Wedding Organizer: Apa Itu, Tugas, & Skill yang Dibutuhkan

Diperbarui 25 Jul 2023 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Wedding organizer adalah profesi yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Profesi ini kerap disebut sebagai pekerjaan yang cukup menantang.

    Uniknya, menurut Indeed, wedding organizer atau disebut juga wedding coordinator ternyata cukup berbeda dengan profesi serupa seperti wedding planner.

    Nah, untuk yang ingin meniti karier di bidang wedding organizer, tentu kamu harus tahu tugas, skill, dan perbedaan dengan wedding planner.

    Kali ini, Glints akan membahas apa mengenai seluk-beluk wedding planner. Yuk, cermati informasinya berikut ini!

    Apa Itu Wedding Organizer?

    Wedding organizer atau coordinator adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola seluruh aspek dalam sebuah acara pernikahan.

    Mereka punya tanggung jawab utama memastikan semua agenda hari-H pernikahan mulai dari resepsi hingga acara makan-makan dapat berlangsung secara mulus.

    Nah, menariknya, dilansir Kendall Point, biasanya wedding coordinator dapat dipekerjakan kliennya sebulan atau beberapa minggu sebelum hari acara.

    Selain itu, menurut Brides, wedding organizer tidak terlibat dalam perencanaan awal pernikahan atau dalam perencanaan budget.

    Ditekankan juga bahwa mereka hanya bertanggung jawab mengelola segala sesuatu pada hari acara pernikahan dan memastikan semua agenda bisa diikuti.

    Dari segi kualifikasi, profesi ini biasanya tidak memiliki kualifikasi seperti memiliki gelar atau sertifikasi yang spesifik.

    Namun, memang ada beberapa perusahaan yang mencari kandidat dengan pengalaman di bidang manajemen atau industri hospitality.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Event Planner dan Event Coordinator yang Perlu Kamu Tahu

    Tugas dan Tanggung Jawab Wedding Organizer

    Kita sudah melihat beberapa tanggung jawab wedding organizer dari penjelasan di atas. Namun, sebenarnya masih ada banyak lagi tanggung jawab dalam profesi ini, lho.

    Mengutip Indeed dan Climb The Ladder, berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab wedding organizer lainnya.

    • Bertemu dengan pasangan beberapa minggu sebelum pernikahan.
    • Membantu calon pengantin dengan memberikan saran mengenai segala aspek dalam resepsi dan acara pernikahan.
    • Membuat jadwal acara dan denah acara pernikahan secara rincih.
    • Berkoordinasi dengan pihak yang terlibat dalam pernikahan seperti toko bunga, restoran untuk konsumsi, fotografer, musisi, dan lainnya.
    • Mengelola geladi resik atau latihan sebelum pernikahan.
    • Memeriksa kondisi dan kelengkapan tempat resepsi dan acara pernikahan.
    • Mengawasi semua aspek saat acara pernikahan sedang berlangsung.
    • Membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul selama acara pernikahan.
    • Menjadwalkan pertemuan dengan vendor dan klien untuk membahas detail spesifik tentang pernikahan atau acara.

    Skill yang Dibutuhkan Wedding Organizer

    1. Manajemen

    Sudah menjadi tugas utama seorang organizer untuk mengelola sesuatu. Oleh karena itu, seorang wedding organizer perlu memiliki kemampuan manajemen yang baik.

    Mulai dari skill manajemen waktu, manajemen anggota tim, hingga manajemen perlengkapan sebuah pernikahan.

    Semua skill ini akan membantu wedding organizer membuat rencana pernikahan seperti agenda pernikahan, denah acara, dan membagi tugas untuk masing-masing anggota tim.

    Tak hanya itu, kemampuan manajemen yang baik juga akan membantu dalam mengelola detail kecil seperti lokasi, daftar tamu acara, dan budget.

    2. Komunikasi

    Komunikasi adalah salah satu skill yang harus yang harus dimiliki. Pasalnya, mereka akan selalu berinteraksi banyak klien yang berbeda-beda.

    Tak hanya di situ saja, ia juga harus berkomunikasi dengan pihak yang berhubungan dengan acara pernikahan seperti toko bunga, fotografer, musisi, konsumsi, dan lainnya.

    Tentu, tanpa kemampuan komunikasi yang baik, ia tidak akan bisa mengelola acara dengan mulus dan sangat rentan terjadi miskomunikasi dengan pihak lain.

    3. Problem solving

    Acara pernikahan yang sudah disusun sedemikian rupa juga tidak terhindar masalah-masalah yang tak terduga.

    Dalam situasi tersebut, seorang wedding organizer harus memiliki kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving yang baik.

    Dengan skill ini, ia akan bisa mencari solusi atau jalan keluar terbaik yang sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan.

    Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving yang Penting Diterapkan

    4. Kerja sama

    Profesi wedding organizer tidak akan jauh-jauh dari hal yang namanya kerja sama.

    Dalam kesehariannya, ia akan selalu bekerja di dalam sebuah tim dan masing-masing anggota tim memiliki tugasnya sendiri.

    Tanpa adanya kerja sama yang baik, tentu acara pernikahan tidak akan berjalan dengan mulus.

    Perbedaan Wedding Organizer dan Wedding Planner

    Perbedaan mencolok lain antara wedding planner dan wedding coordinator adalah pada tanggung jawabnya secara umum serta waktu mereka dipekerjakan klien.

    Wedding planner adalah orang yang bertanggung jawab mengelola acara pernikahan dari awal, yakni menyusun tema pernikahan, memilih lokasi acara, merancang agenda, dan hal lain sesuai budget yang ada.

    Jadi, ia bisa saja dipekerjakan berbulan-bulan sebelum acara pernikahan benar-benar diselenggarakan.

    Di sisi lain, wedding organizer memiliki tanggung jawab lebih berat di hari-H pernikahan karena ialah yang mengelola segala aspek di hari tersebut.

    Umumnya, mereka akan dipekerjakan dekat dengan acara pernikahan, mungkin dalam satu bulan atau beberapa minggu sebelum hari-H.

    Dengan begitu, saat dipekerjakan, mereka tinggal mengikuti rencana tema, lokasi, agenda, dan detail lainnya yang sudah ditetapkan.

    Namun, jika terdapat hal yang mungkin menjanggal, mereka akan memberikan saran atau masukan agar rencana pernikahan bisa dilakukan semulus mungkin.

    Baca Juga: Metode Scrum: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Peran-Peran di Dalamnya

    Itulah ulasan dari Glints mengenai apa itu wedding organizer dan seluk-beluk profesi tersebut.

    Jika kamu tertarik terjun ke bidang ini, coba siapkan diri sebaik mungkin dan pelajari skill-skill yang dibutuhkan, ya.

    Nah, selain informasi di atas, Glints juga menyediakan informasi seputar prospek karier lain bisa kamu eksplorasi.

    Dengan informasi ini, Glints berharap kamu bisa menemukan karier yang paling cocok untuk kepribadian dan kebutuhan kamu.

    Yuk, langsung temukan ragam artikelnya secara gratis di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 6

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait