Akhir Perdebatan Single Page Application vs Multi Page Application, Ini yang Terbaik!
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina
Single page application vs multi page application adalah perdebatan yang umum terjadi dalam pengembangan website.
Mana yang lebih baik digunakan? Apakah single page application lebih efektif dibandingkan multi page application?
Daripada kamu jadi ikut bingung menentukannya, yuk, cari tahu perbedaan lengkapnya dalam artikel ini.
Baca Juga: Bingung Memilih Framework yang Tepat untuk Website-mu? Ini 6 Tipsnya
Isi Artikel
Single Page Application
Menurut MDN Web Docs, single page application hanya menggunakan satu dokumen website saja untuk diimplementasikan pada aplikasi website.
Facebook, Google Maps, Gmail, Twitter, dan Google Drive adalah beberapa contoh aplikasi yang menggunakan implementasi web seperti ini.
Biasanya, SPA menggunakan Angular atau React Native untuk menghasilkan website yang efisien.
Ini karena komponen yang digunakan dalam framework tersebut dapat digunakan kembali.
Keuntungan menggunakan single page application
Single page application memberikan banyak keuntungan bagi efisiensi website. Mulai dari peningkatan kinerja dan konsistensi aplikasi, hingga pengurangan waktu pengembangan dan biaya infrastruktur.
Berikut beberapa keuntungan menggunakan single page application lainnya.
- Waktu loading website jauh lebih cepat.
- Tidak ada query tambahan ke server.
- Front-end yang cepat dan responsif.
- Meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).
Kelemahan single page application
Sayangnya, meski single page application menawarkan berbagai kemudahan, terdapat beberapa kelemahan yang sulit untuk dihindari.
- SEO pada website akan lebih sulit dioptimasi.
- Waktu download akan lebih lama, terutama jika website memiliki data yang cukup besar.
- Pengguna akan membutuhkan JavaScript support untuk dapat mengakses website dengan lancar.
Multi Page Application
Berkebalikan dengan SPA, multi page application diaplikasikan pada hampir sebagian besar website yang ada saat ini. Misalnya, website e-commerce seperti Amazon dan Shopee.
Menurut Vilmate, multi page application cocok untuk website yang kaya konten dan fitur dengan penawaran layanan kompleks yang perlu ditingkatkan skalanya dari waktu ke waktu.
Sebab, multi page application terdiri dari sejumlah halaman dan pengguna perlu memuat ulang seluruh halaman web setiap kali membuat permintaan baru.
Keuntungan menggunakan multi page application
Multi page application telah diaplikasikan dalam website jauh lebih lama jika dibandingkan dengan single page application.
Sehingga, ada beberapa keuntungan jika kamu menggunakannya.
- SEO website akan lebih mudah dioptimasi.
- Struktur multi page application memudahkanmu untuk halaman baru atau mengubah halaman tertentu untuk setiap kebutuhan yang berbeda.
- Pengembangan multi page application membutuhkan tumpukan teknologi yang lebih kecil, dan terdapat berbagai solusi siap pakai (CMS) yang tersedia untuk digunakan.
- Kamu dapat menggunakan tools analisis seperti Google Analytics yang dapat terintegrasi langsung dengan website.
Kekurangan multi page application
Walaupun telah diaplikasikan di sebagian besar website yang ada saat ini, multi page application tetap memiliki kekurangan berikut.
- Kecepatan download website jauh lebih lama jika dibandingkan dengan single page application.
- Kamu mungkin akan lebih sering menemukan masalah performa pada website.
- Kamu perlu mengintegrasikan antara front-end dan back-end.
- Multi page application lebih sering membutuhkan maintanance dan update.
Baca Juga: Penting untuk Web Development, Ketahui Definisi dan Jenis-Jenis Scripting Language
Single Page Application vs Multi Page Application
Lantas, mana yang lebih baik di antara kedua bentuk website ini? Semuanya tergantung pada kebutuhan dan tujuanmu mengembangkan website itu sendiri.
Jika kamu ingin membangun platform dinamis dengan volume data kecil, single page application akan lebih cocok untukmu.
Single page application juga sesuai untuk website yang nantinya akan dikembangkan menjadi aplikasi seluler.
Bentuk ini juga bisa digunakan untuk website yang tidak membutuhkan optimasi SEO yang terlalu banyak.
Sebaliknya, jika website kamu sangat mengandalkan SEO, kamu perlu menggunakan multi page application.
Terutama jika kamu ingin membuat website untuk brand besar dengan berbagai produk atau layanan yang membutuhkan banyak fitur dan banyak menu.
Multi page application lebih cocok untuk toko online, situs bisnis, katalog, atau marketplace yang memiliki basis pengguna yang beragam.
Jadi, setiap bentuk website harus kamu sesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaan website itu sendiri.
Baca Juga: Manjakan Pengunjung Website dengan Responsive Web Design
Itulah perbedaan single page dan multi page application yang dapat Glints sampaikan.
Selain perdebatan di atas, masih ada ragam informasi soal dunia mobile development di Glints Blog.
Makanya, untuk memperkaya wawasanmu, yuk klik di sini untuk temukan dan baca artikelnya!
