelasan Glints tentang apa itu franchise. 

        Kesimpulannya, franchise adalah jenis lisensi yang diterima salah satu pihak untuk memiliki akses ke pengetahuan, proses, dan merek dagang bisnis tertentu.

        Jadi, apakah kamu tertarik membuka franchise

        Jika iya, kamu perlu membaca berbagai informasi tentang bisnis terlebih dahulu di Glints Blog. Kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints untuk mendapat update informasinya secara mingguan langsung di inbox-mu.

        Menarik, bukan? Yuk, daftarkan emailmu dan mulai berlangganan sekarang juga!


          business development franchise franchise adalah

          Artikel Terkait

          Scroll Up